
Gadis itu tak bersuara, dia memojokkan tubuhnya mendekati jendela dan Elderick hanya menatapnya dengan tajam.
"Darimana kau mengenal pria tadi?" Elderick bersuara memulai pembicaraan lebih dahulu.
"Dia temanku!" sahut gadis itu ketus tanpa menoleh sedikit pun. Tetap menatap jalan melalui jendela.
"Teman? Banyak sekali teman pria-mu? Ka, memang monyet penggoda. Bahkan sudah saling memanggil nama dengan mesra!" ucap Elderick ketus.
Chyara tak menjawab, hatinya masih terasa sakit. Dia membayangkan peristiwa di taman kemarin, seandainya saja dia tak meminta Nathan untuk menemuinya hari ini pasti Nathan masih baik-baik saja. Dia menyalahkan dirinya sendiri atas kematian Nathan.
"Arrghhh!!" Chyara tersentak ketika tangannya di tarik paksa keluar oleh Elderick. Tubuhnya terseret hingga di pinggir kolam dan, Byuurr! Tubuhnya terlempar seketika.
Udara dingin malam menyergap tubuhnya, membuat menggigil. Setengah kesadaran Chyara berputar, dibenaknya, dia melihat kejadian lima belas tahun silam ketika dirinya di lempar dari tepi jurang yang membuatnya hampir mati tenggelam.
"Bersihkan bau busuk di tubuh-mu. Jangan pernah kau mendekati pria itu lagi, kau dengar!" Elderick berteriak dari pinggir kolam menatap tubuh Chyara yang perlahan tenggelam. Gadis itu tak beriak, tubuhnya benar-benar seperti tertarik kedalam dasar kolam.
Perlahan pupil mata Elderick bergerak, saat beberapa detik kemudian dia tak melihat gadis itu mengapung kepermukaan.
__ADS_1
Sial! Dia tak bisa berenang! Elderick melompat ke kolam meraih tubuh Chyara yang sudah tak sadarkan diri. Wajah paniknya tergambar dengan jelas. Saat dia membawa tubuh Chyara menepi dan membaringkannya di pinggir kolam.
"Ambilkan selimut!" teriak Elderick mencoba menekan perut Chyara beberapa kali memberikan nafas buatan untuk Chyara agar air yang di minumnya keluar.
“Uhuk! Uhuk!” Chyara mendorong perlahan tubuh Elderick. Mark memberikan selimut pada Elderick dan segera membalutkannya di tubuh gadis itu.
Walaupun gadis itu menolak, Elderick tetap mengangkat tubuh Chyara. Membawanya masuk dan meletakkan di bathrob. Dia segera menyalakan air hangat untuk Chyara.
"Berendamlah sebentar, aku akan menyuruh koki membuatkanmu beberapa hidangan," satu kecupan meluncur di kening gadis itu. Sesaat, dia terhipnotis oleh Elderick yang berubah menjadi sangat lembut.
Blam!Pintu tertutup. Apa aku salah? Kenapa dia tiba-tiba menjadi sangat baik. Husss jangan tertipu Chya, dia pasti sedang berencana membuat jebakan baru untuk-mu.
Huh, bisa-bisanya dia melemparkanku ke kolam. Orang itu sungguh gila dan tak bisa ditebak. Chyara menggerutu sambil membalikkan tubuh polosnya kembali berendam di air hangat.
Elderick kembali masuk dan duduk di pinggir bathrob menatap wajah Chyara yang memerah dan menutupi kedua miliknya, "Ka-kau, kenapa masuk. Keluarlah!" Chyara panik menutupi rasa malunya.
"Kau, ini milikku apa kau lupa dengan perjanjian yang kau tanda tangani sendiri?" Elderick tak melepaskan sedikit pun tatapannya.
__ADS_1
"Cih, tanda tangan. Itu kan kau yang menjebakku. Kalau aku tahu, mana mungkin aku mau menandatangani," dengus Chyara kesal.
"Aku tidak perduli. Yang aku tahu sekarang, kau adalah milikku. Jangan pernah berpikir untuk lari ataupun kabur
dariku!" Senyuman smirk mengalir dari wajah tampan Elderick.
Ma-ma-ma, astaga Chyara ... awas matamu. Bisa-bisa kau gila sendiri karena menatap wajah tampannya. Ya, gadis itu tak bisa memungkiri ketampanan Elderick yang tiada tara. Hanya saja kelakuan Elderick begitu memuakkan.
"Ayo, sudah. Bangun!" Elderick meraih handuk dan membantu Chyara berdiri, melilitkannya di dada Chyara.
"Arghhh!" Tubuh Chyara di rengkuh kembali oleh Elderick.
"A-aku bisa sendiri," Chyara terus berontak. Namun, di acuhkan olehnya.
"Panggil namaku!" pinta Elderick saat menurunkan perlahan tubuh gadis itu di tepi ranjang.
Elderick membuka lemari dan memilihkan baju untuk Chyara,"Pakailah!" dia melemparkan lingerie hitam pada gadis itu.
__ADS_1
"Apa ini? Aku tidak mau pakai?!" mata Chyara mendelik, bergidik dan melemparkan jauh darinya.
Dasar pria busuk tetap saja dia mau mengambil keuntungan dariku.