
Burung berkicau di halaman rumah keluarga Maheswara, membuat gadis cantik yang tengah duduk di depan cermin beranjak dan membuka balkon rumahnya. Ia bersyukur masih bisa menghirup udara segar di pagi hari.
Matanya menyipit saat melihat seseorang yang beberapa hari ini memenuhi isi kepalanya, Galang. Pria itu cukup berani dengan keluarganya, ia bahkan tak segan menginap di rumahnya. Entah apa yang membuatnya seperti itu, Kayra sendiri tak tahu.
"Kay! Sini turun!"
Kayra terkekeh mendengar panggilan dari kakak keduanya, ia mengangguk dan segera masuk ke dalam kamarnya agar ia bisa dengan cepat menghampiri mereka yang tengah mengobrol di taman.
"Non, mau kemana?"
Kayra tersenyum manis, "ke taman, Mbak."
"Mbak bikinin susu ya, Non."
Kayra mengangguk dan segera berlalu menuju taman rumahnya. Gadis 21 tahun itu berjalan lincah dengan dress rumahannya yang nampak sangat cocok di tubuhnya, dulu ia sangat jarang keluar rumahnya sehingga banyak teman-teman Ayahnya tak mengenalnya.
"Morning, cantik."
Kayra tersenyum dan duduk bergabung dengan kakak dan calon tunangannya. Kayra masih tak mengerti, hidupnya terbilang mewah dan enak. Tetapi, ia terpaksa menuruti permintaan kakeknya yang bahkan membuat Ibunya tak tega, menjodohkannya.
"Kay, kamu diundang ke makan malam ke keluarganya Galang. Ya, bagaimanapun kamu kan calon menantu mereka. Pasti mereka ingin liat kamu," kata David.
Kayra menatap Galang dan pria itu mengangguk menyetujui ucapan calon kakak ipar. "Sendiri?" tanyanya yang membuat David tertawa.
"Kenapa? Malu? Aduhh Kay, gini kamu kan udah gede. Udah mau nikah juga, kamu nggak usah malu-malu. Hadapi klien aja kamu ga malu, masa cuma makan malam doang malu."
Kayra memutar bola matanya malas. "Siapa juga yang malu, sok tau amat." katanya membuat David makin menggodanya, Kayra merengut kesal. Tanpa ia sadari, ada seseorang yang menikmati ekspresi wajahnya.
"Minumnya, Non."
Kayra mengangguk. "Makasih ya, Mbak."
__ADS_1
"Ya udah, kakak ada kerjaan. Ngobrol-ngobrol lah kalian," kata David menepuk pundak Galang pelan yang tentu saja diangguki Galang.
"Ada acara?"
"Ha- apa?"
Galang terkekeh, "hari ini ada acara?" tanyanya yang dibalas ringisan Kayra.
Kayra selalu saja merespon ucapan Galang dengan lambat. "Nggak ada, lebih tepatnya sih liburin diri sendiri."
"Berarti, ntar malem bisa dateng makan malam kan?"
Kayra berdehem pelan dan mengangguk ragu. "Iya bisa kok, aku usahain."
***
Queensha's Caffe
Galang merasa dunianya berada pada gadis yang saat ini berstatus calon tunangannya, ia tak pernah membayangkan jika ia bisa dengan singkat menyukai seorang gadis. Terkadang hati kecilnya selalu bertanya-tanya, apakah karena gadis itu mirip dengan masa lalunya sehingga ia dengan mudah jatuh cinta?
"Tentu sayang, kamu harus janji sama aku. Kamu nggak boleh ninggalin aku, ya?"
"Pasti, aku nggak akan ninggalin kamu kecuali kamu yang minta." kata gadis manis dengan cerianya*.
"Galang?"
Galang tersadar dari lamunannya dan menatap sahabatnya yang tengah duduk di hadapannya, Galang menatap Randy dengan ekspresi wajah yang sangat bingung. "Apa?"
"Gue nggak nyangka lu bisa secepat ini, Lang. Gue kira lu masih belum move on dari Rara," kata Randy yang hanya dibalas senyuman oleh Galang. "Istri gue, dia tiba-tiba bisa komunikasi sama calon tunangan lo. Hebat kan?"
"Mika?"
__ADS_1
Randy mengangguk, "iya, mereka kaya orang yang lama nggak ngasih kabar. Pas di pesta pernikahan gue, Mika nunggu tunangan lo. Tapi Mika kecewa karena nggak ditemuin secara langsung."
"Maksud lo, dia kenal Kayra?"
"Saya ada urusan, tolong jaga kafe dengan baik. Saya permisi."
"Kayra!"
"Mas Galang? Ngapain disini?"
Prang!!!
Randy masih belum sadar akan hal yang terjadi, yang pasti ia sudah memecahkan gelas yang tadi di pegangnya. Kayra terkejut melihat orang yang tengah berdiri di samping Galang memecahkan gelas.
"Oh, sorry..." kata Randy.
Kayra tersenyum, "nggak apa-apa." Kayra dengan segera memanggil karyawannya agar membersihkan pecahan gelas tersebut.
"Dia calon tunangan gue, Kayra." kata Galang mengenalkan tunangannya pada sahabat baiknya, Kayra tentu saja mengulurkan tangan untuk memperkenalkan diri. Lain halnya dengan Randy, ia masih dibuat bingung dengan gadis yang berstatus tunangan sahabatnya itu.
"Ya udah, Lang. Aku pergi dulu, ya."
"Hati-hati."
Randy menggeleng dan menatap wajah Galang. "Sekarang gue tau alasannya," kata Randy membuat Galang terkekeh. "Lang, lo nggak jadiin dia pelampiasan kan?"
"Dia Rara."
"Dia anak Maheswara, Lang. Bukan Rara, lo sadar dong!" kata Randy membuat Galang tertawa.
"Gue tau alasannya kenapa selama lima tahun ini gue nggak ketemu sama Rara. Tapi untuk sekarang, gue lebih suka kepribadian dia. Rara dan Kayra punya dua kepribadian yang berbeda, tapi kebiasaan yang sama."
__ADS_1
Randy hanya mengangguk kecil. "Tapi kalo suatu saat dia emang Rara, apa dia masih nerima lo?"
***