
“Stefanie, kamu sudah pulang? Bagaimana dengan operasi Bibi?” Tiga teman sekarmnya pulang dari luar dan membawa makanan nutrisi di tangan masing-masing.
Stefanie memblokir akun pria yang menggodanya itu,melempar ponselnya ke atas ranjang, lalu mengeringkan rambut sambil berkata, “Sangat sukses, kata dokter tinggal melakukan pengamatan beberapa hari lagi, jika kondisinya makin membaik maka Ibu boleh pulang.”
“Baguslah kalau begitu! Besok tidak ada kelas, kita sama-sama menjenguk Bibi, bagaimana?” tanya Lidya.
“Boleh, terima kasih, ya.” jawab Stefanie.
“Tidak usah sungkan, sudah seharusnya!”
Ketiganya meletakkan makanan nutrisi di samping, July merasa gerah dengan badannya yang keringatan, dia pun bergegas mandi.
Meicy mengambil air di dispenser, saat minum, dia teringat pesan yang dilihatnya di grup WA, lalu bertanya, “Stefanie, orang-orang yang menyebarkan gosip tentangmu, apa kamu akan melaporkan mereka kepada dosen?Aku sudah screenshot histori obrolan di grup, bisa dijadikan bukti!”
“Kurasa kamu harus melaporkan mereka, uang itu kamu peroleh dengan cara halal, untuk apa kamu digosipin sampai begitu!” kata Lidya.
Di saat akan berpisah di dermaga, Stefanie berkata pada July bahwa dia akan pergi meminjam uang kepada ayahnya, makanya July sepenuhnya menyampaikan apa yang dikatakan Stefanie kepada kedua teman sekamarnya.
Sekarang operasi ibunya sudah selesai, mereka bertiga tentu saja mengira bahwa Stefanie berhasil meminjam uang dari ayahnya.
“Sudahlah, biarin saja. Aku bukan orang terkenal di kampus, kurasa dua hari lagi mereka tidak akan membicarakan masalahku lagi.”
Stefanie tersenyum, mengambil uang yang digalang kemarin dan berkata, “Kalian ikut denganku untuk mengembalikan uang ini, sekarang aku tidak membutuhkannya lagi, jadi aku tidak ingin berhutang budi.”
Meicy setuju, “Benar, sekalian beri tahu mereka kalau ayahmu yang meminjamkan uang padamu!”
“Um, benar juga.” jawab Stefanie.
_______
Hasil dari aksi mereka tadi malam lumayan berhasil, sudah ada sebagian orang yang mengetahui dari mana Stefanie memperoleh uang untuk biaya operasi ibunya.
Jadi pada saat Lili bergosip lagi tentang masalah Stefanie, salah seorang pria bertubuh tinggi membantah perkataannya, “Dia memperoleh uang dari ayahnya, jangan berkata sembarangan!”
Pria berkacamata menyeringai, “Iya benar, Kak Lukas ditolak gara-gara kalian!”
“Diam!”
Pria bertubuh tinggi segera membekap mulut pria berkacamata, keduanya tarik-menarik dan menabrak Lili yang berada di samping.
Lili marah, “Lukas, dari mana kamu mendapat kabar kalau dia meminjam uang dari ayahnya?”
Lukas berhenti tarik-menarik dengan pria berkacamata, lalu menyalakan sebatang rokok, “Dari seorang temanku, katanya Stefanie mengembalikan semua uang yang digalang kemarin, dan menjelaskan kepada mereka kalau uangnya itu dipinjam dari ayahnya.”
Pria berkacamata masih tidak menyerah, dia ingin Lukas malu di depan teman-teman, “Kak Lukas awalnya ingin ikut memperebutkan Stefanie, tapi malah ditolak!”
Lukas adalah pria berhasrat yang ingin menikmati kehidupan seorang diri, jadi dia ingin mencari wanita yang bisa diajak melakukan hubungan intim tanpa perlu pacaran. Sebenarnya pada saat semester pertama, dia sudah tertarik pada Stefanie, tapi Stefanie adalah anak teladan, jadi dia pun melepaskannya.
Namun, begitu kabar bahwa Stefanie jadi wanita simpanan, hati Lukas kembali tergerak dan ingin mendapatkan Stefanie, jadi tadi malam setelah dia berteman dengan Stefanie di WA, dia langsung mengirim semua uang bulanannya kepada Stefanie, tapi Stefanie malah tidak menerima sepeser pun dan langsung memblokir akunnya.
Pagi ini Lukas mendapat kabar bahwa Stefanie tidak menjual diri, suasana hatinya pun bercampur aduk.
Lukas mengisap rokok lalu menghembuskan asap rokok ke wajah pria berkacamata, “Sudah deh, jangan ngomongin dia lagi!”
__ADS_1
“Hehe.” Lilii menyeringai, menatap Lukas dengan tatapan merendahkan, “Tidak berkelas sekali kamu! Wanita semacam itu pun kamu mau?”
Lukas tidak mengerti, “Ada yang kamu ketahui?”
“Tentu saja!” Lili menendang kaki Lukas dengan kuat, “Tapi aku tidak ingin memberitahumu!”
Lili menarik teman-temannya dan pergi.
________
Setelah kembali dari rumah sakit bersama tiga teman sekamarnya, Stefanie mentraktir mereka bertiga di kantin kampus.
“Tunggu, foto dulu!” Meicy yang biasanya harus foto dulu sebelum makan, mulai sibuk memotret lalu mengungah foto ke IG dan twitter.
Ponsel Meicy yang diletakkan di meja berbunyi, dia menerima notifikasi dari twitter.
“Wah, aku jadi ingin menjadi penggemar Jenny!” Meicy melirik layar ponsel, lalu menunjukkan ekspresi kagum di wajahnya.
July dan Lidya ikut melihat, ketiganya melihat foto Jenny menangkap pria mesum lewat twitter, mereka tidak memperhatikan tatapan Stefanie yang penuh rasa kemenangan.
Stefanie juga ikut mengeluarkan ponsel, dia ingin melihat bagaimana cara Jenny menangkap pria mesum itu, tapi masih belum sempat membuka twitter, Jenny sudah langsung meneleponnya.
Stefanie tidak ingin menjawab telepon di depan ketiga teman sekamarnya, dia memakai alasan bahwa kantin terlalu bising, lalu pergi ke luar kantin.
“Hahaha!” Begitu telepon dijawab, Jenny kegirangan, “Master, kamu benar-benar hebat!”
Stefanie terpengaruh oleh emosi Jenny, sudut bibirnya terangkat tanpa sadar, “Selamat, akhirnya kamu jadi trending topic.”
“Terima kasih! Kamu telah berjasa! Aku sudah meminta Irfan memesan tas untukmu, kira-kira beberapa hari lagi akan sampai, pada saat itu baru kita janjian makan bersama!”
“Tidak boleh! Kamu sudah membantuku jadi trending topic di peringkat pertama! Peringkat pertama! Agnes saja hanya pernah masuk peringkat belasan. Aku langsung masuk peringkat pertama! Kamu terlalu berjasa, kamu harus menerima tas yang aku berikan!”
Tasnya belum diterima, berapa kali pun Stefanie menolak, semua itu hanya perkataan kosong belaka, jadi Stefanie memutuskan untuk tidak membicarakan hal itu lagi.
Setelah bersemangat, Jenny memberi tahu Stefanie tentang perpanjangan kontraknya dengan TY Entertainment hari ini, "Aku sudah berbicara dengan mereka tentang masalah perpanjangan kontrak selama dua tahun. Mereka mungkin berpikir bahwa aku akan ganti perusahaan setelah terkenal, mereka sangat terkejut begitu mendengar bahwa aku ingin memperpanjang kontrak, jadi mereka langsung menyetujui perpanjangan kontrakku tanpa basa-basi, dan mengambil inisiatif untuk menjadikan aku sebagai protagonis wanita di web drama mereka, aku langsung setuju.."
“Kemudian aku menanyakan informasi tentang web drama itu, ternyata pihak investornya adalah Intervision!”
“Apakah kamu sudah tahu sejak awal kalau pihak investornya adalah Intervision, makanya kamu ingin aku ikut syuting web drama itu?”
Stefanie sebenarnya tidak tahu, pada saat itu ketika web drama itu menjadi populer, tidak ada yang mengetahui siapa pihak investornya, tapi dia pernah mendengar tentang Intervision. Intervision adalah sebuah perusahan misterius yang khusus berinvestasi di dunia perfilman, investasi mereka selalu tepat.”
“Soal itu, aku tidak tahu.”
“Benarkah?” Jenny bercanda, “Kamu benar-benar tidak tahu, atau karena tidak boleh membocorkan rahasia langit?”
“... Anggap saja tidak boleh membocorkan rahasia langit.”
Sekarang mereka berdua semakin dekat, mereka mengobrol sebentar lalu Stefanie menyelesaikan panggilan dan ingin kembali ke kantin.
Tapi, seorang gadis yang terlihat familier malah memanggilnya, “Stefanie, berhenti!”
Stefanie tertegun, lalu melirik gadis yang terlihat familier itu, dia berusaha mengingat kembali di mana pernah berjumpa dengan gadis itu, tapi tidak berhasil mengingatnya.
__ADS_1
“Kamu?”
Lili berjalan ke depan Stefanie, melipat tangan di depan dada, dan berkata dengan nada arogan, “Wajar saja kamu tidak mengenalku karena kamu sudah meninggalkan keluarga Chandra saat kamu berusia tiga tahun.”
Seperti mendapatkan petunjuk, Stefanie melirk Lili lagi, lalu bertanya dengan ragu-ragu, “Kamu kerabatnya Vivian?”
“Vivian? Kamu tahu sopan santun tidak? Dia istri ayahmu saat ini, kamu seharusnya memanggilnya ibu!”
“...” Stefanie sudah merasa sangat lapar, dia sudah malas berbicara lagi dengan gadis di depannya ini, dia pun mendorong pintu untuk masuk ke kantin.
Lili merasa diabaikan, dia segera menarik tangan Stefanie dengan marah, “Hei Penipu! Kakak iparku sama sekali tidak meminjamkan uang padamu, kamu benar-benar tidak tahu malu dengan memakai kakak iparku sebagai tameng untuk menutupi perbuatan memalukanmu itu!”
Stefanie berhenti melangkah, dia menoleh menatap Vivian yang sedang marah, “Ternyata kamu adik sepupunya Vivian. Kalau begitu bukankah kamu adalah bibiku. Apakah aku harus memanggilmu dengan panggilan bibi?”
“Siapa yang ingin menjadi bibimu! Aku satu tahun lebih muda darimu!”
“Kalau kamu bukan datang mencariku supaya aku memanggilmu Bibi, untuk apa kamu datang mencariku?”
Lili mendengus, “Aku tidak tahan melihat perbuatanmu! Percaya tidak, aku akan memberi tahu semua orang bahwa kakak iparku tidak meminjamkan uang padamu!”
Stefanie hampir saja tertawa.
Sangat disayangkan, saat meminjam uang di kediaman Julio, dia tidak bertemu dengan adik sepupu ibu tirinya ini. Stefanie tidak menyangka adik sepupu ibu tirinya begitu bodoh.
Dengan ekspresi wajah tidak peduli, Stefanie berkata, "Mulut ada padamu, katakan saja apa yang ingin kamu katakan."
"Tapi, banyak siswa dari keluarga terkemuka yang kuliah di sini. Orang tua mereka kemungkinan besar mengenal kakak iparmu, dan mungkin merupakan calon kliennya. Kalau mereka mengetahui bahwa kakak iparmu tidak memedulikan putrinya selama 18 tahun dan menolak untuk meminjamkan uang untuk menyelamatkan nyawa mantan istrinya ... coba kamu pikirkan, apakah mereka masih ingin bekerja sama dengan orang yang kejam seperti itu?"
"Ada banyak perusahaan dagang di Solo, bukan hanya ada satu perusahaan dagang milik kakak iparmu saja."
Stefanie memiliki wajah yang lembut, dan tidak bertengkar saat gagal meminjam uang dari ayahnya, jadi Lili mengira Stefanie adalah tipe wanita yang mudah ditindas, ternyata yang dia pikirkan salah!
Stefanie sangat pandai bicara!
"Apakah masih ada hal lain, kalau tidak ada, aku akan pergi makan."
Melihat Stefanie hendak pergi, Lili mengulurkan tangannya untuk menghentikannya lagi, "Baik, masalah tentang kamu gagal meminjam uang dari ayahmu, aku dapat membantumu merahasiakannya, tapi kedepannya kamu tidak boleh berhubungan dengan Lukas lagi!"
Stefanie mengerutkan kening dan bertanya dengan wajah bingung, "Siapa itu Lukas?"
Begitu terpikir Lukas tertarik pada Stefanie, Lili langsung marah, “Pria yang meminta no WA-mu kemarin!”
Stefanie tiba-tiba menyadari: "Oh ... pria berotot yang agak mesum itu, ya?"
Mesum?
Lili berusaha melindungi Lukas, lalu berkata dengan panik, "Jangan asal menilai orang seperti itu! ! Pokoknya, kedepannya kamu tidak boleh ....”
"Jangan khawatir, aku tidak buta."
Stefanie tersenyum, lalu berbalik dan segera pergi, seolah-olah berbicara dengan Lili adalah sebuah pemborosan hidup.
Ditinggal sendirian dan diabaikan, mata besar Lilii memerah karena marah.
__ADS_1
‘Benar-benar tak tahu malu!’
‘Masih ingin menggunakan kakak iparku untuk menekanku? Kamu tidak layak!’