
Sesuai rencana yang ada, Galang mengajak Kayra untuk ke Bali sekaligus melanjutkan liburan mereka di sana. Tetapi akan diselingi pekerjaan Galang, Kayra hanya menurut saja pada suaminya. Kayra tengah mengganti bajunya di kamar mandi, sedangkan Galang hanya duduk diam di sofa yang ada di resort itu.
Galang mendapati perubahan Kayra beberapa hari ini, semenjak mereka makan bersama Gio dan istrinya. Sikap Kayra pada Galang berubah, Kayra menjadi mandiri dan tidak manja padanya. Setahunya, Kayra adalah gadis yang sangat manja namun akan mandiri jika bersama orang asing.
Sebelum itu juga Kayra sering manja padanya, tetapi kenapa sekarang ia sangat cuek? Apakah ia membuat kesalahan? Galang mengamati pergerakan istrinya yang sudah memakai piyama. Kayra hendak menyisir rambutnya dan biasanya ia menyuruh Galang melakukan hal itu.
"Mau aku bantu?"
Kayra tersenyum dan menggeleng. "Nggak usah, Mas. Aku bisa sendiri," kata Kayra dengan sopan membuat Galang menghela nafasnya pelan. Jika ditanya apa yang membuatnya seperti ini, Kayra akan menjawab tidak ada apa-apa.
"Besok kamu mau kemana? Ada acara?"
"Nggak tau, nggak ada acara."
Galang lagi-lagi hanya bisa menghela nafasnya pelan, ia mengambil bantal yang ada di sampingnya dan meletakkan di pangkuannya. Ia masih menatap istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Di sini aja nanti?"
"Iya kali, aku kesini ikut kamu. Jadi, nggak mungkin kan aku ada acara di sini selain nemenin kamu?" kata Kayra dengan cuek membuat Galang tersadar, itu benar.
Kayra kemari karena menemani dirinya, mengapa ia jadi bertanya apakah wanita itu ada acara atau tidak? Galang bodoh! "Kamu mau makan apa? Aku mau pesan makanan."
Kayra melirik Galang dengan tatapan tajamnya, ia benar-benar sensitif jika ada seseorang membahas tentang makanan. Makanan dan masakan, kedua hal itu sedang ia hindari saat ini. "Aku nggak lapar, kamu aja."
"Kamu makan apa? Kita baru tiba, kamu makan apa kok bisa nggak lapar?" kata Galang membuat Kayra meletakkan sisirnya dengan kasar, hal itu membuat Galang terkejut dibuatnya.
"Terserah kamu aja."
Galang mendekati istrinya yang masih diam di tempatnya dan memainkan ponselnya. Ia mendekap erat tubuh istrinya, "kalo aku ada salah, aku minta maaf ya?"
"Salah apa?"
Galang mengecup pipi istrinya, "tolong kalau punya masalah bilang, Sayang. Jangan dipendam, apalagi sampai berubah sikap. Aku nggak mau, tolong terbuka ya?"
"Aku nggak bisa masak, terus kamu mau apa? Dan aku nggak mau belajar masak, kamu mau apa?!" kata Kayra dengan suara tertahan, berbeda dengan Galang. Pria itu masih bingung dengan perkataan istrinya, apa maksud dari semua itu?
__ADS_1
Galang teringat saat ia mengatakan ingin makan masakan Kayra, ia memejamkan matanya setelah memahami kebodohannya. "Ya ampun, Sayang. Aku nggak nyuruh kamu masak, aku nggak maksa kamu belajar Sayang."
"Tapi kamu pengen kan kayak Kak Gio?"
Galang tersenyum, "tapi aku nggak maksa, jangan ngambek lagi. Kalau ada masalah bilang, apa pun itu. Kita harus bahas, oke?"
Kayra mengangguk.
"Cium dulu dong." kata Galang menyentuh bibirnya.
cup!
Kayra mengecup bibir suaminya dengan cepat membuat Galang terkekeh kecil begitupun dengan Kayra. Galang tersenyum menatap istrinya, kenapa di saat seperti ini Kayra terlihat sangat cantik.
***
Sebelum hari pembukaan Resort, Kayra meminta Galang untuk menemaninya berjalan-jalan di sekitar pantai. Tentu saja Galang mau karena bagaimana pun itu adalah permintaan dari istrinya, dan saat ini mereka tengah berjalan di bibir pantai.
"Sayang!" Galang menatap tajam Kayra saat istrinya mencoba untuk melepaskan genggaman tangannya. Kayra mendengus dan kembali menggenggam tangan Galang, entah kenapa disaat seperti ini Galang sangat posesif pada istrinya.
Huek
Huek
"Kay, kamu nggak apa-apa?"
Kayra merasakan perutnya mual dan ingin muntah, ia segera menyingkirkan tangan Galang dari genggamannya. Ia berlari ke tempat yang lebih sepi dan mencoba mengeluarkan isi perutnya, hanya saja ia tidak mengeluarkan apa pun.
"Sayang, are you okay?"
"Pusing."
"Ayo kembali ke resort, kamu harus istirahat."
Galang menggendong Kayra ala bridal style untuk segera menuju resort. Sepertinya keadaan Kayra tidak baik-baik saja sekarang, Kayra yang memejamkan matanya membuat Galang semakin yakin bahwa Kayra sedang tidak enak badan.
__ADS_1
Setelah sampai di kamar mereka, Galang meletakkan tubuh Kayra dengan sangat hati-hati seolah-olah jika ia meletakkan dengan kasar tubuh gadis itu akan merasakan sakit luar biasa. Kayra menatap suaminya yang tengah menghubungi seorang dokter untuknya.
Kayra memejamkan matanya, rasa pening di kepalanya tak kunjung hilang meskipun sekarang ia sudah berbaring di tempat tidur. Galang mengelus puncak kepalanya membuat mata lentik itu terbuka perlahan.
"Sakit banget ya?"
Kayra tak menjawab apa-apa, wanita itu hanya bisa menghela nafasnya pelan dan kembali memejamkan matanya. Ketukan di pintu kamar mereka membuat Galang beranjak untuk membukanya, mungkin itu adalah dokter yang baru saja ia hubungi.
"Silahkan masuk, dok."
***
Kayra berguling-guling di kasurnya, kepalanya masih sangat sakit hal itu membuatnya tidak bisa menemani suaminya yang tengah berada di acara pembukaan Resort baru yang dikelola perusahaan Galang.
Galang sempat tidak tega membiarkan istrinya yang sedang sakit seorang diri, hanya saja ini adalah acara penting yang harus dihadiri suaminya. Kayra memaksa Galang untuk berangkat, meskipun nanti hanya menghadiri acara inti saja.
Sudah 2 jam lamanya Kayra seorang diri membuat wanita itu bosan dan membuka ponselnya. Ia mengerutkan keningnya saat melihat postingan yang menandai suaminya, ia mengerutkan keningnya saat melihat foto seorang perempuan menyandarkan kepalanya pada lengan suaminya.
Ia mendengus pelan, apa Galang terbiasa seperti ini? Bisa-bisanya wanita itu bertingkah seperti itu pada suami orang lain, apa dia tidak pernah melihat seorang Kayra marah? Ia langsung menghubungi suaminya.
"Mas Galang, sakit."
"Iya sayang, ini aku lagi di jalan. Sabar ya," katanya.
Kayra tersenyum tipis, ternyata suaminya tak melupakan dirinya. Ia menarik selimut dan menutupi tubuhnya, ia memejamkan matanya tetapi merasa terganggu saat suara berisik di luar kamarnya.
"*Galang! Kamu bohong kan?"
"Aku tidak pernah bohong, Mita. Aku memang sudah menikah*," suara Galang terdengar dari balik pintu. Kayra terpaksa harus beranjak dari tidurnya dan membuka pintu kamarnya.
"Kamu bohong Lang!"
"Sayang."
Kayra sengaja memanggil Galang dengan sayang membuat wanita yang tengah memegang tangan Galang terkejut, Galang pun sama terkejutnya dengan kedatangan Kayra. Dia langsung menepis tangan yang memegang tangannya.
__ADS_1
"Dia istriku."