
"Duduklah! Habiskan makanannya. Jangan dengar yang Ann bilang!" Elderick mencoba membujuk Chyara yang manatapnya dengan kesal.
"Aku sudah kenyang. Aku mau tidur!" Chyara merajuk dan berbalik badan.
"Baiklah. Aku akan mengantarmu," Elderick melirik satu demi satu anggota keluarga-nya.
"Mulut-mu benar-benar Ann!" delikan Elderick tajam memburu pada Anna.
"Pelan-pelan melakukannya El, jangan membuatnya takut. Kami akan berjaga disini," goda Albert pada anak sulungnya.
"Kalian semua pergilah. Jangan mengganggu-ku!" Elderick berjalan cepat mengekori Chyara yang sudah menaiki tangga lebih dulu.
Mereka semua hanya menatap dengan pandangan penuh harap pada Elderick dan Chyara.
"Mungkin kita sudah menggagalkan rencana yang sedang dia buat sayang!" kekeh Lisbeth mengalungkan tangannya di lengan Alberth.
"Cih, dasar perjaka abadi! Baru di sindir saja dia sudah gelagapan!" Josh berkomentar.
__ADS_1
"Sudahlah Mom, Dad, kita cari makan malam dulu. Nanti kita kembali lagi kesini melihat hasil perjuangannya, El" senyuaman mengembang dari wajah Anna.
"Wowow ... sepertinya adikku sudah melihat sesuatu yang menarik. Baiklah, ayo kita berburu!' sergah Josh menimpali. Dia, lebih dahulu melesat pergi diikuti dengan yang lainnya.
Pintu kamar Elderick di tutup, "Katakan? Apa maksud ucapan mereka!" Chyara mendekati Elderick yang bertelanjang dada sudah merebahkan tubuhnya di ranjang. Dia, berkacak pinggang di pinggir ranjang Elderick.
Bruk!Elderick menubruk Chyara hingga posisinya sekarang berada di atas tubuh Chyara. Elderick merobek kemeja miliknya melemparkan sembarang ke lantai.
"Arghh!" gadis itu segera menutupi kedua asetnya lagi. Namun, "Nah, begini baru enak di pandang," kedua tangan
Elderick menghempaskannya, meremas dua milik Chyara. Membuat tubuhnya seketika meremang tidak karuan.
"Ayo, besok kita menikah!" ucap Elderick pasti.
"Apa? Menikah? Kau gila itu bukan hal yang sepele untuk di bicarakan!" pekik gadis itu meradang. Dia merasa sedang dipermainkan.
"Kau, tak perlu memikirkan apapun hanya perlu mengikuti semua arahanku!" tambah El kembali.
__ADS_1
"Jangan bercanda! Aku sedang tak memikirkan apapun, apalagi pernikahan!" Chyara bangkit akan menyandarkan tubuhnya di pinggir ranjang.
Blash!Gadis itu sudah berpindah di pangkuan Elderick. "Aku sangat haus!" bola mata Elderick berubah memerah. Chyara membekap mulutnya.
"Ka-kau? Si-siapa kau sebenarnya?" Chyara berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman tangan Elderick.
Senyuman smirk terlihat di wajahtampan Elderick. Dia menatap Chyara yang terus memukuli dirinya dengan tangan yang kebebasannya terbatas.
"Le-lepaskan aku, kau pria gila! Lepas!!" Chyara terus berteriak histeris dan makin menggila.
"Hahaha, aku suka! Teruslah berteriak. Aku sangat menyukai teriakanmu itu," seringai Elderick makin tertantang oleh kepanikan Chyara.
"Kau gila! Lepaskan aku. Aku mau keluar dari sini, aku tidak mau disini!" Chyara makin meronta dan berteriak.
Grep!Kedua tangan dingin El sudah mencengkaram wajah Chyara. Menatapnya seperti mangsa yang tak akan pernah dia lepaskan, "Ayolah, sayang, menurut sedikit, aku sungguh tidak akan menyakitimu. Aku mencintaimu!" ucap El melembut dengan tatapannya yang masih tajam.
"A-aku mohon lepaskan aku, El. Aku tidak mau mati disini. Biarkan aku pergi, El!" air mata Chyara mengalir perlahan membasahi pipinya. Wajah gadis itu benar-benar pucat pasi. Dia, ketakutan saat di tatap oleh mata merahnya Elderick.
__ADS_1
"Hahaha. Mati? Yang benar saja sayang, mati pun kau tidak akan aku izinkan, kalau aku tak menyetujuinya!" Elderick membelai lembut pipi Chyara. Tubuh gadis itu masih saja bergetar dengan hebat.