
“Dia ada di sini!” teriak seorang pria.
Terdengar suara di tengah semak-semak, muncul tiga pria berotot di depan seorang wanita muda yang sudah sekarat.
“Terima saja takdirmu, siapa menyuruhmu memprovokasi orang yang tidak sepatutnya kamu provokasi! Pria yang memiliki bekas luka di sudut alis menarik wanita sekarat itu dengan kasar.
Sandal wanita itu jatuh saat melarikan diri, telapak kakinya penuh dengan luka yang disebabkan oleh kerikil kecil. Dia tidak mampu bergerak sama sekali, begitu bergerak rasa sakitnya terasa menyayat hati. Dia bagaikan seekor anak burung, hanya bisa pasrah dan tak mampu melawan lagi, ditarik dari tanah secara paksa oleh pria itu.
“Mulai.” perintah seorang pria dengan suaranya yang rendah. Kemudian, tiga pria lainnya bertindak secara bersamaan, satu orang menyumbat mulut, satu orang mengikat, satu orang lagi mengikat batu seberat dua puluhan kilo di ujung tali.
Tidak jauh dari tempat itu, terdapat sebuah danau dengan airnya yang tenang dan dalam.
Empat orang pria itu mengangkat wanita tersebut dan batu ke atas perahu karet, setelah perahu tiba di tengah danau, mereka pun membuang wanita tersebut sambil mengucapkan “Selamat jalan.”
“Pluk pluk.” Di atas permukaan danau yang tenang pun muncul riak.
Wanita tersebut pun menghilang bagaikan dia tidak pernah dilahirkan di dunia ini.
_____
Di tengah hari yang panas, suara jangkrik berbunyi dari waktu ke waktu di luar jendela.
Di asrama putri no. 311 kampus UNS, empat orang mahasiswi sedang menikmati tiupan AC dan tidur siang di ranjang.
“Hai, Sayang, bangun! Ayo bangun, Sayang!” Suara pria yang memanjakan samar-samar terdengar di kamar.
“Oh, suaranya merdu sekali ....”
July Novita, salah satu dari keempat gadis itu terbangun oleh suara alarm ponselnya, tapi dia tidak buru-buru bangun, dia memeluk ponselnya dengan ekspresi wajah bahagia sambil menikmati suara pria yang keluar dari ponselnya.
“Matiin deh! Bising sekali!.” Ketua kamar, Lydia Veren, terbangun.
Gadis ketiga yang terbangun adalah Meicy Natasya.
“Hai, Sayang, bangun! Ayo ....!”
July tidak ingin mematikan alarm, dia bangkit dari ranjang, mengambil bantal lalu melemparkannya ke Stefanie Rena yang tidur di ranjang sebelah, “Stefanie, bangun! Sudah waktunya masuk kelas!”
Stefanie yang terkena lemparan bantal tidak bergerak sedikit pun dan masih tidur.
Lydia turun dari ranjang, menyisir rambut dan ikut memanggil, “Stefanie, kalau kamu masih tidak bangun, kami bertiga tidak akan menunggumu lagi!”
Stefanie tetap tidak memberi respon.
“...”
Ketiga gadis itu saling bertatapan, lalu muncul kekhawatiran di wajah mereka.
Demi mencari uang untuk ibunya yang sedang sakit, Stefanie akhir-akhir ini benar-benar bekerja keras. Malam hari dia bergadang mengerjakan siaran pers, pagi hari masih harus bekerja paruh waktu. Dia benar-benar bekerja sangat keras hingga mereka mengira bahwa dia telah mati kelelahan ...
Di saat ketiga gadis itu sedang takut-takut ingin menarik selimut tipis Stefanie, Stefanie tiba-tiba berteriak dan bangkit dari ranjang.
Wajahnya pucat dan napasnya terengah-engah, dia terlihat seperti orang yang baru keluar dari air setelah lama menahan napas.
Lydia terkejut karena teriakan Stefanie barusan, dia mundur selangkah dan melirik keringat di dahi Stefanie, “Kamu mimpi buruk?”
Suara terengah-engah Stefanie perlahan mengecil. Setelah mendengar perkataan Lydia, Stefanie menoleh untuk menatapnya, dia mengambil beberapa tarikan napas, lalu akhirnya bersuara, “Ketua kamar?”
Meicy yang melihat wajah Stefanie yang kebingungan pun tertawa, “Kok wajahmu tampak kebingungan?”
July menyeringai, “Mimpu apa kamu? Dicium paksa sama beberapa cowok ganteng, ya?”
“...”
Stefanie menatap mereka bertiga dengan wajah kebingungan, lalu melirik sekeliling kamarnya yang terlihat familier, akhirnya dia pun mengerti.
__ADS_1
Dia terlahir kembali.
“Sudah, jangan bercanda lagi,” Lidya melirik sekilas jam dinding, lalu mendesak mereka bertiga, “Ayo cepat, sepuluh menit lagi kelas dimulai!”
Stefanie yang masih kebingungan turun dari ranjang, dia mengeluarkan buku pelajaran tahun ketiga dari laci meja lalu buru-buru ditarik keluar oleh ketiga teman sekamarnya.
Cuaca bulan September di Solo tetap terasa panas, terik matahari di siang hari bagaikan api di kompor BBQ.
Setelah keluar dari gedung asrama yang sejuk, di bawah terik matahari, Stefanie secara refleks mendongak untuk menatap sinar matahari, matanya pun terasa perih.
Setelah tertegun selama beberapa detik, dia tiba-tiba tersenyum, matanya menyipit menjadi satu garis.
Rasanya dilahirkan kembali benar-benar luar biasa!
Di kehidupan dahulu, Stefanie bercita-cita menjadi seorang reporter yang selalu optimis, tapi gara-gara ibunya sakit dan membutuhkan uang secara mendesak, dia mengarang berita bahwa artis terkenal, Nicholas Widjaja, berselingkuh dengan pacar teman baiknya, Erick Ryan. Kemudian menjual berita tersebut dengan harga 200 juta kepada FC Studio.
Berita ini menjadi heboh, menghancurkan karier Nicholas, dan membuatnya hidup dalam keterpurukan. Stefanie sangat menyesali perbuatannya, tapi demi membayar biaya operasi ibunya yang sangat mahal, dia tidak punya pilihan lain.
Saat itu untuk operasi memerlukan biaya 600 juta, Stefanie yang masih kekurangan biaya sebesar 400 juta memberanikan diri untuk mengusulkan kontrak kerja sama dengan FC Studio. Dia berjanji bisa memperoleh 30 berita populer dalam waktu lima tahun, tapi mereka harus membayar gaji 400 juta terlebih dulu. FC Studio pun menyetujui permintaan Stefanie karena mereka telah memperoleh keuntungan besar atas berita tentang Nicholas.
Setelah menjadi reporter paparazzi, Stefanie menepati janjinya, dia memperoleh banyak berita populer para artis saat itu. Sebagian artis membayar uang untuk mencegah berita mereka tersebar, adapun sebagian artis bersikeras tidak ingin membayar uang dan akhirnya memiliki nasib yang sama seperti Nicholas, karier mereka pun berakhir.
Setelah itu, Stefanie menjadi sasaran penggemar dari para artis, dia dikejar di mana-mana, pihak kampus juga mengeluarkan dia dari kampus. Stefanie tidak mampu menahan beban dan ingin membatalkan kontrak dengan pihak FC Studio, tapi tidak jadi karena dia tidak mampu membayar biaya ganti rugi atas pembatalan kontrak.
Akhirnya, Stefanie dibuang ke dasar danau oleh empat orang pria karena telah menyinggung terlalu banyak orang yang berkuasa, padahal kontraknya akan segera berakhir dalam waktu tiga bulan lagi.
Jadi, dia tidak akan menjadi reporter paparazzi lagi dalam kehidupan ini!
Setelah bel pulang berbunyi, July yang duduk sebangku dengan Stefanie mendorong-dorong Stefanie yang sedang termenung.
“Hari ini kamu kenapa? Kok dari tadi bengong terus selama pelajaran?”
Stefanie menarik kembali pikirannya, pada saat dia ingin berkata, ponsel di saku celananya tiba-tiba bergetar.
Stefanie menatap layar ponsel, dia terlihat ragu-ragu dan ingin menutup panggilan tersebut.
July melirik sekilas ponsel Stefanie, lalu mendesak, “Ada apa denganmu, kok tidak dijawab? Bukannya kamu bilang ingin menandatangani kontrak dengan FC Studio?”
Stefanie tertegun, lalu menekan tombol jawab.
Logat bicara Direktur FC sangat khas, bahasa Indonesia-nya terdengar aneh, “Halo, Nona Stefanie, aku sudah meminta asistenku mengirim kontraknya ke alamat emailmu, coba kamu baca dulu, kalau tidak ada masalah, besok kamu bisa datang ke studio kami untuk menandatangani kontrak. Setelah itu, aku akan meminta bagian keuangan untuk mentransfer uang 400 juta ke rekeningmu ....”
“Untuk masalah ini ....” Stefanie mengambil napas dalam-dalam lalu menyela perkataan sang Direktur, “Maaf, aku berubah pikiran, tidak jadi menandatangani kontrak.”
Sang Direktur tercengang, setelah lewat beberapa waktu, dia baru melanjutkan, “Nona Stefanie, apakah kamu memperoleh harga yang lebih tinggi di studio lain? Begini saja, coba kamu berikan harga yang kamu inginkan, aku akan coba mendiskusikannya dengan bos kami ....”
“Aku tidak mencari studio lain, aku cuma tidak ingin bekerja di bidang ini lagi. Maaf, mohon jangan meneleponku lagi.” Stefanie berkata dengan nada suara tegas dan langsung menutup telepon.
July tidak tahu bahwa Stefanie menjual berita palsu kepada FC Studio, dia juga tidak tahu bahwa setelah menandatangai kontrak, Stefanie harus menjadi reporter paparazzi, dia hanya tahu bahwa FC Studio berjanji akan memberikan gaji tinggi kepada Stefanie, jadi saat ini dia tidak mengerti akan keputusan Stefanie.
“Apa yang terjadi? Kamu tidak jadi bekerja di FC Studio? Kalau begitu bagaimana dengan biaya operasi Bibi?”
Stefanie tidak menjawab dan hanya jatuh dalam kebingungan.
Setelah kembali ke asrama, ketiga teman sekamarnya keluar mencari teman lain, dan meninggalkan Stefanie sendirian di kamar.
Dia duduk di depan meja sambil mengerutkan kening, jari telunjuknya yang ramping mengetuk buku kalendar yang ada di atas meja.
Hari ini tanggal 12 September, sepuluh hari yang lalu di kehidupan lalu, dia memberitakan rumor tentang Nicholas. Di tanggal 13 September, dia menandatangi kontrak dengan FC Studio, tanggal 14 Septermber, dia memperoleh gaji 400 juta, lalu membayar biaya operasi ibunya.
Berarti dia masih memiliki waktu dua hari untuk mencari uang.
Setelah ragu-ragu, Stefanie teringat pada ayah kandungnya, Julio Chandra, yang tidak dia hubungi di kehidupan lalu.
Julio adalah tipe pria yang penakut, sejak kecil hingga besar, Julio selalu mendengarkan perintah ibunya, Jessica. Namun, sejak Julio mengenal Villia Rena, ibunya Stefanie, dia mulai berani melawan Jessica, bahkan berani menikahi Villia secara diam-diam.
__ADS_1
Setelah menikah, mertua dan menantu tinggal serumah. Jessica sengaja mencari kesalahan Villia setiap hari. Villia sangat emosional di usia muda, akhirnya sang mertua dan menantu pun bertengkar setiap hari. Di saat itu, Julio menjalankan bisnis di luar, gara-gara istri dan ibunya selalu bertengkar dan mengganggu istirahatnya, perasaan cintanya terhadap Villia pun menghilang secara perlahan.
Pada saat Stefanie berusia dua tahun, Julio bercerai dengan Villia. Villia yang hatinya terluka pun mengganti nama yang awalnya Stefanie Candra menjadi Stefanie Rena. Sejak saat itu, Villia hidup menjanda dan tinggal berdua dengan putrinya.
Sedangkan Julio menjadi kaya setelah setengah tahun bercerai. Kemudian Julio menikah lagi dengan seorang gadis biasa, Jessica mencari seorang cenayang untuk meramal nasib pernikahan Julio dengan gadis itu, cenayang itu mengatakan bahwa gadis itu akan membawakan keberuntungan kepada Julio. Dan ternyata benar, setelah dua tahun menikah, Julio menjadi orang terkaya di kota Solo.
Dulu, Stefanie tidak percaya dengan hal semacam itu, tapi sekarang, dia yang telah mati pun bisa terlahir kembali, ada hal apa lagi yang tidak mungkin terjadi di dunia ini?
_____
Dalam perjalanan ke kediaman Julio, Stefanie mencari berita tentang “reinkarnasi” di internet, hasil penelusuran yang muncul semuanya berasal dari novel tentang “reinkarnasi” di NovelToon.
Dalam ketidakberdayaan, Stefanie membuka facebook, dia sudah terbiasa mencari berita populer di sana.
Berita tentang Nicholas telah berlalu sepuluh hari, tapi berita tersebut masih menjadi top 3 berita paling dicari di facebook.
Berita paling banyak dicari atau top 1: Bintang Cipta Entertainment Membantah Rumor Bahwa Nicholas Berselingkuh
Berita paling banyak dicari top 2 : Nicholas Kencan Dengan Pacarnya Erick
Berita paling banyak dicari top 3: : Erick Dikhianati Sahabat Baik
Di kolom komentar dipenuhi oleh berbagai macam hujatan terhadap Nicholas, Sfefanie semakin merasa bersalah ketika membaca ini.
Stefanie menulis komentar di bawah: Nicholas tidak bersalah, rumor yang diberitakan tidak benar! Hari itu Erick dan pacarnya sedang bertengkar di jalan, kebetulan Nicholas datang menemui Erick, Nicholas pun melerai pertengkaran. Setelah itu, Erick pergi duluan, hari itu Nicholas seharusnya sedang membujuk pacar Erick, tapi malah difoto oleh paparazzi saat mereka sedang berpelukan!
Setelah tiba di halte, Stefanie segera turun dari bus.
Hanya lewat beberapa saat, Stefanie langsung kebingungan begitu membaca komentar para anti-fans Nicholas terhadap komentar yang barusan dia tulis.
Anti-fans Nicholas bergerak begitu cepat?
Nicholas itu sampah: Fans idiot mulai menjelaskan! Nicholas sendiri pun tidak berani bersuara, untuk apa kamu sibuk-sibuk menjelaskan? Macam melihat dengan mata kepala sendiri saja kamu!
Si Monyet Nicholas : Pergi mati saja kamu Nicholas! Pacar sahabat baik pun tidak kamu lepaskan! Benar-benar tak tahu malu!
Nicholas Paling Jelek: Kasihan sekali Erick! Jangan memfitnah dia! Pria gentleman macam Erick mana mungkin bertengkar dengan pacarnya di jalan!
Pasukan Pembantai Nicholas: Bintang Cipta Entertainment memberimu berapa banyak uang?
Stefanie tertegun di bawah plat halte sambil membaca komentar, perasaannya benar-benar bercampur aduk.
Apakah dia harus merekam video dan mengakui kesalahannya baru bisa membantu Nicholas mengklarifikasi diri?
Tapi, apakah FC Studio akan membiarkannya begitu saja?
Kalau dilihat dari komentar di internet, sepertinya meskipun dia meminta maaf pada publik, juga tidak akan ada orang yang percaya padanya.
Pada saat Stefanie sedang pusing-pusing dan memikirkan berbagai macam cara agar Nicholas tidak lagi disalahkan, dua orang di samping yang sedang menunggu bus tiba-tiba membicarakan seorang artis muda yang bernama Jenny Anna.
“Jenny lumayan terkenal sekarang, kudengar Susu Meow ingin menjadikannya bintang iklan mereka!!”
“Iya, aku lumayan optimis padanya, dia cantik dan pandai berakting, di antara artis muda setidaknya dia berada di peringkat tiga besar, kurasa kalau dia mendapatkan kesempatan bermain di film yang bagus, dia pasti bisa menjadi artis papan atas!”
Stefanie menoleh dan melihat foto Jenny yang tersenyum di papan iklan, begitu terpikir akan karier Jenny kedepannya, Stefanie pun menghela napas panjang.
Dalam satu tahun ini, film yang dimainkan Jenny laku keras, dan memperoleh banyak penggemar. Dia berhasil naik dari artis papan bawah menjadi artis papan menengah, tapi kontraknya bersama TY Entertainment berakhir di bulan Oktober, dan dia tidak melanjutkan kontraknya. Dia memilih masuk ke perusahaan hiburan lain, Meji Entertainment.
Meji Entertainment juga lumayan mendukung Jenny, tapi nasibnya menjadi buruk, kakinya patah karena kecelakaan saat syuting acara hiburan di luar ruangan, beberapa iklan yang telah dibicarakan pun mencari penggantinya, kemudian dia difitnah oleh beberapa pria mesum yang tidak berhasil mengejarnya, citra dirinya sebagai wanita baik pun ternoda. Setelah kakinya sembuh, Meji Entertainment mencari pengganti baru dan dia kehilangan banyak kesempatan untuk muncul di layar televisi. Peringkatnya pun turun menjadi artis papan bawah.
Kemudian, agensi dia membujuknya untuk operasi plastik, dan akhirnya para penggemarnya pun mengkritik dia dengan mengatakan bahwa wajahnya palsu. Pokoknya, nasib dia berakhir tragis.
“...”
Memikirkan hal ini, Stefanie pun terpaksa berhenti sejenak, lalu di benaknya perlahan muncul rencana hidupnya di kehidupan ini ...
__ADS_1