Past Or Future?

Past Or Future?
Empat


__ADS_3

Gumilang's House


Kayra masih memperhatikan interior rumah keluarga Gumilang ini, sangat mewah dan mempesona. Bukannya ia sangat takjub, hanya saja ia tidak ada kegiatan selain memperhatikan sekitarnya. Saat ini ia ada di ruangan Galang, ia belum bertemu dengan keluarga pria itu.


"Galang!"


Kayra menoleh ke arah suara, seorang wanita cantik tengah menatapnya dengan tatapan yang terlihat terkejut. Kayra hanya diam saja memperhatikannya, hingga wanita itu melangkah mendekatinya.


"Masih hidup lo?"


Kayra memicingkan matanya bingung, apa yang dia maksud? Wanita di depannya terlihat cantik, tetapi mungkin lebih tua dari dirinya. Kayra menatap kalung yang wanita itu pakai, ia seakan familiar dengan kalung itu.


"Kalungnya bagus."


Wanita itu sontak memegang dan melindungi kalung itu, seolah Kayra akan merebut benda itu darinya.


"Saya Kayra, calon tunangan Galang." katanya seraya mengulurkan tangannya, lagi-lagi wanita itu dibuat terkejut dan berpegangan pada lemari yang ada di sampingnya.


"Anaknya Om Aji?"


Kayra mengangguk.


Wanita itu dengan cepat pergi meninggalkan dirinya yang dibuat bingung oleh wanita itu, Kayra mengedikkan bahunya dan segera kembali duduk di sofa. Tetapi tatapannya jatuh pada salah satu foto, merasa penasaran ia segera mendekati dan mengambilnya.

__ADS_1


Aku?


"Dia Rara, gadis yang pernah mengisi hari-hari Galang. Sangat mirip denganmu, bukankah begitu?"


Kayra menoleh ke arah pintu, di sana nampak Ibunda dari Galang berdiri anggun menatap tajam ke arahnya. Kayra yang ditatap seperti itu hanya diam saja tetapi ia mengangguk atas pertanyaan dari calon mertua.


"Saya harap kamu bisa membuat Galang kembali seperti dulu, hidup penuh dengan semangat. Penyesalan terbesar saya, saya menolak gadis itu saat Galang membawanya kemari."


"Kemana dia?" Kayra seolah merasakan apa yang gadis itu rasakan, mencintai tapi tidak bisa memiliki. Sama seperti dirinya, dulu.


Alisha -Ibu Galang- menggeleng, "saya tidak pernah tau dan tak pernah mau mencari tahu. Dia membuat anak saya berantakan," katanya.


Kayra terdiam. "Padahal dia sendiri yang membuat anaknya seperti itu," batin Kayra. Sebagian orang memang selalu menyalahkan orang lain tanpa berkaca, bukannya Kayra sok tahu. Dari cerita singkat yang calon mertuanya katakan, ia menolak dan Rara pergi serta Galang yang hancur.


Ah sudahlah!


"Apa kamu tak masalah jika menikah dengan posisi Galang yang masih mencintai masa lalunya?"


"Jika ini yang membuat kakekku dan Ayah Tante bahagia, Saya tak masalah."


Wanita paruh baya itu terkekeh, "sebagian perempuan, cinta bukanlah masalah. Asal ada harta, bukankah begitu?"


Kayra tersenyum manis. "Untuk saya pribadi, saya sudah memiliki cukup banyak uang jadi saya tak memerlukan harta seperti yang Tante sebutkan. Untuk cinta, saya juga tidak akan pernah mengharapkan. Karena, yang saya tahu cinta itu menyakitkan."

__ADS_1


***


Kayra berada di meja makan bersama keluarga Gumilang, banyak yang menatapnya tetapi dengan tatapan yang berbeda. Seperti Ibunda Galang, menatap Kayra dengan pandangan meragukan sekaligus berharap. Perempuan bernama Renata, perempuan yang bertemu dengannya pertama kali menatapnya dengan tatapan jengkel.


"Makan yang banyak, biar sehat." kata Galang pada Kayra, orang yang mendengar hal itu hanya melirik lalu fokus kembali mengambil makanan. Kayra hanya tersenyum sekilas dan memakan makanannya.


Galang tersenyum menatap Kayra yang ada di sampingnya, dan itu tak lepas dari tatapan sang ibu. Alisha tampak suka menatap senyuman yang sudah lama tidak ia lihat, Galang seolah menjauhinya dan menjauhi keluarganya.


"Orang tua kamu kapan pulang, Kay?"


Kayra menatap Ayah Galang yang tengah bertanya padanya, "kurang tau, Om. Saya belum nanya," jawabnya.


"Tidak usah formal begitu, Kay. Sebentar lagi kan kamu jadi bagian keluarga kami," kata Adi, Ayah Galang.


Kayra hanya tersenyum.


"Kapan tunangan kalian?"


"Secepatnya," jawab Galang dengan cepat membuat Renata tersedak dibuatnya. Kayra hanya melirik Renata yang tengah meminum air, ada yang aneh dengan gadis itu.


"Lebih baik kita makan lebih dahulu, biar dibahas nanti saat ada keluarga Kayra." kata Alisha.


***

__ADS_1


__ADS_2