Pada Angin Kutitipkan Cinta

Pada Angin Kutitipkan Cinta
Episode 37. hujan di senja hari


__ADS_3

Bunga tak selamanya selalu mekar, angin tak selamanya bertiup kencang, begitu juga dengan badan ku yang tak selalu sehat mesti selalu ku rawat dan jaga.


kini kurasakan badan ku bak melati kuntum yang layu di taman,terkulai lemah tak berdaya.


sore itu aku coba cek dokter yang tak jauh dari rumah ku, setelah di periksa dan aku pun di beri obat.


setelah sampai di rumah tak menunggu lama lagi,


ku ambil segelas air putih untuk meminum obat ku.


obat nya begitu besar besar dan baru kali ini aku akan menelan obat sebesar ini .


ku ambil sebutir yang berwarna kuning terlebih dahulu...


ku coba dengan menengguk ya dengan air putih bersamaan....


ee....rupanya air yang ku minum tertelan namun obat nya loncat keluar...


hah..... gimana ini....aku Ndak bisa menelan nya.


kata ayah ku menggunakan 🍌 pisang..


"Lo....Lo...kenapa"


ko ada obat di bawah....


anu....anu.....ini yah susah sekali minum nya


aku gak bisa nelannya pak...


" he. he,..


cari pisang masak lalu lembut kan ya


obat di masukkan dalam pisang baru di telan


ayo di coba..aku pun mencari pisang masak di dapur.


setelah pisangnya dapat....


ku coba lakukan seperti yang ayah ku ajarkan.


ku ikuti step demi stepnya.


saat ku telan....


apa yang terjadi.......?


hah hasilnya nihil juga nih....


pisang lembut tertelan dan obat keluar lagi.


ku pikir sejenak gimana caranya....


Hem....di giling saja lah biar nyaman.


Hem....


biar saja di bilang orang seperti anak-anak.


ku ambil dua buah sendok dan langsung menggilingnya.


setelah itu di beri air dan di aduk..


tara......


lanjut minum deh...


bismillah.....


emmmmmmm..... pahit.


langsung ku cepat cepat menengguk air putih satu gelas.


satu Minggu berlalu,habis sudah obat yang aku konsumsi namun obat habis tapi tiada reaksi dengan kesehatan ku...


masih pagi buta ponsel ku berbunyi.


tak biasanya sepagi ini sudah ada panggilan masuk.


ku lihat nomor awan yang menelpon ku,ada apa gerangan..


"hallo...."

__ADS_1


"assalamualaikum dek...!"


sudah tiga malam ini Abang tak bisa tidur dek


kepikiran Adek saja,


makan pun tak enak dek,


jujur dek tolong kasih tahu Abang ..


ada apa dengan Adek di sana....?


"aku pun berusaha menjawabnya dengan jujur"


"waalaikum salam"


bang.....


sebenarnya Ade sakit dalam seminggu ini.


sudah berobat sih..


namun belum kunjung sembuh


Abang jangan terlalu hawatir ya ..


Adek gak papa kok.


pembicaraan berlanjut....


"apa Adek bilang....."


"jangan kawatir....."


Hem...


tidak...tidak.. tidak bisa dek, begini lah Abang dek.


ada apa apa Adek disana,Abang terasa dek,terasa.


tolong lah ....lah ya jangan bilang seperti itu


okey.....


Abang akan jemput Adek untuk berobat ya...?


aku berusaha menanggapi Nya.


makasih bang atas perhatiannya...


gak usah lah jemput..


besok Ade bisa kok periksa sendiri ya..


Abang jangan terlalu cemas


Adek ga papa kok


doakan saja Ade baik baik saja ya bang,...


iya dek, jawab awan sambil mengakhiri pembicaraan nya.


dua hari kemudian...


aku sengaja cek ke dokter yang berbeda..


cuaca siang ini terlihat mendung


namun tidak merubah niat ku untuk berobat


aku tak mau penyakit ini menyiksa ku...


sabar memang sabar ku jalani....namun harus tetap juga berusaha....


aku naik mobil dengan saudara ku, kebetulan arah kita sama..


hanya saja tujuan kita yang berbeda....


satu jam kemudian,sampailah aku di tempat dokter yang aku tuju...


"dek...aku berhenti saja di sini ya"


aku langsung cek saja..

__ADS_1


Alhamdulillah lagi tidak begitu banyak yang antri,..


"iya mbk.,.tapi aku lama bak, selesai kan urusanku"


iya gak papa....


mbk tunggu di sini saja ya...


nanti kalo urusanmu selesai kamu jemput mbk lagi,


"oke mbk ku ...."


aku pun turun dari mobil..


dan kami berpisah sementara di sini.


sesampainya nya di depan klinik...


silakan masuk de....


ada yang bisa saya bantu...


ucap petugas klinik tersebut.


iya.


saya mau cek kesehatan sus..


baik, mari mendaftar dulu


setelah aku mendapat dan memperoleh kartu,aku pun di arahkan ke kursi tunggu.


aku duduk di kursi tunggu bersama pasien yang lain, menunggu antrian namanya di panggil.


setelah selesai periksa, konsultasi dan pemberian obat tandanya selesai semua.


sampai ke ruang tunggu lagi ku lihat keluar hujan begitu rintik rintik...


aku bergegas duduk kembali di ruang itu,


lima menit kemudian,ujan mendadak deras.


ku lihat banyak orang yang membelokan motor nya singgah di depan klinik tersebut.


tiba tiba dada ku berdetak kencang,gak tahu apa gerangan....


ku batuk dan keluar dari ruang itu....


aku tak tahu ada siapa saja yang di luar


ada suara datang dari keramaian orang yang sedang berteduh itu....


"dek..,.Irma...."


bak pepatah, pucuk di cinta ulampun tiba...


aku melihat nya,


dia lah awan..... pemuda berjaket hitam dulu.


awan langsung menghampiri ku.


dan masuk ke dalam duduk menemaniku.


awan terus saja tiada bosan melihat wajahku,sesekali dia gelengan kepalanya aku tak tahu maksud nya apa.


setelah ngobrol panjang lebar tentang penyakit ku...waktu pun berlalu cukup lama namun jemput aku belum kunjung tiba.


awan beralih posisi mengajakku duduk di ruang pendaftaran yang kursinya panjang.


kebetulan karena hujan jadi tidak ada pasien yang datang.


tanpa rasa sungkan pada ku..


awan membaringkan tubuhku...diatas kursi panjang itu.


pahanya sebagai bantal tidur kepalaku..


awan mengusap usap kepalaku dengar sesekali tersenyum padaku...


aku pun tak tau lagi apa yang iya lakukan dan katakan saat senja itu...


rupanya aku tertidur di pangkuannya...

__ADS_1


ku terbangun karena terasa ada tetesan air mata di pipiku yang jatuh dari matanya ..


ku lihat awan memang sedang menangis...


__ADS_2