
BAB. IX ACARA PERPISAHAN KELAS
Setelah perpisahan dengan Kak Awan terjadi,kini saatnya perpisahan
dengan teman-teman sekolah pun terjadi. Teman-teman di kelas sepakat mengadakan
perpisahan kelas di tempat teman irma yang tinggalnya di kabupaten tersebut
dalam artian bukan anak kos, Kami mengadakan iuran untuk makan bersama di rumah
teman ini yang bernama eka, tempat nya sebenarnya begitu jauh dari rumah kos
irma namun udin dan ija meminta kalo irma tetap ikut dalam acara tersebut.
Setelah uang terkumpul kami pun sepakat berencana mengadakan acara tersebut setelah pengumuman kelulusan siang
ini tempel di papan pengumuman depan kantor guru.
Rasa deg-degan hati kami semua menunggu detik-detik pengumuman kelulusan
ini, Irma dan teman-teman sudah duduk berkumpul di area depan kantor sambil
sesekali kami berpoto bersama dan membicarakan acara yang akan kami lakukan
nanti malam.
Saatnya pemasangan nama-nama kelulusan dari setiap jurusan di tempel,
kami pun langsung mendekati papan tersebut dan mencari nomor urut kami
masing-masing, ternyata dari kelas kami semuanya lulus.Terdengan suara teriakan
kawan-kawan dari balik papan pengumuman tersebut. Yes....yess... kita lulus.
Irma melihat papan itu kembali serasa tidak percaya bila nama irma
muncul sebagai salah satu siswa yang lulus,karena irma ingat betul dalam
menghadapi ujian kemaren, irma benar-benar kurang konsentrasi.Tapi alhamdulilah
allah selalu membantu hambanya yang membutuhkan.Dan doa irma yang di mohon
setiap waktu untuk lulus sudah terbukti.
Senang benar rasa nya siang itu dengan kelulusan ini,akhirnya irma pun
kembali ke tempat-teman-teman yang sedang duduk berkumpul untuk melanjutan
pembicaraannya dalam acara yang akan di lakukan nanti malam.Ternyata
kesepakatan itu sudah di bentuk kami mulai siang ini sudah harus menuju kerumah
eka untuk membuat maakan yang akan kami konsusmsi pada acara nanti malam.
Ahhirnya irma pun bersama teman-teman menuju kekediaman eka, sesampainya
di rumah eka kami lansung kedapur untuk membantu orang tua eka yang sedang
membersihkan sayuran yang akan di masak sore nanti.
Setelah membantu di dapur, irma bersama teman-teman langsung menuju
ruang depan atau ruang tamu, dimana di ruang ini lah tempat acara nanti malam,
irma bersama beberapa teman sore itu mendekor ruang itu agar tampak lebih indah
dan menarik,kami berbagi tugas ada yang menggunting, menempel dan ada yang
membuat kartu ucapan perpisahan.
Akhirnya sore itu selesai semua baik dekor ruangan maupun menu maskan
untuk nanti malam.Rasnya hari itu begitu melelahkan namun ini merasa senang
dengan kegiatan bersama teman-teman, kami saling tertawa dan saling bercerita
rencna –rencana kami kedepan.
Irma duduk di bawah pohon rindang di depan rumah eka sambil melihat
kejalan, karena memang rumah eka bersebelahan dengan jalan raya, makanya ramai
betul pengendara jalan sore itu.Terdengar eka memanggil irma dari tangga
rumahnya, ma...ma... sinilah sudah sore bergantian untuk mandi , ya jawab irma
karena memang sore itu hampir senja.
Irma pun menuju ruang kamar untuk mengambil pakaian dan handuk, tampak
ija dan udin duduk di ruang tamu sambil melihat televisi, senang rasanya
melihat mereka duduk berdua sambil bercerita dan tampak raut wajah keduanya
begitu gembira,Irma pun turut senang melihatnya bahkan irma pun mendoakan agar
__ADS_1
hubungan mereka tidak seperti yang di alami irma,putus karena sebuah kehendak.
Setelah irma selesai mandi,irma
pun berpamitan untuk ke pasar membeli isi kodak untuk berpoto pada acara nanti
malam, melihat irma sendiri menggunakan motor eka rupanya udin tidak tega dan
memanggil irma,ma ...ma..sama siapa kepasarnya, irma jawab sendiri, gak usah
sendiri biar lah udin antar, ga papa ni tanya irma kembali,ga papa lah irma
kata ijah menjawab. Irma tu teman terbaik kami ujar ija kembali, ya lah irma
memberi kunci kontak kepada udin.
Sesampai nya di depan pasar, irma langsung menuju toko yang menjual isi
pilf tersebut,setelah irma membeli ici kodak tersebut,irma duduk di motor
sambil melamun karena teringat sosok pria yang berjaket hitam yang perhah hadir
di hatinya, kemudian udin bertanya “ada apa irma kok sepertinya kamu melamun
lagi, Iya udin saya teringat kak awan lagi, coba kalau ad dia pasti yang
mengantar irma adalah kak awan dan tidak merepotkan kamu udin, Irma tidak
apa-apa kok saya tidak merasa di repotkan ma, sudah lah mari kita pulang,pasti
teman-teman kita gelisah menunggu kita bila kita kelamaan di sini, baik lah
udin ayo kita pulang.
Saat di perjalanan menuju rumah eka kembali, irma sempatkan melihat
pemandangan ke seberang jalan di mana irma sering duduk berdua di warung mie
kesukaan kami, sebenarnya irma berharap ada melihat sosok kak awan di sana
namun hal itu hanya dalam bayangan saja.
Sesampainya dikediaman rumah eka, hari pun sudah gelap dan ada sebagian
tamu yang sudah datang di ruang tersebut, irma langsung menuju ruang kamar
mandi untuk mengambil air wuduk dan solat magrib, setelah solat magrib irma
bersama teman-teman di kamar mengganti pakayan dan berdandan ria, kami saling
alat kosmetik ini yang berwarna-warni seperti pelangi. Setelah kami berdandan
ria teman-teman begitu cantik dengan polesan warna make up itu ditambah lagi
suasana yang indah di ruang tahu tersebut karena menggunakan lampu yang
berwarna –warni.
Irma malam itu tidak berdandan secantik teman-teaman yang lain,
teman-teman berdandan cantik malam itu mereka semua menyambut tambatan hati
mereka kasing-masing sementara irma tidak ada yang di tunggu malam itu.
Malam pun tiba dan mulai lah tamu undangan datang, tamu maksudnya adalah
pasangan atau pacar dari teman –teman irma malam itu, Tampak teman-teman
menyambut kehadiran pasangan masing-masing, irma seperti tadi sore duduk di
bawah pohon yang rindang dan melihat bintang serta bulan yang mulai
tampak,karena memang malam itu begitu cerah dan sangat bersahabat.
Setelah ruangan itu penuh dan berkumpul semua di ruang tamu, berarti
tanda acara akan di mulai, Udin keluar menghampiri irma yang sedang duduk
sendiri di luar, Udin mengetahui betul gimana perasaan irma malam itu, udin
mengajak irma masuk,”ma ayo lah semua teman kita sudah berkumpul di dalam,Ayo
acara akan di mulai” kemudian irma menggangguk dan beranjak menuju keruang
tersebut, Irma duduk di posisi dekat kamar,karena apabila irma tidak sanggup
ikuti acara perpisahan ini, irma akan masuk kamar.
Tampak teman-teman duduk dengan bersebelah an pasangannya ada juga yang
duduk berkelompok tidak berpasangan,mungkin ini yang memang datang namun belum
punya pasangan, ternyata irma baru tahu kalo acara ini bersamaan dengan ulang
tahun eka,pastas saja banyak wajah asing yang irma tidak kenal,rupanya eka
__ADS_1
mengundang teman-teman di sekitar rumahnya.
Acara di mulai di awali dengan membaca doa yang dipimpin dari keluarga
eka, setelah selesai acara di lanjut dari tuan rumah yaitu eka untuk memberikan
kata sambutan kepada kita yang di undangnya,setelah selesai sambutan
dilanjutkan ke acara berikutnya yaitu acara muda-mudi yang dipimpin olel
seorang Mc yang tidak irma kenal.
Permainan demi permainan berlangsung, waktu pun semakin malam
teman-teman tampak riang dan gembira namun hati irma tetap saja sedih malam
itu,namun malm itu irma berusaha tutupi dengan sesekali irma tersenyum, pada
permainan terakhir irma di kejutkan oleh seseorang pria sebut saja andi
namanya, andi menghampiri irma malam itu, rupanya andi terkena hukuman dalam
permainan tersebut dan isi hukumannya adalah, Andi di minta mencari seorang
cewek dan merayunya agar mau nyanyi dan menari dengannya, Setelah beberapa
menit andi mencari dan melihat-lihat wanita yang begitu ramai malam itu
akhirnya andi mengarah ke posisi dimana irma duduk, Andi menghampiri irma dan
meminta irma berkenalan, setelah itu andi mengajak irma untuk menyanyi dan
menari seperti tuntutan dalam hukumannya
tersebut, tetapi irma menolaknya dan andi pun terus saja meyakinkan kalo irma
pasti mau menemaninya bernyanyi, teman-teman semua menyuruh agar irma mau
bernyanyi akhirnya irma pun di tarik menggunakan selendang yang dari tadi di
pegang oleh andi, Setelah irma berdiri berdua bersama awan di depan teman-teman
irma dan andi di minta bernyanyi dan menari, Irma berkaya pada si Mc, okelah
saya bernyanyi bersama andi tapi saya mau semua teman yang ada disi sebagai
penarinya, rupanya kesepakatan ini di terima oleh Ms dan malam itu benar-benar
ceria melihat teman-teman bergembira bersama-sama.Setelah acara ditutup malam
itu,tuan rumah mempersilahkan makan kepada seluruh tamu undangan yang hadir,
namun malam itu tidak makan dan irma langsung masuk kamar yang di sedikan oleh
eka,entah kenapa irma terbayang kalo teman yang mengajaknya nyanyi tadi adalah
kak awan, tanpa irma sadari sudah menetes air mata di pipi.
Malam begitu larut satu persatu tamu undangan
pamit pulang, irma masih tetap saja melamun di kamar, beberapa teman
menghampiri namun irma tak memperdulikannya, hingga waktu menunjukan pukul dua
belas malam, sesuai kesepakatan mereka pada tengah malam akan saling mencoet
baju sebagai tanda mereka telah lulus.Mereka saling membubuhkan tanda tangan
beserta nama di baju yang sudah disiapkan sebagai kenang-kenangan.
Tepat tengah malam mereka keluar ke halaman rumah Eka,untuk melakukan
aksi coret-coret pakaian.Sengaja mereka melakukannya di acara tersebut,karena
jika melakukannya di lingkungan sekolah tentunya sekolah akan melarangnya dan
memberi sangsi,bahkan jika kami nekat melakukan di sekolah,ijasah kami akan di
tahan.
Irma
mulai mengambil spidol hitam ndan merah,irma menulis nama”Irma forever and
together”di atas tanda tangan irma tersebut dan di lingkari dengan tanda
love.Hanya irma yang tahuapa makna tulisan tersebut.Ya ...tulisan
tersebutsebagai wujud terdalam hatinya untuk terus mencintai dan bersama awan
selamanya.Mesti kenyataan saat ini tidaklah mungkin terwujud.Bahkan kini mereka
telah terpisahkan oleh keberadaan.:i will love you forever bang Awan”ujar irma
pelan,sangat pelan,bahkan tidak ada seorang pun yang mendengarnya.......hanya
__ADS_1
angin yang membawa suara itu pergi jauh.....jauh....jauh sekali.