
Setelah melihat dengan jelas pria yang menghalangi Stefanie loncat ke laut, Harly dan Junardi sangat terkejut.
Sedangkan Nicholas yang telah menyelamatkan Stefanie masih memeluk erat pinggang Stefanie dan enggan melepasnya.
Stefanie merasa sangat familier dengan suara pria itu, ternyata benar pria itu adalah Nicholas ...
Dia datang di pesta ulang tahun Harly?
Merasakan pertanyaan di mata Stefanie, Nicholas berbisik di telinganya, “Kalau ada apa-apa, kita bicarakan nanti saja, sekarang aku ingin membuang sampah.”
Kalau begitu, bisa lepaskan pelukanmu dulu?
Stefanie memeronta sambil tersipu malu, dia akhirnya berhasil melepaskan diri dari pelukan Nicholas dan kembali ke samping July.
“Kamu mengenal gadis ini?” Harly tertawa canggung, “Waduh, kenapa tidak bilang dari awal, kalau tidak, aku juga tidak akan bercanda macam ini!”
Harly memberikan ponsel Stefanie kepada Junardi, lalu terenyum pada Stefanie, “Cepat, kembalikan ponselnya.”
Wajah Junardi menjadi masam, ‘Bukan aku yang merampas ponselnya!’
“Nih, sudah kukembalikan.” Meskipun merasa tidak senang, dia tetap dengan patuh mengembalikan ponsel, alasannya sangat sederhana, karena perusahaan ayahnya tidak sebesar perusahaan keluarga Nicholas.
Melihat ponsel Stefanie telah dikembalikan, Harly menghela napas lega, “Nicholas, kamu juga sudah lihat, bukan? Ini hanya sebuah kesalahpahaman, ayo kita minum bersama!”
Pada saat Harly berbalik dan ingin memimpin jalan, Nicholas tidak berencana menjaga harga diri Harly, dia hanya berdiri di tempat, “Maaf, kapal pesiar ini tidak jadi kusewakan.”
“Hah?” Harly tercengang, begitu juga dengan yang lainnya.
“Apa maksudmu? Ingin mengantar kami semua ke dermaga?”
Nicholas tertawa, “Bukan, ada orang yang tidak kuantar, jadi aku harap mereka bisa turun sendiri.”
Harly berkata dengan ekspresi tak percaya, “Turun di sini? Bukankah sama dengan loncat ke laut?”
“Oh ya, benar juga, aku tidak boleh sekejam itu.” Selesai berkata, Nicholas berpesan kepada wakil kapten, “Turunkan perahu karet, jaga sedikit harga diri mereka.”
“Apa?” Kamu ingin aku turun dari kapal? Hari ini adalah ulang tahunku!”
Nicholas sengaja berkata, “Selamat ulang tahun.”
Wakil kapten bergerak cepat, hanya dalam sesaat dia sudah menurunkan perahu karet, lalu memberi isyarat “ok”, “Tuan Muda Harly perahu sudah diturunkan!”
Nicholas memberi isyarat “silakan” kepada Harly dan Junardi, “Silakan naik perahu.”
Harly menolak, “Aku tidak mau! Aku hanya bercanda dengan gadis itu saja, aku tidak membiusnya!”
Harly tidak ingin kena getah atas perbuatan sahabatnya, Junardi segera berkata dengan wajah masam, “Aku ... aku juga tidak melakukannya!”
Nicholas menunjuk ke kamera pengawas yang baru dipasang tidak lama, “Kukira kalian tahu aku memasang kamera baru, jadi menyewa kapal pesiarku, sepertinya aku salah paham ...”
“...”
__ADS_1
Wajah Junardi langsung pucat begitu melihat kamera pengawas, lalu segera meloncat ke perahu karet.
Nicholas tersenyum puas, lalu mendesak Harly, “Kamu juga, kakekmu baru saja meninggal beberapa hari, kamu sudah mengadakan pesta besar di sini, kalau hal ini diketahui ibumu ....”
“…”
Harly bagaikan orang kehilangan arwah, berjalan dengan langkah berat dan turun ke perahu karet.
Nicholas melirik sekilas ke atas perahu, “Kenapa kurang satu orang?”
Selesai berkata, pria bertopi juga segera turun ke perahu.
Sampah sudah dibersihkan, Nicholas menoleh, dan baru menyadari Stefanie sudah menghilang tanpa berterima kasih padanya.
_____
Stefanie mencari kamar kosong, dia ingin menelepon kembali nomor asing tadi untuk memastikan apakah Jenny yang meneleponnya atau bukan, tapi masih belum sempat menelepon, nomor barusan menelepon kembali lagi.
Stefanie tidak langsung menjawab, dia berpikir sejenak terlebih dulu, “Halo?”
“Ini aku ... Jenny.” Suara di ujung telepon terdengar tidak wajar, suaranya terdengar seperti anak SD yang melakukan kesalahan.
Stefanie menjawab dengan nada dingin, “Oh.”
Mendengar nada suara Stefanie yang dingin, Jenny sedikit ragu-ragu, “Aku terlambat tiga jam, dan baru meneleponmu sekarang, apakah kamu masih bersedia membantuku?”
Berhenti sejenak, Jenny melanjutkan, “Aku bisa menambah 200 juta untukmu.”
Akhirnya, dia percaya dan meminta Irfan untuk mencari tahu isi acara, dan ternyata apa yang dikatakan Stefanie benar.
“Sebenarnya kami juga ingin mencari tahu lebih awal, tapi lumayan sulit mendapatkan informasi dari mereka, makanya terlambat tiga jam, jadi mohon maaf ....”
Jenny menjelaskan lagi lalu menunggu jawaban dari Stefanie.
Tiba-tiba uang yang dia minta bertambah 200 juta, Stefanie tertegun sejenak, “Kalau begitu, kita janjian di mana?”
“Mushroom Home saja. Aku akan mengirim alamatnya sebentar lagi.”
“Baik.” Stefanie melirik sekilas waktu di layar ponsel, lalu melirik ke luar jendela, “Tapi aku tiga jam lagi baru bisa tiba di sana ... “
Jenny sangat gembira, “Baik, tidak apa-apa, aku akan menunggumu!”
“Baik, kalau begitu, sampai jumpa nanti.”
Stefanie bersikap tenang pada saat menjawab telepon, hingga panggilan ditutup, dia baru menunjukkan kegembiraannya.
Masalah biaya operasi akhirnya terselesaikan!
Kapal pesiar berlayar kembali, Stefanie keluar dari kamar, kerumunan di ujung kapal sudah bubar.
Musik yang diputar tidak lagi musik tari, melainkan musik lembut yang sesuai dengan suasana malam hari di laut lepas.
__ADS_1
Karena tadi kapal tidak berlayar jauh, jadi mereka bisa kembali ke dermaga dengan cepat.
Stefanie tertawa gembira melihat tiga pria berengsek itu sedang bersusah payah mendayung perahu di tengah laut.
“Bagaimana? Menarik, ‘kan?”
Suara Nicholas tiba-tiba muncul di belakang, Stefanie terkejut lalu secara refleks memarahi, “Kenapa sih jalanmu tidak ada suaranya?”
Nicholas hanya tersenyum, tapi tak menjelaskan.
Sebenarnya dia tidak pergi, dia berdiri dari tadi di depan pintu kamar tempat Stefanie menelepon, hanya saja Stefanie tidak menyadari keberadaannya saat keluar dari kamar.
“Benar-benar tidak tahu terima kasih.” Nicholas berjalan mendekat, sepatu kulitnya mengeluarkan bunyi yang lumayan kuat.
Stefanie takut Nicholas berjalan mendekat lagi, dia segera berterima kasih, “Terima kasih telah membantu kami, tapi yang kamu lakukan tadi bukannya akan menyinggung mereka?”
“Kenapa?” Nicholas tidak menghentikan langkahnya, dan mendesak Stefanie hingga ke pagar, lengan Nicholas yang ramping menghalangi kedua sisinya, lalu bertanya, “Kamu perhatian padaku?”
“... Iya, aku takut mereka membalas dendam.” Stefanie secara refleks memiringkan tubuhnya ke belakang, pada saat ini dia baru melihat jelas wajah Nicholas yang begitu tampan.
“Balas dendam? Contohnya?” Wajah ganteng Nicholas semakin mendekat, lalu berbisik di telinga Stefanie, “Memfitnah aku melakukan hubungan intim dengan penggemarku?”
“...”
Wajah Stefanie langsung memerah, tapi kali ini bukan karena dia tersipu, melainkan karena marah.
Stefanie tiba-tiba menjadi galak, dia mendorong lengan Nicholas yang menghalanginya, lalu memarahi, “Aku mengerti perasaanmu karena perusahaan tidak menghiraukanmu, tapi kamu juga tidak boleh menyerah, bukan?”
Menyerah? Nicholas merasa lucu.
“Bukankah aku sudah bilang padamu kalau aku akan membantumu mencapai puncak karier, kamu juga jangan menyerah, jangan berteman dengan anak muda yang hanya tahu berfoya-foya saja. Tidak peduli apakah kamu artis atau bukan, berteman itu harus hati-hati, misalnya Erick ... ” ‘dia jelas tahu kamu difitnah, tapi enggan keluar membantumu mengklarifikasi!’
Stefanie berhenti berkata, dia takut ketahuan, “Pokoknya, percayalah padaku, aku pasti akan membantumu!”
Perkataan yang hampir sama dengan yang dikatakan Denny, tapi Nicholas lebih bisa menerima kata-kata yang keluar dari mulut Stefanie.
Nicholas mundur dan bersandar di pintu kamar, melipat tangan lalu berkata, “Benarkah? Kalau meminta jasa perusahaan pemasaran kalian, berapa lama aku dapat mengklarifikasi bahwa aku tidak bersalah?”
Stefanie tertegun, dia tidak menyangka bahwa Nicholas akan mengira dia bekerja pada perusahaan pemasaran.
“Aku tidak bekerja di perusahaan pemasaran, aku juga tidak akan mengambil uangmu!”
Nicholas sedikit mengernyit, dan menunjukkan sedikit keraguan.
“Sebenarnya saat itu, aku ingin memperkenalkan diriku, tapi satpam sudah naik ke atas untuk memeriksa, aku takut terlibat masalah jadi pergi duluan.” Stefanie berhenti sejenak lalu melanjutkan dengan tegas, “Namaku Stefanie, seorang peramal ahli dalam prediksi yang khusus mengubah nasib para artis. Kalau kamu tidak terlalu paham dengan pekerjaanku, kamu boleh ikut denganku untuk bertemu klien ... tapi, kamu harus menyamar dulu karena kamu terlalu terkenal.”
Pada saat ini, kapal sudah tiba di dermaga.
Stefanie melihat tamu-tamu sudah berangsur-angsur turun dari kapal, dia pun melirik waktu di ponsel, “Mau ikut?”
Nicholas sangat tertarik, dia bangkit dari sandaran di pintu lalu tersenyum, “Ikut.”
__ADS_1