PACARKU, TUAN VAMPIRE

PACARKU, TUAN VAMPIRE
PERJAKA ABADI


__ADS_3

"Aku kan sudah bilang jangan ganggu kami!" dengus Elderick membuang nafasnya berjalan dan  duduk di sofa.


"Ayolah, katakan atau jangan bilang kau di tolak mentah-mentah lagi olehnya, hahaha," celetuk Josh.


Bugh! Satu bantal sofa tepat mendarat di wajah Josh tanpa sempat dia menghindari.


"Jadi? Kau dan Chyara sudah berhasil membuat adonan?" tambah Sebastian.


"Kau gila Bast, wanitaku, kau samakan dengan makanan!" dengus Elderick tak terima adiknya mengumpat gadis itu.


"Hahahaha, akhirnya perjaka abadi kita berhasil memecahkan telurnya, selamat nak!" Albert menepuk-nepuk pundak Elderick perlahan.


"Jadi, kapan kau dan kakak ipar akan melangsungkan pernikahan?" Anna tampak antusias saat mendengar kabar yang menggembirakan buatnya. Otaknya sudah merencankan juga memikirkan banyak hal.


"Eh, kau sungguh melakukan-nya dengan manusia itu?" seketika wajah Sebastian menjadi serius.


"Uhm!" sahut El.

__ADS_1


"Bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Sebastian panik.


"Dia pingsan. Aku benar-benar tak bisa menahan lagi. Aroma di tubuhnya benar-benar membuatku gila. Setelah aku nikmati, aku meminumnya dengan sangat puas!" ucap Elderick tenang memberitahu kondisi Chyara.


Bugh! Pletak! Lisbeth meninju wajah dan memukul kepala Elderick. Dia benar-benar kesal saat mendengar jawaban nyeleneh dari putra sulungnya.


"Argh. Kau gila mom!" Elderick meringis.


"Ayo Bast, kita lihat kondisinya," seketika mereka melesat ke kamar Elderick. Elderick segera melesat menyusul mereka.


"Bast, cepat periksa dia!" perintah Lisbeth, El sudah duduk di pinggir ranjang di samping tubuh Chyara.


"Josh, ambillah alat-alat ku dan beberapa kantong cadangan darah yang ada di mobilku!" Josh melesat cepat keluar kamar Elderick.


"Dia hanya pingsan, Mom. Aku, tidak mungkin membunuhnya," Elderick memberikan pembelaan saat di tatap mematikan oleh keluarganya.


"Jangan lakukan lagi dalam waktu dekat. Aku  takut tubuhnya tidak akan kuat menahan tenagamu," Sebastian yang berbicara lantang setelah memasang selang infus darah kembali di lengan Chyara. Mengarahkan ucapannya pada Elderick yang sedang memakai baju.

__ADS_1


"Kau gila. Setelah aku merasakan, mana mungkin aku bisa menahannya!" sahut Elderick ketus.


Lisbeth duduk di pinggir ranjang mengantikan baju Chyara dan melihat tubuh Chyara penuh dengan lebam. Mengusap dan menatap wajah Chyara dengan lembut.


"Selamat datang di dunia kami, sayang." Lisbeth mengecup kening Chyara dengan sangat lembut. Dia pun mengusap lembut rambut gadis itu.


"Seharusnya, kau melakukan hal itu dengan sesama kaum kita El, kau pasti akan lebih bebas dan puas melakukan apapun!" Josh bersuara.


"Kau saja! Kau tahu sendiri tubuhku tak bereaksi pada wanita manapun, manusia ataupun kaum kita. Dengannya tanpa di minta tubuhku sendiri yang menginginkan!" sergah Elderick.


"Benar Josh, kalau memang semudah itu dia tidak akan menunggu sampai selama ini," Albert menimbali ucapan Elderick.


"Jaga dia baik-baik El. Kau sudah mengikat dan memberinya tanda, aku yakin aromanya akan lebih mudah tercium oleh kaum lain. Jangan sampai Chyara berpindah hati!" pesan Lisbeth.


"Benar El, sainganmu pasti akan segera muncul satu demi satu. Mereka pasti memperebutkan Chyara!"


Krek! Krek!Kedua tangan Elderick mengepal kuat. Seketika Elderick melihat bayangan wajah Matthew, "Aku pastikan akan membunuh dan membakarnya sampai menjadi abu!" wajah Eldrick memicing dengan tajam. Membuat seluruh keluarga menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2