
Kota india yang sekarang sudah semakin maju dan modern tetap saja Ada kepercayaan yang masih dianggap serius oleh orang-orang yang mempercayainya. dibagian new delhi yang cukup terpencil jauh dari perkotaan. Hiduplah seorang gadis berumur 19 tahun yang memiliki kelainan daripada yang lain. namanya citra leka Dirinya memiliki kulit emas, jika ia ketakutan atau menangis kulitnya akan berubah menjadi warna keemasan. Tidak ada obatnya. Entah penyakit atau kutukan.dia sering dituduh siluman oleh keluarga terdekatnya untuk itu ayahnya membawanya ketempat jauh terpencil agar ia aman. Ibunya telah lama meninggalkannya saat ia dilahirkan kedunia karena ibunya tidak sudi memiliki anak siluman. Citra dikurung dirumah yang megah dan mewah, ia hidup bergelimang harta yang tiada ada habisnya. Ayahnya pernah bertanya kepada peramal apakah anaknya itu akan sembuh ataukah selamanya sampai akhir hayatnya?
Sang peramal menjawab "jika umurnya genap 20 tahun kelak dan ia menemukan cintanya maka kutukan itu akan hilang seketika "
Ayahnya mempercayai ramalan itu hingga mencarikan laki-laki yang siap menjadi pasangan citra leka tapi nyata sudah 5 orang laki - laki lari ketakutan melihat kulit asli citra. Citra leka tak pernah dibiarkan keluar rumah seumur hidupnya. Hingga ia penasaran bagaimana dunia luar.
Kulit citra setiap hari dioles dengan minyak zaitun sehingga warna kulitnya dengan normal, citra leka diajarkan untuk melawan ketakutannya tapi itu masih belum citra kendalikan.
Dirumah semegah itu citra ditinggalkan seorang diri, ayahnya pergi bekerja
"aku bosan... Aku penasaran dengan dunia luar. Oh tuhan kenapa kau buat takdirku seperti ini?" citra menangis kesepian selalu menemaninya selama 19 tahun ini.
Tiba-tiba angin bertiup kencang, awan hitam bergumpal, langit pekat membuat rumahnya yang megah itu gelap. Tak lama listrik nya padam. Citra mencari lilin untuk menerangi rumahnya tak lama kemudian pula turunlah hujan dengan deras. Citra mulai ketakutan...
Ia mendengar langkah kaki diluar didepan pintu
"apakah itu ayah? Tapi ini belum waktunya ayah pulang? "kata citra gemetar
Ia berjalan menuju pintu depan dijenguknya lewat jendela. Ia menggigit bibirnya ketakutan. Ada seorang laki - laki berjaket didepan rumahnya dan itu bukan ayahnya.
Citra ketakutan kulitnya yang keemasan mulai muncul. Citra menutupi seluruh badan dan wajahnya dengan selendang.
Pintu rumahnya terbuka lebar akibat terpaan angis deras.
__ADS_1
Citra tak berani, takut..
__________________________
Epsd 2
"Putri Emas "
Citra ketakutan, kakinya gemetar. Ia tak berani menoleh. Ia berjalan menjauh tapi tiba - tiba ada yang menarik selendangnya. Kulitnya semakin emas. Ia takut akan kabar yang sedang heboh kalau ada orang yang rela membunuh hanya demi uang. Ia takut dirinya akan dibunuh dan kulitnya yang emas akan dikuliti dijual sedangkan jasad...
"nona boleh saya duduk sebentar disini? Diluar hujannya deras sekali saya tidak bisa pulang" ucap laki-laki itu..
Citra tak berani berucap sepatah apapun. Citra menarik selendangnya dan mengangguk tanda ia mengiyakan.
Dan citra berlari kekamarnya, mencari minyak zaitun dan langsung mengoleskannya.
Citra mencari handphonenya dan menelpon ayahnya
"halo ayah... Ayah ada laki-laki asing citra takut yah"
"kamu tetap dikamar citra. Ayah akan segera pulang"
"iya yah"
__ADS_1
Citra tidak bisa mengendalikan dirinya ia menangis. Lalu langkahan kaki seseorang mendekati kamarnya.. Citra mengambil selendangnya dan menutupi wajahnya. Agar tidak ada yang dapat melihat wajahnya dan ia tidak melihat wajah laki-laki itu.
"nona boleh saya meminjam payung saya ingin pulang, ini sudah senja" kata laki - laki itu
Citra segera mencarikan payung untuk lelaki tersebut, lelaki itu tersenyum melihat gerak gerik citra yang gemetar ketakutan
Citra memberikan payungnya
"tak perlu takut nona.. Saya bukan orang jahat, saya hanya korban kecelakaan, mobil saya tergelincir dari jurang dan saya kesini hanya ingin berteduh sebentar. Saya pinjam payungnya jika takdir suatu saat nanti mengizinkan kita bertemu lagi saya akan mengembalikannya. Saya pamit kata lelaki itu dan pergi.
Citra membuka selendangnya dan ia dapat bernafas dengan lega.
Ia melihat darah yang menetes dilantai, mungkin benar apa yang dikatakan laki-laki itu benar kalau dia kecelakaan dan dia bukan orang jahat. Ia pun segera membersihkannya. Akhirnya ayahnya pun datang
Citra memeluk erat ayah tersebut.
"kau tidak apa - apa nak "tanya ayah khawatir
"tidak apa - apa yah."
Ayahnya pulang membawakan sebotol minyak zaitun dan selendang baru. 2 benda ini tak bisa dipisahkan daripada citra karena itu sudah menjadi penawar hidupnya yang sial.
"ayah kapan kulit emas citra akan hilang!? Citra selalu ketakutan jika ada orang yang ingin memanfaatkan citra" kata citra sedih
__ADS_1
"tenang citra, tuhan itu adil. Kau anak ayah yang cantik, paling cantik sedunia" kata ayah menghibur.
Ayahnya semakin khawatir bagaimana nanti masa depannya citra akankah ada cinta..??