
kini diruangan sebuah perusahaan terlihat Jackson yang sedang duduk dimeja kebesaran miliknya dan menatap laptop yang menampilkan gerak gerik anna,karena kini Jackson telah memasang beberapa cctv dikawasan Anna, sehingga memudahkan nya untuk melihat setiap aktivitas yang dilakukan oleh Anna.
"Hem,adela?apa yang sebenarnya ia inginkan?mengapa ia bisa kenal Anna?"ketika Jackson masih merasa kebingungan, terdengarlah suara ketukan dari pintu.
tok tok tok
"masuk"jhon kemudian masuk sambil membawa sebuah flash Drive.
"maaf tuan menggangu waktunya,saya membawakan sebuah rekaman cctv yang menunjukkan awal kali nona Anna dan adela bertemu".jhon memberikan flash Drive kepada Jackson,kemudian memasukkan nya kedalam laptop miliknya,untuk ia lihat.
dan rekaman didalamnya memperlihatkan kejadian 2hari yang lalu,dimana ketika adela hendak diculik oleh para pekerja club,namun munculah Anna sambil berteriak meminta tolong,sehingga para warga datang dan mengejar para penculik yang hendak Mambawa adela.
'anna ternyata gadis yang baik,aku semakin merasa bersalah karena telah merenggut sesuatu yang berharga darinya'Jackson terus menyesali dirinya,dan ingin cepat mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Anna.
namun melihat adela yang ada disisi anna,Jackson memutuskan untuk menunda pertemuannya dengan Anna,dan menunggu waktu yang pas.
karena jujur saja Jackson takut bila adela memiliki niat dibalik ini,sehingga Jackson masih tidak tahu apakah adela sebenarnya gadis baik atau sebaliknya?.
kini diperlihatkan kembali anna dan adela yang telah masuk kedalam rumah dan segera menguncinya.
"hadeuh dasar Ema Ema rempong"adela terus mengecoh terhadap sikap daryati.sedangkan Anna yang melihat tingkah laku adela hanya bisa tersenyum.
"haha adela,udah yah,biarin ajalah"anna kemudian duduk sambil mengusap perutnya.
"hih Anna,kamu emang ngga risih apa sama Ema Ema tadi?udahmah cerewet kepoan lagi"anna kemudian hanya tersenyum,karena dalam hatinya memang ia merasa sedikit risih,namun karena daryati merupakan seorang ibu,jadi ia hanya dapat memendam unek unek yang ada dihatinya,dan hanya dapat menghormatinya.
"udah ah,sini duduk,"adela kemudian duduk di samping Anna,dengan wajah yang cemberut.
"tadi kata pa darja didekat sini ada cafe,gimana kalo kita coba melamar kerja disana?"adela kemudian sedikit berpikir dan mengiyakan.
__ADS_1
"tapi kan kamu lagi hamil,emangnya gak bakal kecapean?"anna kemudian sedikit berpikir,karena sudah pasti ibunya tidak akan mengizinkan nya.
"ngga ko,aku pengen cepet cepet punya rumah sendiri,aku gak pengen terus bergantung sama Bu edelis"namun di lubuk hati Anna,ia masih sedikit ragu karena takut ibunya tidak akan mengizinkan dirinya untuk bekerja.
setelah beberapa saat berpikir ia pun memutuskan untuk mengirimkan surat kepada ibunya dan meminta izin untuk membiarkan nya bekerja.
"oh yah Del,nanti antar aku yah kekantor pos,aku mau kirim surat buat ibu"ketika adela mendengar hal tersebut ia segera masuk kedalam kamar dan mengambil tas miliknya.
"tunggu sebentar"adela kemudian mengeluarkan sebuah handphone dari dalam tasnya dan memberikannya kepada anna.
"mending pake hp aja,biar mudah"anna kemudian tersenyum dan menerima handphone tersebut,namun tak berselang lama senyuman nya hilang."eh tunggu dulu,ibu kan gak punya handphone"tapi ketika adela dan Anna masih merasa kebingungan,untungnya anna teringat kartu nama yang pernah edelis berikan pada ibu dan dirinya.
Anna kemudian segera mencari kartu nama itu,dan ketika Anna mendapatkan nya,ia melihat nomor telepon edelis tertera dikartu itu,sehingga memudahkan nya untuk menelepon dan mengirim pesan kepada ibunya lewat edelis.
"nah ini Del,aku ada nomor telepon nyonya edelis"setelah adela mendapatkan nya ia segera menyimpan nomor tersebut di handphone miliknya,kemudian segera menelpon nya.
Anna segera menempelkan hp itu ditelinga nya sambil menunggu telepon tersambung, setelah beberapa saat terdengar suara seorang wanita yang menjawabnya,dan tentu saja Anna sangat mengenalinya karena suara dari sebrang adalah suara dari edelis.
"maaf,apa ada yang bisa saya bantu?"anna begitu spontan gembira,dan segera memberitahukan dirinya kepada edelis.
"halo nyonya,ini saya Anna"edelis yang mendengar suara Anna,segera tersenyum dan melambai lambai kan tangannya kepada Elis yang berada didekatnya untuk segera mendekatinya.
Elis yang melihat edelis melambaikan tangannya kepada dirinya,ia segera mendekati edelis.
"maaf nyonya,ada apa"Anna yang mendengar suara ibunya sontak memanggil nya.
"ibu,itu ibu yah?,ini Anna Bu"Elis yang mendengar suara Anna segera menatap kearah edelis.
edelis kemudian memberikan handphone miliknya kepada Elis,agar mereka dapat mengobrol.
__ADS_1
"Anna,hp nya saya kasih ke ibu kamu yah,biar kalian bisa ngobrol berdua"Elis kemudian segera menerima hp dari edelis,dan menempelkan nya ketelinganya.
"hallo na,ini kamu?"anna yang mendengar suara ibunya segera menjawab dengan sangat gembira.
"ibu?ini Anna Bu,ibu baik baik aja disana?"perbincangan anna dan Elis pun terus berlangsung sehingga Elis bertanya,Anna dapat mempunyai handphone dari mana.
Anna pun menceritakan mengenai kejadian dimana ia bertemu dengan adela,dan membawanya pulang kerumah.
setelah perbincangan itu berakhir,kini anna pun menarik nafas dan ingin meminta izin pada ibunya,untuk membiarkannya bekerja.
"Bu,Anna boleh minta izin ngga?"
"izin apa na?"
"Anna boleh ngga kerja Bu?Deket ko sama rumah,kerjanya dicafe"Elis yang mendengar hal itu segera menolaknya dan membiarkannya untuk beristirahat saja tidak usah bekerja.
"ngga na,ibu gak mau kamu kerja,ibu pengen kamu sama cucuk ibu,baik baik aja,udah biarin ibu aja yang kerja"anna terus membujuk Elis agar mengizinkan nya untuk bekerja.
"Bu,Anna pengen kerja,karena pengen cepet cepet pindah rumah,Anna gak mau terus ngerepotin nyonya edelis"perkataan Anna membuat Elis sadar,bahwa memang mereka tidak dapat terus bergantung pada edelis, hingga akhirnya dengan berat hati elispun mengizinkan Anna untuk bekerja.
"yaudah asalkan kamu jangan sampe kecapean ya?" Anna yang mendapat kan izin dari ibunya segera berterima kasih dan bergembira.
"iya Bu,Anna janji Anna gak bakal cape cape,kalo begitu ibu hati hati yah,Anna tutup telepon nya."
"iya na,hati hati kamu juga"kemudian dengan demikian Anna dan elispun mengakhiri obrolan mereka lewat telepon.
"aku udah dapat izin del,kalo begitu gimana kalo besok kita coba?"adela yang mendengar hal itu segera gembira dan mengiyakan ajakan dari Anna.
"boleh tuh,kalo begitu gimana kalo kita persiapkan dari sekarang?"dengan begitu mereka berdua pun bersama sama menyiapkan barang dan pakaian untuk melakukan interview besok.
__ADS_1