Pandangan Sesaat

Pandangan Sesaat
35.kebenaran?


__ADS_3

"astaga!banyak sekali panggilan dari ibu,aku lupa mengabarinya"Anna sangat terkejut ketika dirinya terbangun, mendapati 10panggilan ta terjawab dari Elis,setelah mengetahui hal tersebut Anna dan Jackson segera masuk kedalam mobil,untuk segera pulang.


"kau terlalu menikmatinya kemarin,jadi kau lupa haha"ejek jackson sambil terus menyetir mobil.


sedangkan Anna yang mendengar nya hanya merautkan ekspresi cemberut,dan memalingkan wajahnya dari Jackson.


...****************...


kini mobil Jackson pun telah sampai di halaman rumah Anna,dan terlihat Elis bersama kedua cucu nya tengah bermain bersama.


"mama?"fiona yang melihat kedatangan Anna,segera bergegas menghampiri nya lalu memeluknya.


"mama ko ngga ada sih semalam?"ucap Fiona sambil menunjukkan ekspresi kebingungan.


"iya sayang maafin mama yah,kemarin malam mama nginep dirumah paman Jackson"balas Anna sambil tersenyum.


"yes girls,maafkan paman yang lupa mengabari kalian"ucap Jackson yang dibalas anggukan oleh Fiona dan felix.


"kalian sudah makan belum?"tanya Elis,yang kemudian menghampiri Anna dan Jackson.


"belum bu,Anna sama Jackson aja belum mandi,soalnya Anna kaget sih dapet panggilan telepon banyak banget dari ibu,jadi Anna langsung aja deh kesini".


"ih Anna,ya itukan salah kamu sendiri ga ngabarin,ibu sama anak anak kan jadi khawatir"anna yang mendengarnya hanya menyeringai tertawa kecil.


"hehe,maaf ya Bu"ucap Anna.


"yaudah gapapa,yu Sekarang kita sarapan dulu, kebetulan Fiona sama felix juga belum sarapan". kemudian merekapun memasuki rumah,untuk pergi sarapan bersama.


...****************...


saat setelah selesai makan, jackson membawa kedua anak nya bermain game bersama,sedangkan Anna dan Elis,tengah berbincang bincang sambil mencuci piring.


"na,ibu besok mau pulang lagi yah,jaga diri kamu sama cucu nenek baik baik"ucap Elis sambil terus mencuci piring.


"yah ibu?ko cuma sebentar sih"Anna merasa sedih dan kecewa karena belum puas tinggal bersama Elis.


"nanti ibu kan bisa datang lagi kesini,atau ngga nanti kamu yang datang ke ibu, sekalian bawa anak kamu jalan jalan"Anna yang mendengar nya kemudian mengingat ingat kembali 7tahun yang lalu,dimana dirinya bisa bertemu dengan waili dan Eric,hingga kini berkat bantuan dari mereka,anna dapat hidup dengan tenang bersama kedua anaknya.


"iya deh bu,nanti kapan kapan anna jalan jalan ke negara ibu"ucap Anna sambil tersenyum dan memeluk sang ibu.


POV Jackson


"sayang,bagaimana kalau malam ini kita jalan jalan bersama nenek kalian?bukankah besok nenek akan pulang?"ucap Jackson sambil terus melihat kearah ponsel,karena sedang main bersama.

__ADS_1


"oh iya ayah benar,nenek besok akan pulang,ayo kita ajak jalan jalan"balas Jackson dengan riang,sambil terus melihat ke arah ponselnya.


"hih abang!ayah!jangan fokus ke game dong,temenin Fiona main Barbie!"bentak Fiona,karena melihat Abang dan ayahnya yang fokus kepada ponsel,sedangkan dirinya hanya dibiarkan saja bermain dengan boneka nya.


"hehe sayang,tunggu sebentar yah, sedikit lagi ayah menang ko"ucap Jackson dengan raut wajah tersenyum.


"ih enak aja ayah,Felix tau yang bakal menang"balas felix yang tak terima bila ayahnya yang menang.


sedangkan fiona yang melihat dirinya di acuhkan memutuskan untuk mengajak mamahnya dan neneknya untuk bermain boneka bersama.


Fiona pun segera menuruni tangga dan menghampiri Anna.


"mama main boneka yu"Anna yang baru saja selesai mencuci piring.


"yaudah sini kita main bareng"anna lalu duduk dikursi sambil menata beberapa mainan milik Fiona.


"oh iya nenek kemana ma?"tanya fiona karena tidak melihat keberadaan sang nenek.


"oh nenek?dia lagi mandi dulu"balas Anna sambil terus menata mainan diatas meja.


POV Elis


kini dirinya telah selesai mandi,dan sedang berada dikamar Anna,namun ketika ia baru saja pergi keluar,dan ingin kebawah.


"ayah,tidak jangan sampai tertembak"umpat Felix yang memanggil Jackson dengan sebutan ayah.


Elis yang mendengar nya begitu terkejut karena ia mengira bahwa felix belum mengetahui mengenai ayah kandungnya yaitu Jackson.


'loh?aku tidak salah mendengarnya?'.namun seolah Elis tak percaya ia sekali lagi menguping pembicaraan felix dan Jackson yang tengah bermain game bersama.


namun lagi lagi Elis mendengar umpatan felix yang terus memanggil jackson dengan sebutan ayah.


'tidak salah lagi, sepertinya Felix memang sudah mengetahuinya' elis yang ingin memberitahukan mengenai hal ini kepada anna segera menuruni tangga,dan mendapati bahwa fiona tengah bermain dengan Anna.


"eh cucu nenek lagi main sama mama"fiona lalu tersenyum dan mengangguk ngangguk.


"iya nek,sini main sama Fiona"Elis lalu duduk di samping Anna dan mulai ikut bermain bersama.


Elis yang tadinya ingin berbicara mengenai hal tadi, memutuskan untuk nanti saja berbicara nya,karena melihat ada fiona disampingnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


entah sudah berapa lama jackson dan felix bermain,kini mereka berdua pun turun kembali,dan menghampiri fiona yang tengah bermain bersama Anna dan Elis.

__ADS_1


"Fiona,apakah kau marah?"ucap felix dengan nada ejekan kepada fiona.


"hemm (memalingkan wajah)" nampaknya fiona marah kepada felix dan Jackson karena telah mengacuhkannya.


"astaga sayang,maafkan paman"ucap Jackson sambil menyodorkan jari kelingkingnya.


namun lagi lagi fiona mengacuhkannya,dan terus melanjutkan permainannya bersama Anna dan Elis.


"hei, lihatlah Anna,Fiona ketika sedang marah sangat mirip denganmu"Anna yang mendengarnya segera tertawa lalu mencubit kedua pipi gemas fiona.


"astaga sayang,jangan marah,maafkan lah paman Jackson dan felix"ucap anna sambil tersenyum kepada fiona.


namun Fiona kini sudah sangat marah kepada kedua pria itu,sehingga tetap mengacuhkannya.


"hei,begini saja, bagiamana kalau nanti malam kita pergi ke taman hiburan?"Fiona yang tadinya marah segera membulatkan matanya dengan senang.


"wah,benarkah?ayo!"kini bujukan Jackson mampu membuat mood Fiona kembali membaik.


"tapi sebelum itu maafkan dulu paman dan Abang felix oke?"felix dan Jackson kemudian sama sama menyodorkan jari kelingking mereka agar fiona dapat memaafkan mereka.


"tentu,asalkan nanti malam jadi"fiona lalu membalas jari kelingking dari tangan felix Jackson,dengan begitu mereka bertiga pun kembali berbaikan.


"huh dasar iblis nakal"gerutu Felix pelan,namun untung saja tidak terdengar oleh fiona.


sedangkan kini Elis yang melihat canda tawa dari kedua cucunya,segera mengingat kembali akan ucapan felix yang memanggil Jackson dengan sebutan ayah.


...----------------...


kini Anna beserta yang lainnya telah siap dengan pakaian yang rapih,karena sesuai janji dari Jackson,akan pergi membawa mereka jalan jalan.


ketika Jackson dan kedua anaknya tengah berjauhan dengan anna dan Elis,ini Membawa kesempatan bagi Elis,untuk mengungkapkan mengenai kejadian tadi pada anna.


"na?ibu mau nanya"ucap Elis,yang dibalas anggukan oleh anna.


"Felix sama Fiona udah tau mengenai Jackson yang merupakan ayah kandung mereka?"anna lalu menggeleng.


"ngga Bu,Anna ga tau harus bilang apa ke mereka ,Anna takut mereka kecewa"Elis dengan perlahan lahan kemudian segera menceritakan mengenai kejadian tadi.


"hah?yang bener Bu?felix manggil Jackson dengan sebutan ayah?"Elis lalu mengangguk angguk.


Anna berpikir sejenak dan mengingat ngingat kembali sikap anak anaknya terhadap Jackson.


"apa bener ya Bu mereka sudah tau?"ketika Anna dan Elis mulai berpikir dari mana kedua anaknya mengetahui mengenai hal tersebut,Jackson segera menghampiri dan mengajak mereka untuk berangkat.

__ADS_1


Anna dan Elis pun masuk kedalam mobil,dan tidak memikirkan lagi mengenai hal tadi.


__ADS_2