Pacarku Seorang Paparazzi

Pacarku Seorang Paparazzi
Bab 15


__ADS_3

Kalajengking Penghancur Cinta: [Aku mengenal Junardi! Bukannya dia sedang mengejar teman sekamarnya Stefanie?]


Leluhur Produk Lokal: [Bisnis keluarga Junardi adalah real estat, dia sangat kaya!]


Lelaki Kejam: [Tampaknya Stefanie ini cukup kejam, demi uang, pacar teman sekamar pun dia rebut!]


Penari Jalanan:[Menjijikkan, kata dia sebelumnya uang itu dipinjam dari ayahnya! Kita semua telah dibohongi!


Pembenci Cewek Matre: [Penampilan polosnya hanyalah ilusi.]


Lili semakin senang ketika melihat yang berkomentar begitu banyak. Ketika dia sedang senang-senang membaca komentar, tiba-tiba terlintas sebuah pikiran, dia memindahkan postingan dari forum ke IG.


[Aku sudah mengatakan sejak awal kalau wanita ini sangat kejam! Kakak iparku juga karena melihat sifatnya yang kejam itu makanya tidak meminjamkan uang padanya. Tidak disangka dia menggunakan kakak iparku sebagai tameng untuk menutupi transaksi kotornya itu! Benar-benar sangat keji dan menyedihkan!]


Karena Lukas belum memblokir IG-nya, Lili yakin Lukas pasti bisa melihat kata-kata ini.


_______


Di kediaman Juliio.


Vivian menemani Jessica menonton TV di ruang tamu. Di saat sedang iklan, Vivian terbiasa melihat ponsel, dan kebetulan dia melihat postingan Lili di IG.


Vivian masuk melihat postingan Lili, dan tak bisa menehan tawa, “Bu, ayo lihat. Stefanie semakin membesarkan masalah, untung sekarang dia tidak memakai nama keluarga kita, kalau tidak, perbuatan yang dia lakukan di luar pasti mempermalukan keluarga kita.”


Jessica memakai kacatamanya, mengambil ponsel dari tangan Vivian lalu membaca dengan teliti.


Jessica merasa tenang karena Lili tidak menulis siapa ayah Stefanie. Selesai membaca, Jessica mengembalikan ponsel kepada Vivian lalu melepas kacamatanya, “Aku tidak menyukai anak ini sejak dia lahir, meskipun anak ini tidak bersalah, dia mirip ibunya, itu yang membuat aku marah! Beda dengan Andy, dia mirip dengan ayahnya, aku suka melihatnya!”


Vivian tertawa malu, “Andy paling bahagia karena Ibu menyukainya!”


Jessica menghela napas, “Hanya saja waktu berlalu dengan cepat, dia sudah besar, setiap hari harus latihan di perusahaan. Sekarang dia sudah tidak punya waktu untuk menemaniku. Rumah kita begitu besar tapi sepi sekali, kadangkala aku merasa kesepian.”


Dulu Jessica pernah memberi tahu Vivian agar Vivian melahirkan banyak anak, tetapi Vivian takut sakit. Apalagi saat melahirkan Andy, dia hampir mengalami pendarahan pascapersalinan, jadi kesehatannya selama ini kurang baik dan butuh perawatan yang lama.


Vivian menikahi Julio pada saat berusia 20 tahun. Sekarang usianya baru 39 tahun, tidak termasuk tua untuk melahirkan satu anak lagi.


“Oh ya,” Jessica tiba-tiba teringat dengan perusahaan dagang Cakrawala. Dia tersenyum dengan ramah kepada Vivian, “Kakakmu membuka sebuah supermarket, bukan?”


Vivian tertegun, dia sepertinya mengerti sesuatu lalu mengangguk, “Iya, tahun lalu kakakku buka supermarket, bisnisnya lumayan bagus, tahun ini buka satu supermarket baru lagi.”


“Kalau begitu berarti dia pandai mengelola usaha, bagaimana kalau menyuruh dia membantu mengelola cabang perusahaan Julio saja?”


Satu cabang perusahaan diganti dengan seorang anak, Vivian tentu tahu mana yang lebih penting, jadi dia pun segera berterima kasih, “Bu, kamu sangat peduli dengan keluarga kami!”


Jessica menyukai kepintaran menantunya, dia menepuk tangan Vivian dengan pelan, “Kita ‘kan satu keluarga, tentu saja harus saling membantu.”


__________


Di forum kampus, postingan Lili menjadi semakin populer, dalam waktu kurang dari setengah jam, sudah lebih dari dua ratus komentar di bawahnya,


Suasana hati Lili kembali ceria, dia bertepuk tangan untuk menarik perhatian teman-temannya, “Teman-temanku yang tercinta, ayo kita karaokean, aku traktir! Kalian mau?”


“Tentu saja!” Lili sudah kembali ceria, patut dirayakan!”


“Kalau begitu, ayo pergi sekarang!”


Menanggapi panggilan Lili, teman-temannya mengemasi barang-barang mereka dan keluar dari toko dessert sambil mengobrol dan tertawa.


Pada saat itulah, Junardi yang belum meninggalkan kampus, membawa dua orang ke dalam.


Mereka saling berpapasan, Vivian mengerutkan keningnya.


‘Untuk apa dia masuk ke kampus lagi? Membawa dua orang lagi ...’

__ADS_1


Karena penasaran, Vivian menunda untuk pergi karaoke, dia membawa teman-temannya membuntuti Junardi secara diam-diam.


Setelah membuntuti mereka hingga ke lapangan basket, Vivian melihat Junardi memerintahkan kedua orang itu mengeluarkan tiga buah spanduk berwarna merah dari dua kantong besar.


Di saat Vivian sedang kegirangan karena mengira akan terjadi hal yang lebih heboh, kedua orang itu pun membuka spanduknya.


Spanduk pertama: Aku Junardi, memohon maaf kepada Stefanie, mahasiswi jurusan jurnalistik!


Spanduk kedua: Rumor tentang sumber uang yang dipinjam Stefanie adalah sebuah kesalahpahaman!


Spanduk ketiga: Stefanie! Maafkan perbuatanku yang keji!


Tiga spanduk berwarna merah dan berukuran besar dipasang di pagar lapangan basket, berkibar tertiup angin, naik turun seperti hati Vivian yang sedang gelisah ...


“Apa yang terjadi?” Teman-teman Vivian kebingungan dan menatap Vivian yang baru saja memposting keburukan Stefanie.


Pada saat ini, komentar postingannya semakin heboh.


Kalajengking Penghancur Cinta: [Plot twist! Junardi meminta maaf pada Stefanie?]


Leluhur Produk Lokal: [Plot twist  tercepat dalam sejarah! Batalkan penyematan teratas postingan ini!


Si Rambut Dengkur: [Maksud Junardi, dia yang menyebarkan gosip tentang Stefanie?]


Penari Lokal:[Screenshot post IG Vivian.jpg]


Si Cewek Matre:[Bukankah kakak ipar Vivian adalah direktur perusahaan dagang Cakrawala? Dia ayah Stefanie? Astaga, tiba-tiba muncul cerita di otakku tentang seorang ayah yang meninggalkan istri dan putrinya sendiri untuk memperoleh kekayaan.]


Penggemar Daging: [Aku ingin bertanya, kalau Stefanie tidak jadi wanita simpanan dan ayahnya tidak meminjamkan uang, dari mana dia mendapatkan uang? Aku juga ingin jadi orang kaya!]


________


Di depan pintu asrama putri, Stefanie melihat foto spanduk di postingan forum kampus dan tertawa.


Meskipun cari ini kejam, tapi sangat berguna.


Pada saat Stefanie baru saja berpikir apakah ingin berterima kasih pada Nicholas, orang yang janjian dengannya tiba-tiba datang.


Jenny mengenakan gaun merah, terlihat sangat high profile, dan agar semua orang bisa mengenalnya, dia sengaja tidak memakai kacamata hitam dan berinteraksi dengan siswa-siswa yang memanggilnya.


Dalam sekejap, postingan terpopuler di forum kampus berubah menjadi “Jenny, artis muda yang sangat terkenal datang ke UNS.”


“Stefanie!” Jenny sangat antusias, dia langsung meraih lengan Stefanie dan kegirangan seperti berjumpa dengan teman terdekatnya.


Saat kelas mata kuliah pilihan tadi, Stefanie mengirim pesan untuk meminta bantuan Jenny. Selesai syuting acara dan membaca pesan dari Stefanie, dia segera menghubunginya. Setelah mengetahui bahwa Stefanie hanya meminta dia utntuk muncul di kampusnya, dia pun langsung setuju.


“Kebetulan hari ini Irfan menerima tasnya. Coba lihat, suka tidak?”


Jenny mengeluarkan tas dari kantong hadiah, mendorongnya ke tangan Stefanie, lalu mundur beberapa langkah dan melirik Stefanie dari atas ke bawah, “Sesuai dengan warna kulitmu, hanya saja pakaianmu terlalu terpelajar. Bagaimana kalau kita pergi belanja di lain waktu?”


Asrama putri adalah tempat berita atau gosip bermunculan. Baru saja Jenny menyelesaikan kata-katanya, muncul lagi postingan lain di forum kampus yang mengatakan bahwa Jenny memberi hadiah tas LV untuk Stefanie dan mengajaknya pergi belanja.


“Stefanie berteman baik dengan artis terkenal, kalau begitu masalah pinjam uang seharusnya hal yang sangat mudah, bukan?”


Dalam sekejap, semua siswa yang penasaran dengan sumber uang yang dipinjam Stefanie pun terdiam.


Merasa drama yang dimainkan di pintu asrama hampir selesai, Stefanie membawa Jenny ke kamarnya yang berada di lantai atas.


Jenny kali ini datang, selain untuk membantu Stefanie dan memberikan tas LV, sebenarnya dia juga datang untuk memperkenalkan tiga calon rekan bisnis untuknya.


Setelah menduduki peringkat pertama di daftar pencarian berita terpopuler, Jenny sangat gembira, dia pun pergi minum bir dengan tiga teman baiknya yang juga dari kalangan artis. Setelah minum, dia membicarakan kehebatan Stefanie kepada ketiga temannya.


Sesampainya di  kamar, ketiga teman Stefanie tidak berada di sana.

__ADS_1


Stefanie mengambil air dengan gelas sekali pakai dan menyerahkannya kepada Jenny.


Jenny sama sekali tidak mewaspadai Stefanie, begitu mengambil air dari tangan Stefanie, dia langsung meminumnya. Dia terlihat seperti telah menganggap Stefanie sebagai orang yang bisa dipercaya.


“Kamu tidak akan menyalahkanku, bukan?”


Stefanie menggelengkan kepala, “Aku ingin berterima kasih padamu karena memperkenalkan calon klien untukku.”


“Tidak usah sungkan, kamu mendapatkan uang, karir temanku juga bisa berkembang, simbiosis mutualisme, bukan?”


“Kalau begitu, siapa ketiga temanmu itu?”


Jenny minum seteguk air lagi, “Kennedy, protagonis pria yang bermain drama Sweet Heart denganku, lalu deuteragonis pria, Oscar, dan Novi dari Sundara Entertainment.


  Stefanie menjawab, kemudian memikirkan nama tiga orang artis itu di benaknya.


Kennedy adalah orang yang sangat beruntung, mulai dari debut pertamanya hingga sekarang, pekerjaannya sangat lancar, tapi dia tidak puas dengan posisi yang diberikan oleh perusahaannya. Perusahaan tidak memberikan kesempatan kepadanya untuk mencoba bermain di film aksi dan perang. Akhirnya, dia memutuskan untuk membatalkan kontrak dengan pihak perusahaan.


Setelah membayar ganti rugi pembatalan kontrak dalam jumlah besar, Kennedy yang tidak memiliki uang sepeser pun meminjam uang untuk melanjutkan sekolah di luar negeri. Di masa sekolah di luar negeri, dia berkenalan dengan Rocky, seorang produser terkenal. Rocky sangat mengagumi bakatnya, akhirnya saat mempersiapkan film barunya, The Hidden, Rocky mengabaikan suara pertentangan semua orang dan memilihnya sebagai protagonis pria.


Setelah film dirilis, film tersebut laku keras dan mendapatkan penilaian bagus, Kennedy akhirnya mucul kembali di publik, dia naik peringkat menjadi aktor lokal papan atas, dan memperoleh penghargaan aktor terbaik.


Pokoknya, perjalanan karirnya lumayan lancar.


Sedangkan Oscar sangat sial, hampir sama dengan Jenny.


Kemampuan aktingnya tidak bagus, tapi dia adalah aktor yang bisa bernyanyi, humoris dan memiliki EQ yang tinggi. Jika dia berkembang di reality show, dia seharusnya bisa mendapatkan hasil yang bagus, tapi agensinya sangat keras kepala dan bersikeras untuk memasukkannya di dunia perfilman.


Setelah main di web drama Sweet Heart, Oscar bermain di dua web drama lainnya, tapi karena aktingnya tidak bagus, penggemarnya tidak bertambah, bahkan dimaki oleh netizen sebagai penghancur karya di dunia perfilman.


Di bawah tekanan, dia mulai mabuk-mabukan, dan karena mabuk dia bertengkar dengan penggemarnya di internet, akhirnya perusahaan tidak lagi memberinya kesempatan untuk muncul di publik.


Mengenai Novi, Stefanie tidak memiliki kesan mendalam padanya.


Setelah main di web drama Sweet Heart, dia masih berada di peringkat artis papan bawah, tidak memiliki terobosan dalam karir, akhirnya mungkin karena berkecil hati, dia menikah dengan seorang pemuda kaya, karirnya di dunia hiburan pun berakhir, tapi kehidupannya setelah menikah pun cukup bahagia.


“Iya, aku mau menerima mereka bertiga sebagai klienku.”


Jenny penasaran, menatap Stefanie dan bertanya, “Meramal pun harus pilih-pilih orang?”


Stefanie mengangguk, “Aku tidak akan menerima orang yang memiliki karakter buruk.”


Merasa geli dengan prinsip Stefanie, Jenny bercanda, "Jika mereka memberimu  10 miliar, kamu juga tidak menerima?"


“Iya, tidak terima.”


“Bagaimana kalau 100 miliar?”


“Tidak terima.”


“Satu triliun?”


Stefanie berkata dengan tegas, “10 triliun pun aku tidak terima.”


“Baiklah, aku percaya kamu bukan orang yang mudah tergerak oleh uang.”


Jenny mengeluarkan ponsel, menunjukkan waktu janjian yang dikirim ketiga temannya tadi pagi di WA, “Kennedy minta janjian besok malam, Oscar lusa malam, sedangkan Novi tulat malam, kamu bisa, ‘kan?”


“Bisa, tapi ... kamu sudah bilang harganya?” Stefanie masih asing dengan bisnisnya, dan sedikit malu ketika mengungkit masalah uang..


"Sudah, aku bilang 400 juta untuk sekali janjian, tapi melihat aku memberimu 600 juta, mereka juga ikut harga yang aku berikan, mereka takut kamu kurang teliti dalam meramal kalau harga yang mereka berikan terlalu rendah."


 “...” Stefanie tak berdaya.

__ADS_1


Cara berpikir orang kaya memang aneh!


__ADS_2