
"Tidak kena-tidak kena wleeee"sang bocah laki laki terus mengejek adik perempuannya karena tidak dapat menangkapnya.
"Ihhh Abang Felix curang,Fiona kan gak bisa lari cepet cepet"Fiona kemudian menyalahkan kakak laki lakinya karena berlari terlalu kencang.
"Haha dasar bocah kecil,bilang saja kau tidak bisa lari"Fiona yang mendengar hal tersebut,segera menangkap Felix ketika ia sedang lengah.
"Eh ti-tidak lepaskan aku"Felix yang terkejut,segera mendorong adiknya,namun ketika Fiona terdorong, untunglah Felix dengan cepat menariknya kembali.
"Fiuhhh untung saja"untung saja Fiona tidak terjatuh,dan segera ditarik oleh Felix,namun siapa sangka Fiona justru malah menangis,dan menyalakan Felix.
"Hikssss Abang jahat"Fiona yang terkejut segera menangis dan memanggil mamanya.
"Mama hiksss, mama Abang Felix jahat"Fiona kemudian menangis sejadi jadinya,sedangkan Felix hanya dapat melihatnya dengan tatapan malas.
"Dasar cengeng, padahal kau tidak apa apa"Felix kemudian memutuskan untuk duduk diatas ayunan dan bermain ayunan.
Kemudian terdengar langkah kaki dari dalam rumah,dan keluarlah seorang gadis yang sangat cantik,memakai baju daster dengan celemek yang masih tertempel.
"Astaga,Fiona kau kenapa?"Fiona yang menyadari mamanya sudah datang segera memeluknya.
"Mama hiksss,Abang Felix tadi mendorong Fiona"Fiona terus menyalahkan Felix akibat ulahnya tadi.
"Hemm dasar,padahal aku juga tadi yang menolongmu"Felix hanya menatap dengan tatapan malas.
"Sudah yah jangan nangis,nanti malam mama ajak kalian ke mol yah,"Felix dan Fiona yang mendengar hal tersebut segera menghampiri Anna dan memeluknya.
"Kalo kalian mau ke moll,sekarang baikan dulu yah"dengan cepat Felix dan Fiona segera bersalaman dan saling meminta maaf.
Ketika mereka sedang berbincang bincang,tiba tiba terlihat sebuah mobil putih,berhenti didepan rumah Anna.
dan keluarlah seorang wanita,bersama seorang laki laki.
"wahhh Tante wailinyonya waili?Kaka Eric?"fiona segera berlari menuju Eric,dan segera memeluknya,lalu dengan sigap Eric menggendong Fiona yang memiliki tubuh mungil.
"Eric bawa dulu mereka main yah,mamah mau ngobrol dulu sama Tante Anna"Eric lalu membawa felix dan fiona ketan bermain yang tidak jauh dari sana.
"nyonya waili,bagaimana kabar anda?"Anna da waili kemudian saling bersalaman dan berpelukan.
__ADS_1
"kabarku baik Anna,bagaimana denganmu?aku benar benar tidak percaya kau dapat mengolah toko kecil menjadi toko yang besar"Anna lalu berterima kasih,karena ini juga berkat bantuan dari waili.
...flashback 7 tahun lalu...
Anna pun kini sampai disebuah negara yang sangat maju dan lebih ramai dari negara sebelum nya,ia mengelus perut nya lalu tersenyum.
"Anna,sekarang kamu ikut saya yah,biar kamu tahu pekerjaan kamu apa"lalu Anna dibawa pergi oleh waili,dan sampailah mereka disebuah toko barang antik,dimana isinya adalah barang barang antik yang memiliki nilai puluhan dolar.
"sekarang saya ingin,kamu menjadi penjaga toko ini,dan untuk upah,tentu akan ku beri"Anna lalu membungkukkan tubuhnya,dan beberapa kali terus mengucapkan terimakasih pada waili.
Anna pun menjalani hari harinya dengan menjaga toko,dan bermain dengan Eric,hingga waktu melahirkan pun tiba,untungnya selalu adalah waili dan Eric yang berada disisinya,sehingga selalu membantu Anna ketika kesulitan.
ketika Anna Mulai tersadar ia mendengar 2 tangisan bayi, perempuan dan laki laki,yang ternyata Anna melahirkan 2 anak kembar.anna begitu senang,dan ketika melihat 2 anaknya,yang perempuan sangat mirip dengan Anna,sedangkan yang laki laki sangat sama persis dengan Jackson.
Anna merasa sangat sedih,karena Jackson tidak ada di sisinya,karena di lubuk hatinya yang paling dalam,ia masih mencintai Jackson walaupun tidak diungkapkan.
walaupun seperti itu Anna dapat menjadi seorang ibu sekaligus ayah bagi kedua anaknya.
Anna mendidik dengan sangat baik,hingga terakhirlah 2 anak pintar,yang mampu mendirikan sebuah toko yang menjual barang antik yang memiliki harga puluhan dolar.
Anna pun menamakan kedua anaknya yaitu felix dan fiona.
"Anna kau telah menjadi seorang ibu yang tangguh"Anna lalu tersenyum,dan membayangkan kembali, hari hari yang pernah ia nikmati bersama Jackson 7tahun silam lamanya.
"oh Iyah,kau tahu?aku sedang melakukan investasi dengan seorang CEO dari negara B,aku ingin besok kau mengantarku untuk bertemu dengannya"anna lalu mengangguk sambil tersenyum.
"baiklah nyonya,mari,oh Iyah nanti malam aku akan membawa kedua anak ku ke mol,kalau Eric tidak kemana mana,aku ingin mengajaknya."waili lalu mengizinkan anaknya untuk ikut ke mol bersama Anna.
malam pun tiba,kini Anna sudah siap bersama fiona,felix,Eric,yang akan pergi ke moll untuk berbelanja dan bermain.
merekapun memesan taksi untuk pergi kemol yang berada cukup jauh dari tempat tinggal anna.
sesampainya disana mereka segera berkeliling dan berbelanja,setelah merasa kelelahan, merekapun memutuskan untuk beristirahat dan makan malam.
setelah selesai makan,tidak terasa fiona kini telah tertidur di atas pangkuan Anna.
"astaga bocah ini lihatlah,jelek sekali ketika tidur xixixi"felix dan Eric terus menertawakan wajah fiona yang tengah tertidur dengan mulut yang terbuka.
__ADS_1
"haish,kalian ini kakak kakak yang sangat jahil"Anna lalu ikut tertawa bersama mereka,sehingga felix dan Eric pun memutuskan untuk ke kamar mandi sebentar.
"hati hati yah,jangan lama lama"felix dan Eric pun pergi meninggalkan Anna dan fiona untuk pergi ke kamar mandi.
namun karena suasana didalam mol yang penuh,sehingga memisahkan felix dan Eric,ketika Felix tengah mencari keberadaan Eric,tiba tiba dirinya menabrak seorang pria.
"aduh,ma-maaf om"felix lalu menatap wajah pria yang ditabraknya, wajahnya terlihat manakut kan.
POV Jackson
Jackson kini berada disebuah mol negara s,karena besok dirinya akan bertemu dengan investor,jadi Jackson ingin membawakan sesuatu untuk diberikan kepada investor.
namun ketika Jackson sedang melihat lihat,tiba tiba seseorang menabrak kakinya,dan saat dilihat kebawah, ternyata itu adalah seorang bocah laki laki yang gemas.
Jackson yang umumnya tidak menyukai anak kecil,hanya meliriknya dengan tajam,namun melihat raut wajah dari bocah itu yang nampak ingin menangis,jadi ia bertanya kemana orang tuanya.
setelah mengetahui bahwa dirinya berpisah dengan sang kerabat,Jackson yang entah muncul ide dari mana,menyuruh sang bocah laki laki untuk naik keatas pundaknya,dan mencari kerabat nya di kerumunan orang orang.
Felix yang awalnya menolak,namun tetap naik,karena dirinya takut tidak akan bertemu kembali dengan Eric.
"ka eric,aku disini"Eric yang mendengar teriakkan dari felix segera mencarinya kemudian menemukannya.
dengan seperti itu felix pun dapat kembali bersama dengan Eric.
"terimakasih banyak paman,aku tidak tahu kalau tidak ada kamu,mungkin aku tidak akan bertemu dengan ka Eric"Jackson lalu hanya tersenyum dan pergi meninggalkan felix dan Eric.
"tunggu dulu sebentar"Eric lalu menatap wajah felix dan membandingkan nya dengan pria yang tadi,"mirip?"felix dan Eric kemudian tertawa.
"apanya yang mirip?ayah ku kan sudah meninggal ahahah"felix dan Eric terus tertawa karena Eric lupa kalau felix adalah anak yatim.
niat hati ingin pergi ke kamar mandi pun tidak jadi,karena mereka takut akan berpisah kembali,pada akhirnya felix dan Eric pun memutuskan untuk kembali pada Anna.
"mama-mama,tau tidak?"Anna lalu tersenyum dan menggeleng.
"tadi ada seorang pria yang sangat mirip denganku?"seketika jantung anna berdegup kencang.
"mi-mirip?"Eric lalu menjelaskan kejadian tadi yang menimpa dirinya dan felix.
__ADS_1
"fiuhh,untung saja paman itu baik"Anna yang takut kejadian tadi terulang lagi, memutuskan untuk segera pulang,karena ia juga melihat fiona yang sudah terlelap tidur,jadi Anna dan yang lainnya kemudian pergi pulang menaiki taxi.