
Matthew menolehkan tubuhnya untuk melihat kepergian gadis itu. Dia benar-benar menatap lekat punggung gadis itu hingga menghilang.
Akhirnya aku menemukan-mu Ara. Sudah lama aku mencarimu. Tunggu sebentar lagi, aku pasti menjemput-mu.
"Bagaimana orang suruhan-mu, Mark?" Elderick yang tidak focus terus mondar mandir di ruangan VVIP pub tersebut. Dia sangat menghawatirkan monyet liarnya. Walaupun wanita tadi terus mencoba merayunya, Elderick
tetap mengacuhkannya.
"Sepertinya nona Chyara ke rumah sakit menjenguk orang itu, Tuan!" Mark memberikan laporan setelah mendapat satu foto keberadaan Chyara.
"Berani sekali dia menentangku? Masih saja dia berni menemui laki-laki lain. Habisi pria brengsek itu! Aku tidak ingin melihatnya berkeliaran dihadapan monyet liar-ku!" Elderick memberikan perintah sambil menaikan rahangnya dengan kasar.
"Baik Tuan!"
Ceklek!Elderick melayangkan pandangannya pada pintu yang dibuka.
"Selamat datang Tuan Wyman, anda sedikit terlambat!" Wanita tadi beranjak dari duduknya, menyambangi pria berbadan kekar berambut hitam dan bola matanya yang hitam seperti elang.
"Aku mohon maaf, Miss Samantha traffic jam sungguh mengganggu perjalanan-ku!" Matthew berkata sambil mengecup punggung lengan Samantha dan memberikannya senyuman mautnya.
__ADS_1
Wanita itu seperti mendapatkan lotre. Matanya terus saja berbinar apalagi dia merasa dikelilingi oleh dua pria yang menjadi idamanan banyak wanita.
"Baiklah karena anda sudah datang kita bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya!" Samantha menggandeng pria tadi dan membawanya kehadapan Elderick.
Elderick terlihat sudah tak sabar ingin segera mengakhiri pertemuan.
"Tuan Balian, ini Tuan Matthew Wyman, dia orang yang saya janjikan akan melanjutkan project yang kita bahas tempo hari," Samantha memperkenalkannya Matthew kepada Elderick, Elderick mencium sesuatu tak mengenakkan di hidungnya. Kemudian mereka hanya bisa saling menatap tajam, tanpa wanita itu sadari.
"Apa kabar Tuan Wyman, saya Elderick. Bagaimana kalau kita langsung saja dengan proses tanda tangan!" Elderick menjabat tangannya yang terlihat enggan berbasa-basi.
"Baik Tuan Balian kebetulan saya juga tak bisa bisa berlama-lama. Saya pun sedang ada hal yang mendesak untuk di tangani," senyum ramah dari Matthew melirik berkas di tangan Mark.
"Jika anda ada tambahan atau pun perubahan dalam isi kontrak anda bisa menghubungi saya di nomor ini," Elderick memberikan kartu namanya, Matthew pun memberikan kartu namanya, mereka saling bertukar
kartu nama. Sepertinya elderick sudah bersiap untuk angkat kaki dari ruangan itu.
"Tidak bisakan kalian tinggal sedikit lama, aku sudah sesuatu yang sangat spesial untuk kalian." Samantha
menggandeng lengan keduanya bersikap manja. Tak ingin keduanya pergi atau paling tidak salah satu dari mereka ada yang tetap tinggal bersamanya.
__ADS_1
Samantha terlihat sangat kecewa. Dia berencana mengajak salah satu dari mereka untuk naik ranjang melampiaskan segala geloranya yang sudah tak bisa dia tahankan sejak kedatangan Elderick.
"Mungkin lain kali Sam, aku sedang ada urusan yang tak bisa aku tinggalkan," Elderick menghempaskan tangan Samantha yang menggelayuti lengannya.
"Uhm, apa mungkin ada hubungannya dengan teman kecilmu yang kau bawa datang tadi Tuan Balian?" Samantha menyelidik, cemburu.
Elderick menautkan kedua alisnya tak menyangka akan ada yang berani bertanya soal Chyara.
Dasar wanita penggoda. Berani-beraninya dia menyebut nama monyetku dengan mulut berbisanya itu.
Elderick menyinggungkan senyum smriknya, "Tebakan anda benar sekali Miss Samantha, aku harus menjaganya dengan ketat, jika tidak dia akan membuka masalah yang membuatku kerepotan!" Elderick menjawabnya dengan rasa percaya diri yang tinggi.
"Sangat beruntung sekali dia, jika aku ada di posisinya aku tidak akan pernah membuatmu repot Tuan," Samantha menjawab kecut sambil tangannya menyentuh dada bidang Elderick seraya menggodanya dengan sangat sensual.
Huh, wanita rubah ini benar-benar menjengkelkan. Aku sudah tidak tahan.
Matthew hanya menyimak pembicaraan mereka tanpa merasa terganggu. Dia, cuek serta acuh sambil mengeluarkan ponsel menyimpan nomor Chyara yang membuat hatinya tumbuh bermekaran seperti taman bunga.
"Saya pamit dulu Tuan Wyman. Ayo, Mark!" Elderick langsung meninggalkan ruangannya yang membuat hidungnya muak.
__ADS_1
Cih, wanita penggoda dan pria itu sama saja. Baunya sungguh tidak enak membuatku ingin muntah. Elderick.