Pada Angin Kutitipkan Cinta

Pada Angin Kutitipkan Cinta
Episode 44.Menjenguk


__ADS_3

Siapa sih yang tega jika seseorang yang di cintai nya sakit namun di biarkan begitu saja.


tak mungkin itu terjadi walaupun bagaimana pasti lah berusaha untuk di jenguk.


lamanya waktu berlalu membuat kekhawatiran hati ini makin tak menentu,apa yang harus aku lakukan pun aku jadi bingung, bingung bagaimana untuk membantu menyembuhkan nya.


jika sakit atau lukanya di luar,mungkin masih bisa aku tolong perban atau ku beri obat merah.


penyakit yang di deritanya adalah berkaitan dengan medis,maka harus dokter yang dapat membantu nya.


setelah cek di rumah sakit besar yang ada di kota ini,ku dengar dari saudara nya bahwa hasil labnya sangat lah berbahaya dan kata dokter untung cepat tertolong katanya,karena ini bukan main main.


hasil dari lab bahwasanya yang di rasa sakit oleh awan itu adalah karena ada sebagian tulang rusuk yang bengkok itu patah dan dalam menyelinap ke dalam,maka jika terbawa gerakan gerakan baik kanan mau pun ke kiri akan mengalami rasa yang begitu sakit.


dalam beberapa hari belakangan ini jarang awan menelpon ku,dan aku pun tak mau mengganggu nya dalam masa perawatan.


namun yang bikin aku tak percaya,kenapa awan tidak memberi tahukan hasil labnya.


mengapa ya....?


apa awan tak ingin membuat ku terlalu memikirkannya atau membuat ku terlalu cemas.


hari berganti hari kian berlalu....


aku sengaja menelpon awan untuk mengetahui kelanjutan cek kesehatan nya,karena setahu ku dari keluarga nya dalam waktu kurang lebih tiga bulan ini harus istirahat total untuk pemulihan sendi yang patah...

__ADS_1


aku coba telpon untuk mengetahui juga gimana kabar nya,apakah lebih sehat atau gimana.


selang waktu pagi menjelang siang,aku coba menelpon nya kembali....


Alhamdulillah saat ini dia angkat panggilan masuk ku.


ku dengar suara nya beda dengan waktu Waktu yang lalu, suara sedikit parau dan putus putus.


aku tak banyak yang di tanyakan padanya,aku tahu pasti begitu menderita nya akan sakit yang sedang di deranya.


awan menceritakan tentang masa pemulihannya ini, aku tak tega mendengar nya,dia pun menangis,dan tanpa ku sadari bulir bulir bening air mata ku yang jatuh menetes tanpa henti nya.


suara Isak tangis awan mulai tak terdengar lagi ,hanya Senduk senduk sesekali yang terdengar di telinga ku,aku pun tak banyak berkata apa-apa.


tangan ku mendadak lemas terkulai meletakan ponselku di meja sudut kamar ku.


sambil aku tersengguk- sengguk ku rebahkan badan ku di pembaringan.dengan mata yang sembab dan pipi yang belum kering oleh lintasan air mata.


malam ini mataku sulit terpejam,dalam benak ku aku harus menjenguk nya.


keesokan harinya aku pun sengaja pergi ke kota untuk menjenguk awan.


sebelum berangkat aku memberitahu terlebih dahulu agar awan tidak kaget dengan kedatangan ku.awan sempat melarang ku untuk mengurungkan niatku menjenguk nya,namun aku tetap berkeras pergi.


aku tidak membuat kan masakan apa apa hanya saja sebagai buah tangan ku membeli buah di supermarket.

__ADS_1


ku beli,apel,buah pir dan jeruk.


sesampainya di kediaman awan,


betapa aku terkejutnya,dia sudah menunggu ku di pintu dengan badan yang begitu kurus seperti tak terurus.


lalu aku di persilahkan masuk ke rumah saudara nya itu,


awan melihat kan kepada ku hasil lab yang ia periksa,dengan mata berbinar dan air mata ku tak terbendung lagi menetes di atas kertas hasil ronsen tersebut.


aku membuka kan buah apel dan menyuapinya sedikit demi sedikit,ku lihat awan pun meneteskan air matanya sambil berkata, terimakasih dek dah jauh jauh datang menjenguk Abang,aku pun hanya bisa menunduk,meng iyakannya.


jarum jam menunjukan pukul setengah dua belas saatnya awan akan memakan obat,ku tanya sudah makan siang belum dan awan pun menggelengkan kepalanya.


saat ku lihat tudung saji di atas meja,ada lauk sih tapi ayam,sudah pasti awan tidak mau mengkonsumsinya.


aku langsung membeli makan siang dan aku menyuapinya sampai habis.


menjelang sore aku pun pamit,awan mengantar kanji sampai di pintu, memeluk ku sambil menangis,aku hanya ucapan,"


sabar ya sayang"


lekas sembuh ya.


awan nanya mengangguk,dan melambaikan tangan saat aku berlalu.

__ADS_1


__ADS_2