Pandangan Sesaat

Pandangan Sesaat
26.awal rencana


__ADS_3

kini terlihat fiona dan felix yang sedang menaiki sebuah taxi,menuju sebuah tempat,tanpa adanya sepengetahuan dari Anna.


"kakak apakah benar ini alamat tempat ayah Bekerja?"terlihat fiona yang terus melihat kearah jalan didalam mobil,karena dirinya merasa ketakutan,sebab Felix dan fiona beralasan pergi untuk bermain,dan berbohong pada Anna.


"sudah Fiona,tenang saja,kita pasti bisa bertemu dengan ayah"felix dan fiona akhirnya sampai disebuah gedung yang menjulang tinggi keatas,dan terlihat nama perusahaan yang menjenjang yaitu Anna.


"wow?nama perusahaan ini apakah nama nama?"ternyata felix dan fiona mendapatkan alamat perusahaan Jackson dari tas waili yang diam diam felix curi.


ketika mereka sedang termangu karena melihat perusahaan yang begitu besar,tiba tiba muncul seorang security,yang menanyakan alasan mereka.


"halo adik adik,apakah ada yang bisa saya bantu?"felix dan fiona merasa ketakutan karena sang security memiliki badan yang besar dan wajah yang menakutkan.


Fiona segera bersembunyi kebelakang felix,namun felix yang melihat adiknya ketakutan, berusaha untuk berani dan berbicara pada security.


"pa-pak,kami mau bertemu dengan tuan Jackson"security tampak kebingungan karena belum pernah ada seorang bocah mau bertemu dengan Jackson.


"kalo boleh tau,apakah kalian sudah ada janji?"felix segera menggeleng,namun karena sang security yang merasa kasihan pada kedua bocah itu,memberanikan diri untuk menelpon sang sekertaris Jackson,walaupun sebenarnya didalam hatinya ia takut Jackson marah dan memecatnya.


dengan memberanikan diri ia membawa telepon genggam dan memberitahukan pada seorang wanita,dan berkata bahwa ada dua orang bocah yang mencari tuan Jackson.


awalnya sang sekretaris yang mendengar nya tidak menghiraukan nya,dan malah memarahi sayang security karena terlalu menganggap serius pada seorang anak kecil.


"ta-tapi nona!"saat sang security ingin melanjutkan obrolannya,sang sekertaris malah mematikan telepon sehingga membuat bingung sang security terhadap fiona dan felix.


namun ketika mereka bertiga tidak tahu mau melakukan apa,karena sang security tidak punya berhak terhadap semuanya,karena tugasnya hanya menyapa para tamu,dan melaporkan.


namun saat diatas balkon,terlihat Jackson yang sedang merokok,dan melihat kearah bawah.


"siapa itu?"ketika Jackson sedang menyelisihi 2 orang bocah yang sedang bersama sang security,tiba tiba salah satu bocah laki laki melihat kearahnya.


"paman Jackson?"Felix yang melihat kemunculan Jackson diatas balkon, segera berteriak dan melambai lambai.

__ADS_1


sedangkan Jackson yang kini menyadari kedatangan kedua anaknya segera melambaikan tangan dan memberi kode untuk menunggu.


Jackson segera membuang rokok yang sedang dihisapnya,dan bergegas segera menuju bawah,untuk menghampiri felix dan fiona.


sang security nampak kebingungan karena ini pertama kalinya ia melihat Jackson melakukan kontak dengan seorang bocah.


ketika Jackson telah sampai,ia segera memeluk felix,sedangkan fiona ia enggan memeluknya.


"kalian?apa yang sedang kalian lakukan disini?"namun felix dan fiona tidak menunjukan ekspresi apa,dan Jackson lalu segera membawa mereka keruangan miliknya.


mereka bertiga lalu masuk kedalam perusahaan menuju kantor Jackson,ketika sedang dalam perjalanan,fiona dan felix melewati meja milik sekertaris Jackson yang terlihat sedang membenarkan riasannya,ketika sekertaris itu sedang tersenyum kepada Jackson,fiona dan felix segera menatap wanita genit itu dengan tatapan menakutkan,sehingga membuat sang sekretaris sedikit membuang senyumannya.


ketika Sudah sampai didalam ruangan fiona dan felix segera duduk sambil menyilang kan tangannya,Jackson menatap mereka dengan wajah kebingungan namun juga bahagia, karena melihat kedua anaknya menghampiri dirinya.


"ehem ehem, paman Jackson kedatangan kami kesini untuk meminta tanggung jawab atas perbuatan mu"Jackson tampak kebingungan namun segera menunjukan ekspresi menyeringai.


"e-eh, pertanggungjawaban apa?"felix terlihat tidak mau menjawab pertanyaan dari Jackson, sedangkan fiona terlihat murung,karena didalam hatinya ia sangat ingin memeluk sang ayah yang telah lama ia rindukan.


"a-ayah"Jackson begitu terkejut,dan mengira bahwa anna telah memberitahukan semuanya.


Jackson segera tersenyum lalu memeluk fiona,felix yang awalnya menunjukkan Ekspresi datar,segera menuju Jackson dan ikut memeluknya.


"kalian sudah tahu?"fiona dan felix lalu mengangguk.


namun ketika Jackson mengira bahwa Anna lah yang memberitahukannya, ternyata felix berkata bahwa dirinya tau sendiri.


"tapi!aku dan Fiona bukan tahu dari mama,jadi mama tidak tahu kalau kita sudah tahu kamu adalah ayah kita"Jackson terlihat menunjukkan ekspresi kebingungan.


"kami tau,dari percakapan ayah dan mama kemarin sore"Jackson lalu tersenyum dan mengelus kedua pangkal kepala anaknya.


"dasar,penyuling"Jackson lalu segera menggelitik kedua anaknya, sehingga fiona dan felix merasa geli dan tertawa.

__ADS_1


ketika sedang asik bermain, terdengar suara ketukan dari pintu.


tok tok tok


segera pintu terbuka dan terlihat Jhon, sedang membawa sebuah map.


mereka berempat saling memandang,karena Jhon kira didalam kantor Jackson hanya ada ia seorang.


Jhon juga sedikit terkejut mendapati 2 anak kembar berada didalam ruangan bosnya.


"e-eh?maaf tuan saya kira sedang tidak ada tamu"Jhon segera keluar dengan raut wajah malu,karena dirinya sangat takut mendapat tatapan tajam dari Jackson.


kini Jackson dan kedua anaknya, segera membenarkan pakaian mereka,lalu Fiona dan felix mulai mengobrol dengan Jackson agar Anna dan ayahnya bisa bersama kembali.


"ayah!tidak mudah bagi kita untuk membuat mama, memaafkan ayah, sebenarnya kami juga belum memaafkan pasti tentangmu,tapi kami ingin ayah dan mama bersama kembali"Jackson lalu duduk dan menyuruh kedua anaknya untuk duduk dipangkuan nya.


"sini duduk,kita buat rencananya"lalu mereka bertiga membuat sebuah rencana,sambil berbisik bisik.


"bagaimana?kalian setuju?"fiona dan felix tersenyum sambil mengangguk,namun tak berselang lama fiona tiba tiba tertawa seperti iblis nakal.


"mwahahahahah,akhirnya ada cara untuk menyatukan mama dan ayah"felix dan Jackson saling memandang,dan menunjukan ekspresi ketakutan terhadap fiona.


"dia memang iblis nakal"felix lalu berbisik kepada Jackson sambil bergidik ngeri.


Jackson yang mendengar nya segera tertawa bersama Felix mengejek fiona.


Fiona yang menyadari bahwa dirinya sedang ditertawakan oleh kakak dan ayahnya segera diam,lalu pergi dari pangkuan Jackson.


"ehem ehem,kalau begitu mari kita mulai rencananya"Jackson dan felix lalu mulai berdiri,dan kini terlihat Jackson dan kedua anaknya,berjalan dengan tegapnya menuju rumah anna.


namun baru saja fiona dan felix keluar dari dalam ruangan Jackson,mereka berdua segera menatap sinis pada sang sekertaris,karena menurut mereka,make up yang dipakainya,terlalu menor,dan memakai pakaian yang terlalu ketat.

__ADS_1


"Hem dasar genit"fiona lalu menatap sekertaris Jackson dengan tatapan mengerikan,sehingga membuat sang sekertaris bergidik ngeri.


__ADS_2