
Hari ke-2
Awan menghampiri Bulan ke kelasnya. Bulan belum menyadari kedatangan nya, Bulan tidur sangat pulas. Rambut yang biasa nya terikat, hari ini dibiarkan terurai. Awan duduk didepannya tak berniat mengganggu cewek itu. Kulitnya yang putih tanpa make up, bibir yang merah tanpa lipstick seketika membuat Awan tanpa sadar menyentuh anak rambut Bulan yang menutupi wajahnya.
Cantik juga nih cewek
Terbesit ide jahil di kepala Awan. Ia mendekat ke telinga Bulan.
"KEBAKARAN KEBAKARAN KEBAKARAN", teriak Awan panik.
Bulan sontak terkejut.
"Kebakaran? ayo cepat keluar", Bulan mengambil tasnya. Ia menarik tangan Awan
"Ayo kita keluar bahaya", panik Bulan
Awan melepaskan tawanya yang sedari tadi ditahan. Bulan mengernyit bingung, ia keluar kelas melihat suasana di sekelilingnya aman-aman saja. Ia kembali ke hadapan Awan. Untungnya kelas Bulan sepi jadi ia tak terlalu malu.
"Lo ngerjain gue?", tunjuk Bulan.
"Beneran gue gada maksud", Awan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya.
"Gini aja deh, sebagai permintaan maaf gue traktir ice cream yang paling enak di kota ini"
Bulan tidak merespon.
"Karna lo diam berarti gue anggap iya", Awan menggenggam tangan Bulan.
"Gue gak suka di pegang-pegang", Bulan melepaskan tangannya dari Awan.
"Oke gak masalah", balas Awan tersenyum.
Bulan dan Awan berjalan beriringan. Saat sedang menuju ke parkiran, muncul seorang cewek mengamit tangan Awan.
__ADS_1
"Sayang temanin aku ke mall yuk", manja cewek itu.
Bulan memutar bola matanya dengan malas.
"Gue duluan, lanjut aja pacaran lo berdua", kata Bulan
Awan melihat Bulan pergi, ia melepaskan tangannya dengan kasar.
"Emang lo gak punya kaki? Pergi aja sendiri", ketus Awan sambil mengejar Bulan.
"Bul lo marah? kalau lo marah ice cream nya gak jadi dong", tanya Awan.
"Bodo", jawab Bulan.
Awan menggendong Bulan ala bridal style. Bulan kaget ia meronta-ronta.
"Lepasin gue.... dasar mesum...."
Awan tak merespon ia langsung membawa gadis itu ke mobil. Awan meletakkan Bulan dengan hati-hati. Cewek itu memasang muka juteknya.
"Sok tau lo. Gak malu apa lo gendong gue kayak tadi? ini masih dikampus"
"Jadi lo maunya disini?", Awan tersenyum jahil.
"Otak mesum", Bulan memalingkan wajahnya.
🍃🍃🍃🍃
"Mau pesan apa?", tanya waiters toko ice cream tersebut.
"Vanila creammy satu, lo apa?", tanya Awan.
Bulan membalik-balik menu ice cream. Mumpung ditraktir gue pesen aja yang paling mahal, senyum Bulan dalam hati.
__ADS_1
"Yang paling mahal satu"
Waiters tersebut meninggalkan mereka.
"Lo yakin?", tanya Awan
"Yakinlah", jawab Bulan mantap.
Kena lo kan, pasti lo gak mampu bayar
"Ini pesanan nya", Waiters meletakkan dua ice cream tersebut kemudian ia berlalu pergi.
Awan melihat Bulan lahap memakan ice cream nya, pasalnya ice cream yang paling mahal itu ukuran nya sangat besar yang hanya mampu dihabiskan empat orang.
"Apa rencana lo setelah lulus nanti?", tanya Bulan sambil menyendok ice cream ke dalam mulutnya.
"Entahlah gue belum ada rencana". Bulan hanya merespon dengan anggukan kecil.
"Lo sendiri?", Awan balik bertanya.
"Aih... lo kepo. Tapi ada satu hal yang mau gue tanyain", Bulan memasang wajah serius.
"Apa?"
"Kenapa dua hari ini lo dekatin gue?"
"Kenapa apanya? Gue cuma mau dekat aja sama lo"
Bulan mengernyitkan dahi, "Heih..... udahlah gue juga udah hafal gaya lo"
"Apanya?"
"Kutu beras playboy", Bulan mengambil tas nya ia melirik ke Awan.
__ADS_1
"Dengar ya Awan Bagaskara gue udah tau dari awal sifat busuk lo yang cuma mau main-main ke semua cewek", Bulan meninggalkan Awan sendiri disana.
Semakin lo jauh semakin gencar gue dapatin lo, Awan tersenyum miring.