Pangeran kampus vs cewek tomboy

Pangeran kampus vs cewek tomboy
Bagian 9


__ADS_3

Awan mengambil sebotol coacktail, ia menuju kolam renang memilih duduk di sofa bantal kesayangannya. Setalah mengantar Bulan pulang, ia memilih langsung menuju villa pribadinya. Secepatnya ia harus memutuskan Bulan. Namun ia seperti tak tega jika harus melakukan itu. Apa mungkin ia punya perasaan pada gadis itu? Tidak, ini tidak mungkin baginya wanita hanyalah permainan kecuali satu orang.


"Kenapa lo Bul? Kenapa lo yang harus jadi target gue?", gumam Awan


"Apa yang bakal terjadi sama lo kalau gue mutusin lo. Argghhhhh.....", ia mengacak rambutnya kesal.


Ia masih ingat betul dengan taruhan itu. Setelah ia mendapatkan hati gadis itu, ia harus segera memutuskannya dalam waktu satu minggu setelah pacaran.


🍃🍃🍃🍃


Jam sudah menunjukkan pukul 07.00, Awan mengambil ponselnya menelfon Kevin. Tak butuh waktu lama, panggilan nya disambut oleh Kevin.


"Gue nebeng ya", ucap Awan masih setengah tidur.


"Gue depan rumah lo"


"Oh yaudah masuk aja ke kamar gue"


Awan memutuskan panggilan. Kevin membuka pintu kamar Awan, ia melompat dengan girang.


"Botak bangun lu, aelah masih tidur aja", Kevin memukul badan Awan dengan bantal.


"Gue gak botak beo"


"Kuy lah ngampus lo lupa hari ini kita ada ujian?"


"Cius lo? mi apah?", Awan bangkit kaget.


"Beneran ujang. Mandi sana lo"


"Bawel lo", kali ini Awan melempar bantal ke muka Kevin.


Awan menuju kamar mandi. Saat Awan dikamar mandi, terdengar bunyi deringan telfon milik Awan. Kevin iseng mengambil ponsel tersebut. Disana tertera nama Bulan.


'Ngapain nih cewek nelfon Awan?'


Kevin mengangkat panggilan itu


"Halo cantik, kenapa lo nelpon?"


"Lo siapa?"


"Kok lo balik nanya, aneh lo"


"Lo yang aneh, Awannya mana?"


"Tumben lo nanya Awan. Lo ada hubungan apa ama si Ujang?"


"Ujang? Ujang siapa?"


"Awan maksud gue aelah"


"Gak waras lo"


Bulan mematikan telfonnya sepihak


"PMS tuh anak?", Kevin meletakkan ponsel Awan diatas meja.


Awan keluar dari kamar mandi.


"Ada yang nelfon?", tanya Awan.


"Si tomboy nelfon nyariin lo", terang Kevin.


Awan mengambil ponselnya mengecek. Kemudian ia melempar asal ke tempat tidur.


"Lo gak nelfon balik?"


"Males gue", jawab Awan santai sambil memilah baju yang akan dipakai ke kampus.

__ADS_1


"Eh tunggu kayaknya ada yang gue lewatin. Kenapa tuh anak nelfon lo?"


"Gue sama dia udah jadian"


"WHAT??? SERIUS LO??", Kevin berdiri


"Biasa aja kali"


"Kapan??"


"Semalam"


"Tunggu jangan bilang pas lo ngilang di bar luxury?", Kevin menuding Awan dengan tak sabar dengan kelanjutan ceritanya.


"Iya bambank. Ah udahlah mana kunci mobil lo?", Awan mengambil tas.


Kevin melempar kunci mobilnya. Ia mengikuti Awan ke mobil.


Awan memakai kacamata hitamnya begitu pula dengan Kevin. Ia memacu kendaraannya membelah jalan raya.


"Diko udah nyampe kampus?", tanya Awan.


"Kayaknya sih udah. Lo gak lupa taruhan kita dong?", Kevin mengingatkan.


"Iya bray lo siapin aja dokumen villa m&v atas nama gue"


Kevin mendengus. Awan membelokkan kendaraan nya ke toko bunga.


"Ngapain lo? ntar kita telat"


"Aelah rajin amat ngampus biasa juga bolos", Awan turun dari mobil


"Tuh anak kalau ngomong suka bener", Kevin mengikuti Awan.


"Mbak tolong satu buket mawar merah", kata Awan.


"Untuk siapa nih kembang? ohhh biar gue tebak. Pasti untuk Bulan kan??"


"Ini mas", mbak tersebut menyerahkan satu buket pada Awan.


"Makasih ya", Awan menuju mobil.


"Lo gak bayar?", tanya Kevin heran.


"Toko bunga ini punya mama gue", terang Awan.


"Sultan mah beda", ledek Kevin.


"Kayak lo bukan anak sultan aja", dengus Awan


Awan memakirkan mobilnya diparkiran kampus, ia segera turun dari mobil langsung menuju kelas Bulan. Ia menelfon Bulan namun panggilan itu tak terjawab.


Ia masuk ke kelas gadis itu tapi nihil. Apa dia gak masuk?. Awan memutuskan pergi ke kelasnya karna sebentar lagi dosen akan masuk. Ia menelfon kembali nomor Bulan, kali ini panggilan tersambung diseberang sana.


"Apa?"


"Kamu kenapa? kok jutek amat?"


"Bodo"


"Yank kamu ga masuk ya?"


"Ga jadi masuk dosennya berhalangan"


"Tadi pagi kamu nelfon? ada apa?"


"Aku cuma mau bilang aku mau ke luar kota besok cuma sehari sih"


"Tiba-tiba? kenapa?"

__ADS_1


"Aku ikut lomba essay"


"Gemes banget sih, yank aku tutup dulu ya mau ujian. Love you"


"Love you"


Awan melirik buket yang tadi ia beli, ia menghampiri Reya.


"Nih buat lo", Reya sangat senang ia tak menyangka akan diberikan buket bunga dari pangeran kampus. Sedangkan ekpresi Awan? ia hanya tak perduli.


🍃🍃🍃🍃


Kini Awan, Kevin, dan Diko berada di club venezia. Awalnya Awan tak berniat kemari namun dua curut itu memaksanya.


"Bener kata Kevin lo udah jadian sama Bulan?", tanya Diko sambil menuang beer.


"Iya", sahut Awan


"Lo gak lupa kan habis lo jadian dalam waktu seminggu lo harus putus", timpal Kevin


"Jangan-jangan bener lagi lo udah suka sama tuh cewek", Diko menyenggol lengan Kevin.


" Tapi gak apa sih kalau lo juga cinta, berarti lo kalah dong otomatis mobil sport kesayangan lo jadi milik kita.... ya gak bro", Kevin menaikkan alis.


"Gue Awan Bagaskara ga ada dalam kamus gue untuk kalah. Gue cinta ama tuh cewek? Najis banget", jawab Awan mengambil gelas.


"Cuma gue bingung nih, ada ide gak sih gimana cara mutusinnya?", lanjut Awan.


"Hmmm gimana ya.... lo ada ide gak beo?", ledek Kevin pada Diko.


"Coba cek kapan ulang tahun Bulan", jawab Diko.


"Ngapain lo?", tanya Kevin heran.


"Itu otak gak jalan banget sih Vin....", Diko memicingkan mata nya pada Kevin.


Awan membuka instagram mengecek bio Bulan, benar saja Bulan memang menuliskannya disana.


" 2 April. Eh tunggu 2 April bukannya 4 hari lagi?", Awan meletakkan ponselnya di atas meja.


"Nah pas banget, di tanggal itu lo mutusin dia", Diko berdiri merasa bangga idenya jenius


"Boleh juga tuh gimana Wan? Lo gak keberatan kan?", kali ini Kevin bertanya. Awan menimang-nimang sebentar dan akhirnya ia menjawab


"Oke gue setuju"


🍃🍃🍃🍃


H-4


Awan membuka bagasi mobil menurunkan koper Bulan. Ya ia sedang mengantar Bulan di bandara.


"Harus banget perginya?", tanya Awan dengan nada manja.


"Yaiyalah sayang lagian juga cuma sehari", jawab Bulan dengan tersenyum manis.


"Yaudah gih, penerbangan kamu juga udah dipanggil kan"


"Awan aku mau bilang-", belum sempat Bulan meneruskan Awan membalas nya dengan cepat.


"Jangan lirik cewek lain, jangan godain cewek lain. Bener kan?"


"Sok tau banget sih. Aku cuma mau bilang"


Bulan mendekatkan bibir nya ke telinga Awan hendak membisik, "I love you beib"


Awan tidak membalas pernyataan Bulan melainkan ia mencium pipinya. Alhasil membuat Bulan tersipu malu.


"Diliat orang malu tau"

__ADS_1


"Kamu cantik banget kalau malu gitu"


"A--aku berangkat dulu, byee...", Bulan melambai pada Awan. Pria itu tersenyum membalas lambaian, setelah pesawat yang Bulan naiki lepas landas, ia masuk kedalam mobilnya.


__ADS_2