Pada Angin Kutitipkan Cinta

Pada Angin Kutitipkan Cinta
Episode 10


__ADS_3

X. PULANG KAMPUNG


Pajar pun tiba,menjelang Pagi


begitu  dingin di rasa bagi Irma saat


itu,badan terasa begitu letih dan seperti tidak berdaya,mungkin karena efek


dari begadang yang tak biasa irma lakukan di waktu-waktu yang lalu,setelah solat


subuh dan irma pergi keluar seorang diri dan duduk depan rumah eka,teman –teman


yang lain masih baring di pembaringan bahkan menarik selimut kembali,tidak bagi


irma dengan kebiasaan begitu.


Duduk di luar di kursi kayu yang terasa lembab itu


tidak menjadikan irma risih atau tidak nyaman.Mata hari mulai muncul dari


peraduaanya membuat badan kian terasa hangat,saat irma menoleh


kebelakang,tampak udin sedang berdiri di pintu sendirian.


Udin langsung memanggil irma dengan begitu pelan”ma......apa yang kamu lakukan di


luar...?tari tadi udin liat irma termenung sendiri...”ga apa ko din,jawab irma


lirih pula.Udin pun menghampiri irma dan duduk di sebelah irma sambil menatap


irma penuh haru.


Ma......panggil udin kembali,iya jawab irma.ma tolong lah irma


gak boleh seperti ini ma,iklaskan yang sudah terjadi ma,jangan kita larut dalam


kesedihan,udin tahu prasaan irma,irma merasa berat kan jalani kehidupan kedepan


tanpa Awan kan ma......?irma tidak menjawab apa yang udin tanya.


Udin melanjutkan pembicaraan berikutnya,”irma yang udin tahu adalah gadis yang sabar,gadis

__ADS_1


yang kuat dan gadis yang menerima kenyataan hidup mesti pahit dirasakan, ingat


ma tuhan pasti sayang dengan kita yang lagi punya masalah,tuhan uji karena kita


mampu ma.Udah ya ma jangn pernah melamun lagi,di balik ini semua pasti ada


hikmahnya.


Sekarang irma bangunin gi teman-teman di kamar,liat tu matahari nya


dah hadir,ajak teman buat sarapan,baru kita nanti ke kos untuk beres-beres


yama,”din.....”panggil irma,kenapa ya din tuhan kasihujian begini kepada


irma....?coba hidup irma seperti kamu...kalian enak saja jalani kehidupan tanpa


ada hambatan maupun rintangan yang berarti,kalian selalu bersama gak ada yang


mengusik maupun memisahkan kalian, udin hanya tersenyum simpul mendengar


pembicaraan irma.


Din irma doakan kalian selamanya bersama dan hidup bahagia,kelak jika saatnya hari H itu datang.


nih,tolong ingat teman lama ya jangan di lupakan begitu saja.


oya din rencanamu


apa setelah kita pulang kampung besok.....apa kamu mau daftar kuliah.....?


“entah la ma....sepertinya udin mau kerja saja dulu ma,kasihan bapak harus


membiayai udin kuliah yang pastinya biayanya mahal,udin masih punya adek lagi


ma,mereka butuh biaya juga untuk melanjutkan sekolah.biarlah udin ngalah dulu


mudah-mudahan suatu saat udin juga bisa kuliah ma...Amin,irma menanggapi.


Din.....irma kerumah dulu ya mau liat mereka dah  pada bangun belum.


dengan diteranginya kamar dari celah-celah, dinding oleh mentari.Sesampainya irma di kamar,rupanya mereka sudah terbangun semua dan ada yang mandi dan sebagian mulai ke dapur untuk membuat sarapan.

__ADS_1


Irma pun ikut bergabung membantu masak di dapur.


Setelah sarapan pagi akhirnya kami pamit


pulang ke kos masing-masing.Irma pun pulang ke kos pagi itu juga.sesampainya di


kos,kos agak sepi karena tinggal adek-adek kelas saja yang tinggal dan teman-teman lain sudah pada pulang semua,irma masuk kamar dan mulai berkemas memasukan pakaian ke dalam tas,tanpa terasa pipi irma basah oleh linangan air mata,betapa tidak hari ini adalah hari terakhir irma di kota ini,irma berharap


munculnya sosok pemuda berjaket hitam yang dua tahun lamanya menisi hari-hari


indah bersama itu hadir kembali,tapi sampai irma selesai berkemas tidak ada


sosok pria tersebut muncul dihadapan irma.


Siang menjelang sore sambil menunggu


jemputan keluarga,irma termenung  duduk


seorang diri di depan kos,tidak lain berharap Awan akan lewat depan kos,walau


pun hanya melihatnya dari jauh bagi irma itu sudah cukup.Dengan lelahnya irma


duduk di depan kos,akhirnya waktu sore pun tiba.Irma kembali ke kamar,saat irma


menuju ke kamar terdengar suara motor Awan lewat namun saat irma berbalik arah


dan berlari keluar sudah tidak tampak lagi karena memang Awan sangat laju


mengendarai motornya.


Tidak berapa lama datang lah keluarga irma menjemput irma di kos,Dengan langkah yang terkulai lemah,irma menuju lantar dasar sambil membawa tas dan dus berisi buku-buku pelajaran yang sudah tersusun rapi,irma pun  selipkan diari dalam dus


tersebut.Setelah semua tersusun dalam bagasi mobil,irma pun naik mobil dan


perjalanan menuju kampung halaman di mulai.


Selamat tinggal kota impian


.....tunggu lah kehadiran irma suatu hari nanti.Selamat tinggal juga buat Bang


Awan,walau kita terpisah jauh namun hati kita tetep dekat,”irma bersuara saat

__ADS_1


melintasi jalan depan sekolah”Awan ..........irma tetap merindukan mu sampai


kapan pun.


__ADS_2