
XV. PINANGAN
Siang
itu Irma bersama adek dan ibu duduk santai di depan rumah,di mama depan rumah
irma ada tempat duduk yang sengaja du buat dari kayu untuk beristirahat di
sela-sela waktu kosong dan kumpul keluarga.Ibu memulai pembicaraan terlebih
dahulu,irma dan adek sambil asik makan cemilan kesukaan irma yaitu kwaci.”Ma.......Panggil
ibu terlebih dahulu,iya bu.... jawab irma, Ada apa bu. Begini irma besok malam
kita akan kedatangan tamu dari jauh,siapa bu....irma menanggapi,itu keluarga
andi ma....mereka datang akan melamar irma.Datang bergemuruh di hati irma
mendengar ucapan ibu, jantung irma berdegup begitu sangat kencangnya.namun irma
terdiam seribu basa,tanpa irma sadari ada air mata yang menetes di pipi
irma,agar ibu tidak mengetahui,irma pun berlalu dari hadan ibu dan adek.Bu
...irma kekamar dulu bu,irma ngantuk.lalu ibu terlihat mengganggukan kepala
tanda setuju.Irma langsung menuju kamar,irma rebahkan badan irma di atas
pembaringan,seperti biasa irma peluk bantal guling sambil berlinang air
mata,irma nangis tak henti-hentinya sampai sore,adek menghampiri irma ke kamar
karena memang dari masuk tadi irma tidak ada keluar kamar.Kak.....panggil adek
manja,iya..... hapus air mata kakak ya,kakak gak boleh sedih begitu kak,pasti
__ADS_1
kk nanti akan bahagia kak, pilihan orang tua adalah hal yang terbaik kak,apa
lagi jika memang orang tua rido pasti tuhan juga meridoi kak.Irma sambil
mengusap air matanya yang membanjiri pipi mungilnya berkata”iya dek semoga
saja,namun kakak mencintai orang lain dek,bagi kakak Awan lah satu-satunya
harapan hati kakak dek,Namun jalan hidup cinta kakak tak seperti romeo juliet,jika
memang ini adalah takdir kakak tidak bisa berpaling dari kenyataan ini.Kakak
tidak mungkin membuat orang tua terluka dan kecewa dek,Iya kak adek mengerti
perasaan kakak saat ini.Terdengar suara ajan berkumandang tanda masuk waktu
asar,Adek menggandeng kakak untuk mandi “mandi dulu yok, kita mau solat
kak.”iya dek”.irma dan adek bergegas menuju kamar mandi untuk mandi dan
bersama adek tercintanya.”dek...”karena bapak belum pulang,yok kita solat
duluan ,kakak yang jadi imamya,pinta adek,iya sayang....yo kita mulai dengan
niat.setelah solai ,irma lanjut dengan doa.disaat irma berdoa,terdengar suara tangis
terseduu-sedu,rupanya irma teringat perkataan ibunya siang tadi.Setelah selesai
doa adek menyalami irma dan berkata”udah kak....tak ada yang perlu di tangisi
kakak kusayang,irma pu langsung peluk adek kesayangannya ini.ia dek ...jangan
kamu pikirkan kakak ya...?biar lah ini kenyataan hidup yang terjadi dek.Setelah
di rasa aman hati irma ,irma pun melanjutkan pekerjaan selanjutnya irma ajak
__ADS_1
adek untuk membantunya ke dapur,untuk memasak hidanangan makan malam,setelah
siap menyajikan menu untuk makan malam,irma pun mengajak adek bersepeda menuju
ladang,diladang tempat bapak berkebun,begitu susahnya kehidupan seorang petani
dengan keringat yang mengucur di
badan.Irma menghampri bapak yang sedang memetik sayur,ingin sih irma bercerita
tentang hatinya kepada bapak,tapi dengan melihat bapak yang begitu letih,irma
tidak jadi irma urungkan niatnya itu,dalam hati irma terbesit irma tidak mau
menjadikan beban bapak bertambah berat,irma tidak mau mengecewakan orang
tua,pilihan orang tua pastinya yang terbaik bagi mereka.Irma langsung bantu
bapak untuk menyelesaikan pekerjaan memetik sayuran sore itu.Keesokan harinya
ibu mengajak Irma ke pasar untuk berbelanja masakan yang akan di sajikan
menyambut keluarga yang akan meminang
irma.Akhirnya malam pun tiba irma
berdiam diri di kamar,dengan hati yang dag dik duk saat irma di panggil oleh salah satu keluarga,
saat irma berada di hadapan semua yang hadir tiba saatnya,pemuda yang jadi
pilihan orang tua menghampiri irma dengan memakaikan cincin emas di jari manis
irma sebelah kiri,rangkaian acara pertunangan pun selesai malam itu dan
sekalian berembuk menentukan tanggal pernikahan.
__ADS_1