Pandangan Sesaat

Pandangan Sesaat
22.fiona demam


__ADS_3

ketika sesampainya di rumah,Anna segera menidurkan Fiona diatas kasur,namun ketika ia memegang dahi Fiona yang terasa panas.


Anna segera mengambil alat pengompres,dan menyimpan nya diatas dahi Fiona,Anna merasa sangat khawatir karena sangat jarang sekali Fiona mengalami demam.


"mama,Fiona ga papa?"Anna segera berkata bahwa Fiona akan segera sembuh,dan menyuruh felix untuk segera tidur bersama Eric,karena hari yang sudah malam.


Anna yang sudah merasa mengantuk kemudian tertidur sambil memeluk fiona,namun ketika ia hendak tertidur tiba tiba fiona mengigau sambil memanggil ayahnya.


"a-ayah fiona kangen"Anna yang mendengar hal tersebut,segera menangis,karena bagaimanapun anak anaknya,harus mengetahui bahwa yang sebenarnya adalah ayah mereka masih hidup belum meninggal.


Anna segera mengencangkan pelukannya,dan mencium dahi Fiona kemudian tertidur.


...keesokan harinya...


"nyonya,maafkan aku,aku tidak bisa pergi menemanimu,menemui klayen mu."Anna yang tampak murung,karena kemarin dirinya sudah mengiyakan ajakan dari waili,namun karena fiona masih demam sehingga ia tidak bisa menemaninya.


"tidak apa-apa Anna,aku mengerti,yasudah kalau begitu aku pergi dulu, nanti kalau Fiona masih demam, kita bawa ke rumah sakit saja"ketika Anna bersiap pergi dengan mobilnya,tiba tiba Eric dan felix berlari sekencang mungkin untuk menghentikan keberangkatan waili.


"mama"terlihat Eric yang memanggil manggil waili menyuruh nya untuk menunggu.


"ada ini?ko lari lari"ketika waili dan Eric mengobrol,felix dengan santaynya masuk kedalam mobil,dan Eric mengikuti.


"kami mau ikut Tante ke cafe, bolehkan?tenang ko kita ga akan ganggu pertemuan Tante"terlihat wajah kebingungan di wajah waili,namun dengan cepat Felix dan waili menunjukan ekspresi memohon,dan memperbesar pupil mata dan memanyunkan bibir mereka.


waili yang merasa kasihan akhirnya mengajak kedua anak nakal itu."yasudah,tapi nanti di cafenya,jangan jauh jauh ya sama Tante"Felix,eric dan waili, kemudian berangkat dari rumah Anna menuju cafe untuk bertemu dengan klien waili.


...****************...


...----------------...


...cafe...


......................

__ADS_1


...****************...


kini waili telah sampai dicafe,dan segera mencari tempat duduk yang telah dipesan kan oleh kliennya.


ketika sudah tiba didalam cafe waili mencari seorang pria yang akan ia temui,sedangkan Eric dan felix berkeliling cafe,mencari tempat duduk yang kosong.


ketika pandangan waili,menangkap sosok pria tampan,yang tengah duduk dengan tegap,waili segera mendekati pria itu lalu menyapanya.


"tuan Jackson?"pria itu lalu menoleh kearah waili tanpa menunjukkan ekspresi apapun,waili yang mulai tersadar bahwa Jackson adalah pria berdarah dingin.


mereka kemudian berjabat tangan dan duduk."nyonya waili?"waili kemudian mengangguk sambil tersenyum,dan merekapun memulai obrolan mengenai pekerjaan yang akan mereka diskusikan.


ketika sedang mendiskusikan,tiba tiba Jackson izin pergi ke toilet,dan segera meninggalkan waili.


ketika ia sudah selesai dari toilet,dan menuju kembali ke tempat waili,tiba tiba ada seorang bocah yang menabraknya.


"awww,maaf paman"Jackson lalu menoleh kearah bawah dan menatap seorang bocah yang pernah ia lihat.


"eh paman?"felix yang menyadari bahwa sebelumnya dirinya sudah pernah bertemu dengan paman yang lagi lagi ia tabrak.


"kita bertemu lagi boy"felix lalu tersenyum sambil mengangguk."maafkan aku paman,aku tidak sengaja hehe".


"kau tersesat lagi?"felix lalu menggeleng dan menunjuk kearah Eric yang tengah memainkan handphone nya.


Jackson lalu menoleh kearah pria yang ditunjuk oleh felix kemudian tersenyum."baiklah hati hati,paman pergi dulu"namun ketika Jackson akan pergi dan meninggalkan felix ia segera menghentikan langkahnya,kemudian kembali menoleh kearah felix."boy namamu?"felix lalu segera menyebutkan namanya sambil tersenyum.


dan itulah pertemuan kedua antara felix dan Jackson.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...kediaman Anna...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


kini terlihat Anna yang tengah menyuapi makan kepada fiona yang masih demam.


"sayang,makan yang banyak yah,biar cepat sembuh"fiona lalu mengangguk dengan wajah yang terlihat pucat.


"fiona kangen ayah ma,emang ngga ada fotonya ya?"anna yang mendengar hal itu segera mengkerut kan keningnya, karena ia tidak tahu harus menjawab apa.


"em,nanti mama coba cari yah"dengan begitu keganjalan dihati Anna mulai bergejolak,karena ia tidak tahu harus melakukan apa,agar anak anaknya tidak bertanya terus menerus mengenai sang ayah yang telah membuangnya.


"janji ya ma,nanti liatin wajah ayah"Anna kemudian tersenyum sambil mengusap usap lembut rambut Fiona.


kini terlihat kembali waili dan Jackson yang tengah berjabat tangan,karena pertemuan mereka telah usai.


"terimakasih tuan,atas kerja samanya,saya harap untuk Minggu depan kita dapat bertemu kembali".waili lalu mengambil tasnya bersiap untuk pergi,karena ia tidak merasa nyaman melihat wajah mengerikan dari Jackson yang hanya menunjukkan ekspresi datar.


ketika waili,mencari cari keberadaan anaknya dan keponakan nya,tiba tiba munculah suara felix yang memanggilnya.


"Tante, disini"waili yang menyadari hal itu,segera membawa felix dan Eric untuk pulang,namun ketika hendak masuk kedalam mobil, terlihat Jackson yang tengah menatap mereka.


"bocah itu?"Jackson lalu mendekati keberadaan mereka,dan menyapa.


"permisi nyonya"felix yang menyadari kedatangan Jackson, segera memanggilnya."paman?"Jackson lalu tersenyum kepada felix dan mengusap lembut kepalanya.


waili yang merasa kebingungan dan terkejut karena melihat sebuah senyuman terukir diwajah Jackson.


"hai boy,kita bertemu lagi,namaku Jackson"felix lalu mengangguk anggukan kepalanya.


"tuan Jackson,apakah anda mengenal felix?"Jackson lalu menoleh kearah waili dengan tatapan dingin,lalu mengangguk.


"apakah dia anakmu?"waili kemudian menggeleng,dan menjelaskan bahwa felix adalah keponakan nya.


"oh seperti itu,kalau begitu bagaimana jika pertemuan Minggu depan kita laksanakan di rumah mu?"waili kemudian tersenyum dan mengangguk,karena ini merupakan kesempatan bagi dirinya untuk memperbesar usahanya.


"tentu tuan"lalu waili dan Eric,Felix pun pergi meninggalkan Jackson,setelag selesai berbincang bincang.

__ADS_1


ketika mobil sudah mulai hilang dari pandangannya,Jackson segera menyadari sesuatu,"anak itu?"Jackson tiba tiba membuka telapak tangannya yang terlihat isinya adalah beberapa helaian rambut berwarna hitam,yang ternyata itu adalah milik felix,yang ia dapatkan ketika mengusap usap kepalanya.


Jackson kemudian segera pergi,menuju sebuah rumah sakit.


__ADS_2