Pada Angin Kutitipkan Cinta

Pada Angin Kutitipkan Cinta
Episode. 22.Sirkus


__ADS_3

Sebuah pepatah mengatan ada pertemuan pasti ada perpisaha.benar adanya pepatah ini,hal ini di alami oleh Irma.


Minggu yang cerah secerah hati ku hari ini entah gerangan apa yang akan terjadi pada ku hari ini,tiada yang tahu.aku bersama buah hati ku berencana akan berlibur ke kota,sambi belanja keperluan dapur maupun keperluan harian lainnya.


pagi itu Irma pamit pada suami,dan mengijinkan untuk kami belanja namun dia tidak bisa mengantar karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan,kami pun berangkat di antar sopir.


penampilan ku waktu itu sangat lah simple dengan mengenakan baju batik dan celana panjang berwarna hitam,dan di mecingkan dengan kostum putra ku.sengaja Irma tak memakai baju gamis syar'i seperti biasa karena takut ribed membawa tentengan belanjaan dan dengan pula menggendong si ganteng.


sesampainya di kota yang kami tuju,Irma beristirahat dulu sejenak di area terminal.seseorang datang menghampiri sambil membawa penapan,dan sambil tergesa-gesa,namun sempat memandang ku dan bertanya,e...Irma ya,aku langsung spontan jawab,iya.....kamu epi ya.iya ma...kamu ngapain di sini tanyaku pada teman baik ku saat sekolah di kota ini,epi adalah teman yang baik hati dan pendiam,suka menolong teman dan kesehariannya begitu sederhana namun tetap terlihat modis."epi menjawab ....aku...aku kerja disini ma,di pasar ini, jualan makanan pagi,kopi teh dan sebagainya" Irma langsung menanggapi epi" dengan acungan dua jempol." bagus tu Pi..... hebat kamu ya punya usaha sendiri dan di kelola sendiri pula,itu namanya bigboos.mantap....


mantap anak keuangan gitu Lo, sambil keduanya tersenyum.


obrolannya sedikit berlanjut,


Ma ...ini anak Lo ...?


iya ...Pi.


Lo enak ya ma dah jadi orang sukses ...kamu kerja juga ....?


iya Pi,di sukuri aja pi.aku kerja jadi kuli pena Pi......."apaan tu ma...?"e..... guru Pi,tapi ya guru honorer gitu.


ya baguslah ma,dulu Lo di ajar sekarang jadi pengajar ,ya kerenlah..


aamiin.....


mbk.....mbk...

__ADS_1


terdengar suara pembeli memanggil epi.


Irma aku pamit dulu ya ada yang minta pesenantu....


ya Pi silahkan,semoga makin sukses ya Pi.


aamiin.....Ir,kamu juga.


setelah ngobrol lumayan melepaskan rindu kawan lama,kini saatnya Irma belanja keperluan rumah tangga.dengan di temani supir pribadi, Irma yang menggendong putra ganteng ini langsung menuju plaja untuk membeli pakaian anak dan juga keperluan ku setelah selesai baru lanjut ke pasar rakyat untuk membeli kebutuhan dapur.


hari mulai siang,di rasa Irma begitu capek dan penat sekali, beristirahat sebentar sambil memesan jus jeruk,kemudian melanjutkan ke sebuah toko emas.irma berencana menukar cincin nya dengan model yang berbeda, sebelum masuk ke toko tersebut,Irma berjumpa dengan nur,hai Irma apa kabar.....?Irma langsung memeluk nur, baik... baik nur,gmn dengan mu,"nur menjawab Alhamdulillah baik juga "


aku kangen kamu nur....lama ya kita gak jumpa,"ia Ir"


ini siapa Ir.....?nur memegang pipi putraku...


Ir mampir lah ke rumah,aku masih tinggal tempat etek ko.... insyaallah lain kali ya nur,kalo hari ini seperti nya gak bisa'


,Oya gpp ir.ya udah nur mau lanjut ke pasar ya ma,ya silahkan nur..... hati hati ya nur,ok Irma jawab nur sambil berlalu.


Irma pun lanjut masuk ke toko.setelah selesai Irma mengajak supir untuk pulang.Setelah yang di harapkan dapat semuanya.saat di perjalanan menuju pulang, si ganteng bobo,kasian dia ikut capek berbelanja Nemani bundanya.


Irma menoleh ke arah kursi belakang, sambil cek kebutuhan apa yang belum terbeli,sih.....


buahnya ibu lupa di.....apa Bu ...? tanya supir . ini Lo ibu lupa buah nya belum terbeli,ooooo supir menanggapi.


"tar aja Bu mampir di pasar rakyat ya Bu..ok deh.

__ADS_1


tak lama kemudian, sampai lah di depan pasar rakyat.


Bu..... panggil supir, Udah sampai Bu,ibu jadi mau beli buahnya Bu....?


"iya jadi"


tapi gimana di dedek masih bobok,kamu bisa'kan belikan,"bisa Bu"


Irma mengeluarkan catatan kecil dan dua lembar uang merah.


ini buah yang harus kamu beli,usahakan yg masih segar ya di.."iya Bu"Andi berlalu menuju tempat pasar menjuah juah.


Irma rebahkan badan sejenak melepas letih gendong Dede tidur dari kota tadi, saat memposisikan badan Irma seperti semula,Irma begitu kaget di samping kaca jendela ada yang mengetuk pintu pelan pelan,Irma langsung spontan memandang sosok pria yang tak asing bagi Irma, dia lah awan....ya awan. jantung Irma berdetak kencang tak menentu,mata Irma mendadak berkaca kaca.seperti air matanya akan tumpah.


dek......dek buka pintu nya dek.....Irma hanya terdiam Kelu tak menghiraukan apa yang di ucapkan awan,Irma hanya berpikir,mengapa pertemuan ini hadir kembali,ya Tuhan kau lah segalanya yang berkehendak.dek gimana kabar Adek sekarang.....?


dek Abang di sini kerja sayang.....


dek Abang mandu atraksi gajah dek,coba liat tu...awan menunjukan jarinya ke arah mobil tronton yang berisi 🐘 gajah..,Irma pun memandang ke arah yang di tunjuk awan.besok siang Abang ada pertunjukan di desa sbb dek,kalo Adek mau lihat datang aja ya....,awan berkata penuh harap.


Ir....Irma tolong buka pintu nya, Abang mau pegang Dede sebentar saja.....sebentar,siapa namanya....?Irma pun tak juga menjawab dan tak juga membukakan kaca jendelanya, saat itu supir pun datang membawa buah yang di pesan.ayo lanjut kita pulang di.....tapi Bu..Andi menunjuk ke arah awan.ga papa di lanjut aja lanjut.ia Bu.....Irma menoleh ke arah awan tanpa di sadari kedua nya saling berlinang air mata,tak terbendung lagi oleh Irma dan awan.akhirnya Irma pun berlalu dan tampak dari kaca spion,awan melambaikan tangan.....dalam hati Irma bergumam bang bukan Adek tak mau bukakan jendela tapi Adek gak sanggup kalo Abang melihat air mata Adek menetes bang,Tuhan maafkan aku bukannya aku sombong tuhan, maaf kan aku.


keesokan harinya Irma sebenarnya ingin mengajak anak-anak tuk melihat atraksi gajah,di desa sebelah,namun Irma urungkan niat itu.


beberapa bulan kemudian Irma berkunjung ke rumah teman yang dulu menjadi tempat atraksi gajah berlangsung,Irma datang untuk memenuhi undangan acara pernikahan adeknya,sore itu Irma bersama ibu menghadiri acara pernikahan itu.saat Irma makan hidangan yang di sediakan,si Ar menceritakan pertemuannya dengan awan saat itu,rupanya awan numpang istirahat kebetulan di rumah si ar.awan menceritakan saat awan jumpa di pasar rakyat tempo dulu,awan berkata,Ar...... Abang gak nyangka jumpa dengan Irma dia buat Abang menangis,di buatnya Abang seperti seorang pengemis..... mending pengemis meminta belas kasih orang masih di hargai,tapi Abang di cuekin begitu saja,awan menceritakan kejadian itu sambil menangis ma,kamu ko Setega itu si ma.....


Ar....kamu tidak tahu alasan apa saya buat begitu Ar, hanya Tuhan lah yang tahu Ar....tak Setega itu saya Ar....,.tapi ini demi kebaikan Ar.....

__ADS_1


__ADS_2