Pada Angin Kutitipkan Cinta

Pada Angin Kutitipkan Cinta
Episode 6


__ADS_3

BAB.VI. LES KOMPUTER


 Irma bersekolah di sekolah kejuruan, di mana


di sekolah tersebut di tuntut agar kita mampu mengoperasikan


komputer,sebenarnya begitu terkendala bagi irma yang tidak mempunyai lektop,apa


sebab, karena memang jam pelajaran teknik informatika atau pelajaran tentang


komputer waktunya begitu terbatas.


     Dari keterbatasan waktu untuk belajar tersebut, sedangkan tutuntan


materi semakin hari semakin jauh ,akhirnya irma dan teman-teman di kelas


berinisiatip untuk mengikuti les komputer, setelah kami sepakat, irma bersama


teman mendatangi tempat kursus tersebut, letak tempat kursus tersebut berada di


area sekitar pasar di kota tersebut.


     Pada hari pertama kami kursus , irma berangkat menggunakan sepeda deki


yang berboncengan dengan seorang teman yang sangat baik,teman tersebut bernama


ijah, ijah adalah anak baru di kelas irma, dia pindahan dari luar kota,


wajahnya begitu cantik dan pintar, ijah meru pakan anak kesayangan dalam


keluarganya, setiap minggu orang tua nya mengirimkan makanan kesukaannya


seperti sambal hati ayam dan rendang. Irma sering  menikmati makanan yang ijah terima dari


kampung karena ijah selalu jemput Irma pada hari-hari tertentu, dalam satu


minggu irma pasti ada tinggal di kosnya walau hanya sehari dalam seminggu,


Kegiatan yang dilakukan irma bersama ijah di kos tidak lain adalah untuk


belajar dan mengerjakan PR dari sekolah.Lagi pula tempat kos ijah begitu besar


lebih kurang empat  kali lipat ukuran    kamar kos irma,jadi ijah sering merasa sepi


apa bila irma tidak main ke kosnya.


            Untuk menuju tempat les


komputer Tak jarang irma juga sering di jemput dan antar oleh Awan, terkadang


irma di jemput lebih awal karena awan suka mengajari irma bermain komputer


sebelum les di mulai. suatu hari Awan memperlihatkan sebuah nama yang di buat


di bagian depan komputer dan di simpan dalam file dokumen, namaitu masih selalu


teringat hingga sekarang,yang mana nama itu adalah gabungan dari suku kata nama


kami berdua, Ada pun tujuan dari nama tersebut adalah untuk mengingat kan  dan berharap jika kita selalu bersama.


            Ada pun jadwal  dalam satu minggunya, irma dan ijah berangkat


les komputer  tiga kali pertemuan,


kegiatan ini di lakukan dari pukul 03.00 sampai pukul05.00 sore, ada pun teman


lain dalam kelompok belajar irma di tempat kursus tersebut adalah udin,dan gun.


     Setelah kami pulang les komputer, sering irma dan ijah mendatangi siaran


radio yang lagi ngehits saat itu sebut saja Nara jingga, di sana ijah dan irma


membeli kartu atensi yang mana kartu itu berisi edisi kirim salam,berbalas


pantun, maupun catatan renungan malam,yang mana kartu ini keesokan harinya di


antar lagi ke tempat radio tersebut,karena pada malam minggu atensi yang kami


kirim akan di bacakan pada malam sabtu dan minggu tersebut.


     Setelah belajar kelompok di kos ijah , irma tidak pulang lagi ke


kos.irma tinggal sementara di rumah kos ijah,karena pada malam harinya kami


berdua akan mendengarkan kiriman salam kami buat seseorang    dan atensi kami pun di bacakan.Irma sengaja


mendengarkan radio di tempat kos ijah karena memang di kos irma tidak ada radio


melainkan televisi. Kami merasa senang sekali apa bila atensi kami di bacakan


mesti pun terkadang kami menunggu giliran  kami di bacakan namun waktu sudah begitu larut


malam.Namun kami tidak merasa kantuk sedikit pun.


     Pada kesempatan malam ini atensi  dari   Irma yang di bacakan oleh kakak penyiar


radio yang suaranya merdu itu adalah  :


 “teruntuk kakak ku seorang”


                                       TETAP KU RINDU


Malam ini suasana


begitu sejuk


              Sesejuk hati ini di sini tanpa mu


            Ku pandang bulan yang bersinar


terang


Seterang mata ini


memandang mu tadi siang


Kenapa hati ini merasa


bimbang tanpa kehadiran mu


Kenapa resah jiwa ini


tanpa hadirmu mu


Dan kenapa gundah bila


jauh dari mu


Kakak ku............


Apa arti  semua ini


Kenapa aku rindu......rindu padamu.....


Benar kah ini semua cinta...


Cinta yang tetap ada dan selalu ku jaga


Cinta yang buat segalanya bahagia


Mesti jarak dan waktu memisahkan kita


Kakakku..... apa yang


kau rasakan di sana ...


Seperti yang aku


rasakan disini ...

__ADS_1


Semoga sama......


Slamat malam sayang....


Dengan terbitnya


matahari esok pagi...


Aku bisa memandangmu


kembali


Tetap bersama ku dan


slalu di samping ku


Mencintai ku seumur


hidup mu....


                                                                           Dari adik yang selalu merindukan mu


            Dalam


setiap atensi yang Irma kirim bersama ijah selalu di bacakan pada di akhir


sesion, terkadang Irma dan ijah sudah tertidur,tetapi tetap sih kami berdua


terkejut dengar di awal kan biasanya di bacakan terlebih dahulu dari


masing-masing nama,kami saling membangunkan dan mendengarkan bait demi bait


puisi yang kami kirim tanpa mata ini pejam,begitu juga dengan atensi yang ija


kirim selalu kami dengar berdua, setelah atensi ini di kirim berikutnya pada


satu minggu ke depan kami tinggal menunggu balasan atensi ini di balas,di waktu


dan jam yang sama.


            Waktu


yang begitu padat yang Irma jalni tidak menjadikan Irma merasa capek apalagi


malas-malasan dalam menjalaninya melainkan semangat yang tinggi, Di waktu libur


pun bila Irma tidak pulang ke kampung halaman, Irma isi waktu itu untuk


berkunjung ke tempat kawan, karena teman-teman selalu ajak Irma untuk


bersilahturahmi ke keluarga mereka, Pada kesempatan minggu ini Irma di ajak


Awan berkunjung ke tempat salah satu teman Irma di kos.


Hari ini adalah hari


sabtu, tak biasanya minggu ini irma tidak pulang kampung,Irma ingin


beristirahat di kos karena sore ini ada kegiatan di sekolah  yang mana kegiatan tersebut memang dilakukan


sampai  sore, jadi seandainya irma pulang


pun tidakkebagian mobil lagi yang ke arah kampung irma tinggal.


     Setelah pulang dari sekolah, Awan mendatangi  kos irma untuk memastikan apakah adek


kesayangannya itu pulang kampung atau tidak. Assalamualaikum adek.... terdengar


suara kak awan memanggil irma dari bawah kos, Iya waalaikum salam jawab irma di


kos tersebut,karna memang tidak ada teman lagi yang tinggal di kos mereka


semuanya pulang kampung, ada apa kak tanya irma kembali, sini dek .....suara


awan berlanjut lagi, ya kak tunggu sebentar irma turun, bergegas irma turun


dengan hati gembira karna awan menunggunya di kos bawah.


langsung memukai pembicaraan” ada apa kak tanya irma terlebih dahulu...begini


dek adek pulang gak sayang.... tanya kak awan” gak kak jawab irma, kalo tidak


kakak mau ajak adek ke tempat tinggal teman adek di daerah SK , kita berkunjung


kesana ,ya mengisi hari libur lah ,di kos kan adek sendiri ya gak ada teman


,gimana dek mau kakak ajak jalan sayang, nada memohon dari kak awan berharap


sekali kalo irma mau menerima ajakannya,gimana dek tanyanya kembali, baik lah


kak adek bersedia... ya sudah sekarang adek mandi dan nanti di lanjut solat ya,


tunggu kakak nanti malam, mau ajak adek makan di luar, adek gak usah masak


ya..ya kak jawab irma kembali, tapi kak irma gak berani bilang kepada bapak kos


kalo nanti malam kita keluar, Ga usah kawatir dek nanti malam kak awan yang


pamit kepada bapak kos. Kalo kakak mengajak adek keluar lagi malam ini,


insaallah di ijinkan  dek.Dah sekarang


kakak mau pulang dulu ya mandi kemudian solat dan pasti kakak jemput adek ya,


di tunggu kakak ya.


     Malam itu irma merasa hatinya bingung namun tidak tau apa yang di


bingungkan,resah namun tak tau apa yang di resahkan, yang jelas malam itu hati


irma deg-degan menanti kembali seseorang yang selama ini selalu hadir dalam


mimpi dan bayangannya tiap malam,Irma berjalan kedepan dan kebelakang berulang


ulang tanpa penghujung sambil di pegangnya dada ini berdetak nbegitu kencang


.Dalam hati irma berkata ya allah kenapa perasaan ini berbeda dengan hari-hari


kemaren ..............


             Dalam kebingungan tersebut , irma dikejutakn


dengan suara tin-tin-tin tepatnya di bawah kos imah tinggal,rupanya kak awan


sudah bersama bapak kos di depan rumah kos irma, dan ternyata awan sudah minta


pamit akan membawa irma makan malam, sesampainya irma di bawah, irma di panggil


oleh bapak kos tersebut, irma kata bapak kos memanggilnya ya pak jawab irma,


bapak ijinkan kamu di jemput awan ya tapi ingat jangan malam-malam pulangnya


dan jaga diri baik –baik. Ya pak jawab kami berdua serempak. Kami pamit pak ya


jawab bapak kos sambil berlalu menuju ruang keluarga bpak kos tersebut.


     Dalam perjalanan menuju tempat makan awan mengajak irma terlebih dahulu


menuju tempat wisata yang tidak jauh dari kos irma tersebut, dek ...suara kak


awan memanggilnya kembali ,kita singgah sebentar ya dek di sini,tanpa irma


menjawab apa apa ,namun awan sudah memarkirkan motornya di bawah pohon rindang


di belakan tempat wisata tersebut,Awan mengajak irma duduk di tempat duduk yang


ada di area tempat wisata itu, irma memulai obrolannya tentang kesehariannya


beraktipitas dalan kehidupan nya siang tadi ,senang rasa nya irma menanggapi

__ADS_1


nya karena melihatnya begitu riang dan bahagia,irma pun merasakan ikut


berbahagia, setelah cukup panjang lebar kak Awan bercerita dan irma juga


bergantian bercerita tentangng kegiatan Irma siang tadi,Tidak terasa


kebersamaan ini hampir satu jam berlalu,irma mengingatkan awan agar jangan


terlalu malam untuk mengantar nya  pulang, Kak kita dah lama lo di sini ayo kita


pulang ujar irma, kak awan berkata, bentar sayang, belum makan lagi kita, adek


sayang bentar lagi yah..... dek kakak bahagia banget malam ini bisa bersenda


gurau sama adek, jujur dek tak pernah kakak rasakan sebahagia seperti malm hari


ini sayang, Awan sambil menggenggam erat jari tangan irma malam itu, Awan ingin


dek tak ada yang memisahkan kita kapanpun dan siapapun.malam ini entah mengapa


irma membiarkan jemari tetap  dalam


genggam Awan sambil Irma menatap mata Awan tanpa mengalihkan pandangan ke arah


lain, padahal dilain waktu irma selalu menepisnya, Dek ...panggil kak awan


kembali, sayang.... liat di pipi ini tampak ada yang melintas dari mata indah


Awan tetesan air mata , Lalu irma menanggapi sambil menghapus air mata nya,


kenapa kak lanjut Irma..Awan menjawab,.Air mata ini air mata bahagia sayang


awan gak sadar air mata nya menetes karna brgitu bahagianya dengan kebersamaan


ini.  sambil genggaman tangan itu di


pererat kak awan berkata lagi dek ...aku mencintai. I love you sayang....


jangan pernah tinggalkan Awan selamanya ya,Awan tidak sanggup jauh dari Adek


apa lagi sampai berpisah. Dek Apa yang Awan rasakan ini sama dengan yang adek


rasakan sayang, dengan tersipu malu dan badan bergetar irma pun menjawab dengan


ucapan I love you too, Kak Adek pun merasakan hal yang sama sayang, Adek


berharap selamanya kita bersama dan dalam hati ini sudah terukir nama mu dan


tidak bisa tergantikan oleh siapapun.Mendengar jawaban Irma Awan langsung


memeluk Irma dan mengucapakan terimakasih sayang untuk cinta kita.


    Setelah awan melepaskan genggaman tersebut, lalu menggandeng irma menuju


motor dan membawanya untuk makan malam,setelah makan malam selesai irma di


antarnya ke kos kembali.


     Keesokan harinya ,sesuai yang di rencanaka kak awan menjemput irma


kembali untuk berkunjung ke tempat teman kos irma yang jaraj nya begitu jauh


yaiti di daerah sk.


     Sebelum sampai di desa tempat tinggal teman irma yang bernama mar, cuaca


begitu mendung dan akhirnya hujan pun turun,Di saat kami melintas tidak ada


tempat persinggahan dan kami pun tidak membawa mantel,akhirnya kami berdua


basah kuyub.Setelah berlalu beberapa menit kami jumpai rumah yang sangat


sederhana,kami pun akhirnya singgah di rumah tersebut.Kedatangan kami di sambut


baik dengan si pemilik rumah, lalu mereka mempersilahkan kami masuk. Tadinya


irma tidak mau masuk karena baju yang di pakainya basah,tetapi orang yang punya


rumah tersebut memberi kami kain dan handuk dan meminjamkan baju kepada kami


agar kami mengganti baju yang basah. Ganti lah nak nanti kamu demam kedinginan


begitu kata si punya rumah, kemudian kak awan menjawab ya makasih pak, lalu


awan menyuruh irma terbih dahulu untuk berganti pakayan dan baju kami yang


basah di jemur dekat dapur kayu yang hangat karena mereka rupanya sedang


memasak di dapur tersebut.


     Setelah baju yang kami pakai kering,kami pun melanjutkan perjalanan


menuju tempat teman yang bernama mar tersebut. Rupanya menjelang sampai di


rumah mar kami mendapai rintangan kembali karena motor yang kami naiki mogok di


karenakan jalan berlumpur disebabkan hujan turun pada pagi tadi, Akhirnya kami


berdua mendorong lebih kurang satu kilo untuk sampai di rumah mar.Namun karena


kami berdua berjalan bersama jauh pun jarak yang kami tempuh tidak menjadi


hambatan yang berarti.


     Sesampainya di rumah mar, mereka terkejut karena kami datang tanpa


memberi tahu sebelumnya, orang tua mar menyambut kami dengan riang dan gembira,


mereka semua senang kepada kami yang berkunjung di sana. Mereka menyuguh kan


kami dengan air teh dan hidangan makan siang, sepertinya mereka tau kalau kami


memang belum sapan apa lagi makan siang, sebenarnya kami merasa kurang enak


dengan merepotkan mereka tapi mereka anggap ini biasa saja karena seperti


pepatah tamu adalah raja.


     Setelah kami beristirat lama di rumah mar, mar bersama adeknya mengajak


kami ke kebunnya yang tidak jauh dari rumahnya, mereka berencana untuk memanen


buah cempedak yang ada di kebun mereka, kemudian irma pun bergegas berangkat


bersama kak awan danmar. Sesampainya di kebun kami langsung mencari buah yang


harum,karena bila buah cempedak itu harum tandanya buah itu sudah masak.Kami


begitu senang gembira berjalan dari pohon satu menuju pohon lainnya mencari dan


memilih yang akan kami petik.


     Setelah selesai memanen buah tersebut,kemudian irma dan Awan serta mar


kembali pulang ke rumah mar.Sesampainya di rumah mar hari pun sudah sore dan


Awan berencana pamit. Mar kami mau pulang ya sudah sore kata irma kepada mar,


ya tunggu sebentar ya saya bawakan buah ini untuk oleh-oleh kalian, baikalah


kata imah sambil duduk kembali di bale-bale rumah mar tersebut. Saat kami duduk


berdua bersama awan ,ibu mar menghampiri kami dan mengucapkan wan semoga kalian


bersama kelak ya ,kalian cocok dan kami senang melihat kalian berdua, kami agak


sebentar saling diam, kemudian awan menjawab ya terima kasih ibu.


     Setelah itu mar memberi kami setengah karung buah cempedak tersebut dan

__ADS_1


kami pun pamit pulang karena memang hari sudah semakin sore dan perjalanan nya


lumayan jauh.


__ADS_2