
#PacarkuPlayboy
#Part25
" aduh jesika sama rara lama bangat datangnya" ucapku dlam hati
" woy lo kenapa, ngapain dari tadi ngak tenang, lihat sana sini kemari, " ucap riski
" bukan urusan lo,". Ucapku kesal
" yah , emang bukan urusan gue sih, tapi dari tadi gue perhatiin kayanya lo lagi nunggu seseorang , siapa, yah?" ucap riski
" eehmm itu nunggu rara, sama jesika, " ucap dindan , aku melirik dinda dengan tatapan tajam ,bukannya takut malah senyum bekin aku kesal
" oh, emngnya mereka kemana" ucap riski
" anu, itu tadi kita buru2 jadi lupa bawa dompet makanya mereka pulang ambil dompet kita" ucap dinda
" aduh sih dinda pake jujur segala lagi" ucapku dlam hati
" oh gitu, hmm ini belanjaan lo semuanya berapa" ucap riski
" lima ratus ribu rupiah" ucap dinda
" oh yaudah gue yang bayar aja " ucap riski
" eeeh lo mau ngapain , " ucapku
" mau bayar" ucapnya
" apaan sih lo, gue ngak butuh lo buat bayarin semua belanjaan gue, " ucapku
" suka2 gue, minggir,
Maaf mba semuanya berapa "! Ucapnya mengambil uang didompetnya
" semuanya lima ratus ribu mas, " ucap asisten itu
" eehh lo apa- apaan sih," ucapku
__ADS_1
" udah diana, biarin aja ," ucap dinda
" aduh dinda lo apa-apaan sih, gue ngak mau dia yang bayarin , " ucapku
" biarin aja diana, bersyukur dong kalau dia bayarin, " ucap dinda tersenyum aku langsung menjidat kepalanya
" aduh sakit diana," ucapnya
" makanya ngak usah bego dong, masa lo senang kalau dia yang bayarin , mau taro dimana muka gue," ucapku kesal
" hey , udah gue bayar semuannya" ucap riski senyum
" makasih yah riski" ucap dinda
" ngak usah sok perhatian, ohia besok gue balikin uang lo" ucapku berjalan duluan
" yah, kok pergi, eeh riski maaf yah, diana emang gitu orangnya, dan maksih bnyak yah, lo udah bayarin semuannya" ucap dinda
" iya ngak apa2 kok, iya sama2 " ucapnya
Dinda langsung meninggalkan riski sendirian dan mengejarku.
" aduh diana2 , lo kenapa sih pake marah2 segala, bukannya bersyukur kek, apa kek, malah marah2 , " ucap dinda
#PacarkuPlayboy
#Part26
Jesika dan rara kembali namun sudah dibayar dan akhirnya mereka memutuskan untuk pulang saat itu juga Hari sudah hampir malam .
Di rmah ayah dan ibunya diana sudah pulang dri kantor juga.
" ayah,bunda , aku mau bilang kalau besok kita ada kemping, apa ayah sama bunda ngijinin kita ikut kemping apa ngak?" Ucapku sedikit takut
" oke boleh2 aja tapi ingat jaga dri kalian baik2 yah " ucap bundaku
" iya bund kita janji kok " ucapku
" kalau ayah,?" Ucapku melirik ayahku
__ADS_1
" hmmm boleh sih tapi ada syaratnya." Ucap ayahku
" hah? Apa syaratnya ayah " ucapku
" ciecie penasaran yah," ledek ayahku
" iyaiyalah penasaran nih," ucapku
" oke ayah akan bilang tapi kamu janji kamu mau kan," ucap ayahku
" tapi apa yah," ucapku
" ayah sama bunda ingin jodohkan kamu sama anaknya teman ayah " ucapan ayahku membuat aku sontak kaget dengan teman2ku
" hah?" Ayah aku masih mau sekolah yah, pliss ganti syaratnya yah, aku ngak mau,aku masih kecil," ucapku hampir menesteskan airmata
" Bukan langsung menikah sayang, hanya tunangan aja klau kamu sudah sukses baru nikah begitu maksud ayah syang " ucap bunda
" tapi bunda, siapa orangnya " ucapku sedikit kepo
" eettss rahasia syang nnti juga tahu," ucap ayahku
" klau bgtu kita mau tidur duluan, by ayah,bunda " ucapku menuju kamar dengan teman2ku
***
Dikamar aku hanya terdiam membisu memikirkan apa yang barusan diomongin .
" diana, lo ngak usah sedih, masih ada kita ko," ucap rara
" bukan itu msalahnya ,gue cuman rasa gue masih mau sekolah ra,din,jes," ucapku meneteskan airmata
" udah ngak usah cengeng, lo kan berani, masa soal ginian lo udah kalah, ayo lo pasti bisa, gue yakin pasti orangnya baik,pdnyayang , dan pasti dia syang sma lo,cinta sama lo,iyakan jes,din," ucap rara
" iya diana, kita bantu doakan yah," ucap dinda
" mkasih yah lo bertiga emang baik sma gue," ucapku memeluk mereka.
***
__ADS_1
" pah coba papah telpon riski biar riski yang jagain diana di kemping nnti," ucap bunda
" iya mah,"