Pada Angin Kutitipkan Cinta

Pada Angin Kutitipkan Cinta
Episode 39.Kolam gratis


__ADS_3

Walaupun indah dan nyaman dalam pandangan mata,namun hati ini tak senyaman di rumah sendiri.


namanya saja di rumah sakit,ya setidaknya walaupun sehat jadi merasa sakit sakit gimana gitu karena memang yg di lihat orang sakit.


begitu ngantuk nya mata ini tadi malam tapi aku tak bisa tidur pulas, sebentar-sebentar terdengar bunyi gledek roda mengangkat pasien, sebentar lagi terdengar sirine ambulan.ya tuhan sembuh kan lah semuanya yang sedang sakit disini.


sebelum subuh aku keluar ruangan kamar,ku lihat samping tangga adalah ruang pelayanan pasien,jadi kalo ada apa langkah pertama laporan di meja itu.


tampak empat orang perawat putra dan empat yang putri.mereka ada yang asik dengan ngobrol nya dan aja yang asik dengan ponsel nya.


betapa mulianya pekerja sebagai perawat,mereka sanggup tidak tidur malam dan menunggu ponsel berbunyi.


terlihat satpam juga begitu di saat Udara yang begitu sejuk seperti pagi ini, mereka rela di luar jaga demi keselamatan kami semua di sini.


aku pun berbalik arah menuju kamar Ira, terdengar adzan subuh berkumandang.


aku pun segera mandi.


ku lihat Anto Masi tidur di kursi samping tempat tidur sambil memeluk Ari,Dede pun masih nyenyak tidur nya.


saat waktu qomar tiba,aku langsung menuju tempat ibadah yang ada di area rumah sakit, ternyata posisinya hanya terbatas oleh dua kamar dari kamar Ira.


aku pun melanjutkan solat subuh berjamaah.


kembali ku kamar, kawatir dedek bangun.


sesampai nya depan pintu kamar,aku langsung menghampiri Dede,poling ku benar dedek udah bangun tapi Alhamdulillah tidak nangis.


matahari mulai memunculkan sinar khasnya,tampak cahaya masuk dari celah-celah jendela.ku buka jendela dan menyibakkan gorden agar udara segar masuk.


ku ajak dedek untuk mandi,dan ganti pakaian.seperti biasa dedek di rumah sarapan bubur ayam.


aku pun memandikan nya,Anto permisi keluar mencari sarapan buat kami.


depan rumah sakit itu tampak ramai orang berjualan makanan pagi.


sayang.....


ini sarapan nya...


ujar Anto memanggil putranya....


iya ayah jawab Dede dari kamar mandi.


mandi pun selesai.


saat nya pakai baju dan lanjut sarapan.

__ADS_1


sarapan yok.... ajak ku pada Dede


iyok iyok.....


jawab Dede seperti nya dah lapar banget dia.


aku pun sarapan Sambil menyuapinya.


siap makan kami duduk santai sambil menonton tv.


dedek mulai gelisah ingin keluar ruangan..


sementara di sini tidak boleh ribut.


ku ajak sebentar ke luar ruangan


setelah tiga puluh menit bermain. Dede tampak bosan, mulai agak rewel.


saat menuju kamar Ari, ponselku berbunyi tanda panggilan masuk.


ku lihat awan yg menelpon.


"assalamualaikum dek"


waalaikum salam,.bang.


ok kataku.


jujur dek,Ade lagi di sini...


iya bang... Momongkan dedek, ibunya lagi di rawat di sini.


o.,...


dek Abang ke sana ya....


mau jenguk juga.


iya bang.


hati- hati


sepuluh menit kemudian, ponselku berdering kembali.


aku sudah berada di kamar...


namun bukan panggilan masuk melainkan SMS masuk.

__ADS_1


ku buka kotak pesan ku...


dek...kamar nomor berapa....?


aku balas langsung 01 viv.


ok makasih..


lima menit kemudian...


tok...tok...


suara orang mengetuk pintu.


ku buka pintu tersebut dan benar awan yg ada di depan ku.


ku persilahkan awan masuk...


awan duduk dan ngobrol dengan Anto, sedang kan aku sibuk dengan Dede yang mau nya keluar masuk ruangan.


setelah tiga puluh menit kemudian,awan mengajak Dede untuk keluar..


"de....ayo kita main yok,main air...."


bukan main senang dedek langsung minta gendong awan.


awan pun pamit pada Anto dan mengajak aku dan dedek jalan.


awan mengajak ku main ke kota sebrang.


disana tempat nya dingin dan pemandangan nya indah.


sepanjang jalan dedek begitu riang dan memang belum pernah ke sini.


tak lama kemudian, sampai lah kami di kota pinggir tersebut...


wah.......


banjir nih.,,....


tampak jalan tertutup dan terendam banjir.


banyak anak anak bermain air, berenang gratis.


akhirnya kami bertiga ikut turun dan bermain air dengan gembira.


"

__ADS_1


__ADS_2