
"Stefanie!"
Tiga teman sekamarnya kembali dari luar, dan menunjukkan ekspresi "kami semua ditipu olehmu".
Stefanie tersenyum malu, lalu mengambil tiga foto Jenny yang sudah ditandatangani dari atas meja.
Ketika Stefanie menyuruh Jenny ke sini, dia sudah siap untuk disalahkan oleh tiga teman sekamarnya, jadi dia meminta Jenny untuk membawa tiga foto yang sudah ditandatangani ketika dia datang.
"Masih ada kejutan." Stefanie mengeluarkan ponselnya lagi dan mengklik video yang Jenny rekam sebelum dia pergi.
“Halo July, Lidya, Meicy!” Jenny yang terlihat lebih cantik di depan kamera melambai tangan kepada mereka bertiga di dalam video, “Aku benar-benar minta maaf, aku tidak suka orang lain pamer bahwa mereka mengenalku, jadi aku meminta Stefanie untuk tidak memberi tahu kalian, aku harap kalian tidak bertengkar dengan Stefanie gara-gara aku. Kalau ada kesempatan untuk datang ke UNS lagi, aku akan membelikan kalian makanan lezat untuk menebus kesalahanku! Yah, aku mencintai kalian semua, muaah!"
Setelah insiden penangkapan pria mesum itu, ketiga teman sekamarnya menjadi penggemar berat Jenny. Sekarang, ketika melihat video yang direkam Jenny untuk mereka, semua kekesalan di hati mereka pun menghilang dalam sekejap.
Meicy melompat kegirangan, "Wah, Jenny memanggil namaku! Kirimkan videonya, aku ingin menyimpannya!"
July tampak bangga dengan ekspresi "tidak sia-sia jadi penggemarnya", "Jenny benar-benar baik sekali! Dia turun tangan sendiri untuk membantu membuktikan bahwa kamu tidak bersalah! Aku sangat iri, aku juga ingin menjadi temannya!"
"Tapi Stefanie, bagaimana kamu bisa mengenal ..."
Ketika Lidya baru ingin berbicara, ponsel Stefanie yang berada di atas meja berdering.
Melirik nomor lokal yang tidak dikenal, Stefanie merasa familier, dia berhenti beberapa saat sebelum menekan tombol jawab.
"Stefanie!" Nada suara wanita di ujung telepon itu sangat tidak bersahabat, seolah-olah dia ingin menghujat Stefanie, "Datang ke rumah ayahmu sebentar!"
___________
Sama seperti Stefanie, Lili, sang pembuat masalah, juga menerima telepon dari Jessica, dan nada suaranya tidak jauh berbeda dengan ketika dia berbicara dengan Stefanie .
Meskipun Lili telah dibawa oleh Vivian untuk tinggal bersama keluarga Chandra sejak dia berusia tujuh tahun, bagaimanapun juga dia adalah orang luar, selain itu Andy juga tidak menyukainya, jadi Jessica sama sekali tidak memperlakukannya sebagai anggota keluarga sendiri. Membesarkan Lili pada dasarnya tidak berbeda dengan membesarkan seekor hewan peliharaan, ketika sedang bosan, dapat berbicara dengannya dan mendengarnya bernyanyi.
Lili juga tahu statusnya di keluarga Chandra, jadi ketika dia menerima telepon dari Jessica, dia benar-benar ketakutan dan mengeluarkan keringat dingin, dia takut Jessica yang sedang marah akan mengusirnya dari keluarga Chandra.
Secara tidak sengaja, dia mungkin telah mencelakai Julio. Jika benar-benar mempengaruhi bisnis perusahaan dagang Cakrawala, seperti yang dikatakan Stefanie, maka kakak sepupunya pasti tidak akan memberinya biaya hidup lagi.
Lili gelisah sepanjang jalan, dia naik taksi kembali ke kediaman Julio.
Hari ini kediaman Julio sangat ramai, kaki Andy terkilir saat latihan nari, dia diantar pulang oleh agensinya. Jadi seluruh anggota keluarga sudah lengkap, selain Stefanie.
"Kakak ipar ... Bibi ... aku ..."
Lili kehilangan kesombongannya di kampus, dia menjadi penakut, langsung menangis tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Andy sedang berbaring di sofa kulit asli dengan ekspresi tak peduli, lalu berkata sambil tersenyum, "Baru tiga detik sudah menangis! Kamu seharusnya ganti jurusan, jangan belajar penyiaran, belajar berakting saja!"
"Andy!"
Vivian sudah kerepotan karena masalah postingan IG Lili, siapa yang tahu Andy juga sudah pulang dan menambah kerepotannya.
__ADS_1
Jika bukan karena memikirkan masalah cabang perusahaan dagang Cakrawala, dia pasti sudah berpura-pura sakit dan bersembunyi di kamar.
Karena ditegur oleh ibunya, wajah Andy menjadi muram, lalu berkata dengan marah, "Kenapa, aku tidak boleh menyindirnya?"
Kening Vivian berdenyut-denyut, "...Hei, Sayang, ibu minta tolong padamu, jangan menambah masalah lagi."
Julio yang diam dari tadi, memandang Andy, "Kalau kamu tidak bisa tutup mulut, naiklah ke atas dulu."
"Nenek ..." Andy merasa tidak puas karena ditegur oleh ayah dan ibunya, dia pun mencari Jessica untuk membantunya, "Bukan aku yang menimbulkan masalah ini, Nek, kenapa mereka malah marah padaku?"
Jessica hanya menunjukkan ekspresi ramah, dia dengan lembut menggosok pergelangan kaki Andy yang terkilir, "Tidak apa-apa, kamu hanya perlu berbaring di sini bersama nenek, jangan pergi ke mana pun."
Andy menjawab dengan penuh kemenangan, "Oke!"
Setelah itu pintu rumah terbuka, kepala pelayan masuk dengan membawa Stefanie yang sudah lama ditunggu-tunggu mereka.
Ini adalah pertama kalinya Andy bertemu dengan Stefanie, dia pernah mendengar nama Stefanie sebelumnya, tetapi belum pernah melihat fotonya.
Andy berbaring di sofa dan menatap kakak tirinya, tatapannya bagaikan mesin scanner, dengan teliti menatap wajah Stefanie.
"Kamu sama sekali tidak mirip ayahku!"
Stefanie menatap Andy yang ada di sofa, lalu tertegun, dan memperhatikan bentuk wajah Andy, "Kamu sangat mirip ayahmu waktu muda."
Ketika Stefanie masih SD, dia sering mengeluarkan foto ayahnya dan menangis diam-diam, jadi dia sangat berkesan dengan penampilan Julio waktu muda, Julio sangat mirip dengan aktor bintang film di tahun 1990-an.
Memikirkan hal ini, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak melihat Julio yang sedang mengerutkan kening.
Seperti terakhir kali datang, Stefanie tidak duduk di sofa, dia berdiri tegak di depan mereka bagaikan anak kecil yang melakukan pertunjukan di depan orang tuanya, "Katakan, kenapa tiba-tiba mencariku? "
"..." Begitu Stefanie berbicara, kening Jessica langsung terasa sakit seperti ditusuk jarum.
Meskipun sudah berusia tua, ingatan Jessica masih sangat bagus, dia langsung tahu bahwa kata-kata Stefanie disalin dari kata-kata yang dia ucapkan pada saat Stefanie datang meminjam uang, "Katakan padaku, kenapa tiba-tiba mencari kami?"
Julio juga merasa aneh dengan kata-kata Stefanie, tapi dia mengabaikannya, dan langsung masuk ke topik utama, "Apa yang kamu lakukan di kampus? Kamu seharusnya berkonsentrasi pada pelajaran. Kenapa kamu malah membuat seisi kampus mengetahui masalah keluargamu?"
Menghadapi tuduhan ayahnya, Stefanie tidak merasa diri sendiri kasihan, dia berkata dengan sedikit heran, “Aku tidak membuat seisi kampus mengetahui masalah keluargaku.”
"..."
Kening Jessica sakit lagi.
Wajahnya muram, dan melemparkan ponselnya ke atas meja, "Lihatlah masalah ini!"
Stefanie melirik postingan yang mengatakan bahwa dia adalah wanita simpanan, "Oh, masalah ini."
Stefanie berhenti sejenak dan berkata dengan ekspresi wajah tak bersalah, "Aku difitnah dan difoto diam-diam, kenapa bertanya padaku? Lalu ...."
Stefanie menunjukkan senyum canggung, "Apa hubungannya denganmu?"
__ADS_1
Pertanyaan Stefanie membuat Julio bingung.
"Aku... aku ayahmu. Kelakuanmu membuatku kehilangan harga diri di depan banyak orang!"
Andy penasaran dengan postingan itu, jadi dia mengambil ponsel di atas meja dan melihatnya dengan penuh minat, "Eh? Ini ada screenshot Instagram Lili!"
Andy tertawa sinis, lalu bercanda kepada Lili yang meringkuk di samping, "Jangan-jangan kamu yang mempostingnya."
Wajah Lili langsung berubah menjadi masam, dia takut ketahuan, lalu membantah dengan meninggikan nada suaranya, "Omong kosong, apa yang kamu bicarakan!"
Setelah diteriaki oleh Lili, Andy tidak marah dan malah tertawa, "Lihat, ekspresimu ini jelas bukti kalau kamu merasa bersalah! Dan avatar kucing ini terlihat seperti gayamu!"
Mendengar apa yang dikatakan Andy, Stefanie menoleh dan melirik rok mini merah muda di tubuh Lili, lalu melirik gelang kaki di pergelangan kakinya. Ternyata benar, bermotif kucing.
"Benarkah kamu yang mempostingnya?" Stefanie berkata dengan marah, lalu tanpa ragu menceritakan pertikaian yang terjadi di antara dirinya dan Lili.
Vivian pernah mendengar nama Lukas dari Lili, jadi dia sangat percaya dengan apa yang dikatakan Stefanie. Bagaimanapun, Lili adalah adik perempuan yang dibesarkannya, dia benar-benar mengenalnya dengan sangat baik ...
"Kak, Kakak ipar, Bibi, jangan percaya padanya, dia ..."
Lili masih ingin berdalih, tetapi malah dihentikan oleh Vivian.
"Sudah! Tidak peduli siapa yang memposting, tapi kamu yang meneruskannya ke Instagram. Kalau kamu tidak meneruskannya atau mengucapkan kata-kata itu, bagaimana orang lain tahu tentang hubungan Stefanie dengan kakak iparmu?"
Sebenarnya, Jessica sama sekali tidak peduli apakah Stefanie jadi wanita simpanan atau tidak.
Alasan kenapa dia sangat marah adalah karena Lili telah mengungkap hubungan ayah-anak antara Stefanie dan putranya.
Julio sedang bersiap untuk membuka cabang perusahaan, dan kebetulan ada seorang bos yang ingin bekerja sama dengannya, tapi begitu bos itu mendengar desas-desus bahwa Julio adalah pria yang tak berperasaan, kerja sama di antara mereka pun dibatalkan sepihak ...
"Kak ... aku tidak tahan dia menggunakan kakak ipar sebagai tameng, makanya aku mengatakan kata-kata itu..." ‘Tak disangka Junardi akan memasang spanduk di kampus! Tak disangka Stefanie mengenal Jenny!’
Lili merasa sedih.
"Huh, kamu tidak semulia itu. Bukankah dia mengatakan bahwa kamu hanya cemburu, dan karena IQ-mu rendah, kamu menyebabkan ayahku ditimpa masalah!"
Selesai menyindir Lili, Andy lalu kembali membaca postingan, lalu bertanya kepada Stefanie dengan tidak percaya, "Kamu mengenal Jenny? Apakah kalian akrab? Bisakah kamu memperkenalkan dia padaku?"
"..."
Stefanie merasa canggung, lalu kembali memperhatikan adik tirinya dengan teliti.
Karakter ini, mirip siapa, ya?
"Andy!" Jessica memanggil nama cucu sulungnya dengan tegas.
Andy tahu neneknya marah, demi menjaga harga diri neneknya, akhirnya dia menutup mulut dan lanjut membaca postingan.
Jessica mengambil cangkir dari meja dengan wajah dingin, dan menyesap teh untuk melembabkan tenggorokannya.
__ADS_1
Dia pasti akan membuat perhitungan dengan Lili, tapi kalau tidak ada Stefanie, bagaimana mungkin terjadi masalah seperti ini?