Past Or Future?

Past Or Future?
Satu


__ADS_3

Fransisca Hotel


Semua tamu tampak bersenang-senang dengan hidangan dan tamu lainnya, lain halnya dengan seorang pria muda berumur 23 tahun yang tampak gelisah di tempat ini. Penyebabnya adalah ia baru saja melihat sileut gadis yang sangat berarti di hidupnya 5 tahun ini.


Apakah itu dia?


Galang Gumilang, Pria sukses yang mampu menghandle perusahaan besar milik keluarganya di usianya yang sangat muda. Putra bungsu dari keluarga Gumilang yang terkenal dengan pengusaha muda tanpa ekspresi, arogan dan sombong. Galang tak mempermasalahkan jika semua orang menyebutnya dengan mengerikan, ia bisa terima itu.


"Ada apa, Lang?"


Galang menatap sahabatnya sekilas lalu menggeleng. "Nggak, gapapa," katanya dan diangguki sahabatnya.


Rayhan Pramudya, sahabatnya sejak ia berada di sekolah menengah atas yang sudah tahu bagaimana sifat dan sikapnya. Pria yang seumuran dengannya itu begitu mengerti dirinya. "Kalo ada apa-apa cerita, jangan dipendam sendiri."


Galang mengangguk mendengar celotehan Rayhan, ia menatap sahabatnya yang tengah berdiri di pelaminan bersama dengan istrinya. Randy Irfandy, itulah nama sahabatnya. Mereka semua berasal dari keluarga kaya, sama seperti dirinya.


"Gue gapapa, gue ke taman dulu."


Rayhan mengangguk mengerti.


Galang melangkahkan kakinya menuju taman yang masih menjadi kawasan resepsi, tempat itu cukup sepi. Hanya ada beberapa orang, mungkin ia bisa menenangkan diri di sana.


Tapi, tunggu?


Mata Galang memicing saat melihat seorang gadis yang tengah duduk sendirian menikmati makanan ringan dan minumannya, apakah itu dia?


"Rara..."

__ADS_1


Gadis itu menoleh dengan wajah cantiknya yang bingung, mata Galang berkaca-kaca. Apakah ini jawaban atas penantiannya? Galang mencoba mendekap gadis itu, tapi-


"Maaf, anda salah orang." Katanya dan mendorong Galang membuat pria itu tersadar.


Galang terkekeh miris, ya dia bukan gadis yang ia tunggu.


"Maaf, gadisku tak mempunyai kekuatan sebesar kau," Galang mengucapkan hal itu dengan santai, menggunakan kata kiasan yang bahkan gadis di depannya sama sekali tak paham.


"Saya permisi."


Galang mendongak menatap langit yang bertaburan bintang, apakah ini akan menjadi hari bahagia untuk sahabatnya dan hari tersial untuknya? Wajahnya begitu mirip dengan gadisnya.


bahkan lebih cantik, jika ia ada mungkin akan secantik dirinya.


"Ya Tuhan, aku sangat merindukannya."


.


.


.


Tap!


"KYAA!!!"


Grep!

__ADS_1


"*Galang!"


"Ada apa, Ra?"


"Gelap, aku takut*."


Galang merasa De Javu dengan ini semua, ia merasa terlempar pada kejadian 5 tahun yang lalu. Saat ia masih bersama dengan gadisnya, kenangan manis yang menyakitkan.


Detik berikutnya, lampu menyala terang dan betapa terkejutnya ia saat melihat siapa yang tengah memeluknya dengan ketakutan. Gadis itu, lagi?


"Eumm, Maaf."


Galang tersenyum dan mengangguk, "Tidak apa-apa, minumlah." Katanya dan mengambilkan minuman agar gadis itu lebih tenang. Galang tersenyum memperhatikan cara gadis itu minum, benar-benar persis.


"Gala-" Rayhan hampir saja menjatuhkan gelas saat melihat gadis yang ada di samping Galang. "Rara?"


Galang tersenyum dan menggeleng, "dia bukan Rara."


"Queensha, kamu disini rupanya."


Galang, Rayhan dan gadis itu menoleh ke arah sumber suara, gadis itu mengangguk dan segera beralih ke sisi cowok yang memanggilnya.


"Galang, Rayhan senang bertemu dengan kalian."


Galang balas tersenyum ke arah pria yang lebih tua dari dirinya, dia berasal dari keluarga Maheswara. Lebih tepatnya, putra pertama. apakah gadis ini adiknya? Tunangannya?


Apakah Tuhan tengah mempermainkan kisah asmaranya?

__ADS_1


__ADS_2