
Setelah tidur selama sepuluh jam, Nicholas bangun pada pukul lima sore.
Setelah berpisah dengan Stefanie hari itu, dia pergi ke Rumah Sakit Umum Hermina Solo.
Efendi telah dirawat di rumah sakit selama setahun. Ketika di telepon, kondisi Efendi sangat tidak stabil. Untungnya, dokter menyelamatkannya tepat waktu, dan berhasil menariknya kembali dari pintu kematian.
Meskipun sebelumnya Efendi melakukan banyak perbuatan jahat, semua perbuatan yang dia lakukan adalah perintah dari Alex, dan sebagai anak sulung, dia sangat menjaga ketiga adiknya sejak kecil, jadi tidak peduli bagaimanapun, Nicholas tidak akan menyerah untuk merawat kakak sulungnya.
Nicholas berbalik dan turun dari ranjang, dia mengambil pakaian tidur berwarna merah anggur di kursi dan memakainya. Dia tidak mengikat tali pinggangnya terlalu erat, bagian kerahnya yang terbuka lebar memperlihatkan otot-otot dadanya yang seksi.
Nicholas masih merasa kantuk, dia berjalan ke kamar mandi dengan gaya malas, saat melewati lemari, dia sekalian mengambil ponsel di rak dan meliriknya.
Tiga puluh lebih pesan yang belum dibaca, tapi 90% adalah pesan dari Denny.
Nicholas menutup semua pesan dari Denny, lalu membuka salah satu pesan lainnya.
Wakil kapten: [Video Junardi memasukkan obat ke gelas gadis itu sudah aku salin.]
Wakil kapten: [Bajingan.mp4]
Sudut bibir Nicholas terangkat lalu menelepon Stefanie.
________
Seorang tamu VIP dengan nama ”Free Space” memesan sebuah klub pribadi, semua jendela kaca di lantai pertama ditutupi tirai putih, tamu ini terlihat sangat memperhatikan privasi.
Lantai kedua dan ketiga adalah restoran, yang satu bergaya natural dan yang satu lagi bergaya eropa.
Namun, lokasi yang dipilih Nicholas berada di teras lantai teratas.
Stefanie yang takut ketinggian dibawa ke lantai paling atas oleh pelayan. Awalnya dia panik, tapi dia tidak menyangka begitu keluar dari tangga, kekhawatirannya langsung hilang saat melihat pemandangan yang indah.
Saat itu matahari akan terbenam, awan yang kemerahan di langit biru lebih indah daripada lukisan seniman terkenal mana pun.
Stefanie berdiri di puncak tangga menatap langit dan tercengang, sementara Nicholas yang duduk di samping kolam renang, menatapnya dengan sudut bibirnya yang sedikit terangkat.
"Sudah puas melihatnya?" Nicholas berkata tak berdaya.
Dulu, Nicholas akan mengatakan kata ini di saat para gadis terus menatapnya dan membuat dia merasa tidak nyaman.
Stefanie kembali sadar, tersenyum sebagai tanda meminta maaf, dan segera duduk di kursi yang ditarik keluar oleh Nicholas.
"Kamu bilang ada sesuatu yang ingin kamu berikan padaku, apa itu?"
Melihat Stefanie yang langsung masuk ke topik utama, Nicholas mengetuk meja dua kali untuk mengekspresikan ketidakpuasannya, “Apakah kamu akan langsung pergi setelah mengambilnya?”
"Tentu saja tidak, aku bergegas ke sini sebelum selesai makan di kantin, jadi aku masih harus makan lagi ronde kedua."
__ADS_1
Nicholas tersenyum, mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan, "Berikan menu kepada nona ini."
"Terima kasih." Stefanie mengambil menu dari pelayan dan membukanya.
Stefanie fokus melihat menu, jarinya yang putih bergerak di atas buku menu, terlihat bagaikan seorang siswa yang sedang meninjau bahan pelajaran saat akan mengikuti ujian.
Nicholas yang berada di seberangnya terkekeh, “Serius sekali, seperti berpengalaman saja, perlu bantuanku?”
Stefanie mendongak, “Ada yang tidak boleh kamu makan?”
“Tidak ada.”
“Baguslah.” Stefanie mengangguk, menunjuk makanan yang ingin dia pesan, “Dua sup sayur, satu pasta lobster, satu irisan ikan prancis, satu parfait kacang, satu kue puff labu, um ... dan satu daging rusa mentah."
Mendengar nama menu terakhir yang Stefanie pesan, Nicholas sedikit terkejut, “Kamu makan daging rusa mentah?”
Stefanie menggelengkan kepala, “Aku memesannya untukmu.”
“Kenapa?”
"Kamu terlihat sedikit kelelahan jadi butuh menambah nutrisi."
???
Nicholas tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis, "Bagian mana yang perlu ditambah nutrisi?"
“...”
Stefanie menghela nafas dengan tak berdaya, "Kamu benar-benar harus lebih berhati-hati ketika berbicara dan melakukan sesuatu kelak. Kita berdua baru saling kenal selama beberapa hari. Apakah kamu benar-benar mengenalku? Bagaimana kalau aku adalah orang jahat yang ingin memerasmu? Bagaimana kalau ponselku sedang merekam suaramu?"
Nicholas bersandar dan mendengarkan ceramahnya dengan penuh minat, "Apakah kamu akan mengunggahnya di Internet?"
"Ya, kamu akan menjadi trending topic lagi besok!"
Nicholas sama sekali tidak peduli, dia terlihat tidak serius, "Apakah aku perlu mengatakan sesuatu yang lebih eksplisit?"
“Tidak perlu!” Stefanie merasa sia-sia berbicara banyak dengan Nicholas.
Pelayan datang tepat waktu, mengantar dua hidangan pembuka, sup sayur dan daging rusa mentah.
Stefanie yang kehausan meminum sesendok sup, dia merasa sup itu sangat enak, kemudian lanjut meminumnya.
Melihat Stefanie minum dengan penuh semangat, Nicholas juga ikut mencoba, tapi dia sangat kecewa, "Sudah ganti koki, sup yang aku buat lebih enak dari koki ini.."
“Kamu bisa masak?” Seolah menemukan benua baru, mata Stefanie melebar.
“Kamu ingin mencoba masakanku?”
__ADS_1
Stefanie menggelengkan kepalanya, "Yang ingin aku katakan adalah kamu bisa menggunakan kelebihanmu, yaitu “pandai memasak” untuk kembali ke publik. Seorang pria tampan yang bisa memasak akan sangat mudah menarik penggemar!" ‘Sekitar setahun kemudian, ada seorang artis pria yang mendapatkan banyak penggemar di internet karena keahlian memasaknya.’
Stefanie dengan tulus menyarankan, tapi Nicholas bahkan tidak memikirkannya, dia dengan tegas menolak, "Aku tidak ingin melakukannya."
"Kenapa ..." Stefanie baru saja akan menanyakannya, pelayan tadi datang mengantarkan hidangan lagi, tapi kali ini, ada pria lain di belakangnya.
“Nicholas, kenapa kamu tidak memberitahuku kalau kamu akan datang kemari?” Pria berpakaian formal berkata dengan sangat ramah ketika melihat Nicholas, dia terlihat sangat gembira.
Nicholas bangkit dan tersenyum, tidak seantusias pria berpakaian formal, tapi dengan sedikit membawa rasa hormat, "Aku berencana selesai makan baru memberi tahumu Kak.”
Dengan senyum "Aku tahu kamu pasti ingin meminta bantuanku", pria berpakaian formal duduk di meja Nicholas dan Stefanie, dia menoleh untuk melirik Stefanie, dan tersenyum kaget, "Nona ini pacarmu? Kalau Efendi tahu bahwa kamu sudah punya pacar, dia pasti akan segera membuka matanya!"
"Kalau benar bisa begitu, aku akan menjadikan dia sebagai pacarku."
Nicholas tidak memandang Stefanie ketika dia mengatakan ini, dan Stefanie tahu itu hanya candaan, jadi dia tidak bereaksi, dia hanya duduk diam di samping dan tidak bergabung dengan percakapan di antara keduanya.
"Kak, setelah aku pikirkan, kurasa perlu menunjukkan ini kepadamu."
Masuk ke topik utama, Nicholas membuka video di ponselnya dan menyerahkannya kepada pria berpakaian formal.
Keduanya melihat video di depan Stefanie, Stefanie melirik video di layar ponsel dan melihat Junardi sedang memasukkan obat ke gelas Juli, dan kemudian dia pun datang.
Pria berjas formal memalingkan kepalanya dan menatap Stefanie yang berada di sebelahnya, "Nona, terima kasih banyak. Kalau bukan kamu menghentikan pria berengsek itu, sekarang kakakku akan kerepotan."
“Oke, aku tahu apa yang harus kulakukan” Dia tersenyum pada Nicholas, lalu bangkit, “Kalian lanjut makan, biaya makan malam ini biar Junardi yang membayarnya. Tunggu beberapa hari lagi ketika aku tidak sibuk, aku akan menjenguk Efendi bersamamu!”
“Baik.”
Nicholas mengantar pria berpakaian formal ke tangga, dan ketika dia berbalik dan berjalan kembali, dia melihat Stefanie yang sedang menunggu di meja makan, memasang tampang detektif Conan.
"Ini yang akan kamu berikan padaku? Bagaimana kamu bisa tahu bahwa Junardi yang menyebarkan gosip tentangku di kampus?"
Nada berbicara Stefanie sedikit bergetar, karena dia merasa takut. Dia takut Nicholas memiliki banyak relasi dan dalam waktu singkat akan mengetahui bahwa dia yang memotret dan mengarang berita palsu itu.
“Kenapa? Kamu terharu?” Nicholas kembali tidak serius, dia duduk kembali di kursinya, matanya yang indah sedikit menyipit, dan pupil matanya yang gelap menatap Stefanie, “Apakah kamu merasa kalau aku sangat perhatian padamu? Dan kamu ingin membalas budi dengan cara menikahiku?”
Tidak tahu apakah karena gugup ditatap oleh Nicholas, Stefanie merasa jantungnya berdetak kencang, pipinya juga terasa panas, "Tidak ... aku hanya penasaran."
Nicholas mengambil sesendok daging rusa mentah yang Stefanie pesan untuk dirinya, seperti mencicipi daging rusa yang lembut, Nicholas menikmati rona merah di pipi Stefanie, "Gosip apa yang Junardi sebarkan di kampusmu? Jadi wanita simpanan?"
Stefanie mengangguk.
Nicholas mencibir, nadanya penuh penghinaan, "Trik ini lagi."
"Jadi, kamu menebaknya berdasarkan pengalamanmu?"
"Apakah kamu ingin memujiku?" Nicholas tampak penuh perhatian.
__ADS_1
Stefanie diam-diam merasa lega, dia tersenyum dan memuji tanpa ragu-ragu, "Nicholas, kamu sangat hebat, kehebatanmu harus diketahui oleh lebih banyak orang! Bagaimana kalau kamu menggunakan poin kelebihan 'pandai memasak' untuk ..."
Merasa geli oleh ceramah Stefanie yang terlihat seperti sedang membujuk penjahat untuk bertobat, Nicholas mencondongkan tubuh ke depan dan menatap mata Stefanie dengan penuh minat, "Kamu sefrustasi itu ingin membantuku, apa itu karena uang? Atau…demi mendapatkanku?”