
XIX. KARIR YANG MENANTI
Seiring perjalanan menimba ilmu di
banhku kuliah,Belum lagi Irma wisuda di universitas ini,irma sudah mendapat
tawaran untuk mengajar di sekolah dasar, Irma sangat senang sekali dan menerima
tawaran tersebut,bagi irma kesempataan yang datang pasti kehendak tuhan.Ini
adalah buah hasil dari doa dan perjuangan yang kita lakukan.Tahun ajaran baru
di mulai,kini irma mengajar di dua tempat yang berbeda dan waktu yang berbeda
pula.Irma sangat menikmati dan bersukur atas anugrah yang tuhan hadiahkan pada
irma,Irma kerjakan tugas mengabdi pada negara ini untuk mencerdaskan anak
bangsa.Kini irma menjadi wanita karir dan impian untuk kuliah serta bekerja
tercapai semua.Dengan rasa yang begitu bahagia,kenyatan perjuangan hidup di
jalani tanpa rasa berat,hal ini tampak kinerja yang irma kerjakan cukup
baik.Bagi irma menjadi seorang wanita yang berkarir sangat lah penting di
samping dapat mengisi waktu luang juga dapat memperoleh penghasilan,bukan hanya
itu kita pun enjoy menikmati pekerjaan yang kita jalani,mungkin sebagian
orang,menjadi wanitakarir apalah enaknya disamping jadi sibuk dan gak banyak
waktu untuk bermainserta penghasilan tidak seberapa,ada lagi sebagian wanita
__ADS_1
mengatakan “ngapain capek-capek kerja toh suami sudah mencukupi semua kebutuhan
kita,enak lah punya banyak waktu kosong jadi lebih banyak istirahat dan bisa
mudah kesana kemari tanpa beban pekerjaan.Semua alasan demi alasan tidak
membuat irma berhenti akada lagi ceribekerja,memang kita adalah seorang istri
pastinya tugas utama memenuhi kebutuhan adalah suami,namun betapa senangnya
jika seorang istri dapat berperan membantu perekonomian keluarga,apalagi
pekerjaan menjadi seorang guru itu sangat lah mulia,kita berpenampilan
menarik,setiap hari berinteraksi dengan murid,suasana hati riang
selalu,memiliki semangat tulus,tidak
pernah merasa jenuh atau bosan dan pastinya keluarga mendukung itu yang paling
sabar dan selalu berdoa serta tetap berusaha Kini tidak ada lagi cerita kuno
jaman dulu yang mengatakan wanita itu mempunyai titel tiga D,dan itu sudah
menjadi kodratnya,wanita itu ya tugasnya tidak lain tu di kasur,di dapur dan di
sumur,sebutan ini di bantah oleh masa kartini dulu,di katakan pada waktu itu
bahwa wanita itu harus berkarir,....ya berkarir....wanita harus punya banyak
ilmu agar pintar tidak tertinggal,harus kreatif atau dapat menghasilkan
sesuatu.jadi intinya wanita juga berperan serta dalam membantu perekonomian
__ADS_1
keluarga....membantu ya hanya membantu.itu juga yang menyebabkan irma kukiah
dan mengajar menjadi suri tauladan bagi ana-anak didiknya.memang sekolah
tinggi-tinggi pun wanita itu tetap ke dapur,ia...benar pepatah itu benar
sekali,karena itu sudah menjadi kodratnya wanita.
Bahkan seorang pejabat tinggi pun yang
sudah ada pegawai yang mengurusi konsumsi,tetap istri ada peran di dalamnya dan
yang pasti ya tetep kedapur juga.Dengan selesainya pekerjaan di rumah alangkah
bainya memang di isi dengan kegiatan bermanfaat,itu lah makanya seseorang yang
menjadi wanita karier berarti wanita yang tangguh,kenapa dikatakan
tangguh,karena urusan tugas rumah beres,keluarga terjaga dan dapat sambil
bekerja,itulah seorang wanita karir,yang tangguh,dua jempol untuk semua wanita
karier,begitu juga irma salah satunya.Oh ya buat ibu irma juga,ibu irma seorang
wanita yang luar biasa hebat,ibu irma dulu seorang pedagang keliling yang
berjualan menggunakan sepeda ontel,bermacam sayur dan buah yang di jual ibu
dengan menggunakan keranjang,ibu lakukan pekerjaan ini dengan tulus dan
iklas,ibu membantu perekonomian keluarga,memang sih,bapak memiliki pekerjaan
bercocok tanam di kebun,tetapi terkadang jika panen tiba harganya turun dan
__ADS_1
terkadang pernah di serang hama,jadi dengan peran ibu sebagai wanita karir
sangat lah di pentingkan.