
"astaga,anak anak ku kemana?"anna begitu gelisah dan khawatir karena mendapati,kedua anaknya tidak pulang pulang dari pagi,sedangkan kini waktu sudah menunjukkan sore hari.
Anna terus merasa khawatir,namun saat ia baru saja akan berangkat kedalam mobil untuk mencari keberadaan anak anaknya,tiba tiba munculah sebuah mobil,yang Anna kenali.
"Jackson?"anna lalu segera menghampiri mobil tersebut dan keluarlah kedua anaknya didalam mobil sambil menangis.
"mama hiksss"fiona dan felix segera memeluk tubuh Anna,sambil menangis.
"astaga apa yang terjadi sayang?"fiona dan felix hanya menggeleng sambil menangis,lalu keluarlah Jackson dan menceritakan semuanya.
"Anna,kau tahu?kedua anakmu hampir saja diculik,untung saja ada aku,kalau tidak astaga,aku tidak tahu harus berbuat apa"anna melihat wajah Jackson yang terlihat khawatir,karena mengira cerita Jackson memanglah kenyataan.
"apa?benarkah fiona?felix?"fiona dan felix lalu mengangguk sambil cegukan.
"y-ya benar,untung saja ada paman Jackson,jadi kami selamat mama"terlihat felix yang terus memuji Jackson dan meyakinkan mama nya bahwa Jackson adalah sang penyelamat.
"benar,kita harus berterima kasih pada ay-eh paman Jackson"terlihat wajah ketakutan Fiona karena hampir saja keceplosan memanggil ayah kepada Jackson,namun untungnya Anna tidak terlalu mendengarnya.
Anna lalu melirik kearah Jackson,dan berusaha untuk mengucapkan terimakasih.
"terimakasih tuan,kalau begitu kau boleh pulang,karena anak ku kini sudah kembali"terdengar ucapan itu terlihat sangat terpaksa di mulut dan raut wajah Anna.
Jackson dengan wajah datar lalu segera masuk kembali kedalam mobilnya,namun ketika ia hendak membuka pintu,fiona segera menghentikan nya.
"tu-tunggu paman"fiona lalu melirik kearah Anna dan memohon untuk menjamu Jackson sebagai ucapan terimakasih.
"mama,bagaimana kalau paman Jackson biarkan makan malam dirumah kita,hitung hitung adalah ucapan terimakasih yah ma"anna yang melihat raut wajah memohon dari kedua anaknya,hanya bisa menghela nafas lalu mengangguk.
"Hugh,baiklah"anna lalu menoleh kearah Jackson dan meminta nya untuk mampir terlebih dahulu,dan makan malam bersama.
Jackson dengan wajah yang masih datar langsung masuk kedalam rumah tanpa sepertujuan Anna.
Anna dan kedua anaknya kemudian masuk kedalam rumah,karena hari yang mulai malam.
sekarang Anna tengah mempersiapkan makan malam untuk Jackson dan kedua anaknya,walaupun dengan rasa yang tidak ikhlas,anna masih membuat makanan dengan sangat terampil dan lezat.
__ADS_1
hingga kini makanan pun telah jadi dan terhidang diatas meja makan,ketika Anna akan mandi, tubuhnya tiba tiba dipeluk dari belakang,dan ketika ia akan menoleh,ia menemukan Jackson yang sudah rapih dengan baju tidur.
Anna merasa kebingungan melihat Jackson yang memakai baju tidur,dan ia berpikir mungkin Jackson telah menyiapkannya dari rumah.
'tapi?tunggu dulu,kalau Jackson menyiapkannya dari rumah berarti ia memang sudah merencanakan nya dari awal?'ketika anna masih merasa bingung,dan mulai merasa curiga,Jackson tiba tiba mencium bibir Anna,dan kini tangannya menyelusup masuk kedalam baju Anna,dan mulai meremas 2bola besar milik Anna.
"astaga,kurasa mainan ku semakin besar dan kenyal"anna yang mendengar nya hanya melenguh,dan mengigit bibirnya.
ketika Jackson dan Anna sedang menikmati nya,tiba tiba terdengar langkah kaki dari atas tangga,dan munculah felix yang sudah siap dengan pakaian tidurnya, sedangkan fiona baru saja mandi dan hanya memakai baju handuk.
Anna dan Jackson terkejut,lalu segera menjauh,"mama,bantu aku Memakai baju"terlihat fiona yang ingin dipakaikan baju oleh Anna,Anna segera menghampiri fiona lalu membawanya kedalam kamar.
setelah sosok Anna dan fiona menghilang,felix dan Jackson saling menatap lalu tersenyum.
Jackson segera memeluk felix dan saling bertos tangan untuk merayakan keberhasilan mereka karena telah membohongi Anna.
"yeayyy,berhasil"felix dengan semangat mencium pipi ayahnya,sambil terus tersenyum.
...****************...
felix dan fiona terlihat begitu kelaparan menunggu sang ibu yang sangat lama mandi,ketika Jackson melihat kearah tangga,dan turunlah satu kaki jenjang dan putih,yang ternyata kini Anna sudah sangat cantik dengan baju dasternya yang terlihat menerawang.
'astaga,apakah dia mencoba menggodaku?'kini Jackson merasakan sesak di dadanya,melihat wajah dan tubuh anna yang baginya sangat menggoda.
lalu Anna segera turun dan duduk di samping Jackson,"baiklah mari kita makan"Anna langsung mengambil makanan untuk disimpan kedalam piring fiona dan felix.
"ehem"terlihat Jackson yang terus mengode kepada Anna,untuk piringnya juga diisi makanan.
namun anna yang seolah olah,tidak mengerti,langsung makan bersama kedua anaknya.
hingga akhirnya Jackson mengambil makannya sendiri,dan ketika huapan pertama,Jackson segera memelotot.
'sangat lezat!seperti dulu ketika aku pertama kali mencicipi masakan anna'Jackson terus bergumam dalam hati,karena udang bumbu merah buatan anna sangat lezat.
mereka bertiga tanpa adanya suara melanjutkan makan hingga akhirnya setelah semuanya selesai makan,anna menyuruh Jackson untuk segera pulang.
__ADS_1
"tuan Jackson,saya ucapkan terimakasih sekali lagi,karena hari sudah malam,anda sudah boleh pulang"fiona dan felix saling menatap dan mencari alasan agar Jackson menginap dirumah.
Jackson hanya mengangguk dan mengambil jasnya lalu bergegas ke pintu,namun ketika ia memegang knok pintu,terdengar hujan besar yang melanda.
'yes,akhirnya' walaupun Jackson menunjukkan ekspresi datar,didalam hatinya ia merasa bahagia karena mempunyai alasan untuk menginap dirumah Anna.
Jackson segera berbalik dan menatap kedua anaknya lalu menoleh ke arah anna.
"hujan?mama kasian Paman Jackson bila harus pulang dengan hujan yang besar,bagaimana kalau dia tidur dirumah kita malam ini?"terdengar fiona yang memohon pada Anna agar Jackson dapat menginap satu hari.
"sayang,paman Jackson kan naik mobil jadi tidak akan kebasahan,apalagi,jika dia menginap dirumah ini,dia akan tidur dimana?"anna tidak ingin kalah dari anak nya,sehingga terus mencari alasan.
"tapikan mama,sangat tidak baik menyetir mobil dalam keadaan hujan besar sebesar ini,dan untuk tidur,kan bisa sama abang felix,atau ngga fiona tidur sama mama,nanti paman Jackson tidur dikamar fiona."anna yang mendengarnya,segera mencari ide agar anak nya tidak terus memaksa.
namun ketika Anna sedang berpikir,Jackson tiba tiba tergulai lemas."a-astaga!Anna,tolong aku"anna yang terkejut segera menghampiri Jackson dan menanyakan keadaannya.
"a-astaga?tuan?kau tidak apa apa?"Jackson segera menceritakan pada Anna bahwa dirinya memiliki penyakit terhadap hujan.
"a-anna,tolong aku,aku sesak bernafas,karena aku alergi terhadap hujan"anna yang mendengarnya mengingat kembali awal pertama kali ia bertemu dengan Jackson,yang waktu itu suasana nya sedang hujan besar.
"Jackson kau kira aku bodoh?lalu saat pertama kali kita bertemu,kau kira cuacanya sedang cerah?"Anna dengan suara yang pelan segera berkata pada Jackson,dan membuat Jackson teringat kembali'astaga benar,aku lupa'namun Jackson hanya terdiam,lalu fiona dan felix segera menghampiri Jackson dan menanyakan keadaannya.
"astaga,Paman Jackson kau tidak apa apa?"namun Jackson tidak menjawab pertanyaan dari Felix dan berpura pura pingsan.
"ma-mama,kita harus segera membawa ayah ke kamar mama"ucap fiona.
"tu-tunggu dulu kenapa harus ke kamar mamah?"balas anna.
"kan kamar mama yang paling dekat dari sini,sudah ayo Mama gotong,keatas tangga".dengan raut cemberut,Anna segera menopang Jackson keatas tangga,karena jika dirinya berkata bahwa Jackson hanya berpura pura,ia takut anak anaknya akan mulai curiga.
dan dengan sepenuh tenaga ia menarik Jackson kedalam kamarnya dan satu demi satu anak tangga ia lewati menuju kedalam kamarnya.
sedangkan fiona dan felix segera saling menatap lalu saling mengetos tangan mereka dan tertawa kecil.
"asik, akhirnya'"fiona dan felix kemudian mengikuti sang mama,kedalam kamarnya.
__ADS_1