PACARKU, TUAN VAMPIRE

PACARKU, TUAN VAMPIRE
MENJADI MILIKU SEPENUHNYA


__ADS_3

"Aku mohon lepaskan aku, El! Kau ini sebenarnya siapa? Tolong lepaskan aku," air mata Chyara seketika berderai.


"Dengarkan aku, yang lain tidak perlu kau tanyakan. Kau hanya perlu tahu bahwa aku sangat mencintaimu. Dan, aku tidak akan membiarkan-mu pergi jauh dariku!" Elderick terus menatap wajah Chyara yang sesegukan menangis.


Cup! Satu kecupan mendarat di kening gadis itu. Merengkuh  tubuh Chyara yang bergetar ke dalam pelukannya. El menyibak rambut Chyara, mengusap leher Chyara dengan tangan dinginnya.


"A-aku ... mo-hon jangan sakiti aku. Aku mohon!" tubuh Chyara makin bergetar. Dia, merasakan firasat yang tak enak. Dia seolah berada dalam tiang gantungan.


Elderick menatap kembali tubuh Chyara yang sudah berada dalam pelukannya. Sesuatu  yang terbakar dalam dirinya bangkit. Dia, sudah tak bisa menahannya lebih lama.


Sial! Semakin dia menolak-ku, tubuhku semakin bereaksi dengannya. Bahkan aku tidak pernah bernafsu sekali pun pada wanita yang menyerahkan tubuhnya padaku. Mereka  menggodaku penuh gairah, tubuhku tidak tertarik. Sedangkan  dengannya tidak di rayu pun, tubuhku sendiri yang menginginkannya.


Aarrgghh! Aku  sudah tak bisa menahannya.


Bruk!El dalam kebimbangan. Namun, ketidakwarasan yang menguasi dirinya. Dia mendorong tubuh gadis itu  yang masih bergetar dan menangis. Mengkungkung tubuh Chyara dengan kedua tangannya. Tangannya mulai menyusup memasuki daerah terlarang yang sangat di jaga oleh gadis itu.


"Ah!" gadis itu mendesah dan menggeliat sambil menggigit bibirnya.


Astaga Chya, suara apa barusan? Benarkah kau sungguh menikmatinya? Bodoh kau!  Chyara menggeleng. mengutuk dirinya sendiri. Hatinya  menolak, tapi tubuhnya dengan bebas membuka lebar untuk meminta yang lebih dari sentuhan Elderick.


Manisnya, aku bahkan menyukai wajahmu yang seperti ini membuatku ingin segera memakanmu.

__ADS_1


Elderick menaikan lagi gelora gadis itu dengan mengesap lembut secara bergantian kedua milik Chyara.


"Ah, El," lolos juga dari bibir Chyara suara desahannya. Sambil  menekan lebih dalam wajah Elderick agar menggarapnya.


Arrgghh! Aku bisa gila, wangi tubuhnya sudah tak bisa aku tahan lebih lama.


"Aku mohon, sayang serahkan dirimu seutuhnya padaku. Aku  berjanji akan pelan-pelan. Aku akan bertanggung jawab segalanya. Aku mohon sayang, aku sudah tak kuat lagi menahannya," pinta El dengan wajahnya yang sudah memerah menahan gelora dalam dadanya.


Gadis itu ingin sekali menolaknya. Namun, dirinya sudah terlanjur basah di buat Elderick dan tubuhnya terus meminta agar lebih dalam, tak kuasa dia menolaknya.


"Ja-ja-janji, pelan-pelan, a-ku baru pertama kali," ucap Chyara akhirnya. dia yang merasakan aliran darahnya makin


Jangan harap aku menghentikan ini. Malam ini sepenuhnya kau harus menjadi milikku.


"Aku janji sayang, percayalah padaku!" Elderick mengecup kembali bibir Chyara dengan panas yang sudah membara. Meregangkan  perlahan kedua paha gadis itu dan memasukkan benda yang sudah semenjak tadi mengeras meminta tempat pelampiasan.


Srek! Srek! Srek!  Pertahanan Chyara roboh. Suara robekan dan ******* makin menggila saat Elderick memompakan tubuhnya maju mundur dengan ganas.


"Ah, El, pelan sedikit sakiittt, sakitt sekali El!" teriak Chyara histeris kedua tangannya mencakar di punggung Elderick. Tangisan  yang tadi sempat menghilang kini makin terdengar menyakitkan.


Elderick lepas kendali. Dia memuaskan segala hasrat yang dia pendam selama beberapa dekade. Baginya, ini juga yang pertama.

__ADS_1


Suara Elderick pun tak lolos dari lengkuhan dan ******* yang makin menggila. Ketika gadis itu menangis, tangisan Chyara seolah menjadi pemicu. Pembakar  jiwanya untuk melampiaskannya lebih dalam lagi.


Pluk!Chyara sudah tak sanggup menahannya. Dia terkulai lemas dan pingsan.


Elderick menyadari. Menghentikan sesaat. Namun,  rasa haus di kerongkongan masih terasa. Dia merengkuh Chyara ke dalam pelukannya. Menyibak rambut gadis itu yang sudah penuh dengan peluh.


Elderick mendekatkan wajahnya. Kedua  mulutnya terbuka. Mata  iblis merah masih menguasainya. Dua taring


muncul dan, Grauk!  Elderick membenamkan keduanya di leher Chyara. Mengisapnya seperti meminum jus yang segar. Setelah dia merasakan kenyang, dia pun melepaskannya.


Elderick menaruh perlahan tubuh Chyara yang terlihat tak berwujud. Sekujur tubuhnya penuh lebam dan luka-luka.


Satu kecupan kembali mendarat di kening Chyara. Elderick menutupi tubuh polos Chyara dengan selimut. Dia beranjak dari ranjangnya memasuki kamar mandi dan membasuh tubuhnya yang masih tersisa kobaran panas


yang membara.


Elderick keluar kamarnya hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Blash! Blash!Albert, Lisbeth, Josh, Sebastian dan Anna sudah muncul di hadapannya.


"Bagaimana? Apa kau sudah berhasil memecahkan telurnya?" Lisbeth berjalan mendekat penasaran.

__ADS_1


__ADS_2