
haus pada hiburan merupakan kebutuhan maupun kegemaran warga desa.Terdengar dari cerita dari mulut ke mulut orang di kampung"bahwasanya akan ada pertunjukan topeng monyet di kampung ini"rasa senang ini juga di alami Irma.
Sore itu Irma mengajak putra pertama bernama Adi," Sayang mama,manisku pujaku"panggilan manja Irma untuk buah hati nya.panggil Irma sambil menggendong Adi yang berumur dua tahun."mama....mama...."panggil Adi,"iya nak" ada apa....? kita kemana mana....?tanya Andi dengan tersenyum dan bertambah manis dan tampan di pandang, memang Andi berkulit putih dan berbibir tipis serta merah seperti anak perempuan yang berlipstik.irma menjawab"kita mau jalan-jalan sayang,kita mau keliling kampung pakai sepeda motor" gimana.....?kamu suka....?cuka mama....
cuka, dengan senang hati Adi mendapat tawaran tuk jalan.
Saat jalan-jalan berlangsung,tepatnya di jalan lintas Sumatera Selatan,Irma berpapasan dengan mobil kijang Innova berwarna hitam tampak di atas bagasi terdapat sepeker kecil yang terpasang di besi bagasi tersebut serta ada seekor monyet yang begitu besar berpakaian merah. dan tampak ada beberapa orang dalam mobil tersebut karena kaca mobil terbuka setengah jendela.terlihat sepintas di samping supir sesosok pria sepertinya tak asing lagi dalam ingatan Irma,tapi apa benar dia,.....dia yang jauh di sana,dalam hati, Irma berkecamuk rasa penasaran.tidak.....tidak mungkin,gumam Irma.
Setelah beberapa jauh jarak motor Irma dengan mobil Inova yang tadi melintas bersamaan arah, terdengar jelas di teling irma suara speaker dari atas mobil tersebut.
"assalamualaikum......
sodara-sodara yang kami cintai,
hadiri dan saksikan lah beramai-ramai
__ADS_1
besok siang di lapangan bola kaki
kami hadir dengan pertunjukan spektakuler
pasti menghibur anda....
dengan atraksi atraksi topeng monyet, monyet bisa kepasar belanja,
monyet bisa naik sepeda,
monyet bisa bawa motor,
ada lagi atraksi lain nya yang gak kalah menarik dari itu..... yaitu sulap ajaib
"manusia bi belah tidak berdarah"
__ADS_1
"manusia di pijak motor tidak apa apa" dan masih banyak lagi,
jangan sampai ketinggalan,beli karcis nya dapat kan hiburan nya.........
mendengar suara tadi,Adi bertanya pada Irma"mama....mama...ayo tonton itu,jari Adi menunjuk ke arah mobil yang sudah jauh berlalu,Irma menjawab"iya sayang ... acara nya besok sore,tar mama ajak Adi nonton ya" Adi pun mengangguk.
keesokan harinya, seperti biasa jika hari libur sekolah,Irma membantu ibu menjagakan warung, karena ibu belanja ke pasar,dan Adek Irma bantu masak dan bersih - bersih di dapur.Menjelang siang,tampak di lapangan sudah terparkir mobil Inova yang kemaren melintas searah dengan Irma saat jalan-jalan.Lapangan seketika menjadi seperti ruang podium karena berpagar dan tertutup rapat.ini berarti penonton harus beli tiket agar dapat masuk di area pertunjukan.
Warung saat siang ini mendadak ramai pembeli,selain pembeli yang sengaja' datang sambil liat liat ke area pertunjukan dan juga personil pertunjukan tersebut.irma memanggil Adek perempuan bernama iha, "iha.......iha "panggil Irma dengan lantang,"iya kakak"terdengar pula teriakan iha dari rumah,"sini bantu kakak di warung"iya kak jawab iha.
Tak lama kemudian iha sampai di warung dan membantu jaga warung di luar,dan Irma kasir di dalam.setelah suasana menjelang tengah hari, datang seseorang ke warung untuk membeli sebotol air mineral,"dek...dek...iya om jawab Adek,Adek langsung tersenyum dan spontan saling menunjuk,eeeem....iha ya kata sosok pemuda yg menghampiri."Abang...."Iha menyapa.apa kabar...dek...? tanya pemuda itu lagi,"baik bang" pemuda itu berdiri pas depan meja kasir dimana Irma duduk di situ, betapa terkejutnya Irma melihat pemuda itu adalah awan, pemuda yg dulu hadir dalam kehidupan nya.irma dan awan saling pandang namun tak bisa berkata apa-apa.badar Irma mendadak panas dingin dan detak jantung begitu tak beraturan,Irma coba tenangkan hati dengan istighfar sambil menunduk,awan pun mengambil sebotol minuman dingin,Adek Irma mengambil pipet dan memberikan pada awan serta mempersilahkan awan duduk di kursi depan warung."bang...silahkan duduk "iya dek makasih,awan pun duduk dan menenggak air mineral nya, tampak terlihat awan menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum pahit, seperti ada memori yang muncul rasa tak rela semua ini terjadi,iha panggil Irma dari dalam warung,iha langsung menoleh iya kak,Irma mengkode dengan jarinya agar iha buat kan teh hangat buat awan.
Irma tetap pada posisi semula duduk di kursi kasir dan awan di kursi luar,ada niat hati Irma untuk menghampiri awan menanyakan kabar nya sekarang, namun apa daya tubuh ini makin bertambah getar dan bibir pun kelu, keduanya saling diam, sampai akhirnya secangkir teh di suguhkan iha,"silahkan di minum bang" iya makasih,kok repot-repot dek.gak bang cuman air,kata iha menanggapi.sambil menikmati secangkir teh hangat, awan dan iha ngobrol,dan setelah tehnya habis awan kemudian menuju lapangan tempat pertunjukan tersebut, rupanya awan termasuk panitia dan pelaksana di acara itu.
Setelah pukul dua siang, pengunjung sangat ramai antri membeli tiket masuk,Irma pun pamit dari jaga warung untuk mengajak Adi menonton, sesampainya di pintu masuk,Irma di sambut dua orang yang memakai 🤡,badutnya Dora dan but,lucu banget Adi pun suka melihat nya namun agak ketakutan saat badut begitu mendekat menghampiri, terdengar suara yg tak asing ditelinga Irma,"Adek masuk aja, jangan beli tiket" tapi Irma terlanjur dah membelinya.rupanya badut yang bernama Dora itu adalah awan.
__ADS_1
Setelah pengunjung padat di mulai lah acara berawal dari Dora yg menyalami penonton dengar begitu riang gembira, dilanjutkan atraksi topeng monyet yg sangat memikat penonton Sera sulap yg menegangkan namun asyik.semua penonton terhibur.
sore menjelang petang pun tiba, acara selesai dan penonton pun bubar,Irma pulang ke rumah dengan hati senang namun ada seperti perasaan lain di hati Irma, entah apa namanya.sore itu juga panitia merapikan pagar tanda mereka akan pindah ke desa lain untuk melakukan pertunjukan seperti ini lagi, tampak dari kejauhan sosok pemuda yg tadi memakai pakaian Dora,dia lah awan,awan berdiri dan matanya tertuju ke rumah Irma,namun Irma tidak keluar rumah,Irma melihat dari jendela,awan melambaikan tangan saat naik ke mobil Inova dan berlalu dari area pertunjukan yang tadi berlangsung.