
Setelah turun, Stefanie menemukan July yang juga sedang mencari dia di kerumunan.
Stefanie menjelaskan dengan sederhana kepada July, kemudian ikut Nicholas naik ke mobil untuk menuju Mushroom Home, sedangkan July ikut mobil wakil kapten kembali ke kampus.
Setengah jam kemudian, dermaga sudah kosong dengan penumpang, terdengar suara hujatan seseorang.
“Huh! Sialan! Akhirnya sampai juga!” Harly yang bajunya basah memanjat dari tangga batu, tenaganya sudah terkuras habis, terbaring tak bergerak di lantai.
Junardi mengikuti di belakang, juga memanjat dan sampai di dermaga, “Capek setengah mati! Aku pasti akan memberi pelajaran pada wanita ****** yang suka ikut campur itu!”
Topi pria bertopi jatuh ke laut saat mendayung perahu, kepala botaknya memantulkan cahaya yang berkilau di bawah sinar lampu, “Kak Junardi, apakah tadi kamu lihat Nicholas dan gadis itu mesra sekali ... ”
Harly berkata dengan lemas, “Aku sudah lihat, gadis itu sangat mungkin punya hubungan gelap dengan Nicholas. Junardi, kamu sebaiknya berhati-hati, meskipun karier Nicholas akan segera hancur, tapi dia masih memiliki hubungan dengan Efendi, kita tidak bisa memprovokasi dia! Apalagi, dia memiliki bukti rekaman video.”
Pria bertopi menambahkan, “Iya, benar, Kak Junardi kamu jangan bertindak gegabah!”
Junardi mendengus, dan berkata dalam di hati, ‘Efendi sudah kehilangan kesadaran, belum tentu bisa sadarkan diri!’
_____
Duduk di mobil Nicholas, Stefanie menatap perkiraan waktu di aplikasi navigasi ponsel.
Masih ada 1 jam 28 menit, selanjutnya topik apa yang bisa mereka bicarakan?
Mungkin karena ruang di mobil terlalu sempit, jadi sangat mudah merasakan kondisi orang di samping, Nicholas melirik sekilas Stefanie dari cermin, “Kapan kamu mulai bekerja mengubah nasib orang?”
Stefanie yang sedang berusaha keras mencari topik pembicaraan langsung terkejut, kemudian muncul ekspresi lega di wajah, “Masih belum lama, tapi prediksiku sangat tepat!”
“Benarkah begitu hebat? Kalau begitu, bukankah aku harus memanggilmu master?”
“Tidak perlu, panggil saja aku Stefanie.”
Nicholas menatap ke depan, fokus mengendarai mobil. Namun, begitu mendengar nama Stefanie, sudut mulutnya sedikit terangkat, “Aku pernah mendengar ada seorang master prediksi bernama Julio yang hanya memprediksi nasib orang-orang di dunia hiburan, harga terendah satu kali prediksi adalah satu miliar, untuk VIP 1 tahun harus membayar sepuluh miliar. Bagaimana denganmu, berapa harga untuk satu kali prediksi?”
Master prediksi yang dikatakan Nicholas, Stefanie juga pernah bertemu dengan dia, tapi pada saat itu Stefanie pergi mencari dia bukan untuk mengubah nasib, dia hanya pergi memotret artis papan atas.
Master itu tidak terlalu tua, sekitar 50 tahun, tapi rambutnya sudah putih, tubuhnya kurus, memang bergaya seperti seorang master.
__ADS_1
Dia mengklaim dirinya memiliki mata dewa, dapat meramal kejadian seratus tahun kedepan, menghasilkan uang dengan cara tercela, akhirnya dia bersama tim-nya juga tidak lepas dari tangan polisi.
Setelah ditangkap, dia mengungkapkan bahwa hasil uang tipuan mereka selama beberapa tahun mencapai 7,6 triliun, tapi 5,6 triliun digunakan untuk mencari relasi dan mewujudkan permintaan klien.
Sebenarnya mengenai masalah harga, Stefanie masih belum memikirkan hal ini, uang sebesar 400 juta yang dia minta dari Jenny adalah untuk biaya operasi ibunya, kalau ada klien lain mencari bantuannya, dia masih belum tahu harus mengenakan harga berapa.
“Menurutmu berapa?” Stefanie berpikir sejenak lalu balik bertanya pada Nicholas.
Nicholas tertawa, “Itu bukan ranah bisnisku, kamu kok bertanya padaku?”
“Kamu ‘kan artis, coba kamu katakan, biar aku punya referensi.”
“Penipu tua itu berani membuka harga 1 miliar, kurasa kamu boleh membuka harga 2 miliar.”
Stefanie terkejut begitu mendengar harga yang dikatakan Nicholas, “Apa? 2 miliar? Gila!”
Di persimpangan jalan, lampu merah.
Nicholas mengerem mobil, menoleh menatap wajah Stefanie yang mengkilap karena pantulan cahaya, “Bukankah ini adalah transaksi yang disetujui kedua belah pihak?”
Lampu hijau ...
Nicholas kembali fokus mengendarai mobil.
Berpikir sebentar lagi Nicholas akan menyamar, sebagai rasa hormat, Stefanie meminta pendapat dari Nicholas, "Kamu ingin menyamar seperti apa nanti?"
“Kamu ingin aku menyamar .... ” Nicholas belum sempat menyelesaikan kata-katanya, ponselnya berdering.
“Maaf.” Nicholas melirik Stefanie, kemudian memasang headset bluetooth ke telinga.
“Halo?”
“Sudah berhasil dikendalikan?
“Baik, aku akan ke sana nanti.”
Pada saat Nicholas menjawab panggilan, Stefanie diam-diam memperhatikan ekspresi wajah Nicholas, dia bisa merasakan Nicholas sedang ada urusan penting.
__ADS_1
“Kamu selesaikan dulu urusanmu, sudah sampai di pusat kota, aku bisa panggil taksi sendiri.”
Nicholas menolak, “Satu arah, tidak apa-apa.”
“Oh, baiklah.” Stefanie dapat merasakan dengan jelas perubahan suasana hati Nicholas, Stefanie tidak lagi berbicara dan hanya menatap keluar jendela.
Pemandangan malam hari di Solo adalah pemandangan yang paling familier bagi dia di kehidupan lalu, hanya saja karena melakukan pekerjaan yang dia benci, dia sama sekali tidak memiliki suasana hati untuk menikmati pemandangan indah ini. Namun sekarang, dia bisa menikmati pemandangan ini dengan rileks.
Perjalanan malam ini sangat lancar karena selalu bertemu dengan lampu hijau di sepanjang jalan, Stefanie tiba di tempat tujuan lebih awal setengah jam.
Mobll berhenti di depan pintu masuk Mushroom Home yang terang benderang, Nicholas menoleh menatap Stefanie.
Kepala Stefanie bersandar miring di bantal kursi, rambut kuncir kuda dia berantakan karena tertindih bantal kursi, ada beberapa helai rambut yang sudah keluar dari ikat rambutnya dan terurai di kerah kemajanya.
“Stefanie.” Nicholas benar-benar sedang ada urusan penting, jika tidak, dia sama sekali tidak rela membangunkan gadis yang sedang tertidur pulas ini.
Karena tertidur pulas, Stefanie baru bangun setelah Nicholas memanggil dia empat kali.
“Sudah tiba?” Setelah bangun, hal pertama yang dia lakukan adalah melihat waktu di layar ponsel.
Ternyata tiba setengah jam lebih cepat dari perkiraan, GPS akhir-akhir ini tidak selalu tepat.
Nicholas mengulurkan tangan, “Berikan ponselmu.”
Stefanie yang baru bangun sedikit linglung, dia tertegun sejenak, lalu memberikan ponsel kepada Nicholas dengan patuh, “Meninggalkan nomor ponselmu? Memberikan kesempatan untuk menebus ... membantumu?”
Nicholas menggunakan ponsel Stefanie untuk menelepon nomor sendiri, mematikan lalu mengembalikan ponsel Stefanie, “Gratis, kenapa tidak.”
_____
Kamar VIP lantai dua Mushroom Home, Jenny sedang bosan menunggu, dia teringat hari ini lupa memposting status instagram, jadi dia berjalan ke arah jendela dan berencana untuk memotret pemandangan malam di luar jendela.
Dia tidak menyangka bisa melihat mobil Aston Martin milik Nicholas, dan gadis yang turun dari mobil ternyata adalah Stefanie ...
“Irfan, cepat lihat!”
Irfan yang sedang makan apel segera bergegas kemari begitu mendengar Jenny memanggilnya, lalu mengalihkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh Jenny. Mulut Irfan terbuka lebar, daging apel yang ada di mulut pun berjatuhan ke lantai, “Nicholas juga mencari dia? Kelihatannya wanita ini lumayan hebat!”
__ADS_1