Pada Angin Kutitipkan Cinta

Pada Angin Kutitipkan Cinta
Episode 45.Sura madu


__ADS_3

Disini di sudut kota ini, letaknya awal masuk wilayah perkotaan,dengan tatanan kota yang begitu rapih dan suasana yang begitu indah,aku pandang tanpa lelah dan bosan...


Sura madu, mengingat kan aku saat melintas di sana,ya disana mesti itu hanya dalam mimpi tidur malam ku.


aku saat ini di sini,ku pandang juga hamparan pasir di tepi pantai yang begitu luas, seperti nya surut makin kuat.


Ku pandang mata nan jauh di sana, terlihat ramai anak main bola.....


ya bola kaki tepi pantai...


aku seneng banget melihat mereka riang gembira bermain bola dan bermain rumah pasir.....


kejadian pemandangan ku ini seperti lima belas tahun yang silam, saat aku dan awan meluangkan waktu untuk berlibur ke tempat itu....


masih segar di ingatan ku kala itu,awan menggendong ku saat bola masuk ke gawang nya dan gol.......


berarti yg kalah menerima hukuman.


selain itu ku ingat betul aku dan awan menulis di atas pasir putih itu dengan isi tulisan nya yaitu."awan dan Irma" love forever.


aku berlarian saat itu juga.... dengan riangnya awan pun segera mengejar ku dengan begitu semangat,aku terus berlari sampai dekat tepi dan ku gapai air bening di pantai itu,awan pun akhirnya dapat mengejar ku dan akhirnya aku dan awan bermain air bersama anak-anak pantai tersebut.


waktu berlalu begitu cepat,namun memori ku tetap aktif,aku tahu benar memang begitu sulit nya untuk melupakan semua yang terjadi,apa lah arti semua itu, semua Tuhan lah yg menentukan nasib Kita.


tanpa ku sadari,air bening mata ku mengalir begitu derasnya, tanpa pelupuk mata ini dapat membendung nya.


ku hapus dengan sehelai tisu dari tas mungil ku.


ternyata makin ku hapus makin terus mengalir tanpa henti.


lebih kurang sepuluh menit aku tersengguk-sengguk menangis di pinggir jembatan ini, terdengar suara awan dari kejauhan memanggil ku....

__ADS_1


Irma............


Irma..........


dengan suara lantang nya memanggil namaku,


seketika aku menoleh ke belakang....


tampak awan mengendarai motor nya menuju tempat ku berdiri.


sit ......


terdengar suara motor awan mendadak di hentikan.


hallo Adek....


sambil awan memarkir kan motor nya.


dek dah lama kah nunggu Abang di sini....?


awan naik di atas motor ku yang terparkir pas di bahu jembatan panjang ini.


awan memulai pembicaraan sambil jarinya menunjuk ke arah anak yang sedang bermain pasir di tepi pantai itu...


dek....dek...


liat itu sayang...


ingat gak .....


dulu kita bermain pasir di sana kan.....

__ADS_1


aku pun menggangguk tanda ingat dengan peristiwa itu...sambil ku lihat raut wajah awan begitu sumringah bahagia.


dagu awan di letakkan di bahu ku bagian belakang sambil tangan kirinya melingkar di pinggangku seolah menjagaku saat di atas kendaraan.....


aku sesekali memandangnya dengan senyum mungil ku,awan pun membalasnya dan sesekali awan mencubit hidung mancung ku....


ih.....


Abang nih...


sakit tahu... sakit.....


coba liat ni pasti hidungku merah....


aku pun tak mau kalah,ku cubit kembali kedua pipinya sampai merah juga....


ku cubit dengan gemesnya...


gemes banget....


ha.......ha.....


awan pun tertawa terbahak-bahak dan aku pun langsung agak menjauh duduk nya di motor tersebut.


we.....


we...


satu sama kan.. ....


iya iya... betul betul...

__ADS_1


awan mengeluarkan permen loli pop kesukaan ku,tapi cuman satu.....


akhirnya aku dan awan menghabiskan permen bersama.


__ADS_2