
#PacarkuPlayboy
#Part19
Sepulang sekolah kami memesan takxi online karena ngak bawa mobil hari ini.
" diana gue udah pesan takxi, " ucap jesika
" hmmm iya, kalau begitu kita tunggu digerbang aja, biar ngak ribet " ucapku dan akhirnya kamj berempat menuju gerbang sekolah .
***
Digerbang sekolah, aku berdiri bersama teman2ku menunggu takxi yang sudah dipesan.
" loh itu diana, ngapain berdiri disitu , apa lagi nunggu jemputan, tapi kayanya mungkin deh, gue samparin aja deh " ucap riski menuju keberadaan diana.
" hai, lo pada ngapain berdiri disini, ngak cape berdiri " ucap riski
" dia lagi, dia lagi , ngapain lagi dia kesini " ucapku dalam hati dan berpura2 tdak mendengar ucapannya.
" kalian ngapain berdiri disini , " ucapnya
" nunggu jemputan yah " ucapnya lagi
" ngak " ucapku jutek
" terus " ucapnya
" kepo " ucapku
" ngak juga " ucapnya
" yah udah sana pergi ngapain kesini," ucapku mengusir
" lo ngusir gue " ucapnya
" iya-iyalah, cepatan pergi " ucapku dingin
" gue pastiin lo bakal jadi milik gue " ucapnya sambil berjalan menuju mobil nya
__ADS_1
" dasar cowok gila, nyebelin, " ucapku
" aahaammm ciecie awas yah lo diakhir kata nyebelin bisa jadi cinta lo " ucap rara
" apaan sih lo , ngak jelas " ucapku memelas
Tidak lama lagi takxi pun sampai dan kami menuju rumah.
***
Diperjalanan tidak ada yang membuka suara, semuanya fokus memainkan hanponnya beda dengan aku yang terus memikirkan sidia, siapa lagi kalau bukan cowok rese, cowok playboy, cowok nyebelin , seperti itulah aku berikan nama panggilannya,.
" ternyata dia ganteng sih, tapi anehnya playboy, "
" apalagi nyebelin, reseh lagi, aduh, aduh amit2 kalau gue suka sama dia " ucapku dalam hati.sambil memukul2 kepalaku .
" woy lo kenapa, sakit?" Ucap dinda menaruh tangannya dijidatku.
" ngak panas " ucapnya
" iya-iyalah gue sehat ngak sakit tau " ucapku
"lebay,"ucapku menatap keluar kaca"
#PacarkuPlayboy
#Part20
***
Sesampainya dirumah aku menatap heran kearah mobil berwarna putih,yang berada didepan rumahku.
" itu mobil siapa, ? Masa ayah sama bunda udah pulang, tapi kayanya ngak mungkin klau mereka pulang pasti bilang sama aku " ucapku lalu berjalan menuju kedalam rumah , pas didepan pintu aku dikejutkan banyak orang dirumah siapa lagi kalau bukan orangtuaku .dan masih ada lagi tapi aku tidak kenal.
" bunda , ayah " ucapku berlari memeluk mereka
" syang, kamu udah pulang " ucap bunda
" udah kok bun," ucapku
__ADS_1
" bunda sama ayah kenapa bgak bilang kalau mau balik " ucapku sedikit manja, hehehe biasa kalau lagi sama orangtua aku pasti manja.
" biar jadi suprise." Ucap ayahku
" hmmm mana hadiah aku " ucapku
" hadiahnya rahasia, kamu ngak boleh tahu sekarang " ucap bunda
" huuff ko gitu sih bund " ucap ku semuanya tertawa dengan tingkahku.termasuk dinda,rara,jesika
" hay om, tant, " ucap dinda,rara, jesika
" eeh dinda, rara, , jesika, " ucap bunda memeluk mereka.
Setelah itu aku bersama teman2ku menuju kamarku dan menganti baju.
***
Dikamar aku, yang cukup besar, tempat tidurku juga lumayan besar cukup memuat empat orang. Jadi pas untuk kami berempat, nyokapbokap aku sudah tahu tentang kedatangan jesika, dan tentang dinda dan rara yang tinggal bersama aku dirumah ku, mereka setuju kalau kami tinggal bersama.
Setelah menganti baju , aku pun turun keruang tengah yang begitu banyak orang, .
Aku menatap heran kearah bunda sama ayah,
" mereka siapa ayah," ucapku bertanya.
" oh sini sayang, ini teman2 ayah, " ucap ayahku memperkenalkan satu persatu.
Setelah itu kami sarapan bersama dan selesai sarapan teman2 ayahku pulang kerumah mereka tersisa kami sendri.
Aku duduk dekat bunda, dan ayah, dinda , jesika, rara duduk diseblah, kami bercerita bercnda tawa, aku merasa senang malam ini.
***
" bi, bibi " ucap riski
" iya den, ada apa den " ucap bibi ira
" mamah sama papah kemana, " ucap riski
__ADS_1
" oh, itu tadi sih kata nyonya ada acaradirumah teman"