PACARKU, TUAN VAMPIRE

PACARKU, TUAN VAMPIRE
KAPAN KALIAN MENIKAH?


__ADS_3

"Pakailah. Aku sedang tak ingin bertengkar denganmu!" Elderick melipat kedua tangannya di dada berdiri menatapnya. Chyara tanpa bergerak sedikit pun. Dia menolak untuk memakainya.


"Ayolah, Tuan berbaik hatilah sedikit denganku!" reflek Elderick mendekati tubuh Chyara, "Apa barusan kau bilang? Bukankah, aku sudah menyuruhmu untuk memanggil namaku!" Elderick mecengkram dagu Chyara dengan kasar.


"Aw sakit, El!" pekik Chyara spontan. Elderick tersenyum dan melepaskan cengkramannya.


Manis dan imutnya monyetku. Huh, apa aku harus terus bersikap kasar padanya agar dia mau menurutiku.


Chyara membalikkan tubuhnya melepas perlahan handuk yang membalut di dadanya, memakai lingerie yang di lempar olehnya.  Elderick hanya bisa menelan salivanya ketika Chyara berbalik dan memperlihatkan punggung belakangnya.


Harum tubuh Chyara kembali menyeruak di hidung Elderick. Rasa manisnya, seketika membuatnya tergoda dan menjadikannya haus. Pluk! Elderick memeluk pinggang Chyara menempelkan dagunya di pundaknya.


"Kau, sungguh wangi sekali. Aku  benar-benar tak bisa menahannya," bisik Elderick di telinga Chyara.


Chyara membulatkan matanya. Membalikkan  tubuhny. Dia,  berpikir dengan cepat memeluk tubuh Elderick dengan erat. Dia berusaha keras agar ucapan yang didengarnya tak menjadi nyata.


"Aku sangat lapar, El!"  ucap Chyara bermanja di dada Elderick. Mengalihkan  topik yang sedang di bahas Elderick.


Kau terus saja menggodaku seperti ini apa kau tidak takut aku tak bisa menahannya.


Elderick menarik wajah Chyara, perlahan mendekatkan wajah juga bibirnya. Memakan rakus dalam bibir gadis itu. Dia, hanya bisa merasakan setiap pergerakan hangat dalam mulutnya membuat Chyara ikutan membalas

__ADS_1


pagutannya. Elderick melepaskan pagutannya menatap wajah Chyara yang memerah seperti udang rebus.


"Uhm, monyet pintar. Aku suka dengan sikapmu seperti ini, teruslah bersikap manis seperti ini, ya!" mengusap pipi Chyara dengan lembut.


Chyara makin malu. Dia membenamkan wajah di dada bidang Elderick.  Elderick mengangkat tubuh Chyara ala bridel style memeluknya ke ruang makan.


"Kakak ipar, aku kangen denganmu," suara nan indah dari tubuh mungil Anna sudah berada di antara mereka.  Chyara menolehkan wajahnya. Malu dengan sikap Elderick yang memanjakan dirinya.


"Sedang apa kalian disini? Mengganggu saja! Dasar tamu tak di undang!" Elderick bergerutu sambil menurunkan Chyara perlahan dari pelukannya.


"Wow, kau sungguh sexy, kakak ipar," celetuk Josh seraya menelan air liurnya.


"Dia harum sekali El, hati-hati tercium oleh keluarga lain. Kalau sudah di rebut baru tahu rasa kau!" seloroh Sebastian menambahi.


Bugh!Satu tinju mendarat di perut Sebastian membuatnya tersungkur di lantai.


"Jaga bicara-mu, Bast atau kupotong lidahmu itu!" hardik Elderick menatap tajam Sebastian.


"Sudah, sudah jangan bertengkar. Kasihan Chyara tuh. Karena ulah kalian dia jadi binggung. Apa  kabar sayang?" Lisbeth langsung menghambur merengkuh Chyara ke dalam pelukannya.


“Ibu ...,” ucap gadis itu.

__ADS_1


"Jangan ganggu dia, Liz!" Elderick membuka kemejanya menjadi bertelanjang dada di hadapan Chyara juga keluarganya. Mengenakan kemeja tadi untuk mendouble lingerie Chyara yang tembus pandang pada lekuk tubuhnya.


"Tuan, makan malamnya sudah siap!" Mark berdiri di antara mereka memberitahu. El hanya mengangguk.


"Ayo, makan dulu kau pasti lapar kan?" Chyara mengangguk saat Elderick menarik tangannya ke meja makan. Dia hanya makan sendiri di tengah keluarga Balian yang terus menatapnya seperti mainan baru. Chyara merasa canggung.


"Ka-kalian tidak makan?" saat satu suapan masuk ke dalam mulutnya. Matanya melirik satu demi satu anggota keluarga Balian.


"Kami sudah makan malam di luar sayang. Kamu, makanlah yang banyak agar tubuhmu kuat saat Elderick memangsamu," ucap Lisbeth penuh arti. Dia berkata sambil tersenyum, seolah tak sabar menantikan pertunjukan selanjutnya.


“Uhuk! Uhuk!”  Chyara tersedak seketika tangan Elderick dengan cepat memberikannya gelas yang berisi air.


"Liz, perhatikan bicaramu!" Elderick melirik tajam.


"Jadi, kapan kalian meresmikan pernikahannya? Aku sudah tidak sabar! Aku, akan memilihkan gaun tercantik untukmu, kakak ipar," Anna memperkeruh suasana.


“Uhuk! Uhuk!” kembali gadis itu tersedak. Kali ini dia beranjak dari duduk sambil mengusap dadanya yang terasa sakit karena sedakan yang kedua kalinya.


"Ann!" hardik Elderick.


"Memangnya aku salah?  Aku kan berbicara yang sesungguhnya!" Anna mencibirkan bibirnya. Tanpa memperdulikan kemarahan kakaknya itu yang sudah seperti bom atom.

__ADS_1


__ADS_2