
XVI. JANUR KUNING
Kini tiba saatnya hari bersejarah itu
tiba...rasa bahagia itu datang
menghampiri,setelah ijab kobul selesai ,kini saatnya bersanding di
pelaminan.bak raja dan ratu irma bersanding di kursi mewah,dengan gaun yang
begitu indah.
Dari siang sampai malam
irma rasakan begitu capek.....capek sekali betapa tidak tamu yang datang baik
dari keluar irma,suami dan juga teman serta para undangan.Mereka semua
mengucapkan ucapan selamat menempu hidup baru.Kala itu Irma tidak mau di mata keluarga dan tamu undangan
terlihat sedih,irma siapkan senyum manis di hadapan mereka semua, sesekali irma
menoleh kan pandangn ke arah tamu datang, dalam hati irma terus saja muncul
harapan Awan hadir di hadapan irma,Sampai malam pun tiba yang di harapkan irma
rupanya tak kunjung tiba, Irma bergumam dalam hati tak kan mungkin Awan hadir mengucapkan
selamat menempuh hidup baru,karena hatinya hancur oleh kenyataan yang terjadi,kenyataan
yang tidak pernah dia terima.
Tuhan mengaapa di hari spesial ini masih terlintas
sosok bayang pemuda berjaket yang masih sering muncul di dalam mimpi irma.Irma
membuang jauh-jauh rasa itu...rasa gelisah yang berkecamuk dalam hati yang
tiba-tiba hadir menyeruak di saat irma mengakhiri semua hayal dan harapan cinta
yang tertunda,bagi irma mesti cinta itu ada dalam hati namun tuhan memilihkan
__ADS_1
jodoh yang berbeda,Irma jalani semuanya berkat orang tua.
Disela sela tamu naik
kepelaminan,irma sesekali menunduk dan berpaling arah,untuk menghapus tetesan
air mata yang tanpa irma sadari berlinang menetes di pipi.Irma palingkan agar
tidak ada seorang pun yang tahu termasuk kepada pria yang kini menjadi pendamping
irma.Irma tidak ingin ada kekecewaan di hari indah ini.
Pada tepat pukul sepuluh
malam,saatnya pemotongan kue akan di mulai,perias menghampiri irma karena pipi
irma ada kehitam-hitaman,Dengan menggunakan kapas kosmetik perias tersebut
memperbaiki dandanan yang kurang berkenan,”kenapa begini ndok...?apa tadi kamu
menangis ya.....kok hiasan bulu matanya berubah seperti kamu usap-usap ya.Irma
irma usap pakai tisu,jawab irma
Dan kok dah rapih sekarang,ayo lanjutkan
acara potong kuenya.Potong kue di pandu oleh si MC yang mengisi
hiburan.Pengantin di suruh nyanyi terlebih dahulu,meskipun irma senang dan suka
menyanyi tapi irma menolak.Gimana mungkin irma menyanyi di hadapan tamu
undangan yang hadir,irma kawatir kalo lagu yang irma nyayikan tidak
selesai.
Acara dilanjutkan langsung ke pemotongan kue,canda tawa si MC mirip
dengan kebiasaan Awan memandu acara pada acara pernikahan,Awan suka mengganggu
pengantin saat akan memotong kue dan akan menyuapin mempelai pria kepada
__ADS_1
mempelai wanita.Kini yang irma alami pun begitu saat kami akan memotong kue
dalam hitungan ke tiga si MC mengalihkan
pembicaraan,satu.........dua.......kami sudah bersiap untuk hitungan
selanjutnya pikir kami adalah ti.......ti........ti......tiga itu yang akan di
sebut,tapi rupanya tidak,ti ....yang di sebut adalah...tiuppppppppp dulu
lilinnya.
Memang kami benar-benar di kerjain MC yang begitu kocak.Setelah
pemotongan kue berlanjut kini tiba saatnya irma mengambil sepotong kue yang
berukuran kecil,irma terlebih dahulu menyuap pria yang kini di hadapan irma dia
lah pendamping yang akan mengarungi kehidupan bersama irma,Pada hitungan ketiga
akhirnya irma menyuapi nya,tanpa irma sadari saat irma menyuap kue tart putih coklat
itu terlintas sosok awan yang hadir di hadapan irma seolah awan lah yang sedang
irma suap.Dengan seyum manis irma pun coba hilangkan jauh-jauh bayangan
itu.
Awan kenapa bayang mu hadir terus di hadapan ku,kenapa.......apakah kamu
disana terlalu merindukan ku,Tuhan.....tolong lah irma,jauhkan dari bayangan
yang hadir terus mengganggu.
Dalam hati irma seraya berbicara di hadapan
awan,bang............iklaskan adek ya...?adek sah milik orang bang,tidak ada
kesempatan kita untuk hidup bersama,ini lah takdir tuhan bang.Selesai Acara
pemotongan kue irma pun duduk kembali di pelaminan.
__ADS_1