
Christina baru mendengar kabar dari senior perusahaan bahwa perusahaan sudah tidak lagi mengurus Nicholas.
Di antara empat anak yang dia adopsi, Nicholas adalah yang paling dia suka dan paling membuatnya khawatir, karena dia merasa bahwa Nicholas sangat mirip dengan dirinya, memilii tekad kuat dalam mengerjakan hal yang ingin dikerjakannya.
"Tu tu tu tu."
Pintu otomatis gerbang depan terbuka perlahan.
Pada saat yang sama, pintu rumah juga terbuka..
Christina berjalan masuk ke halaman dengan cepat. Dia baru saja kembali dari lapangan golf, dan bergegas datang mencari Nicholas. Dia tidak punya waktu untuk mengganti pakaiannya. Dia mengenakan kemeja polo kuning dan celana olahraga putih. Bentuk tubuhnya sangat ideal. Rambut panjangnya diikat menjadi sanggul, terlihat sederhana dan menyegarkan.
Nicholas tidak menyangka Christina akan membunyikan bel pintu, tapi dia tidak terkejut saat melihatnya di layar video bel pintu.
Bagaimanapun, ibu angkatnya yang tidak pernah mencampuri urusan perusahaan juga merupakan direktur Bintang Cipta Entertainment. Oleh karena itu, meskipun Alex tidak memberi tahu Christina, orang lain juga akan memberitahunya.
"Nicholas, keputusan yang begitu besar, kamu ..." Christina langsung bertanya tanpa basa-basi begitu memasuki ruangan.
Nicholas tersenyum dan memberikan isyarat diam untuk menghentikannya.
Dengan pemahaman di antara mereka yang lebih dari 20 tahun, Christina segera mengecilkan suaranya, "Ada orang?"
Nicholas mengangguk, mengulurkan tangannya dan menunjuk ke gudang di sudut barat daya, "Silakan."
Dengan sedikit penasaran "apa yang tidak boleh dilihat", Christina berjalan dengan pelan ke pintu gudang.
Saat gagang pintu diputar, jantung Stefanie berdetak kencang..
Perasaan takut semacam ini berada di luar jangkauan menjadi paparazzi di kehidupan sebelumnya.
Gagang pintu berputar setengah, lalu tiba-tiba berhenti.
Tepat ketika Stefanie keheranan, Christina di luar pintu berkata, "Keluarlah sendiri."
Tamu yang diundang putranya pasti memiliki hubungan yang spesial dengannya, jadi dia tidak boleh membuat tamu merasa tidak enak.
Mendengar suara wanita di balik pintu, Stefanie semakin gugup.
Mungkinkah pacar misterius Nicholas yang datang?
Setelah ragu-ragu selama beberapa detik, Stefanie tersipu malu dan menjulurkan kepalanya keluar dari gudang.
Tiga orang saling menatap, Nicholas yang melihat ekspresi khawatir Stefanie yang seolah-olah sedang mengatakan "Apakah aku akan disalahpahami sebagai wanita aneh?" berusaha keras untuk menahan senyum.
Christina sangat terkejut, matanya tidak bisa bergerak dari wajah tamu misterius yang terasa familier.
Stefanie juga merasa terkejut. Bukankah ini istri bos Bintang Cipta Entertainment? Kenapa datang ke rumah Nicholas sendirian?
Stefanie telah berprofesi sebagai paparazzi selama lima tahun di kehidupan lalu, dia masih mempertahankan kebiasaan pemikiran seorang paparazzi. Misalnya, dia ingin mengetahui hubungan antara Nicholas dan Christina ...
Jika hanya hubungan atasan dan bawahan, kalau hanya masalah pekerjaan, sepertinya hanya cukup memberi tahu lewat telepon. Dan, bukannya Christina dikatakan tidak pernah ikut campur dalam urusan Bintang Cipta Entertainment?
"Nona ...," kata Christina tiba-tiba, dia menatap wajah Stefanie dengan bingung, "Apakah kamu karyawan Bintang Cipta?"
Stefanie tertegun sejenak, lalu menggelengkan kepalanya dengan cepat, "Bukan."
"Lalu di mana kita pernah bertemu?"
"Seharusnya tidak pernah ...." Ini adalah pertama kalinya Stefanie bertemu dengan Christina dalam kehidupan ini, tapi di kehidupan lalu, Christina sudah sering bertemu dengannya, yaitu di saat dia sedang membuntuti artis.
“Tidak pernah bertemu?” Christina bertanya-tanya pada dirinya sendiri, ‘Aneh sekali, kenapa terasa pernah melihatnya?’
Setelah berusaha mengingat, Christina masih tidak tahu di mana dia pernah bertemu Stefanie, akhirnya dia pun menyerah dan berkata dengan malu, "Ada hal penting yang ingin kubicarakan dengan Nicholas, bolehkah kamu pergi dulu?"
“Uh, baiklah.” Karena Christina sudah berkata demikian, dan Nicholas juga tidak bermaksud memintanya untuk tetap tinggal, dia pun berjalan ke sofa untuk mengambil tas, lalu melambai pada Nicholas yang tiba-tiba tidak banyak bicara.
Setelah melihat reaksi manisnya, Nicholas meregangkan kakinya yang panjang dan mengikutinya, membukakan pintu untuknya, dan berkata kepadanya dengan suara yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua, "Aku tidak akan mengubah kata sandinya, jadi kamu bisa datang kapanpun kamu mau."
!!!
__ADS_1
Apakah pantas mengatakan ini saat mengantar tamu pergi? Ini membuatnya mirip wanita simpanan!
"Sebaiknya diganti saja, jangan sampai kamu mencurigaiku saat kehilangan sesuatu."
Nicholas mencibir lalu bercanda, "Tidak perlu mencurigai, pasti kamu."
Karena, hatiku telah dicuri olehmu.
Dua tahun yang lalu, kampus mereka mengadakan kompetisi fotografi dengan tema "Senyuman Angel". Peringkat pertama, kedua, dan ketiga bisa mendapatkan hadiah uang tunai yang besar. Banyak orang yang mendaftar, Stefanie adalah salah satunya.
Sejak kecil, Stefanie sering dipuji memiliki senyuman cantik, jadi dia cukup percaya diri dengan senyumannya, tapi ada terlalu banyak orang yang berpartisipasi dalam kompetisi. Jika dia ingin lebih menonjolkan diri, dia harus berusaha lebih keras dalam mencari latar belakang foto.
Jadi setelah berpikir selama beberapa hari, dia membawa kamera SLR dan tripodnya ke puncak gedung pengajaran multimedia. Dia merasa bahwa dibandingkan dengan halaman dan hutan, fotonya pasti akan lebih menonjol jika latar belakangnya adalah langit yang berwarna keemasan di saat matahari terbenam.
Hanya saja setelah dia naik ke atas sendirian, dia baru menyadari bahwa tripod tidak dapat membantunya mendapatkan sudut foto yang memuaskan. Ketika dia ragu-ragu ingin mencari seseorang untuk membantunya, tiba-tiba seorang pemuda yang membungkus dirinya dari kepala hingga ke kaki muncul di hadapannya.
Pada saat itu, Nicholas sudah sangat terkenal, meskipun dia kembali ke kampus dengan sangat berhati-hati, dia tetap ketahuan dan dikejar oleh penggemarnya hingga akhirnya dia terpaksa naik ke puncak gedung pengajaran multimedia. Dan kebetulan ada seorang mahasiswi baru yang membutuhkan bantuan.
Akibatnya, seorang artis terkenal diperlakukan seperti kuli oleh Stefanie, dia naik ke tempat tinggi dan berbaring di lantai untuk membantunya mengambil gambar hingga berkeringat deras.
Tapi untungnya, Stefani terlihat manis, terutama ketika dia tersenyum, benar-benar menawan.
Sayangnya, pada saat itu dia sudah sangat terkenal, dia tidak boleh bertindak sesuka hati lagi, jadi yang bisa dia lakukan hanyalah diam-diam mengunduh foto Stefanie dari forum kampus ...
Berdiri di belakang mereka berdua, Christina melihat kedua kekasih kecil itu sedang bergumam di depannya, dan tiba-tiba terlintas sebuah pikiran, dia teringat di mana dia bertemu Stefanie .
Ternyata, gadis itu.
______________
Di kediaman Julio.
Jessica pergi ke dapur untuk memasak sup ayam untuk Andy, kebetulan dia melihat Stefanie keluar dari gerbang rumah di seberangnya.
Dia kembali marah hingga sudut mulutnya ikut berkedut.
Dulu, sebelum Julio dan Villia bercerai, meskipun Jessica sering bertengkar dengan Villia, tapi Villia tidak pandai bertengkar, jadi setiap kali bertengkar, Jessica selalu menang. Oleh karena itu, Jessica tidak pernah benar-benar marah.
Tapi hari ini, dia yang biasanya selalu menang, dibantai habis-habisan oleh Stefanie hingga tidak bisa mengatakan apa-apa ...
Bagaimana mungkin dia bisa menerima kekalahan ini?!
Setelah berpikir dengan wajah muram, Jessica sepertinya teringat sesuatu.
"Kalian semua keluar dulu."
Mengesampingkan semua pelayan di dapur, dia mengenakan kacamata dan mencari nomor telepon kerabatnya di Semarang dari buku kontak di ponsel.
____________
"Nicholas, gadis tadi itu ..." tanya Christina dengan ekspresi "Aku sudah ingat semuanya", lalu memuji menantu perempuannya, "Lumayan cantik, orang aslinya lebih manis daripada di foto."
"..." tertegun di depan pintu, wajah Nicholas menunjukkan rasa malu yang jarang terlihat.
Christina tidak menyangka, "Malu, ya? Astaga, terakhir kali aku melihatmu malu, itu ketika kamu berusia empat tahun, yaitu saat kamu mengompol!"
Menyentuh dahinya dengan gugup, Nicholas mengubah topik pembicaraan, dan karena Stefanie sudah pergi, dia memanggil Christina dengan panggilan ibu, "Bu, apakah kamu ke sini untuk membicarakan hal ini?"
Karena hubungan di antara mereka harus dirahasiakan, makanya Nicholas berinisiatif memberi tahu Christina bahwa Stefanie bersembunyi di gudang.
Berbicara kembali ke topik utama, senyum di wajah Christina sedikit memudar, "Apakah kamu benar-benar memutuskan untuk meninggalkan kariermu?"
Nicholas menuangkan segelas air untuk Christina, lalu duduk di sofa, dan bermain ponsel dengan santai, "Ibu seharusnya sangat jelas, aku tidak pernah menganggap menjadi artis sebagai karierku sejak awal."
Tentu saja Christina tahu, "Tapi kamu melakukan pekerjaan dengan baik, bukankah sangat disayangkan kalau kamu menyerah begitu saja?"
"Tidak kok, apa yang aku inginkan bukan menjadi terkenal."
Jika dua tahun lalu dia tidak terkenal dan belum menjadi publik figur, maka dia pasti tidak akan memilih untuk bersabar.
__ADS_1
Sambil menghela napas, Christina tersenyum tak berdaya, "Oke, kita tidak bicarakan masalah ini lagi. Lagi pula tidak peduli bagaimanapun aku membujukmu, kamu tetap tidak akan berubah pikiran."
"Hei, kadang-kadang aku benar-benar merasa bahwa kamu mungkin adalah anak kandungku ... keras kepala, tidak ada orang yang bisa mengubah keputusanmu."
Nicholas mengangkat matanya dan menatap Christina, "Tapi apa yang aku pertahankan adalah hal yang membuatku bahagia."
Nicholas tidak melanjutkan lagi karena dia tahu Christina sudah mengerti apa yang ingin diungkapkannya.
Di mata orang luar, pernikahan antara dia dan Alex adalah pernikahan kerja sama bisnis yang paling sukses. Mereka tidak hanya membuat Bintang Cipta Entertainment berjaya, mereka berdua juga sangat mesra. Selain mereka tidak memiliki anak, mereka adalah pasangan teladan di mata publik.
Tetapi di mata anak-anak angkat ini, pernikahannya tidak bahagia sama sekali, suaminya kejam, dan untuk mempertahankan pernikahan ini, dia telah melakukan pengorbanan sepihak untuk segalanya ...
Tapi apa yang bisa dia lakukan selain itu? Alex adalah suami yang dia pilih sendiri.
Setelah berhenti berbicara selama beberapa menit, Christina meneguk air dan berkata lagi, "Karena aku dan Efendi, kamu sudah kecewa pada ayahmu, kan?"
Nicholas mengutak-atik ponselnya dengan mata tertunduk, tapi tidak menjawab.
Menghadapi Nicholas yang tidak menjawab, Christina menunjukkan tatapan memohon di depannya untuk pertama kalinya, "Tapi tidak peduli bagaimanapun, kita masih satu keluarga, bukan? Mungkinkah kamu juga akan meninggalkan keluarga ini seperti halnya kamu meninggalkan karirmu?"
Jari-jarinya yang meluncur di layar ponsel berhenti sesaat, Nicholas mengangkat kepalanya dan menatap ibu angkatnya. Ibu angkatnya selalu menjadi rendah diri ketika berbicara tentang Alex, dan kata "mungkinkah" yang keluar dari mulut ibu angkatnya seperti tersangkut di tenggorokannya.
"... mari kita bicarakan setelah Efendi sadarkan diri."
__________
Stefanie kembali ke kampus, perutnya lapar, jadi dia pergi ke kantin untuk memesan mie bakso.
Ketika bibi di kantin menyerahkan mie yang sudah dibungkus kepada Stefanie, dia terkejut, "Nak, apakah kamu Stefanie?"
Stefanie juga terkejut, "Iya."
"Aku dengar kamu menandatangani kontrak dengan TY Entertainment sebagai trainee? Apakah kelak kamu akan menjadi artis terkenal?"
???
“Bi, aku tidak jadi trainee.” Stefanie menjelaskan dengan sopan.
Bibi mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan pada Stefanie, "Tapi postingan di forum kampus mengatakan kalau kamu ikut serta."
Postingan di forum lagi ...
Tampaknya pr siswa-siswa ini terlalu sedikit jadi punya terlalu banyak waktu untuk menulis postingan di forum.
Stefanie tersenyum tak berdaya. Setelah menjelaskan, Stefanie meninggalkan kantin bersama mie bakso di tangannya.
Namun, baru pergi tidak jauh, beberapa gadis menghentikan Stefanie.
Ketika melihat dengan jelas bahwa gadis-gadis yang menghentikannya adalah teman-teman Lili, Stefanie menjadi waspada dan memegang kantong makanannya dengan erat. Dia berencana menggunakan mie baksonya sebagai senjata kalau teman-teman Lili berani mengganggunya.
Namun hal yang membuat Stefanie terkejut adalah sikap mereka sangat baik, seolah-olah mereka tidak tahu bahwa di antara dirinya dan Lili pernah bertikai sebelumnya.
"Stefanie, permisi sebentar, klub hip-hop kami baru-baru ini merekrut anak baru. Kami ingin tahu apakah kamu tertarik?"
Stefanie menatap mereka dan menggelengkan kepalanya, "Aku tidak bisa menari."
“Tidak bisa menari?” Mereka sangat terkejut, “Bukankah semua anggota traineei yang direkrut oleh TY Entertainment harus memiliki dasar dalam menyanyi dan menari?”
Ternyata rumor tentang trainee lagi.
Stefanie, "Aku tidak jadi trainee di TY Entertainment."
"Ah? Kalau kamu tidak menjadi trainee, bagaimana kamu bisa mengenal Jenny?"
"..."
Setelah gosip tentang biaya operasi, Stefanie menyadari satu masalah yang sangat penting, yaitu dia sulit menjaga privasinya di kampus.
Jadi, agar masalah seperti ini tidak terulang kembali di masa depan, dia memutuskan untuk mengajukan tinggal di luar kampus setelah dia mendapatkan uang 1,8 miliar itu.
__ADS_1