Past Or Future?

Past Or Future?
Delapan belas


__ADS_3

Kayra berjalan melenggang dengan seorang anak kecil di samping kanannya, saat ini ia berada di salah satu mall terkenal di kota itu dengan beberapa bodyguard yang ada di sekitarnya. Jujur saja, inilah yang membuatnya risih. Ia akan diikuti oleh para bodyguard untuk membuat dirinya tetap aman, namun apalah daya Kayra adalah Kayra yang tidak ingin diikuti oleh siapa pun.


"Daniel mau es krim nggak?" tanya Kayra pada Daniel. Daniel adalah anak pertama dari Gio, kakak Galang. Ia ingin memutari mall bersama dengan keponakannya. Daniel yang mengangguk membuat Kayra langsung membawanya ke stand es krim yang tak jauh dari tempatnya.


"Aunty, kapan Daddy sama Uncle pulang?"


Kayra tersenyum dan menyejajarkan tingginya dengan tinggi keponakannya, "nanti ya, Sayang. Kamu main dulu sama Aunty, ini es krim kamu." kata Kayra yang langsung diterima oleh Daniel.


"Thank you, Aunty."


Dari kejauhan seorang perempuan menghampirinya dikejar oleh suaminya. Kayra menatap datar wanita itu, mau apa lagi dia? Kayra melirik ke arah bodyguard yang dikirim Galang untuk menjaganya, mereka telah bersiap pada posisinya.


"INI WANITA YANG KATANYA KAMU SAYANG! DIA WANITA MURAHAN TAU NGGAK?! RAKA LIAT!"


Kayra mengangkat tubuh mungil Daniel dan menggendongnya, ia tidak mengerti mengapa wanita itu marah-marah dengannya. Ia mengingat wajah wanita itu, dia Gita?! "Tolong pelankan suaramu!"


"Ingat Kayra! Urusan kita belum selesai selama kamu goda suami saya!"


Kayra hanya mengerutkan keningnya, "goda suami kamu? Jujur, saya sama sekali tidak minat. Atau mungkin suamimu memang gampang tergoda?" katanya dan melirik ke arah Raka dengan pandangan meremehkan.


"Kamu yang goda suami saya!"


"Terserah kamu mau ngomong apa, saya sama sekali tidak peduli." kata Kayra dengan anggunnya. Bahunya hendak dipegang oleh wanita itu, hanya saja bodyguard nya dengan sigap menepis tangan Gita dengan kasar.


"Akan ku balas nanti!"


Kayra hanya melirik lewat ekor matanya dan melenggang pergi ke tempat yang lebih nyaman. Masih dengan Daniel di gendongannya, Daniel tampak menikmati es krimnya. "Gimana enak?" tanya Kayra dengan senyumannya yang diangguki antusias oleh Daniel.


"Nona, sebaiknya Tuan muda saya gendong atau jalan sendiri. Jika Tuan melihat ini, dia akan marah." kata salah satu bodyguard yang membuat Kayra teringat kata-kata Galang beberapa waktu yang lalu. Ia tidak boleh mengangkat barang berat, apa pun jenisnya.


"Daniel tidak berat, saya kuat kok. Kamu tolong bawakan belanjaan saya saja," kata Kayra dengan ramah hanya saja membuat para ajudan itu ketar-ketir, mereka benar-benar diwanti-wanti agar istri dari Tuannya itu tidak pernah mengangkat beban berat.


"Baik, Nona."

__ADS_1


"Aunty, Daniel turun saja ya? Kasian nanti Aunty capek gendong Daniel," kata Daniel membuat Kayra terkekeh kecil dan menggeleng.


"Aunty kuat Sayang, ayo kembali ke Daddymu."


Daniel mengangguk dengan ekspresi yang sangat menggemaskan membuat Kayra terkekeh dan mencubit pipi keponakannya pelan. Ia berjalan diikuti dua bodyguard yang siap menjaganya, Kayra melirik ke arah samping kanannya dan melihat Gita tengah menatapnya dengan tajam.


Jika ada yang bertanya siapa Gita, dia adalah teman Kayra dulu sebelum ia mengenal Raka yang sekarang sudah menjadi suami dari sahabatnya. Ia menghela nafasnya pelan, entah kenapa ia merasa biasa saja saat melihat Raka dengan Gita sekarang.


Dulu, saat Raka baru menikah dengan Gita. Emosi Kayra seolah di ubun-ubun jika melihat mereka berdua, pasalnya Gita adalah sahabatnya dan Raka adalah kekasihnya. Kekasihnya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri, bukankah kita cintanya sangat miris?


"Aunty, nggak apa-apa?"


Kayra tersadar dari lamunannya dan mengangguk pada Daniel yang bertanya padanya. Daniel menyuapkan sesendok es krim dan Kayra membuka mulut untuk menerima suapan dari Daniel.


"Enak kan Aunty?"


***


"Jadi minggu depan kita pembukaan resort di Bali?" tanya Galang pada kakaknya yang langsung diangguki oleh Gio. Galang mengangguk mengerti dan membolak-balikkan dokumen yang ada di hadapannya.


"Daniel, jangan nakal sama Aunty!"


Daniel bangkit dan menghampirinya Ayahnya, Kayra hanya tersenyum tipis melihat pria kecil itu berlari. "Daddy, tadi Aunty sama Daniel disamperin sama orang."


"Orang siapa, Niel?"


Itu bukan suara Gio, melainkan Galang yang menyahuti keponakannya. Daniel yang tadinya hendak berbicara pada Ayahnya langsung beralih pada pamannya. "Orang, perempuan sama laki-laki. Tadi yang perempuan marah-marah sama Aunty, jahat kan?" katanya dengan polos.


"Siapa Kay?" tanya Galang membuat Kayra menghela nafasnya pelan, jika Daniel tidak bercerita mungkin Galang tidak pernah mengetahui hal ini karena Kayra tidak berniat untuk menceritakan hal yang menurutnya tidak penting.


"Teman lama aku, Gita."


"Gita bukannya sahabat kamu, ya?" tanya Gio, Galang mengerutkan keningnya kenapa kakaknya lebih tahu tentang istrinya? "Dulu aku pernah dekat sama pacar Kayra, yang sekarang udah jadi mantan. Namanya Raka, iya kan Kay?"

__ADS_1


Kayra mengangguk.


"Kamu sama Gita, masih musuhan?"


Kayra tertawa kecil, "aku nggak pernah musuhan sama dia, Kak. Cuma aku nggak dekat lagi kayak dulu, tapi mungkin Gita kali ya yang anggap aku musuh," katanya. "Ya sudah, kalian lanjutkan saja bahas resort itu. Aku mau pesen makanan," lanjutnya yang diangguki oleh kedua pria dewasa itu.


"Daniel ikut, Aunty!!!"


Kayra mengangguk dan menyuruh Daniel mendekat ke arahnya, ia segera bergegas setelah berhasil menggenggam tangan mungil Daniel. "Daniel mau makan apa?" tanya Kayra.


Ia terkejut setengah mati saat melihat istri dari kakak iparnya aka ibu Daniel. Bukan apa-apa, mereka berpapasan di belokan membuat mereka sama-sama terkejut lalu tertawa bersama-sama.


"Ya ampun, kaget aku loh. Kalian mau kemana?"


Kayra pun tertawa pelan, "ini mbak, mau pesan makanan. Buat makan siang," kata Kayra.


Indah menunjukkan tempat makan yang dibawanya, "ini mbak bawa makanan kok, ayo masuk." kata Indah yang diangguki Kayra, perut Indah tampak buncit karena ia tengah mengandung. Daniel akan mendapatkan adik, bahagianya keluarga mereka.


***


"Masakan mbak Indah emang enak loh, Mas."


Kayra terdiam mendengar pujian dari suaminya untuk kakak iparnya, ucapan suaminya memang benar masakan Indah sangat enak. Tetapi, hatinya pun seakan diketuk oleh ucapan suaminya. Kayra sama sekali tak bisa memasak, jangan salahkan dirinya karena ia tidak pernah ke dapur untuk memasak.


"Tuh, sampai Kayra makannya lahap banget."


Kayra yang memang masih menikmati makanan itu terkejut namun ekspresinya segera diubah kembali. Ia hanya terkekeh kecil dan mengangguk, "iya mbak, enak banget."


"Nanti kalau mau, kamu belajar masak saja dari mbak Indah Kay." kata Gio yang makin membuat kepercayaan diri Kayra berkurang. Gadis itu hanya tersenyum dan mengangguk pelan, kenapa ia jadi tidak bernafsu untuk melanjutkan makannya?


"Iya, Kay. Sekali-kali aku mau nyoba masakan kamu juga," kata Galang.


Hancur sudah.

__ADS_1


__ADS_2