
#PacarkuPlayboy
#Part17
Dinda, rara, jesika merasa kesal karena aku terus menertawakan mereka.
" bisa ngak lo ngak usah ketawain kita," ucap rara
" haha maaf, habisnya muka lo lucu tahu," ucapku menahan tawa
" iihhhh dasar sahabat gila lo , ngak bisa buat kita bahagia sedikit malah ketawain kita," ucap dinda kesal.
" maaf..maaf, habisnya lo semua klau lagi marah2 muka lo kaya tikus got tahu " ucapku
" aduh sabar, sabar, " ucap dinda mengelus dadanya.
Mereka berempat bercanda riah tidak menyadari kalau ada orang yang menatap iri kearah mereka yah orang itu siapa lagi kalau bukan Tania.
" ihhh dasar cewek2 rese, gue harus buat perhitungan sama mereka." Ucapnya berjalan menghampiri
" heh,! " ucap tania memukul meja,
" idihhh nenek lampir, ngapain lo " ucap rara
" apa lo bilang,! Kalau ngomong tuh hati2 " ucap tania
" lo yang seharusnya hati2 dong, ngak liat nih kita lagi makan, sopan sedikit kenapa " ucap rara menatap tajam
" iyah nih nenek lampir datang2 langsung main kasar, emang lo pikir kita apaan" ucap jesika menatap tajam tania
" sorry yah tapi gue ngak ada urusan sama lo, tapi sama diana " ucap tania melirik kearahku
__ADS_1
" gue?" Ucapku menunjuk diriku
"Iya-iyalah, gue cuman mau ingatin lo , lo bisa ngak jauhin riski, lo tahu kan riski itu cowok gue, " ucap tania dengan rasa percaya diri
" hahaha, lo pikir gue bego yah, mau dekatin cowok playboy kaya dia, ngak akan, asal lo tahu yah, dia yang duluan dekatin gue " ucapku menatap tajam kearahnya
" ayok din, jes, ra, balik kekelas, gue malas liat nenek lampir " ucapku melangkah namun tangan gue ditahan sama tania.
Tania melayangkan tangannya ingin menamparku namun tiba2 riski datang bersama teman2nya.
Riski langsung memegang tanganya
" jangan main kasar sama cewek gue, " ucap riski
" hah? " ucap semuanya merasa heran,aku sendirikget
" apa? Ngak salah dengar " ucap tania
" iya gue pacarnya, awas yah kalau lo ulangin lagi gue bakal buat hidup lo menderita " ucapnya lagi lagi2 aku kaget dengar ucapannya
#PacarkuPlayboy
" dan buat lo semua, kalau ada yang berani macam2 sama diana, gue bakal buat hidup lo menderita " ucap riski
"Riski lo tega sama gue, lo bukannya nolongin gue malah dia sih " ucap tania
" lo siapanya gue, pacar ngak, teman ngak, buat apa gue nolongin lo " ucap riski santai, tania yang mendengar ucapan riski merasa kesal dan pergi meninggalkan mereka.
" udah bubar, bubar " teriak kevin sahabatnya riski dan semua siswa2 bubar.
" hey lo ngapain ngomong seperti tadi, " ucapku
__ADS_1
" biasa aja kali, bukannya bersyukur gue nolongin atau minta makasih eeh malah ngomel " ucap riski
" Gue ngak butuh bantuan lo tadi " ucapku melipat tangan.
" beruntung gue baik hati, bukannya bersyukur gue udah nolongin lo dua kali," ucap riski lagi2 santai
" dasar cowok nyebelin, gue nyesal kenalan sama lo " ucapku
" awas jatuh cinta, dan awas saja gue pastiin nyesal pasti berujung jatuh cinta sama gue lo h" ucapnya lagi2 senyum ,dan pergi meninggalkan kami.
" idihh amit2 gue jatuh cinta sama cowok playboy kaya lo" ucapku
" cieciecie, ada yang marah2, alias benci tapi cinta " ucap jesika mengejek
" apaan sih lo, ngak jelas tau " ucapku kesal
" itu muka lo udah memerah kaya tomat, haha " ucap jesika lagi,
" apaan sih jes, ngak bisa liat gue senang dikit aja " ucapku kesal
" ngak bisa, gue senang kalau lo kesal kaya gini, muka lo lucu kalau ditatap terus, apa lagi sama riski," ucap jesika
" JESIKA, ... bisa ngak, lo jangan nyebut namanya dia, " ucapku dengan keras
" Woyy, bisa ngak lo jangan teriak2 dong , bisa2 gue tuli " ucap rara menutup kedua telingannya
" bodoh amat, wleee " ucap menjulurkan lidahku dan pergi dari situ
"Ihhhh awas lo," ucap rara mengejarku dinda, jesika yang melihat kami kejar-kejaran mereka berdua tertawa riang.
Setelah itu kami pun menuju kelas, .
__ADS_1
Jam pelajaran pun dimulai suasana menjadi hening didalam kelas.
Waktu terus berputar dan akhirnya bel pun berbunyi tanda belajar telah selesai kami pun pulang kerumah...