Pada Angin Kutitipkan Cinta

Pada Angin Kutitipkan Cinta
Episode 8


__ADS_3

BAB.VIII.      PERPISAHAN


AWAN


     Kegitan praktek kerja lapangan merupakan kegitan yang wajib dilakukan


oleh siswa yang sudah hampir menyelesaikan pembelajaran di sekolah dalam


semester dua  menjelang tamat sekolah.


     Biasa di sebut PKL ini merupakan kegiatan dimana siswa seolah-olah


memang langsung bekerja di instansi baik pemerintahan,maupun perusahaan dan


lain-lain.Dalam praktek kerja lapangan seluruh siswa telah di berikan


bermacam-macam ilmu pengetahuan yang mana nantinya akan di terapkan atau di


praktekan di dunia nyata yaitu dunia kerja.


     Penetapan tepat praktek kerja lapangan ini berbeda-beda ada yang di


wilayah pedesaan,perkotaan maupun ada juga hingga wilayah propinsi. Penetapan


ini ada yang dari kebijakan sekolah dan ada juga yang dari permintaan sebagian


siswa,Dalam waktu kurang lebih tiga bulan siswa di lepas dari sekolah untuk melaksanakan


kegiatan dengan baik, kegiatan ini merupakan kegiatan yang mana nilai akhirnya


menentukan siswa tersebut dapat tamat dari sekolah ini.


     Hari itu tepatnya hari sabtu, irma dan teman-teman berbondong-bondong ke


area lapangan yang mana telah di tempel di papan pengumuman bahwa nama-nama


kita sudah di pajang di papan tersebut, irma liat di papan tersebut bahwa nama


nya sudah di temukan dam di tepatkan di area wilayah perkebunan kelapa sawit.


     Terlintas di benak irma karena irma di letakkan di area perkebunan,


sudah pasti tentunya tempatnya sepi ,karena pasti jauh dari pasar maupun dari


desa,Tetapi bukan merupakan halangan bagi irma mesti di tempatkan di area


perkebunan. Yang pasti irma harus menjadi yang terbaik di sana, irma melihat


daptar teman yang bareng satu tempat tujuan adalah dwi dan ari. Rupanya kedu a


teman ini memiliki kediaman tempat tinggal yang tidak jauh dari tempat


tersebut.


     Siang itu juga irma mencari teman yang satu kelompok dengannya, rupanya


teman ini beda jurusan ada yang jurusn pemasaran dan adalagi yang jurusan


koperasi.


     Sebelum irma berangkat ke tempat praktek kerja lapangan, Irma berkunjung


ke rumah Awan sambil menyerahkan tugas PR kepada kak awan yang di berikan guru


di sekolah, PR ini dari semua mata pelajaran yang ada di sekolah tersebut, soal


itu berjumlah lebih kurang seratus soal, Awan merasa resah dengan banyak nya


soal tersebut,karena pasti nantinya irma begitu sulit mengerjakannya karena di


tempat yang baru nanti,irma di tuntut untuk bekerja seperti karyawan,sudah


pasti capek dan waktunya padat, maka dari itu kak awan meminta soal itu agar di


kerjkan oleh awan dan tidak di bawa ke tempat pkl.


     Hari sabtu sore pada minggu berikutnya irma berangkat menuju tempat


lokasi, Kak Awan mengantar irma sampai di alamat tempat tinggal dwi. Di tempat


dwi ini lah irma tinggal, Sesampainya irma dan kak awan tiba di kediaman dwi,


kami pun disambut baik oleh orang tua dwi. Orang tua dwi sangat lah baik


terhadap kami, mereka memiliki usaha membuat mie dan tahu.


     Setelah kak awan membicarakan kepada orang tua dwi bahwasannya kak awan


menitipkan irma di sini agar irma di perhatikan dan di jaga.Karena jauh dari


kak awan yang biasa menjaganya dan jauh juga dari orang tuanya.


     Pesan kak awan kepada Irma Agar


irma menjaga diri baik-baik di kampung orang,Hal ini di sampaikan kepada orang


tua dwi rupanya di respon baik dan mereka bersedia untuk menjaga irma dengan


baik seperti mereka menjaga anak mereka sendiri.Setelah itu kak awan pun


langsung berpamitan pulang, Kak awan merasa sedih untuk berpisah jarak yang


begitu lama dengan irma.Tapi ini harus bisa karena kita memikirkan masa depan


yang harus Irma jalani, Baru kali ini lah Irma dan Awan berpisah,Rasa sedih


yang begitu sangat memang di rasakan keduanya,begitu sulit hal ini terjadi


namun inilah kenyataan yang harus di tempuh.


     Dalam waktu tiga bulan irma menyelesaikan tugas sebagai siswa yang PKL  perusahaan sawit tersebut, irma dan


teman-teman sangat senang bekerja di tempat pkl tersebut, di mana karyawan nya


baik-baik dan kami pun memang di bimbing dari awal hingga akhir dalam


menyelesaikan tugas-tugasnya.Jadi tidak kami temukan kendala yang berarti


selama di sana.


     Setelah selesai semua kami pun mengadakan perpisahan antara pihak


sekolah maupun pihak kantor tersebut, pada malam harinya kami bertiga yang PKL


di kantor tersebut di undang untuk mengikuti acara sukuran kecil-kecilan


sekaligus acara perpisahan kami.


            Perpisahan


merupakan Sesuatu yang terkadang membuat seseorang harus menjalani suatu


kehidupan yang sangat sulit. terkadang bertentangan dengan hati nurani


seseorang,hal ini dirasakan oleh irma saat ini,setelah irma meyelesaikan semua


pendidikan di tempat ini, irma di hadapkan dengan sebuah kehidupan yang membuat


hati irma susah untuk menjalani masa-masa ini yang sangat memilukan.


     Saat ini kenyataan yang tidak di harapkan  terjadi di saat irma mengalami masalah


pribadi,masalah ini yang membuat irma terkadang bingung dengan kehidupan yang


di alami, dalam hubungan cinta yang sudah terjalin lama,bahkan sudah begitu


lama yang di rintis dari awal pertemuan,berteman hingga akhirnya menjadikan


irma dan awan saling mencintai.


     Dalam setiap harinya irma merasakan begitu berartinya Awan dalam


hidupnya,apa bila dalam sehari tidak melihatnya rasa cemas begitu mendera dan


terasa bingung hati irma memikirkan kemana dan di mana keberadaan ka awan.


Rupanya perasaan ini juga di alami oleh awan, awan merasan hal yang sama


seperti yang irma rasakan. Hubungan ini ibarat sebuah piring dan sendok di mana


keduanya saling membutuhkan.


     Begitu lah indahnya cinta yang mereka rasakan dan jaga selama beberapa


tahun ini, saling mengisi hati yang terkadang sepi, membantu yang terkadang ada


saling membutuhkan,saat mengalami kesedihan pastinya saling menghibur dan


sebagainya.


     Di saat-saat yang menyenangkan ini rasanya tidak ingin ada perpisahan


maupun ada masalah apa lagi luka dalam hati kami masing-masing,


   Menjelang tamat sekolah,  Saat


libur Irma pulang kampung, dalam kebahaiannya ini di sampai kan kepada keluarga,


bahwasannya irma memiliki teman yang sangat baik dalam hidupnya,di saat


keluarga menanyakan sejauh mana persahabatan yang sudah irma jalani selama


ini,irma katakan bahwasannyamenganggap irma lebih dari seorang sahabat bisa


dikatan Awan adalah tambatan hati irma yang sangat irma cintai dan hormati.


     Rupanya dari pihak keluarga irma sepertinya kurang berkenandengan


menanggapi hal yang Irma bicarakan tentang status hubungan Irma dengan


Awan,karna terus terang   irma menjalin hubungan ini lebih dari seorang


teman,bisa di katakan pacar lah. Entah kenapa dan apa yang di masalahkan kepad


Irma, bahwa hubungan ini sebenarnya kurang di setujui,bahkan keluarga pernah


mengatakan agar irma mengakhiri semua hubungan ini.Irma begitu bingung dengan


semuanya irma merasa mereka tidak mengetahui bagaimana berartinya Awan bagi


irma, dan seenaknya mereka katakan sudahi  hubungan itu, ada apa sebenarnya Irma tidak


tahu.


            Mulai


hari itu,Irma tampak murung di rumah, walau pun dengan masalah ini Irma tidak


terpengaruh untuk tidak menolong orang tua dirumah,Irma tetap menyelesaikan


tugas-tugas rumah seperti biasa,Mesti terkadang tanpa Irma sadari air mata ini


menetes di pipi tanpa henti.


            Baru


sehari di rumah,Irma rasakan begitu lama nya waktu berlalu, setelah pekerjaan


di rumah selesai, Irma langsung masuk kamar, di kamar ini tak henti-hentinya


Irma menangis memikirkan bagaimana bila Awan tahu bahwa hubungan ini harus di


hentikan,Pasti betapa sakitnya Awan bila semua ini harus terjadi.


     Waktu berjalan dari hari-hari,Setelah Irma kembali lagi ke kos,seperti


biasa Awan kembali menghampiri Irma seperti hari-hari biasa,Awalnya Irma tidak


mau menceritakan masalah yang terjadi di keluarga Irma yang melarang hubungan


ini,tetapi lama-kelamaan Irma tak sanggup menyimpan semuanya. hingga akhirnya


berpengaruh dalam hubungan kami ke berikutnya,Di saat irma sedang bersama awan


terkadang irma sedikit melamun dan memikirkan awan yang sedang ada di samping


nya, irma terkadang tersenyum namun di balik senyum irma sebenarnya tersimpan


kesedihan yang mendalam karena ingat dengan kebersamaannya ini tidak di restui


oleh keluarga,sebenarnya Awan mulai curiga dengan di balik senyum ini, Awan


berkata,” dek kenapa akhir-akhir ini dalam perjumpaan kita sering awan rasakan


irma tidak seperti biasa .ya seperti ada sesuatu yang di sembunyikan dari


kakak’Sontak irma begitu terkejut dengan pertanyaan yang di tanyakan oleh


awan,Jawab dek ada ap tanya awan lagi, Irma menjawab,kak tidak ada yang adek


sembunyikan dari hubungan ini kak, adek biasa saja kok,jawab irma kembali,Bener


dek gak ada, gak kak jawab irma kembali.


     Irma sebenarnya tidak pernah berbohong apalagi dengan sengaja seperti


ini, tetapi kebohongan ini irma lakukan bukan untuk menyakiti tetapi sebaliknya


agar awan tidak merasakan kesedihan seperti yang irma rasakan,tapi sebenarnya


ya apakah perasaan sedih ini selalu irma simpan sendiri sampai kapan ya


allah,sampai kapan semua ini berakhir.


     Beberapa bulan kemudian irma pulang kampung kembali dan bercerita lagi


dengan keluarga tentang hubungan irma lagi kepada keluarga, tetapi kembali irma


jumpai seperti yang kemaren –kemaren juga, irma di katakan agar mengakhiri


hubungannya dengan awan, Saat ini irma memberanikan diri bertanya kepada ibunda


mengapa hubungan Irma dan Awan di larang. Ibunda tidak menjawab pertanyaan yang


Irma katakan,Namun Irma terus saja bertanya mengapa......dan mengapa.....


Keesokan hari nya hal


ini Irma tanyakan kembali karena sebenarnya Irma resah dengan semua ini,sebelum


alasan ini Irma ketahui.Akhirnya Ibunda mengatakan alasannya dengan tidak


menyetujui hubungan Irma dan Awan, ternyata Ibunda sudam memiliki seseorang


yang di kehendaki untuk menjadi calon hidup Irma kelak, Mendengar jawaban


Ibunda barusan,mendadak dada ini terasa sesak dan tanpa disadari air mata ini


berlinang kembali,Mulut ini diam tak bisa berkata apa-apa lagi tuk menanggapi


semua ini. Ibunda menceritakan calon pendamping hidup ku nanti,sebenarnya irma


sudah menganggap pemuda yang di bicarakan ibunya itu sebagai Abang tidak lebih


dari itu.


  Malam itu irma tak bisa tidur dan irma


menangis di kamar seorang diri, Tampak adek datangi irma malam itu, kakak


kenapa malam ini kakak tidak tidur,bahkan kakak menangis dari tadi adek melihat


nya, irma menjawab bahwa pertemanan yang irma jalin dengan kak awan tidak di restui


oleh keluarga,Bahkan ibu sudah ada pilihan lain dek.adek hanya bilang sabar


kak,


     Malam berlalu terus berlalu namun perasaan ini tetap saja mengganggu,  makin lama  makin sedih , sedih lah hati irma menjalani kehidupan ini dengan di


rasakan seorang diri, hingga akhirnya irma tak kuasa dengan semua ini, Suatu


malam irma sengaja meminta agar kak Awan menjemputnya di kos, Setelah malam


tiba Awan membawa irma menuju suatu tempat  yang sering kami jadi kan tempat untuk makan


bersama maupun tempat di mana kami berdua selalu bercerita tentang indahnya


cinta kita.


     Kak awan merasa heran dan tak percaya kalo malam itu memang benar irma


memintanya menjemputnya di kos,karena malam itu bukan lah malam libur sekolah.


Sesampainya di tempat wisata dan kami pun mencari tempat duduk yang kami rasa


aman, setelah beberapa menit kemudian kami saling duduk ,kami berdua saling


terdiam, entah mengapa malam itu terjadi biasanya terkadang kami berebut untuk


ngomong duluan, tapi memang malam itu kami sepertinya bisu, sampai akhirnya


awan berkata” kenapa dek irma meminta kak awan suruh jemput, ada apa dek, apa


adek irma mempunyai masalah atau apa, jangan diam dek,jangan buat kakak bingung


seperti ini, tolong dek, tolong katakan kenapa sayang.... itu lah permulaan perkataan


yang kami mulai dari kak awan terlebih dahulu, setelah awan bertanya itu dari


tadi irma pun belum bisa menjawab pertanyan itu, kemudian irma menggenggam


tangan irma dengan tanpa di sadarinya menetes air mata di pipinya, bertambah


bingunglah awan malam itu dengan perlakuan irma yang tak pernah selama ini di


lakukan dan sambil bersedih pula.


     Dalam kesedihan yang irma alami ini susah sebenarnya untuk di sampaikan


namun tak mungkin semua ini harus di biarkan saja karena semakin lama semakin


sakit rasanya, akhirnya malam iti irma ungkapkan perasaan yang lagi di


alaminya, Kak awan maafin adek irma ya, inilah awal irma memulai


pembicaraannya. Maaf apa nih,kak awan memotong pembicaraan irma,apa dek maaf


apa,apa sayang.......apa yang adek pikirkan coba berterusterang,baik.... begini


kak awan, adek dalam masalah besar berkaitan dengan hubungan kita, kenapa


sayang, tanya awan kembali jujur bang hubungan kita ini tidak di restui oleh


keluarga Irma dan keluarga irma meminta agar hubungan kita ini berakhir kak, Apa.......berakhir....dengan


nada emosi Awan berteriakbegitu, Apa ni dek Yang benar aja sayang,Awan memotong


pembicaraan Irma lagi,Kak..... sebenarnya keluarga irma sudah menghendaki


seseorang yang akan di jadikan teman irma kelak, Sepontan Awan seperti tambah


kesal dan tanpa di sadarinya kak awan menangis dan memeluk erat badan irma dan


di sandarkan nya badan ini di bahunya, dengan genggaman tangan kami yang begitu


erat akhirnya malam itu hingga larut kami masih duduk berdua dan menangis


sampai tak tahu sebegitu banyaknya air mata ini mengalir. Rasanya malam itu


menjadikan kami berdua menjadi malam yang begitu pedih dan saling menyakitkan,Dalam


dekapan Irma katakan Kak Irma tidak mau kalo harus akhiri semua ini kak, Irma


cinta kakak selamanya,Iya dek jawab Awan , kakak pun tak mau jika kita harus


berpisah sayang,rasanya kakak mati saja kalau ini terjadi dek,kakak tak sanggup


.......tak sanggup dek jika kita berpisah.Sudah sayang.... Awan menghapus air


mata Irma dan mengajak Irma untuk pulang, Sayang besok lagi kita pikirkan

__ADS_1


masalah ini, Akhirnya Awan mengantar Irma pulang ke kos.


 Malam  berikutnya


di saat kesedihan ini masing berlangsung Awan menjemput Irma kembali untuk


mengajak Irma makan malam,Dalam kebersamaan malam iniTak banyak yang di katakan


kak awan malam itu hanya sekali terdengar suara istigfar dan berkata ya allah


mengapa ini terjadi, mengapa semua ini harus kami hadapi ya allh , kenapa tak


adil pada kami pada cinta yang telah kami pupuk hingga mekar begini, kami tak


ingin bunga ini layu apalagi mati, ya allah kenapa ini terjadi ya alllah.....apakah


ini yang di katakan takdir.kenapa begitu kejam dan menyakitkan, hari semakin


larut akhirnya kami saling menghapus air mata yang menetes di  pipi kami berdua, dan akhirnya Awan mengajak


pulang irma dengan hati yang sedih dan penuh dengan berbagai pertanyaan


mengapa....mengapa dan mengapa.Sebelum pulang Awan bertanya kepada Irma Dek


tolong jawab jujur sayang,jujur sejujurnya Adek lebih sepertinya memang harus


memilih sayang,karna memang sebenarnya hanya adek yang dapat menyelesaikan


masalah ini, jawab dek adek lebih memilih kakak atau memilih dia, Pertanyan ini


sebenarnya berat untuk Irma jawab namun benar kata Awan memang Irma harus


memilih dalam hal ini mesti sebenarnya pilihan ini sangat menyakitkan.Kak dalam


hubungan kita,Orang tua Irma tidak menghendaki kak bagaimana mesti kita


lanjutkan,dan Irma tak mungkinkan kak tidak menuruti kehendak orang tua,maaf


kak Irma tak kuasa semua ini, Adek kalo seperti itu jawaban adek berarti adek


memutuskan hubungan ini dan memilih dia dari pada kakak, begitu kan


dek.......Berarti hubungan kita berakhir disini dek.Kecewa kakak dengan


keluarga Adek....Mengapa sih dia rebut kebahagiaan kita, Apa kah mereka tidak


ingin membiarkan kita bahagia... Oh tuhan dimana kebijaksanaan mu...........


     Keesokan harinya seperti biasa irma kesekolah, namun dengan perasaan


yang beda dengan hari sebelumnya, irma merasa hal ini menjadikan kehidupannya


hampa dan tak berarti, pagi itu irma biasanya melihat kak awan sudah berada di


pintu gerbang maupun di area toko dengan kesibukannya, tetapi pagi itu tak


tampak sosok pria yang berjaket hitam yang pernah irma temui suatu hari,


bertambah lah kecemasan irma malam itu, pada saat irma istirahat, irma bergegas


menuju toko namun bukan untuk berlelanja melainkan untuk melihat apakah kak


awan sudah datang di toko tersebut. Sesampainya di toko kemudian irma melihat


kak awan sedang melamun di ruang kerjanya dengan memegang pena di jarinya namun


tidak menulis apa-apa, Irma hanya melihatnya dari jauh dan irma tak sanggup


mendekatinya dengan hati yang sedih begini, setelah irma melihatnya kemudian


irma pun kembaki ke kelas, Hari itu irma rasakan makan pun tak enak, semua


kegiatan dilakukan namun tidak ada yang membuat hati ini nyaman dan bahagia.


    Perasaan yang menyika kami ini makin lama makin memiluka hingga akhirnya


kak awan pun tidak lagi menemui irma seperti biasanya, suatu hari irma


mendapatkan sepucuk surat dari kak awan yang biasa dititipkannya kepada adek


kelas irma, dalam surat tersebut Kak awan meminta agar irma tetap melanjutkan


hubungan ini seperti waktu waktu yang lalu dan agar irma menolak kehendak


keluarga, setelah irma selesai membaca surat dari irma kemudian irma pun


menulis surat balasan tersebut, Dengan isi suratnya adalah irma meminta maaf


kepada kak awan atas selama ini yang telah melalui kebersamaan dengannya pasti


nya ada tutur kata maupun kesalahan yang begitu sengaja atau tidak sengaja yang


irma lakukan, setelah isi surat itu irma tulis begitu panjang sampailah pada


paragrap terakhir yang isinya begitu sedih dan menyakitkan kami berdua, dengan


linangan air mata hingga menetes ke bagian kertas surat tersebut,irma


memutuskan agar hubungan ini di akhiri saja, karena irma juga tidak sanggup


apabila harus menolak kehendak keluarga,karena bagaimana pun keluarga adalah


nomor satu dari yang lainnya, mesti ini membuat irma terluka dan menyakitkan


namun harus irma terima dan hadapi tantangan ini, tak mungkin Irma tidak


menuruti kemauan orang tua yang berjasa selama ini,Irma tak ingin orang tua tersakiti,kemudian     Setelah surat ini irma kirim melalui adek


kelas yang bernama sri keesoka  harinya,


rupanya ka kawan tak sanggup membalas  surat berikutnya kembali,akhirnya pada suatu


sore awan lewat depan kos yang dalam beberapa hari ini awan tak pernah tampak


lagi, Irma duduk di bawah pohon belimbing sore itu menggunakan kaos dagadu


kesukaan irma yang berwarna abu-abu dan menggunakan celana hitam, pakaian ini


mengingatkan pada waktu irma dan awan berikrar untuk memulai berpacaran dan


saling saling merindukan bisa juga di sebut jadian lah, awan memberhentikan


motornya dan menghampiri irma dan meminta irma agar naik ke motornya dengan


nada yang agak tinggi, sebenarnya irma tidak mau dengan situasi yang begini kak


awan mengajak paksa irma dan tanpa pamit kepadaa bapak kos, Tapi akhirnya irma


pun menuruti kemauan kak awan yang memintanya untuk ikut naik di motor


tersebut.


     Setelah irma naik ke motor awan, awan pun berlalu dari halamam kos


menuju suatu warung mie di mana kami sering duduk dan makan bersama, namun beda


situasi hati kami seperti biasanya yang kami sering bercanda dan guram kini


hanya banyak diam dan selalu serba salah kami berdua, dan sesekali seperti kami


ini kebingungan sampai-sampai kami titanya petugas warung tersebut yang


menanyakan menu apa yang kami pesan, kami sama-sama terdiam tak menghiraukannya


karena memang kami seperti orang yang stres saat itu seperti tak tau apalagi


yang akan kami lakukan. Setelah petugas menanyakan yang ke dua kalinya barulah


kami memesan menu ke sukaan kami seperti biasa mie ayam spesial dan jus tomat


kesukaan awan dan jus pokat kesukaan irma.


     Setelah pesanan yang kami pesan datang,kemudian irma mengambil sendok


dan meletakkannya di mangkok kak awan serta menaruh kecap dan sedikit sambal


karena memang kak awan tidak suka terlalu pedas, kebiasaan ini selalu irma


lakukan pada saat bersama irma dan mengadukan jus tomat arar tercampur dengan


gulanya tanpa menggunakan tambahan susu.Setelah semuanya selesai irma lakukan


awan tidak juga makan atau meminum jus tersebut,kemudian irma memulai


pembicaraannya terlebih dahulu, “kak makan lah mie nya dulu nanti dingin kurang


enak, kemudian awan menjawab “ dek saat ini semuanya tak ada yang enak yang


awan rasakan dari kejadian kemaren,Sampai awan tak rasakan manisnya gula semua


terasa pahit bagi kakak dek.itu yang kakak rasakan kalo adek mau tau, rasa


lapar pun sudah kakak rasakan kenyang walau pun dalam beberapa hari ini kakak


tak makan, sekarang adek makan lah,itu pinta awan kepada irma, iya kak jawab


irma kemudiaan irma mengambil sendok dan memulai makan mienya serta sesekali


irma meminum jus tersebut mesti mie yang ada di mangkuknya belum habis, irma


lanjutkan pembicaraan sambil mengambil mie yang ada di mangkok awan dan


menyuapkannya, namun awan tetap menolak untuk makan ,tapi irma tetap selalu


membujuknya tanpa lelah dan akhirnya awaan pun makan , irma berkata” kak


sesuatu yang kakak rasakan seperti itu sebenarnya ya adek rasakan hal yang sama


kak,bahkan di malam hari adek pun sering tidak bisa tidur dan sering adek


melamun dengan kejadian yang menimpa kita, mestipun adek tetap melaksanakan


solat malam dan selalu memohon padanya agar kita tetap di berikesehatan dan


dapat menjalaankan semua ini dengan hati yang tenang dan di berikan kesabaran


dalam menjalani kehidupan yang sangat berat yang kita rasakan.


     Akhirnya kami pun berhenti dan tidak melanjutkan makan nya karena memang


di hari yang lalu dan jus ini pun tak sesegar jus yang biasa kami minum.


     Malam itu setelah lama kami duduk di warung mie namun perasaan kami


begitu menyedihkan karena saat kak awan memandang irma malam itu berlinangan


air mata begitu juga yang ima rasakan pipi ini terasa ada air yang mengalir


begitu kencang bertanda kalo kita saling bersedih hati.


     Udara yang membuat malam itu semakin dingin,akhirnya kak awan mengajak


irma untuk pulang, akhirnya irma pun segera menuju motor namun rasa berah hati


untuk pulang ke kos, setelah kak awan menendarai motor yang kami tumpangi jalan


menuju kos namun saat persimpangan kak awan berbelok arah dan membawa irma


ketempat di mana kami dulu berikarar memulai hubungan ini di tempat wisata yang


letaknya tidak jauh dari tempat kos irma, sesampai nya di tempat tersebut awan


mengajak irma untuk duduk di tempat biasa kami duduk, namun malam ini irma


menolak dan irma meminta agar irma di antar ke kos, namun kak awan tak


menyetujui permintaan irma untuk pulang ,kemudian irma berdiri terdiam, tetapi


awan sepertiny begitu sedih namun di baringi rasa emosi dan tidak terima dengan


masalah yang sedang di hadapi, awan menarik paksa kepada irma untuk duduk di


tempat biasa mesti malam ini sudah begitu malam dan tak sewajarnya kita masih


di sini dan suasana tempat wisata itu terlihat sudah sepi tidk seperti malam


biasanya karena memang sudah begitu malam,akhirnya ima pun duduk di di tempat


biasa.


     Kak awan menangis malam itu dan memeluk erat tubuh ini sampai begitu


sakit yang irma rasakan dan irma pun berusaha melepaskan pelukan tersebut namun


tak bisa juga sampai irma mengingatkan agar kakak melepaskan irma malam itu,


ingat kak istigfar sayang jangan kita terlalu larut dalam masalah ini , masalah


yang berat ini, adek sayang,”kakak gak sanggup untuk semua ini, kakak tak bisa


pisah apalagi jauh dari adek,kakak beci mereka yang membuat hubungan kita jadi


seperti ini, hancur-hancur dek hati abang berkeping-keping,kalo begini


kakak  pingin mati saja dek , kakak tak


sanggup hidup begini dek tak sanggup,akhirnya awan melepaskan pelukan itu


perlahan, dan berkata kembali dek gila ...bisa gila kalo abang begini, Lalu


irma menghapus air mata yang masih berlinang di pipi kak awan kemudian irma


tanpa sadar bersandaar di bahu awan dan berkata, “kak adek juga sebenarnya tak


mampu dengan berpisah dari kakak,tapi gimana dengan keputusan yang harus adek


lakukan karena adek harus turuti kehendak keluarga, kakak cinta dalam hati


hanya milik kakak seorang sampaikapun ,rindu ini pun tetap adek simpan untuk


merindukan mu seorang, namamu pun kak tlah terukir di hati ini yang paling


dalam dan tidak seorang pun yang bisa menghapusnya apalagi untuk


menghilangkannya atau melupakannya, maafin adek kak adek tak kuasa atas


kehendak keluarga, kalo kakak mau tau isi hati adek saat ini juga adek merasa


hancur... hancur kak, orang yang adek sayangi,adek rindukan dan adek bayangkan


setiap malam kini harus terpisah dan di pisahkan.Tapi kembali lagi kak adek tak


berdaya dan tak kuasa.Setelah kami menangis bersama dan rasanya air mata ini


pun kering dengan sendirinya, akhirnya kak awan menyetujui perpisahan ini dan


kak awan menyetujui  memutuskan hubungan


ini malam ini juga,adek kan yang dalam surat meminta kita akhiri cinta ini dek,


di sini di tempat ini pertama kita ikrarkan mulai bersama dan malam ini di


saksikan bintang kita akhhiri jalinan cinta ini dek.Perasaan malam itu memang


begitu tambah menyakitkan mestipun  sama-sama kita sepakati tapi sebenarnya dalam hati ini tidak rela semua


ini terjadi.Ahirnya malam itu menjadi malam terakhir dari hubungan irma dan kak


awan, sebelum pulang awan meminta irma memejamkan mata sebentar saja ,di saat


irma memejamkan mata rupanya awan mencium kening irma terakhir kalinya,dalam


ucapan terakhirnya yang buat dada irma begitu sesak malam itu, kak awan bilang”


adik ku sayang mulai malm ini kita berpisah dan anggap saja hubungan kita ini


sebatas adik dan seorang kakak kedepannya,kemudian jaga diri adek baik-baik


turuti semua kehendak keluarga dan jangan pernah pikirkan kakak lagi anggap


saja hubungan kita kemaren tidak ada, sebelum irma menanggapi nya kembali kak


awan langsung berlalu begitu saja tanpa menajak irma seperti biasa,kemudian


irma pun mengikutinya menuju motor,malam ini  tak lagi di gandeng seperti  malam malam yang lalu.dan kemudian kak awan  mengantarkan irma ke tempat kos semula.Irma berkata


sebelum Awan berlalu Kak  walau


bagaimanapun irma tetap sayang dan cinta kakak selamanya, jika suatu waktu


tuhan pertemukan kita kembali,irma masih tetap Irma yang dulu yang selalu


merindukan mu dan tak bisa juga melupakanmu,seandainya tuhan menjadikan jodoh


antara kita kelak irma tunggu masa itu tanpa bosan dengan waktu.


            Pada


malam minggu berikutnya Irma pun pulang kampung kembali,Tanpa memberitahu


kepada Awan seperti biasanya, dan pada malam hari pun tanpa pemberitahuan


sebelumnya Awan rupanya datang ke rumah Irma,namun disayangkan Keluarga Irma


kurang merespon baik niat kak Awan yang tulus,bertambah sedihlah Awan malam


itu.Awan merasa memang tidak bisa melanjutkan hubungan ini karena benar sudah


tahu tentang permasalahanyang sebenarnya.Awan kesal kepada keluarga


 Irma,dan Awan marah sangat kepada pemuda


pilihan orang tua Irma yang sudah jelas Irma ada yang punya namun pemuda itu


melanjutkan hubungannya.Dengan hati yang kecewa dan terluka kak awan pulang


malam itu.


                Malam itu irma tak bisa tidur karena memikirkan hal yang nyata yang baru


terjadi yang dialaminya, sepanjang malam irma menangis, bantal ini basah baik


bagian atas maupun bagian bawah, namun yang begitu menyedihkan lagi bagi irma,


di saat irma meminta maaf atas semua masalah ini kak awan rupanya tidak mau


memaaf kan irma atas kehendaak keluarga, dan awan rupanya menyalahkan irma


karena irma lebih memilih aturan keluarga dan bersedia mengakhiri hubungan ini


, itulah yang membuat irma malam itu tak juga pejam, namun menjelang pagi irma


mengambil kertas dan menulis surat kembali yang isinya hanya meminta maaf


kembali atas semua keputusan yang irma ambil sepihak terhadap kak awan, tapi


surat ini tidak irma titipkan kepada adek kos seperti biasa namun irma


berencana memberikannya sendiri.


     Keesokan harinya irma berangkat sekolah


lebih pagi dan berharap agar berjumpa dengan awan di jalan karena biasanya awan


mengantarkak kakaknya ke kantor,ternyata dugaan itu benar pas di depan pintu


masuk wisata yang dekat rumah kos irma, kak awan pu lewat,tetapi kendaraanya di


sengaja laju padahal biasanya bila jumpa irma di jalan sengaja di lambatkan,


tetapi pagi ini semua dah berbeda, kendaraannya melaju kencang dan irma


berusaha memberhentikan motornya namun kak awan tak peduli lagi padahal surat


yang irma pegang adalah untuk nya dan awan hanya memberi isarat dengan


menggelengkan kepalanya.Rasa hati irma memang mulai pagi itu begitu hancur,hancur


dan sangat hancur,Terlihat kakak yang di boncengnya menoleh kebelakang melihat


irma berdiri dengan melambaikan tangan dan masih menggenggam sepucuk surat di

__ADS_1


tangannya.


     Mulai pagi itu antara Irma dengan kak awan sudah tidak terjalin


silaturahmi lagi,bahkan keduanya tidak lagi pernah bertemu baik di jalan maupun


di sekolah. Irma tidak tahu di mana keberadaan kak awan setelah pertemuan


terakhir itu dijalan.


     Hari-hari berikutnya pun memang tidak ada bertemu kembali, irma berusaha


bertanya kepada teman-teman kak awan, mereka menjawab tidak ada yang tahu


bahkan mereka sebagian berbalik tanya kepada irma bahwa kak awan tidak pernah


ada lagi baik di tempat kegiatan-kegiatan olah raga maupun tempat kursus


komputer maka kemana kak awan tidak kelihatan.


     Sebelum ujian akhir sekolah di mulai, Irma mendatangi seorang guru olah


raga, Guru tersebut merupakan orang yang dianggap sebagai keluarga bagi


keluarga kak awan, “pak ...irma mau tanya ke bapak, begini pak apa bapak tahu


keberadaan kak awan sekarang pak, dia dimana atau kemana pak, Pak Guru tersebut


menjawab” irma....bapak gak tahu keberadaan Awan di mana, walau pun bapak     sudah seperti keluarga namun benar bapak


tidak bohong,tidak tahu sama sekali, ya sudah pak terima kasih. Sepertinya Awan  pergi tan pa memberitahu pada orang lain atau


memang Awan melarang kepada orang terdekatnya agar tidak memberitau kepada irma


kalau sebenarnya di mana keberadaannya. Bahkan irma pernah coba bertanya kepada


adik sepupunya pun jawabanya sama alias nihil.


      Hati Irma sekarang  tidak lagi


merasakan sebahagia saat bersama Kak awan,Kesedihan demi kesedihan selalu irma


rasakan, gimana tidak setiap hari irma berangkat dan pulang sekolah, berjalan


di jalan yang selalu di lewati berdua, dan di seberang jalan terdapat tempat


wisata, yang mana tempat wisata tersebut merupakan tempat dimana irma dan kak


awan selalu menghabiskan waktu luang yang ada setelah melaksanakan aktipitas


rutin masing –masing,Terkadang tanpa irma sadari menetes air mata ini di pipi


setiap harinya,apa lagi bila malam tiba, hati ini begitu sepi dan merasakan


bila dada ini terasa sesak namun tidak tahu obat aba yang dapat


menyembuhkannya, rasa ini sering timbul dan muncul sesukanya.


     Suatu malam irma sudah mempersiapkan Buku-buku pelajaran yang mana


sebentar lagi akan menghadapi ujian akhir yang mana pada ujian ini menentukan


keberhasilan seseorang tamat kah dari sekolah tersebut atau tidak.Malam itu


Irma coba membaca buku yang mana dalam buku tersebut sudah irma buat


tanda-tanda yang penting dengan menggunakan stabilo warna, ini irma lakukan


agar irma lebih mudah menghapal pelajaran yang kira-kira itu keluar pada saat


ujian nanti.


     Dalam beberapa lembar irma membaca buku, irma hentikan sejenak karena


yang ada dalam pikiran irma bukan lagi teringat kepada tulisan-tulisan yang


bertanda stabilo tetapi ingatan tertuju kepada kak awan yang biasanya pada


malam hari lewat depan kos irma.Irma tidak lagi konsentrasi dalam belajar dan


selalu memikirkan tentang kak awan  yang


menghilang tanpa pesan dan kabar berita.


     Irma  mencoba menghilangkan


perasaan yang sedang menghantuinya tersebut,irma paling kan dengan bernyanyi


bersama teman teman di depan kos, rasa terhibur pada saat itu kami tertawa


bersama teman-teman di kos,benar-benar lucu karena kami bernyanyi di iringi


dengan musik menggunakan sendok, piring, ember dan sebagainya. Tetapi setelah


dua lagu dan sekarang adalah lagu yang ketiga yaitu, sebuah lagu yang berjudul


kisah kasih di sekolah, baru dua bait lagu tersebut di nyanyikan, irma


meninggalkan teman-teman dan langsung masuk kamar,Irma tidak sanggup meneruskan


lagu itu,karena memang keseharian irma sebelumnya di sekolah,sering menyanyikan


lagu tersebut di sore hari bersama kak awan.


     Sesampainya irma di kamar,irma tak kuasa meneteskan air mata lagi,


“dalam hati irma bertanya kak....dimana kah kamu berada ...?kenapa kakak pergi


tanpa memberi tahu pesan atau kabar...Irma tahu kak Irma yang salah dalam


hubungan cinta kita, tapi Irma mohon , mengertilah kakak dengan posisi irma


saat ini,Irma akan menghadapi ujian namun kakak tak sedikit pun bserikan


perhatian maupun semangat untuk irma hadapi,kemudian irma dalam masalah sebesar


ini dalam hubungan cinta kita, tetapi kakak tak hiraukan irma lagi, dan dengan


sengaja kakak biarkan irma menghadapi masalah ini dengan sendiri tanpa seperti


biasa apapun masalah irma selalu kakak bantu hadapi, kakak ini kah caramu


membuat hati ini bertambah hancur hingga berkeping-keping.


     Pertanyaan demi-pertanyaan selalu muncul dalam hati ini namun tidak ada


seorang pun yang menjawab pertanyaan dalam hati ini, hingga tidak tahu lagi


irma harus bertanya apa lagi, kesedihan ini berlanjut sampai akhirnya irma


menghadapi ujian.


    Pada saat ujian pertama berlangsung Irma datang lebih awal dari


teman-teman di kos, dan pada pagi itu irma berangkat sekolah pun sendiri tidak


seperti biasnya menghampiri teman maupun adek kosnya.Irma berjalan kesekolah


dengan penuh semangat pagi itu,dalam hati berharap bahwa awan akan menunggunya


di pintu pagar depan sekolah dengan senyum dan ucapan selamat mengikuti ujian,


dengan bergegas irma melangkahkan kaki langkah demi langkah.Setibannya irma di depan


pintu pagar ternyata tidak ada awan di sana, di pintu padar hanya terlihat pak


satpam yang baru duduk diruangannya sambil di temani secangkir kopi


hangat.Assalamualaikum ...Irma memulai salam kepada pak satpam, ya jawab satpam


waalaikum salam irma, tumben kamu datang pertama pagi ini dan belum ada teman


lai yang datang, ada apa irma, Irma menjawab dengan menutupi rasa yang ada di


hatinya, ya kan semangat pak mau ujian takut terlambat aja, ooo baguslah siswa


teladan kata satpam tersebut, ya makasih jawab irma sambil berlalu dari pos


satpam itu, dengan hati yang pilu di pagi itu irma menuju ruang kelas dan masih


berharap kalo kak Awan ada ernyata dengan hati yang hampa irma rasakan kembali


karena di sana tidak ada siapa-siapa.


     Setelah sampai di kelas irma meletakan tas dan papan ujian di kelas,


kemudian irma menuju kantin yang ada dekat ruang kelas tersebut, setelah sampai


di kantin irma memesan makanan berupa lontong dan kue pastel yang biasa irma


campur dalam mangkok tersebutetelah makanan itu di hidangkan,irma tidak jadi


memakannya, entah kenapa rasa yang lapar pada awalnya terasa kini hilang dan


sedikitpun tidak berkeinginan memakan makanan pesanan tersebut.Irma kembali


melamun teringat sosok pria berjaket hitam yang pernah ia temui tempo hari.Irma


menghampiri teman teman di kelas yang baru datang dia adalah udin, seorang


teman yang begitu baik dan peduli dengan irma, irma duduk di samping udin dan


bertanya, din kenapa hati saya sesakit ini dalam menghadapi cobaan ini, di satu


sisi irma harus memilih dan din sisi lain karna masalah ini orang yang tetap


saya sayang kini tak lagi sedikit pun peduli bahkan sampai hari ini irma gak


tahu di mana,udin kenapa ya irma tidak bisa melupakannya bahkan semakin lama


perasaan ini semakin menyiksa dan berharap dia kembali disini seperti


biasa.Kemudian udin menanggapi dengan menjawab  dengan nada seperti nya udin juga ikut merasakan kesedihan temannya ini,


“irma untuk sementara ini coba irma hilangkan rasa sedih itu dulu ya, inggat


irma kita sedang menghadapi ujian akhir,di mana ini penentuan kita kedepan


irma, jadi tolong semangat belajar tetap ada ya,Belum selesai udin menanggapi,


irma berkata “din sepertinya irma menerima saja dengan semua yang akan terjadi


kedepan,yang jelas saat ini irma memang tidak bisa konsentrasi bahkan hati ini


pun tidak lagi bisa tenang seperti dulu,Udin kenapa kak awan jahat ya


tinggalkan irma dalam keterpurukan ini.Apa kah sedikitpun dia tidak ingat


betapa irma membutuhkan kehadirannya.Kemudian udin melanjutkan pembicaraannya


saat irma terdiam sejenak,”irma coba berpikir dewasa jangan terlalu larut dalam


kesedihan, bagaimanapun ujian ini penting dari segalanya, irma harus ngerti itu,


iya ja, terus terang tadi malam saja irma tidak bisa belajar dengan serius


hanya sekilas-kilas bacanya tapi mudah-mudahan kita terhindar dari kesulitan,


aamin jawab udin, nanti irma kalo ada soal yang sulit dan irma tidak bisa jawab


kasih kode saja ya nanti udin bantu kalo bisa, ya makasih udin atas


perhatiannya, setelah itu terdengar sirene tanda masuk sekolah, kemudian


anak-anak bergegas keluar kelas untuk berbaris di depan kelas masing-masing


terlebih dahulu.


     Setelah hari itu selasai ujian disekolah, Anak-anak pulang lebih awal


dan irma pun begitu, siang itu irma di ajak belajar bersama di kos udin. Dengan


di temani dua orang teman yang baik hati, sesampainya di kos udin irma langsung


membantu pekerjaan rumah seperti menyapu dan mencuci piring, udin melarang irma


melakukan semua ini namun irma tidak menghiraukannya,karena sebenarnya


kebiasaan ini irma lakukan di mana saja apa bila irma berkunjung di tempat


teman maupun keluarga.


     Setelah selesai irma mengerjakan pekerjaan itu, Udin menyuguhkan air


minum teh hangat dan sepiring roti untuk kami nikmati bersama-sama. Pada saat


kami menikmati roti tersebut kemudian teman yang satu lagi tanpa ia sadari


peraqsaan ini yang lagi sedih, rupanya ia bercerita kepada irma tentang malam


terakhir irma bersama kak awan malam itu, teman udin bilang kalo malam itu kak


awan tinggal di kost udin dan sampai keesokan harinya pun tidak pulang ke rumah


nya, dengan hati penasaran kemudian irma juga merasa tidak percaya dengan yang


dikatakan temannya udin,lalu irma bertanya pada udin ,din benarkah semua ini


ceritanya, benar mah..kenapa kamu tidak cerita din... tanya irma kembali, saya


sebenarnya gak mau menambag kesedihan irma ma,maka dari itu saya tidak cerita,


tapi karna siang ini irma sudah tahu ya saya ceritakan kembali.


     Udin memulai cerita siang itu, begini irma,malam itu menjelang tengah


malam, kak awan datang dan mengetuk pintu kos ini, setelah udin buka pintu


begitu terkejut karna melihat kak awan sedang menangis dan bersandar di pintu, akhirnya


udin mempersilahkan kak awan untuk masuk kosnya, malam itu ma, kak awan cerita


semua kejadiaan yang di alami kalian berdua, sebenarnya kak awan tidak rela


berpisah dengan irma,namun irma tetap memilih untuk berpisah dengan awan


rupanya, malam itu tiada hentinya kak awan merokok ma, sampai –sampai melihat


kondisi kak awan seperti orang yang lagi begitu kesakitan, sepertinya benar-benar


hancur dan seperti orang yang hampir berputus asa,Udin buatin teh malam itu


tetapi tidak di minum dan udin tawarin makan juga kak awan tidak mau,kemudian


setelah larut malam udin juga memberinya bantal untuk mempersilahkan awan tidur


,tapi semua kak awan tolak malam itu, kak awan sampai pagi tidak tidur dan


tetap menangis sambil merokok ma.Udin pun malam itu tidak bisa tidur juga


karena melihat kakawan tidak bisa diam dalam tangisnya, Tidak sedikit malam itu


udin memberikan perhatian kepada kak awan dengan menasehati nya dari malam


hingga menjelang pagi, namun kak awan hanya sesekali menggelengkan


kepalanya.seperti tidak menanggapi apa yang udin sampaikan.


     Keesokan harinya Udin berangkat sekolah tetapi awan masih di kosnya, dan


Awan berkata udin berangkat saja sekolah ya, nanti kak awan pulang sendiri ya.


Baik kak awan pagi itu udin pun membuatkan teh untuk kak awan tapi ternyata


tidak di minumnya juga, dari pagi itu ma sampai hari ini udin pun tidak tahu di


mana keberadaan kak awan.


                                                            PERPISAHAN


Dua tahun kita bersama


Rasa itu bagai satu bulan saja


Ya sepertinya baru kemaren lusa


Kita rasakan indahnya waktu bersama


            Pagi-pagi


sekali kita sudah berangkat


Supaya kita sama-sama


tidak terlambat


Di pintu gerbang sekolah


kita saling menunggu


            Menunggu


untuk saling bertemu/


            Kita


saling menyapa


            Dengan


senyum yang buat hati ini bahagia


Ah .....tetapi kini


Semua itu kan jadi mimpi


Semuanya kan menjadi kenangan


Yang membuat hati ini menjadi sedih


Kala semuanya terlintas dalam ingatan


            Sayang....


adalah hukum alam


            Ada


perjumpan pasti ada perpisahan


            Sebenarnya


hati ini tak rela...


mengapa perpisahan ini


begitu cepatnya.


Aku tak berdaya


Aku pasrah


Kita harus bisa


menerima kenyataan


Yakinlah diri


sayang....


Setelah perpisahan ini


pasti ada pertemuan kembali


Sayang........


Dihari yang sedih ini


Aku ingin ucapkan


Selamat berpisah

__ADS_1


Semoga kita masih di


beri kesempatan bersua dan berjumpa lagi.


__ADS_2