
Awan memutar mobil lamborghini hitam metalic keluaran terbaru miliknya. Ia berjalan ke arah sisi pintu dimana Bulan duduk. Awan membuka pintu mobil mengulurkan tangan agar disambut oleh gadis itu. Bulan menerima uluran tangan Awan dengan perasaan gugup.
Awan mengenggam erat tangan Bulan. Bulan kaget ia menatap Awan dengan raut tenang. Desiran hangat genggaman Awan menjalar ke tubuh nya. Rasanya ingin sekali ia selalu berada dalam pelukan Awan. Ia tak boleh berbohong lagi pada dirinya sendiri bahwa ia memang sudah benar benar jatuh hati pada pemuda tampan yang digilai oleh kaum hawa itu.
Awan bermaksud hendak membuka pintu butik langganannya untuk Bulan sebelum pegawai itu lebih dulu menyambut mereka.
"Tuan muda, miss Vreya sudah menunggu anda"
Awan mengikuti pegawai tersebut hingga ia melihat seorang wanita sedang memunggunginya. Vreya designer terkenal yang sudah mencapai karir hingga seluruh Eropa itu berbalik badan. Ia memeluk Awan erat sambil mencium pipi Awan.
Perasaan cemburu berdesir di dada Bulan, walau ia memang tau siapa yang tidak kenal Vreya?! designer muda yang selalu menjadi pembicaraan dari kalangan bawah maupun kalangan atas. Yang wajahnya selalu muncul didalam layar kaca. Namun heii?! Apa dia tak lihat ada kekasih Awan disini?!!. Ingin sekali ia menjambak designer itu jika ia tak ingat sedang berada ditempat umum.
"Apa dia...", Vreya melirik Bulan dengan tatapan tidak suka
"Dia kekasihku. Tolong dandani dia dengan penampilan yang memukau"
Vreya manggut-manggut. Ia memanggil satu orang asistennya untuk membantu Bulan berdandan. Setelah Bulan meninggalkan mereka berdua disana, Vreya mengeluarkan segala pertanyaan dalam benak yang sedari tadi membuatnya penasaran.
"Are you sure Ar? You know dia bukan tipe mu malah sangat jauh diatas rata-rata. Dude jangan bilang kamu sedang sakit?"
"Vrey kamu lebih kenal aku dibanding siapapun gadis itu memang bukan tipe ku. Tapi itulah alasanku biarlah malam ini menjadi malam terakhirnya menikmati cinta palsu yang kuberikan", Awan tersenyum evil mengingat segala rencana yang sudah ia lakukan hingga Bulan bertekuk lutut seperti hari ini. Ia yakin gadis itu telah jatuh hati padanya.
"Kamu memang keterlaluan", Vreya tertawa ia pikir Awan telah berubah. Ia mengenal Awan memang sudah lama bisa dikatakan sejak mereka masih duduk dibangku sekolah dasar. Hingga Vreya pernah menaruh hati pada pria tajir itu, tapi apa yang didapatkannya? Awan hanya menganggap Vreya tak lebih dari adiknya sendiri. Walau dia tau Awan hanyalah anak tunggal. Tak apa jika Awan tak mencintai nya asalkan ia selalu berada disamping Awan.
"Bagaimana dengan gaun yang telah kamu siapkan?"
Vreya tersadar dari lamunan masa lalunya. Ia berjalan ke arah lemari berwarna silver dengan ukiran perak. Vreya menunjukkan gaun yang telah dirancangnya seminggu terakhir. Gaun yang secara khusus di pesan Awan untuk malam ini. Gaun berwarna silver dengan mutiara pink lembut menghiasi pinggirnya. Bagian bahu hanya di tahan dengan tali tipis perak yang lentur. Sedangkan bagian punggungnya tak tertutup apa-apa hanya terdapat dua utas tali perak yang menyilang disana. Tubuh langsing Bulan pasti akan sangat cocok memakai gaun exclusive itu. Rasanya jika ia mencintai gadis itu ia tak akan rela gaun itu akan memamerkan tubuh Bulan yang akan dipandang pria bejat diluar sana. Sebenarnya ada perasaan yang aneh disudut hatinya, tapi Awan cepat-cepat menepiskan perasaan yang takut sekali akan muncul. Dia harus mendapatkan berkas villa m&v itu malam ini sehingga ia dapat membangun perusahaannya sendiri.
Sementara itu ada Arin yang tengah menunggunya. Ia sangat mencintai gadis itu walaupun rasanya ada yang disembunyikan dari gadis keturunan eropa itu. Ia berjalan ke arah gaun yang berada di lemari yang sama seperti tempat gaun milik Bulan. Awan mengambil gaun berwarna gold dilengkapi dengan taburan kristal perak. Gaun ini tak kalah memukau dari yang sebelumnya.
"Kirim ini kepada Arin"
"Arin? wanita yang hilang itu?"
"Iya dia telah kembali. Kirim ke alamat apartemennya yang lama"
Vreya memanggil salah satu pegawai, ia menyerahkan gaun gold untuk dikirimkan pada Arin dan gaun silver untuk diberikan pada Bulan. Vreya juga mengantar Awan untuk mencoba tuxedonya.
"Kenapa kamu membeli gaun ini untuk Arin?"
__ADS_1
"Aku ingin memberikan seseorang surprise"
ππππ
Bulan keluar dari ruang ganti, penampilan nya sangat memukau ia yakin sepanjang perjalanan pasti akan risih memakai gaun yang ia yakini sangat mahal bahkan mungkin tak cukup apabila dicicil sepuluh kali dari tabungannya.
"Awan"
Awan mendongakkan kepala, mulutnya sedikit terbuka. Awan melihat dari ujung kaki sampai ujung rambut milik gadis itu.
"Damn" umpatnya dalam hati. Kecantikan Bulan tidak bisa dirangkai dengan kata-kata. Tak salah Vreya mendesain gaun itu untuknya, gaun yang sangat pas di tubuh ramping nya. Leher nya terbuka ingin sekali dirinya memberi beberapa tanda disana. Ingin sekali ia membawa gadis itu segera ke dalam dekapannya
"Wan aku aneh ya?"
Pertanyaan Bulan membawa Awan kembali dari lamunan. Awan mengubah ekspresi nya setenang mungkin, ia berjalan ke arah Bulan. Ia meneliti wajah Bulan dengan seksama. Bibirnya yang ranum dengan polesan lipstick pink menambah kesan seksi malam ini. Untuk pertama kalinya malam ini jantungnya berdebar dihadapan Bulan, entah pertanda apa ini.
Tangan kiri Awan memeluk pinggang ramping itu dengan erat. Anak rambut gadis itu jatuh mengenai wajah cantiknya. Awan menyelipkan rambut itu ke telinga Bulan. Malam ini Bulan tomboy nya menjelma menjadi putri yang sangat cantik.
Bulan yang sangat gugup tiba-tiba mendapatkan perlakuan seperti itu dari kekasihnya. Di sisi lain hatinya, Bulan merasa ada perasaan tidak enak yang akan terjadi. Ia merasa walau sekarang Awan sangat dekat dengannya ntah mengapa akan terasa jauh bahkan sangat jauh.
Bulan merasa kaki nya diangkat, tangannya memeluk leher Awan. Awan menggendong Bulan ala brydalstyle. Apa dirinya sekarang sedang bermimpi? apakah mimpi ini akan hilang sebentar lagi?
Hah? Princess? Awan memanggilnya princess?. Bulan menggeleng pelan. Tak dapat dipungkiri malam ini Awan tampan. Tidak! bahkan sangat sangat tampan. Lebay?? itu adalah kenyataan. Jika Awan menyebutnya sebagai princess maka pemuda itu adalah prince nya.
"Ehem"
Awan dan Bulan serempak menoleh ke arah Vreya. Awan lupa jika ia masih berada di dalam butik ini. "Thanks Vrey lo memang yang terbaik"
"Ohh itu sudah jelas dong. Yaudah kalau gitu buruan ntar telat"
Awan mengangguk kemudian melangkah keluar dari butik. Sesampai di depan mobil, Awan menurunkan Bulan. Gadis itu menatapnya malu-malu. Ingin sekali Awan mencubit pipi itu jika tak mengingat sebentar lagi mereka akan putus.
"Kamu gimana sih?! malu tau diliatin Vreya", Bulan membuang muka nya ke arah lain agar Awan paham bahwa saat ini gadis itu sedang ngambek.
"Hey!, biar saja dia lihat kalau perlu semua orang yang lihat hubungan kita. Kamu ga perlu malu gitu"
Suara Awan yang sangat lembut membuat Bulan lupa kalau dia tengah pura-pura ngambek. Ia menatap Awan dengan senyuman, sambil merasakan tangan Awan kini membelai lembut pipinya. Lagi-lagi rasa hangat itu menjalar ke tubuhnya. Ingin sekali rasanya sekarang Awan memeluknya dengan erat ia takut kalau semua ini hanya ilusi, ia takut kalau perasaannya benar jika Awan akan pergi meninggalkannya. Ia terlalu nyaman.
"Kita pergi sekarang?"
__ADS_1
"Hmm"
Bulan mengangguk. Awan membuka pintu mobil untuknya. Setelah memastikan Bulan telah menempati posisinya, Awan berputar membuka pintu kemudi. Ia memasang seatbelt miliknya tak lupa milik kekasihnya. Awan menancapkan gas ke tempat tujuan malam ini. Tujuan yang sudah lama ia rencanakan untuk datangnya malam ini. Dalam perjalanan sesekali Awan menggenggam tangan Bulan erat, sesekali ia juga mengecup tangan mungil itu. Ia berharap acara malam ini akan berjalan lancar. Walaupun akan ada hati yang sangat terluka setelahnya.
Ini adalah pemeran dari tokoh:
Awan Bagaskara
Bulan Febriyanti
Kevin Marteen
Diko Wiratrista
Arin Morgan
Rian Lewis
Jika kalian punya bayangan sendiri juga gak apa-apa
Haiii haiiii......
Terimakasih sudah membaca sejauh iniπ
Silakan mampir di lapak novel ku yg lain "Finally"
jangan lupa tinggalkan jejakπ
__ADS_1