
"mama!!!nenek!!!"fiona berlari kedalam rumah sambil terus memanggil Anna dan Elis.
"aduh Fiona,jangan lari lari dong,ntar kalo jatuh gimana?"bantah Anna,karena tidak mau bila fiona sampai terjatuh.
"hehe aku soalnya udah ga sabar pengen ketemu sama nenek"fiona lalu segera menaiki tangga menuju kamar sang mama.
sedangkan felix terlihat sangat santai,lalu segera menyusul sang adik tanpa menghiraukan keberadaan sang ibu.
"eh felix?kamu ko main nyelonong aja sih?"seolah ucapan Anna hanya angin lewat,felix tetap melanjutkan jalan nya menaiki tangga.
Anna yang merasa keheranan atas sikap felix, mencoba mencari keberadaan Jackson,dan ketika ia keluar rumah,Anna melihat mobil Jackson yang akan segera melaju pergi.
"tunggu!"Jackson yang berniat akan pergi segera mengerem mobilnya,lalu membuka jendela mobil."apa?"anna menatap intens di wajah Jackson,dan ingin mengucapkan sesuatu kata dengan berat.
"huhhm(menghela nafas), terimakasih"Jackson menyerutkan keningnya."untuk?"ucap Jackson dengan nada kebingungan.
"y-ya, terimakasih kau sudah membawa anak anak ku jalan jalan"ucap anna dengan nada yang pelan.
"tidak usah,mereka juga anak anak ku"ucap Jackson,dan bersiap siap akan pergi.
Anna lalu segera menjauh dari mobil,dan melihat mobil Jackson kini melaju menghilang dari pandangannya.
"benar juga yah,fiona dan felix kan anak Jackson"anna lalu masuk kembali kedalam rumah,menyusul sang anak menaiki tangga.
ketika sudah sampai didalam kamar,anna melihat kedua anaknya tengah tidur di samping Elis,lalu karena tidak ingin menganggu waktu tidur mereka,anna pun memutuskan untuk pergi berbelanja,karena malam hari mereka akan makan besar bersama dengan waili dan Eric.
...----------------...
kini Anna tengah berjalan menuju kearah pasar yang padahal cukup jauh dari tempat tinggalnya,namun Anna ingin bersantai dan merasakan indahnya sore hari yang sejuk.
"heemmm,cuaca hari ini sejuk banget"anna terus menghirup udara sedalam dalam nya,sambil melihat lihat mobil berlalu lalang ke sana kemari.
tanpa disadari Anna,telah sampai di pasar,lalu segera mencari bahan bahan yang akan ia masak.
...****************...
"wahhh,malam ini aku bikin ayam panggang pasti enak"setelah selesai berbelanja kebutuhan,anna memutuskan untuk pulang,dan mampir terlebih dahulu ke supermarket untuk membeli beberapa cemilan.
ketika sudah dekat ditempat kasir,anna terlalu sibuk melihat kearah dompet,sehingga tidak menyadari bahwa kini dirinya akan menabrak seorang pria.
__ADS_1
"awww(meringis dan memegang kening)"Anna terkejut lalu segera melihat kearah pria yang dirinya tabrak.
"astaga tuan maafkan saya"anna segera menunduk dan meminta maaf pada pria berjas yang memiliki postur tubuh tinggi,namun jika dilihat dari wajahnya nampak bahwa pria itu sudah tidak muda,namun masih memiliki wajah yang berkharisma dan tampan.
sang pria hanya termangu melihat anna,lalu segera tersadar dan tersenyum.
"tidak apa apa nona"sang pria itu lalu pergi meninggalkan Anna,dengan jalan yang sedikit terburu buru.
Anna lalu segera membayar,dan pergi keluar agar dirinya cepat sampai,ke rumah.
...****************...
"mama abis dari mana?"ucap Fiona,yang melihat kedatangan Anna,dari luar.
"eh sayang udah bangun?,mama abis beli ayam,kita bikin ayam bakar mau?"fiona seketika terperanjat dari duduknya,sambil melompat kegirangan.
"asikk mauu dong ma"ketika Anna dan Fiona tengah mengobrol,felix mendatangi mereka berdua sambil membawa sebuah tas,dan mengobrak abriknya.
"loh felix?kamu mau kemana?ko bawa tas sekolah"felix segera menoleh kearah Anna,dan menceritakan masalahnya.
"aku lagi cari jam tangan yang dikasih sama Tante waili,tapi ko ngga ada yah?"fiona yang mendengar nya seketika teringat sesuatu.
"oh Iyah,aku lupa jam nya aku lepas ketika didalam mobil"felix lalu segera menghampiri Anna,dan menggandeng tangannya.
"mama?bagaimana ini?aku tidak mau kalau Tante waili kecewa padaku gara gara jam pemberiannya hilang"ucap felix dengan nada manja.
"emm(berpikir),yasudah nanti besok saja kita bawa,lagian kan nyonya waili sedang tidak ada dikota ini,jadi masih ada waktu hari besok untuk mengambilnya."namun bukannya felix terlihat senang,ia justru semakin sedih.
"tapikan ma,aku maunya sekarang,gimana kalo mama telepon saja paman Jackson dan menyuruhnya untuk datang kemari?"anna segera menolaknya,dan masih berkata bahwa masih ada hari besok.
"hikss(mulai menangis), ta-tapikan ma,aku tidak mau jika kita mengambilnya besok,bisa bisa hilang lagi jamnya"anna yang tidak tega melihat felix menangis akhirnya dengan berat hati mengambil handphone nya.
"yaudah jangan nangis ya sayang,mama telepon nih"Anna lalu segera pergi ke dapur Sampit terus melihat kearah ponsel,sambil mencari nomor Jackson,karena akan ia hubungi.
Fiona dan felix yang melihat ibunya pergi menjauh segera tertawa,"yey berhasil"ternyata eh ternyata,itu hanyalah akting felix,karena Felix beserta Jackson telah merencanakan hal tersebut,agar Jackson dapat ikut makan malam dan mengambil kesempatan untuk mengambil hati Elis.
......................
tok tok tok
__ADS_1
ketika anna dan keluarga nya, bersiap untuk makan,tiba tiba terdengar suara ketukan pintu.
"loh siapa na yah?ko malem malem gini ada yang mau bertamu?"anna menggeleng dan berdiri menuju pintu masuk untuk membukakan pintu.
saat pintu terbuka, berdiri lah Jackson yang ingin mengembalikan jam milik felix.
"oh kau belum tidur ternyata,ini aku ingin mengembalikan jam tangan milik felix"Jackson lalu menyodorkan sebuah jam tangan kepada anna.
Anna segera mengambilnya dan mengucapkan terimakasih.
"terimakasih,kalau begitu kau boleh pulang,hati hati dijalan"Jackson dengan menurut berbalik badan kemudian dengan perlahan meninggalkan rumah Anna.
namun ketika langkahnya akan mendekat kedalam mobil,ia segera menghitung mundur didalam hatinya.
'3-2-1(memejamkan mata).'ketika didalam hatinya telah mengucapkan kata 1,barulah terdengar teriakan dari fiona dan felix.
"paman Jackson! berhenti"Jackson segera berbalik dan melihat kearah fiona dan felix.
"ya bagaimana?"ucap Jackson dengan wajah yang datar,padahal didalam hatinya ia merasa sangat senang,karena artinya rencana yang akan telah dibuat,segera berhasil.
"sudah larut,ayo kita makan malam bersama,mama baru saja membuat ayam bakar yang enak"anna yang terkejut,segera menoleh kearah fiona,agar jangan mengajak Jackson untuk makan malam bersama.
"tidak apa apa,paman sudah kenyang,kalau begitu paman pulang dulu"ucap Jackson.
"benar,sudah larut malam,aku tidak ingin jika nanti paman Jackson,pulang dengan sangat larut,takut nya masuk angin".anna lalu tersenyum dengan terpaksa,dan segera mendorong kedua anaknya untuk masuk kedalam rumah.
"loh tapikan ma,kasihan paman Jackson sudah jauh jauh mengembalikan jam tangan miliku,apalagi kan paman Jackson ga akan masuk angin,orang didalam mobil juga"tanpa mendengar terlebih dulu jawaban dari anna,fiona segera berlari menghampiri Jackson dan menariknya.
"sudah paman,ayo masuk"anna kemudian melihat kearah Jackson dengan tatapan sinis,karena dirinya tidak bisa melawan kehendak sang anak.
"yasudah kalau begitu cepat masuk!tidak baik diluar malam malam terlalu lama"Anna dan semuanya kemudian masuk kedalam rumah,dan ketika anna menutup pintu kembali,ditutup dengan sangat kencang.
brak(suara pintu tertutup).
"eh anginnya terlalu kencang,jadi pintunya tertutup dengan keras"anna lalu tersenyum dengan jelek sambil terus menatap Jackson dengan tatapan yang mengerikan.
"senyum mu jelek"Jackson dan kedua anaknya lalu tertawa melihat anna yang tersenyum dengan sangat terpaksa.
"huh(marah),sudah ayo kita ke dapur"anna lalu beranjak pergi meninggalkan mereka bertiga yang tengah tertawa.
__ADS_1