
pukul 1malam,orang orang sudah terlelap dan menikmati indah pahitnya mimpi mereka,namun kini nampak 2 insan yang tidak henti hentinya mengobrol.
"sekarang aku ingin kau ikut pulang denganku,dan dengan sehat melahirkan anak kita"anna yang mendengar perkataan dari Jackson segera menyeringai tertawa kecil.
"haha,pernahkah anda mendengar suatu pepatah yang mengatakan'Habis manis,sepah dibuang'bagaimana jika diriku hanya dimanfaatkan olehmu? kemudian setelah aku melahirkan bayi yang ada didalam kandunganku,kau kemudian membuang ku,dan menjauhkan diriku dengan anak ku?"Jackson segera menyeringai karena ternyata gadis yang ada didepannya adalah gadis yang bijak.
"haha nona,aku tidak percaya bahwa kau ternyata adalah gadis yang bijak,namun sayangnya perkiraan mu mengenai diriku itu salah!"Jackson kemudian memegang tangan anna dan menciumnya.
"begini saja,agar kau dapat mempercayaiku,tinggalah dengan ku selama 1 Minggu,maka dari itu akan ku buktikan,bahwa aku benar benar menginginkan mu bersama anak kita"anna merasa tersipu malu,kemudian tersenyum dengan sangat manis.
"baiklah buktikanlah"anna dan Jackson kemudian segera berdiri dari tempat duduk mereka menuju kedalam mobil milik Jackson,namun disisi lain,nampak seorang pria bertupluk dengan ekspresi menyeringai.
"anna,kau akan selalu ada di genggamanku"pria itu kemudian melepas tupluk yang menutupi wajahnya,hingga kini terlihatlah siapa sosok yang selalu menguntit Anna,yang ternyata itu adalah sosok pria yang selalu didekat Anna,yaitu UJANG.
kini terlihat disebuah vila besar, terparkir lah mobil,lalu keluarlah Anna dan Jackson.
Anna termenung melihat vila yang mewah dan terang yang ada didepannya.
"Anna, sekarang kau akan tinggal disini,didalam juga banyak para pelayan yang akan melayani mu,jadi jangan sampai dirimu merasa kelelahan,aku tidak ingin anak ku,ehm maksud ku anak kita kenapa napa."anna kemudian tersenyum tulus dan mengangguk.
"tentu aku pasti akan menjaga anak kita yang ada disini dengan sangat baik"Jackson dan anna kemudian pergi masuk kedalam vila,untuk beristirahat.
ketika Anna dan Jackson telah sampai didepan kamar,Jackson berhenti kemudian membuka kunci kamar.
"ini adalah kamarmu,aku tidak akan tinggal disini untuk kedepannya,jadi kau bisa leluasa dikamar ini sendirian"anna hanya mengangguk sambil tersenyum.
ketika kamar terbuka, didalam kamar sana,sangat indah dan luas, terlihat kamar ini baru saja di renov,dan dikhususkan untuk Anna.
Anna kemudian masuk dan segera memutar badannya,untuk berhadapan dengan Jackson,Anna terus menatap Jackson dan kini mereka saling menatap.
Anna tersenyum lalu ia mengucapkan terimakasih dengan sangat lembut.
"terimakasih"Jackson mulai mendekati tubuh Anna,lalu merangkul pinggangnya,sambil tersenyum,lalu Jackson tiba tiba menurunkan badannya,hingga kini posisinya berada tepat didepan perut Anna.
__ADS_1
"cup"anna menggeliat karena mendapat kan kecupan dari Jackson dibagina perutnya,tidak sampai disana,Jackson kemudian berdiri dan langsung mencium pipi Anna.
"selamat malam"anna merasa terkejut namun juga senang,ia kemudian melihat Jackson perlahan lahan melangkah keluar dan menutup pintu,membiarkan anna beristirahat.
ketika Anna baru saja merebahkan dirinya dan menutup matanya,agar cepat cepat pergi menuju ke alam mimpi,ia tiba tiba tersadar dan membuka matanya lebar lebar.
"astaga?ibu"anna dengan spontan bangun dan berdiri,mengingat sang ibu yang tidak mengetahui hal tersebut.
"astaga aku memang pelupa,bagaimana dengan ibu?lalu pekerjaan ku?"astaga hiksss"anna kemudian mulai melemas dan memperlihatkan ekspresi kecewanya,karena bisa bisanya,dirinya melupakan sang ibu dan pekerjaan nya,karena terlalu hanyut akan Jackson.
namun yang Anna tidak sadari adalah sebenarnya,didalam kamarnya disimpan cctv,sehingga aktivitas apapun dapat dilihat oleh Jackson.
Jackson yang melihat kegelisahan Anna tersenyum,karena menurutnya itu sangat lucu,apalagi ketika ia melihat Anna tiba tiba merengek seperti anak kecil karena teringat sang ibu.
Jackson kemudian mengambil handphone nya dan mengirimkan sesuatu pesan pada Jhon.
entah apa yang ada dipikiran Jackson karena kini dirinya tak henti hentinya melihat tingkah Anna,sampai akhirnya Anna merasa kelelahan,lalu tertidur,Jackson tidak menyadari bahwa akhir akhir ini,semenjak mengenal Anna,dirinya menjadi sering tersenyum dan selalu ceria.
kini hari pun pagi kembali,namun ta ada gerak gerik sama sekali pada tubuh anna, padahal hari sudah semakin siang.
Anna segera berteriak ketika melihat jam yang menunjukkan pukul 09 pagi.
"astaga????,benar benar kesiangan"anna segera masuk kedalam kamar mandi dan segera mandi.
ketika Anna sudah menyelesaikan ritual mandinya,ia segera kebingungan karena dirinya tidak membawa baju ganti satupun.
"astaga?masa aku pake baju tadi lagi sih?mana udah basah lagi"anna yang sedang kebingungan kemudian melihat kearah lemari.
"lemari?ah apa mungkin ada didalam yah?"dengan sedikit ragu anna mencoba untuk membuka lemari,dan jreng, alangkah terkejutnya anna ketika melihat didalam lemari berjajar pakaian yang indah,bahkan tersimpan dengan rapih pakaian dalam yang berjajar.
Anna mencoba mengambil salah satu dari pakaian dan ****** ***** yang berjajar,namun yang tambah membuatnya terkejut adalah.
"sangat pas?"anna begitu terkejut karena bagaimanapun ia dan Jackson belum mengenal jauh,tapi ia sudah sangat tahu ukuran tubuh anna,akhirnya ia memutuskan untuk segera mengganti pakaian dengan pakaian yang ada,namun sayangnya bra yang disiapkan oleh Jackson terlalu kecil,ukuran *********** adalah 36,sedangkan yang ada 34,namun Anna tetap mencoba untuk memaksa memakainya, walaupun dadanya terasa sesak.
__ADS_1
"astaga sesak sekali"kini penampilan anna pun telah cantik,dengan perut yang kini terlihat menonjol walaupun sedikit,anna menatap dirinya didepan cermin sambil mengelus perutnya.
"apa jangan jangan,aku beneran hamil kembar ya?masa perut ku berjalan 1bulan,udah Segede ini aja."namun Anna tidak ambil pusing,iapun bergegas kebawah,dan melihat banyak para pelayan yang sedang ke sana kemari.
Anna yang kebingungan karena tidak tahu harus melakukan apa,dan dirinya juga tidak melihat keberadaan Jackson,hanya terdiam dibawah tangga.
namun untunglah muncul seorang pelayan yang sudah tua,dan dapat Anna kira bahwa pelayan itu adalah kepala pelayan divila itu.
"non Anna,sudah bangun?,sini non duduk ditempat makan",anna lalu ditarik secara halus oleh pelayan itu,dan kini Anna dihadapkan dengan makanan yang sangat mewah dan penuh.
'astaga? seperti mau ada acara saja,banyak sekali' namun anna tidak berbicara apapun,dan hanya tersenyum kemudian duduk.
sambil makanannya disiapkan oleh pelayan,Anna mencoba untuk bertanya tanya.
"oh iya Bu,namanya siapa?biar Anna gampang kenalinnya."lalu kepala pelayan tersenyum sambil menjawab namanya.
"nama saya ekasiri non,tapi bisa dipanggil mbo Eka saja"anna kemudian tersenyum sambil mengacungkan jempol.
"oh iya mbo,pa Jackson kemana?"mbo Eka kemudian menjelaskan bahwa dari pagi Jackson telah pergi meninggalkan rumah.
tak bertanya terlalu lama,Anna segera menyantap hidangan yang telah disiapkan,karena perutnya terasa lapar.
Anna pun kini sudah selesai dengan kegiatan sarapannya,kini Anna merasa bingung ingin melakukan apa,hingga akhirnya setelah melihat seorang pelayan sedang menyiram tanaman,Anna pun bergegas mendekatinya.
"mba?saya boleh gak bantu nyiram?"sang pelayan kemudian segera menolak secara halus,karena semua pelayan yang ada divila ini,sudah diberikan nasihat untuk jangan sampai Anna merasa kelelahan.
"ngga papa ko mba,nanti aku yang bilang ke pa Jackson nya"dengan paksaan terus menerus dari anna, akhirnya pelayan itu hanya dapat memberi kan siramannya kepada Anna,dengan sedikit terlihat raut wajah kegelisahan.
'aduh emang kenapa yah?ko kaya takut banget sih sama Jackson,padahal Jackson orang yang baik' bagai kucing yang sedang bermain,Anna merasa sangat bahagia karena sedang menyiram tanaman, apalagi tanaman yang ada disana memiliki bentuk yang bagus dan harum.
ketika sedang sibuk menyiram tanaman tiba tiba ada seseorang yang memanggil namanya dari belakang.
"Anna"sontak anna menoleh dan melihat siapa yang memanggil namanya.
__ADS_1
ketika Anna menoleh ia segera melempar siraman bunga,dan berlari menuju orang yang memanggilnya.
"ibu?"