Pandangan Sesaat

Pandangan Sesaat
16.anna menangis


__ADS_3

"ibu?"Anna segera memeluk haru sang ibu,karena sudah 1bulan,dirinya tidak pernah bertemu dengan sang ibu.


"ibu,Anna kangen banget"Anna,terus memeluk sang ibu dengan erat sedangkan Elis terus menciumi pipi anaknya,karena di lubuk hati yang paling dalamnya,dirinya tidak ingin jauh dari sang anak,namun karena keadaan sehingga mengharuskan mereka berpisah.


"ibu juga kangen banget sama kamu na"Anna pun mulai melepaskan pelukannya,dan melihat kearah belakang,terlihat seorang pria berpenampilan hampir sama dengan Jackson.


"maaf nona,saya adalah Jhon bawahan dari tuan Jackson,kemarin malam,tuan Jackson menyuruh saya untuk menjemput ibu Elis,dan membawanya hari ini kepada anda"anna yang mendengar hal itu,merasa bahagia karena itu artinya Jackson adalah pria baik, walaupun sebenarnya ia masih merasa bingung bagaimana Jackson bisa mengetahui mengenai sang ibu,namun hal itu tidak diambil pikir olehnya,karena yang terpenting kini adalah dapat bertemu dengan sang ibu.


"oh begitu ya,makasih ya mas Jhon,kalo begitu saya mau masuk dulu sama ibu"anna kemudian segera masuk dengan sang ibu,lalu membawanya ke balkon untuk mengobrol.


setelah sampai di balkon Anna terlihat sangat manja pada sang ibu,"ibu,udah makan belum?Anna ambilin yah"ketika anna akan pergi mengambil makan untuk Elis, segera ia mengehentikan nya dan menyuruh Anna untuk duduk.


"sini duduk dulu aja na"anna kemudian tersenyum dan duduk di samping sang ibu sambil melihat lihat jalanan yang ramai di arah balkon,ta ada satupun dari mereka yang mengeluarkan suara, hingga akhirnya Elis pun memulai pembicaraan sambil masih melirik kearah jalan.

__ADS_1


"kamu baik baik yah disini na"anna segera merubah pandangan nya kearah sang ibu.


"semoga aja pa Jackson,benar benar pria yang bertanggung jawab,jadi kamu sama anak kamu,bisa hidup bahagia disini"anna hanya tersenyum sambil terus menatap sang ibu,yang dilihatnya sudah berkaca kaca matanya.


"ibu kaget na,lagi kerja ditoko Bu edelis,eh ada pa Jhon yang ngejemput ibu,katanya suruhan dari kamu,awalnya ibu gak percaya,tapi ternyata itu beneran,ibu bahagia banget dapat ketemu sama kamu,tapi na-"edelis tiba tiba melihat kearah bawah sambil meneteskan 1 air mata.


"maafin ibu yah,ibu gak bisa hidup sama kamu,ibu gak bisa tinggal sama kamu,ibu gak bisa selalu ada disisi kamu"anna yang mendengar hal itu segera menangis dan menanyakan penyebab nya.


"ibu pengen kamu fokus sama masa depan kamu.....ibu tahu,kamu sebenarnya pengen ibu selalu didekat sisi kamu,tapi ibu sudah memutuskan untuk mengabdi dan berada disisi nyonya edelis sampai hidup ibu berakhir na"anna segera menggeleng tanda dirinya tidak setuju.


"ini demi kebaikan na,nyonya edelis itu baik,disana juga ibu diperlakukan dengan sangat baik,jadi ibu pengen kamu juga hidup dengan baik disini"anna terus menggeleng kan kepalanya dan terus menciumi tangan Elis.


Elis kemudian berdiri,dan membangunkan Anna.

__ADS_1


"ibu gak lama lama yah disini,ibu pulang dulu,nanti kamu main yah kapan kapan sama cucu nenek"Elis kemudian mengelus perut Anna dan menciumnya.


Anna yang kini wajahnya telah merah dengan mata yang berair,hanya dapat mengangguk dan tersenyum."ibu juga jaga diri yah baik baik,jangan terlalu kecapean"Elis kemudian tersenyum dan memeluk erat anna,karena di lubuk hatinya yang sangat dalam, dirinya tidak rela bila harus jauh dari Anna,namun karena dirinya sudah membulatkan tekad untuk selalu ada disisi edelis,akhirnya ia memutuskan untuk mengalah pada egonya.


kini Anna dan Elis tengah berada didekat mobil yang akan mengantarkan sang ibu kembali,kekota sebelah.


Elis yang tidak ingin berlama lama tinggal disini,segera masuk kedalam mobil lalu tersenyum.


"ibu pulang dulu ya na,jaga diri kamu baik baik"mobil pun melaju pergi meninggalkan Anna yang tengah menatap kosong kearah mobil yang membawa sang ibu.


"ibu"anna kemudian segera mengusap wajahnya,yang penuh dengan air mata,namun kini ia segera mengubah ekspresi nya,dan mulai tersenyum,lalu melanjutkan aktivitas tadi yaitu menyiram tanaman.


namun kebohongan tak bisa selalu ditutupi,senyum Anna seketika menghilang,ketika mengingat kembali dulu waktu ia masih tinggal di desa,ia selalu menyiram tanaman bersama sang ibu di kebun milik mereka.

__ADS_1


namun Anna terus menguatkan dirinya,hingga akhirnya sedikit demi sedikit rasa sedih kehilangan sang ibu pun hilang.


__ADS_2