Pandangan Sesaat

Pandangan Sesaat
32.mendapat restu?


__ADS_3

Kini pagi pun telah datang, terlihat Anna beserta keluarganya,tengah bersiap siap,karena hari ini mereka akan pergi jalan jalan ke kebun binatang.


"Hore,kita jalan jalan sama nenek"wajah fiona dan felix nampak sangat bahagia,karena akan jalan jalan bersama Elis.


Mereka berempat pun masuk kedalam mobil driver yang telah dipesan Anna,dan kini mobil pun melaju menuju kebun binatang,yang cukup jauh dari rumah Anna.


Setelah sampai,mereka pun segera masuk dan melihat banyak hewan yang indah,dana tidak lupa mereka mengabadikan momen yang menyenangkan ini.


Ckrek ckrek (suara kamera)


"Fiuhh cape juga ya na"terlihat Elis yang sudah mulai kelelahan karena terus berjalan mengelilingi kebun binatang yang sangat luas.


"Ibu udah cape ya?kalo gitu kita mampir dulu yu ke cafe disana"Anna lalu menunjuk sebuah cafe yang tidak jauh dari mereka.


"Iya ma,ayo kita istirahat disana,Fiona sama Abang Felix juga udah cape"mereka berlima pun kemudian bergegas mendatangi cafe untuk beristirahat.


********************


Kini Anna dan yang lainnya,tengah berada didalam mobil,karena mereka akan pulang ke rumah,di hari yang sudah sore.


"Aduh kasian anak anak,pasti mereka masih mau main"ucap Elis yang melihat kedua cucunya tengah tertidur di samping kiri dan kanan Anna.


"Ga papa bu,mereka juga kayanya udah cape"balas Anna,sambil mengusap kedua pangkal kepala anaknya.


Setelah mobil sampai dirumah,Anna segera membangunkan kedua anaknya,agar turun,dan melanjutkan tidur di dalam kamar.


"Sayang kita udah nyampe,kalian bobo nya lanjutin di kamar yah"Fiona dan felix segera terbangun lalu turun dari mobil.


Ketika mereka turun,pandangan Fiona tiba tiba melihat ke arah sebuah mobil yang terparkir,dihalaman rumah mereka.


'Loh itukan mobilnya ayah' ketika Fiona sibuk melihat kearah mobil,benar saja, keluarlah Jackson dari dalam mobil.


"ay-"ketika Fiona yang ingin memanggil Jackson dengan panggilan ayah,segera dibungkam oleh Felix.


"Astaga,dasar bocah,kalau ibu dengan nenek mendengarnya bagaimana?"ucap felix sambil melepaskan tangannya dari mulut Fiona.


"Astaga maafkan Fiona,Fiona lupa"Fiona celingukan sambil sedikit tertawa,karena dirinya hampir saja membongkar rahasia.


"Hai boy, girls"Jackson lalu mendekati kedua anaknya,sambil mencubit pipi mereka berdua.

__ADS_1


"Jackson?"Anna melihat kedatangan Jackson dengan raut wajah kebingungan.


"Kau bilang,nanti malam kita akan bakar bakar?yasudah aku datang lebih awal saja"Anna lalu menoleh dengan malas.


"astaga, maksudku kan tidak sekarang juga,kau boleh datang nanti malam"namun seolah omongan Anna,hanya gurauan,Fiona dan felix segera menarik tangan Jackson untuk masuk kedalam.


"Sudah paman,ayo kita masuk"ketika Anna akan melontarkan kata kata,segera bahunya di tepak oleh Elis.


"Udah na biarin aja"ucap Elis,lalu bergegas masuk kedalam rumah,menyusul Fiona dan felix.


Anna yang melihat tingkah ibunya terhadap Jackson segera mengerutkan keningnya,'what?ibu d-dia?'jackson melihat punggung ibunya yang perlahan masuk sambil mengerutkan keningnya,karena ia kira ibunya tidak akan suka kedatangan Jackson,tapi ternyata malah sebaliknya.


...****************...


malam pun tiba,kini Anna dengan yang lainnya,sedang berada di balkon rumah Anna,karena sedang bakar bakar.


"wah, pasti enak mah"Fiona yang sudah dari tadi membuka mulutnya,karena merasa sangat tergoda oleh ayam yang kini dihadapannya.


saat tangannya akan memegang ayam bakar yang tengah dibakar,Felix segera memukulnya,"aw(berteriak)Abang sakit tau,jahat banget".Fiona terus mengusap tangannya sambil menatap tajam kearah felix.


"dasar bocah nakal,itu kan panas, bagaimana kalau tanganmu kebakar?"Fiona lalu melihat kearah bara dan api yang tersimpan dibawah ayam.


"benar juga yah,kalo kena tanganku pasti sakit hehe"wajah fiona yang tadinya cemberut segera menyeringai tersenyum kepada felix.


"awas yah Abang,fiona tangkap nih"felix lalu tertawa mengejek kepada fiona sambil terus berlari.


"wlee,ngga kena"ketika felix yang sedang berlari,dan terus melihat kearah belakang,tidak menyadari bahwa kini dirinya akan menabrak dinding rumah.


"ha(berhenti berlari),Abang awas!"fiona segera berteriak,dan menyuruh felix untuk berhenti,sedangkan kini felix yang baru tersadar segera menoleh kearah depan dan akan segera menabrak dinding.


Felix yang tidak bisa menahan dirinya,segera menutup mata dan sudah pasrah kalau dirinya berbenturan dengan dinding,namun ketika ia menutup matanya,felix merasakan bahwa badannya terhuyung terangkat.


'astaga?apakah aku sudah masuk ke syurga?'ketika felix mengira bahwa sebenarnya dirinya telah berubah menjadi arwah dan terbang,segera membuka matanya,dan melihat bahwa Jackson lah yang telah mengangkatnya.


"a-aku masih hidup?"ucap felix,sambil meraba raba tubuhnya,Jackson dan yang lainnya segera tertawa,"dasar bocah nakal,untung saja tertangkap"Jackson segera menurunkan tubuh felix dan menyuruhnya untuk berhenti bermain.


"sudah anak anak, jangan berlarian,sekarang ayo kita makan,ayam bakarnya sudah siap"Anna lalu menyimpan hidangan bakar bakar,diatas sebuah meja makan,yang sengaja disiapkan oleh nya untuk makan bersama.


dan merekapun mulai makan malam bersama,sambil bercerita dan tertawa.

__ADS_1


...----------------...


makan malam bersama pun telah selesai,kini terlihat Elis dan fiona,felix,telah tertidur dikamar Anna karena merasa kelelahan,sedangkan Anna kini tengah mencuci piring dan bersiap akan tidur.


Jackson yang sedari tadi menemani Anna, segera memeluknya dari belakang.


"sudah nanti besok saja cuci piringnya,mari kita tidur"Anna yang merasa geli segera menggerakkan badannya,dan ingin melepaskan diri dari Jackson,namun justru itu malah membuat Jackson semakin agresif.


"diam sayang,nanti yang dibawah sana bergerak"anna yang merasakan suatu aura negatif dari wajah Jackson, segera melepaskan diri dari dan menjauhinya.


"dasar,pria tua ganjen!sudah sekarang kau pulang saja,sudah larut malam!"ucap anna yang sedang melepas celemek dari tubuhnya,dan bersiap untuk tidur.


"pria tua?hei,apakah matamu,tidak dapat melihat wajah yang tampan ini?"ucap Jackson dengan nada yang sombong.


"wajah tampan?jangan mimpi,kau itu memang pria tua yang sudah letoi wlee"dengan wajah mengejek anna segera berlari menuju kamar fiona,karena di kamarnya sudah penuh oleh ibu dan anak anaknya.


Jackson yang merasa terhina segera mengejarnya menaiki tangga,namun ketika Jackson akan menangkapnya,anna segera masuk kedalam kamar fiona,dan menutup pintu,namun sayangnya,Jackson segera menahan pintu,dan mendorongnya.


"kau bilang pria tua letoi?kalau begitu akan ku buktikan bahwa aku ini masih gagah"anna yang merasa ketakutan segera menaiki kasur,dan menutupi tubuhnya dengan selimut, sedangkan Jackson yang mendapatkan kesempatan segera membuka pintu lalu masuk kedalam kamar.


grabb(suara pintu tertutup)


Jackson segera menutup pintu kamar dengan cukup keras,dan menguncinya.


"kau bilang sudah letoi?kalau begitu akan kutunjukan"Jackson segera berjalan menuju Anna yang bersembunyi dibalik selimut.


dengan satu tarikan Jackson mengambil selimut,dan kini terlihat anna yang tengah ketakutan dan tertawa melihat Jackson seperti seorang pemburu.


"J-Jackson aku hanya bercanda,maafkan aku hehe"ucap anna dengan nada memohon.


namun Jackson segera menindih tubuh anna dan segera melakukan adegan hot,bersama Anna.


...****************...


kini pukul menunjukkan 2pagi,bukannya orang orang tidur,kini anna dan Jackson malah baru selesai melakukan aktivitas tempur mereka yang begitu melelahkan.


"sayang,aku ingin kau besok menemaniku datang ke acara pesta kolegaku"kini anna dan Jackson tengah saling berpelukan dengan badan yang ditutupi selimut.


"baiklah,tapi kau harus meminta izin terlebih dahulu pada ibu"Jackson lalu mengangguk dan mencium kening anna.

__ADS_1


walaupun mereka berdua tidak pernah mengatakan cinta maupun kata saling memaafkan,namun didalam hati mereka yang paling dalam,Jackson dan anna saling mencintai,dan akan selalu mencintai satu sama lain.


Jackson dan anna kemudian tertidur,tanpa tahu bahwa saat mereka bangun akan menerima beribu pertanyaan dari Elis,karena telah tidur sekamar.


__ADS_2