PACARKU, TUAN VAMPIRE

PACARKU, TUAN VAMPIRE
PESONA YANG TAK DAPAT DITOLAK


__ADS_3

"Ishhh, kau ini memohon memohon terus. Aku disuruh memohon apa lagi coba? Perjanjian seenaknya sudah kau dapatkan apalagi yang kurang? Kalau aku bisa batalkan atau robek perjanjian akan aku hancurkan semua," dengus gadis itu kesal.


"Hahahaha!" Elderick menarik kedua pipi Chyara dengan gemas.


"Ah, a-a-a sakit sakit," pekik Chyara meringis. Menghempaskan tangan Elderick. El menarik tubuh gadis itu ke pangkuannya.


"Ayolah memohon, kau sungguh tidak menginginkan ponselmu kembali?" El tersenyum dan menggoda Chyara.


"Aku malas memohon! Memangnya kau mau apa? Cepat katakan saja tidak usah berbelit-belit!" ucap Chyara ketus. El menjawab dengan memonyongkan bibirnya.


Tanpa basa basi gadis itu langsung melingkarkan tangannya di leher, "Satu kali tidak lebih!" Chyara memajukan perlahan bibirnya. Dia terlihat ragu-ragu saat mendekati bibir Elderick.


Hehehe, aku mau liat cara dia memulainya lebih dulu. El memutar bola matanya melihat setiap gerak gerik Chyara yang kaku saat dia berusaha mendekati wajahnya. Menempelkan bibirnya di bibir El.


"Sudah!" Chyara menarik wajahnya,


 "Hei, kau sedang membuatku marah? Apa itu barusan? Kau hanya menempelkan bibirmu di bibirku saja," El naik pitam merasa di goda oleh Chyara.


"Akh, aku tidak mau tahu. Pokoknya sudah, kembalikan ponselku," Chyara menadahkan tangannya ke wajah Elderick.

__ADS_1


"Huh, kau sedang bercanda dengan-ku?" El menarik tengkuk Chyara mendekati wajahnya.


"El, aku tidak mau!" Chyara mendorong terus tubuh El dan dirinya menjauh darinya.


Elderick tak memperdulikan lagi ronta dan terikan Chyara. Semuanya hanya membuat El makin menjadi. Dia menarik wajah gadis itu, mengecup dalam bibirnya. Beberapa detik kemudian, Chyara yang menolak dengan keras malah terbuai kembali oleh pesona El.


Arghh. Aku bisa benar-benar gila! Tadi aku menolak tapi, sekarang?


El menghentikan dan menarik bibirnya melihat wajah Chyara yang malu dan sudah memerah seperti udang rebus.


"Ingat, jangan pernah berhubungan dengan pria lain lagi. Hukuman-mu akan lebih berat dari ini, mengerti!" Chyara mengangguk. Walaupun sebenarnya dia belum mengerti arti dari perkataannya, "Kau jangan galak-galak dan terus


menegerjaiku," seloroh gadis itu.


"Uhm."


"Uhm." Chyara menghamburkan tubuhnya kepelukan El.


"Ingat mulai nanti malam, aku akan selalu datang ke ranjangmu. Apapun yang kulakukan tidak boleh membantah, mengerti!" pesan Elderick.

__ADS_1


"Iya!" baginya yang terpenting menjawab saja dengan cepat agar urusannya dengan El bisa berjalan lebih cepat. El mengecup kening Chyara.


 Mark membukakan pintu,  "Mana ponselku?" sebelum pergi Chyara menagih ponselnya.


"Berikan padanya, Mark!" Mark mengeluarkan ponsel  Chyara dari saku jasnya.


Huh, pantas saja aku cari tidak ada, ternyata dia yang menyembunyikan. Chyara meraih cepat ponselnya dan saat akan berbalik, Elderick menarik tangannya.


"Apa lagi sih?" dengus Chyara kesal.


"Bawa ini," El menyerahkan beberapa paper bag.


"Apa ini?"


"Pakai untuk menyambut-ku nanti malam!"


"Baiklah!" Chyara mengambilnya dan berlari pergi. Meninggal El dan Mark yang menatapnya seperti monyet yang lepas dari kandang.


"Tuan sungguh membiarkan nona Chyara pergi begitu saja?" Mark merasa heran setelah tuannya bersusah pasah mengikat Chyara sekarang di lepaskan dengan begitu mudah.

__ADS_1


"Kau pikir aku bodoh. Menanti malam, hanya dua jam dari sekarang!" seringainya. Chyara tak sadar kalau Elderick sedang menjebak dirinya.


Huh, akhirnya aku bebas. Bebas! Chyara melompat kegirangan setelah berbelok menuju tempat tinggalnya.


__ADS_2